
Bola mata Sheena terlihat menatap ke sepanjang perjalanan untuk beberapa waktu, dia membiarkan pandangan nya terus tertuju pada barisan bangunan toko yang berdiri sejajar di sisi kiri dan kanan jalanan, di mana di sampingnya Sky Andaram sibuk fokus membawa mobilnya. Sejenak keheningan terjadi diantara mereka manakala kedua orang tersebut sibuk pada apa yang ada di pikiran mereka masing-masing.
"ini hari terakhir kita keluar bersama sebelum pernikahan"tiba-tiba suara Sky Andaram memecah keadaan, dia melirik ke arah Sheena sejenak.
mereka sepakat untuk melakukan pernikahan secara keagamaan terlebih dahulu dan mencatat pernikahan di negara, setelah itu baru memikirkan untuk membuat acara pesta perayaan pernikahan secara besar-besaran, Sheena ingin menyelesaikan semua urusan Lunara dan kakek muda Alister terlebih dahulu, memastikan kasus mereka berdua naik ke meja hijau hingga tuntas dan mereka di hukum tidak kurang dari seumur hidup atau mendapatkan eksekusi hukuman mati.
Ditambah lagi Sheena masih berharap jika Cleopatra akan segera bangun sebelum pesta perayaan pernikahan mereka, dia masih ingin saudara kembarnya merestui pernikahan mereka dan mendoakan dirinya. meskipun tidak dipungkiri ada sedikit rasa tidak yakin jika perempuan itu mungkin akan bangun dalam waktu dekat tapi Sheena selalu berusaha untuk meyakinkan diri jika Cleopatra pasti segera bangun dari tidur yang terlalu panjang nya. dia masih menyimpan harapan yang besar terhadap perempuan itu selama beberapa waktu ini.
Mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki yang ada di sampingnya membuat gadis tersebut langsung menoleh, bisa dia rasakan Sky Andaram membiarkan salah satu tangan nya menggenggam erat telapak tangan Sheena.
"katakan padaku kamu mau ke mana?" Laki-laki tersebut bertanya dengan serius, dia pikir mungkin ada tempat yang ingin di kunjungi Sheena saat ini.
"Apakah ada tempat yang ingin kamu kunjungi?" sky Andaram kembali bertanya.
laki-laki tersebut masih menggenggam orang telapak tangan sang calon istrinya seolah-olah tidak ingin melepaskan tangan gadis itu sama sekali.
Sheena terlihat diam, seolah dia sedang memikirkan sesuatu tentang apa yang diucapkan oleh laki-laki di sampingnya tersebut, membiarkan pandangannya menatap kearah telapak tangan nya yang di genggam oleh Sky Andaram.
"Mari pergi ke laut" Ucap Sheena kemudian, dia langsung menoleh ke arah Sky Andaram untuk beberapa waktu, apakah bersedia atau tidak memenuhi permintaannya itu.
Alih-alih menjawab, Sky Andaram lebih suka mengganggukan kepalanya tanda setuju, dia terlihat mengulum senyumannya kemudian melajukan mobilnya menembus keheningan pagi.
Di dunia ini hal yang paling sering dirindukan adalah kenangan meskipun sebenarnya kenangan merupakan hal yang paling sulit untuk dilupakan dan kenangan adalah cara Tuhan menyampaikan kepada kita bahwa ada senja yg tidak habis ditelan malam. Jika kita mau menyimpannya jauh sampai ke akar terdalam hati, dia akan tetap ada di sana. Itulah dia, yg tidak akan habis dalam hitungan hari, bulan, bahkan tahun. Jika kita mau menyimpannya.
*******
Sheena terlihat berjalan menyusuri pinggiran laut, membiarkan dirinya melepaskan kerinduan pada laut, mengingat momentum tentang ibu nya yang telah pergi meninggalkan dirinya.
"Apa kabar ibu?, disini aku merindukan mu. Seperti janji ibu seseorang benar-benar menjemput diri ku tidak lama setelah ibu pergi, dan membawa ku pada kejayaan persis seperti pada kejayaan yang dijanjikan ibu pada diriku di masa lalu, tapi ibu terlalu cepat pergi, terlalu kejam, tidak mau melihat ku lebih dulu untuk mencapai segala nya saat ini"
"Wanita yang menghancurkan kita telah hancur bersama para antek-anteknya, aku merobohkan tiang paling terbesar milik mereka dan menghancurkan seluruh bagian bangunan penuh keagungan mereka yang merebut segala sesuatu milik ibu, aku dan Cleopatra"
"bahkan aku tidak akan membiarkan mereka mendapatkan hukuman yang, aku ingin mereka mendapatkan hukuman paling terberat di dalam hidup mereka sama seperti mereka membuat kita bertiga terluka dan tersiksa"
"aku akan memastikan jika mereka tidak akan pernah dibebaskan dari kegelapan, aku akan memastikan juga jika mereka tidak akan pernah bisa bernafas dengan baik, aku akan memastikan juga agar mereka bakar tidak bisa menikmati makanan mereka miliki dengan cara yang enak dan juga lezat, mereka akan merasakan apa yang kita rasakan selama puluhan tahun ini jika mereka tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan mereka di dalam seumur hidup mereka"
Sheena bicara di dalam hatinya sebarin datang matahari yang mulai naik ke permukaan, membiarkan kaki indah nya terus melangkah mengitari pinggiran laut menikmati hangatnya pasir laut ya sejak tadi menenggelamkan kakinya secara perlahan.
dia membiarkan angin membawa dirinya ke arah mana angin ingin membawanya, menetap ke arah laut untuk waktu yang cukup lama, memangkas kerinduan terhadap sang ibunya. ada jutaan harapan di dalam hatinya siapa tahu dia bisa mengulang waktu tapi nyatanya manusia tidak pernah bisa melakukan hal tersebut. di dunia ini rupanya benar yang paling mahal adalah waktu, dan banyak manusia yang tidak menghargai waktu, di mana mereka terlalu sibuk dengan keadaan hingga melupakan kebersamaan di dalam waktu yang sebenarnya selalu merasa kekurangan.
manusia itu serakah padahal Tuhan memberikan mereka waktu 24 jam penuh untuk mampu mengaturnya dengan baik dan benar, kapan bangun tidur, kapan makan, kapan bekerja, kapan istirahat, kapan berkumpul dengan anggota keluarga dan kapan tertidur kembali atau bahkan terlelap seumur hidup mereka.
Nyata nya manusia terlalu sibuk dengan duniawi mencari pundi-pundi uang atau bahkan terlalu sibuk dengan duniawi mengejar karir yang tidak berkesudahan hingga lupa ada orang-orang di sekitarnya, lupa menyediakan waktu untuk bersama menikmati hari meskipun hanya satu kali dalam setahun atau hanya satu jam dalam seminggu.
"apa kamu melihat aku di sini, Bu? aku merindukan mu, sangat' Dan air mata gadis tersebut tumpah di mana dia memilih menghentikan langkah kakinya, menatap ke arah langit untuk waktu yang cukup lama.
Di belakang sana, Sky Andaram memilih menatap apa yang dilakukan Sheena sejak tadi, laki-laki tersebut membiarkan gadis itu menikmati kesendirian, dia tahu gadis tersebut merindukan ibunya, dia tidak banyak bicara dan tahu ini bukan waktunya dia menghibur. Sheena memang hanya butuh sendiri, dia butuh untuk mengenang momen dan juga mengingat tentang ibunya yang jelas dia rindukan, dia tahu gadis tersebut sesungguhnya tidak dalam keadaan baik-baik saja, kemenangan atas Alister group nyata nya tidak membuat Sheena bahagia.
******
...Hanya petikan kata untuk para ibu....
Dear Ibu, apa kabar? Kerinduan itu memuncak lagi, lewat berbagai mimpi. Pada yang telah memberi kasih sayang, yang tak pernah menampakkan kelelahan, yang selalu menungguku menyiapkan berbagai makanan. Kadang sampai terlelap, masih dengan bola mata terkantuk-kantuk menunggu kedatangan ku pulang ke rumah karena kegiatan.
Aku rindu pada suara batukmu yang ngiklik tiada henti itu, Bu. Aku rindu didisan-mu mencari kutu di kepalaku setiap kali menjelang tidur. Aku rindu belaianmu yang bermakna tiada tara.
Masih kuingat, betapa khawatirnya engkau saat aku belum kunjung pulang karena kegiatan diluaran. Tetap kuingat, betapa dukanya engkau saat aku harus pergi bertarung melawan kejam nya dunia.
Tanpamu mungkin aku bukanlah siapa-siapa, karena kesabaranmulah aku bisa menjadi orang yang tangguh, dan mampu berdiri tegak di tengah badai sekalipun
Tak terbayang hidupku tanpamu, tak akan ada tempatku untuk bersandar, saat dunia bersekongkol untuk menjatuhkanku, tak ada tempat untukku meluapkan isi hati untuk melepas rasa gundah.
Ibu, maafkan aku karena hingga sekarang aku belum bisa untuk membahagiakanmu, aku belum mampu untuk membuatmu tersenyum, apalagi untuk sekedar membuatmu bangga padaku.
Ibu, maafkan aku karena aku belum mampu untuk menjadi anak yang berbakti, maafkan aku jika aku selalu membuatmu bersedih, tak terhitung sudah jumlah air mata yang jatuh dari matamu karena ulahku
Ibu, maafkan aku karena aku belum bisa menjadi seperti anak yang kau harapkan saat aku pertama kali menginjakkan kaki di dunia ini, maafkan aku karena aku selalu mengecewakanmu.
Ibu, maafkan aku karena hingga sekarang aku belum bisa untuk membahagiakanmu, aku belum mampu untuk membuatmu tersenyum, apalagi untuk sekedar membuatmu bangga padaku.
Ibu, maafkan aku karena aku belum mampu untuk menjadi anak yang berbakti, maafkan aku jika aku selalu membuatmu bersedih, tak terhitung sudah jumlah air mata yang jatuh dari matamu karena ulahku
Ibu, maafkan aku karena aku belum bisa menjadi seperti anak yang kau harapkan saat aku pertama kali menginjakkan kaki di dunia ini, maafkan aku karena aku selalu mengecewakanmu.
Ibu, seperti udara kasih yang engkau berikan, tak mampu ku membalas.
Ibu, bagiku kaulah pahlawan tanpa tanda jasa yang sebernarnya, merawatku dengan kasih tanpa sedikitpun ada pamrih. Tak pernah ada kata lelah untuk membimbingku saat aku kehilangan arah
Ibu, bagiku kau adalah malaikat yang di kirim Tuhan untukku, kau adalah pelindungku, penjagaku yang selalu mengabulkan semua permohonanku.
Ibu, tak ada tempat senyaman pelukmu, tak ada senyum seindah senyummu dan tak ada kata-kata sedamai nasehatmu.
Tak terhitung sudah berapa banyak pengorbanan yang telah kau lakukan untukku, aku tak kan mampu untuk membalasnya, tak ternilai semua yang telah kalau lakukan untukku, aku tak akan sanggup untuk membayarnya.
Hingga kini aku tak mengerti, terbuat dari apakah hatimu, begitu sabar dalam menghadapi segala kenakalanku.
Untuk itu ibu, di sisa hidupku ini, Mulai detik ini aku berjanji padamu ibu, akan menjadi anak yang berbakti, tak akan kubiarkan air matamu jatuh walau hanya setetes, tak akan kubiarkan tanganmu yang lembut itu kotor walau hanya oleh setitik noda.
Diusiamu yang sudah mulai senja, adalah waktumu untuk beristirhat, kau tak perlu berkerja keras lagi, sudah waktunya anakmu ini yang mengabdi untukmu, untuk membalas semua jasa-jasamu, meski aku tau , aku tak akan mampu membayar semua pengorbananmu.
Sejujurnya hal yang paling aku takutkan adalah saat usiaku mulai bertambah disisi lain aku juga harus melihatmu mulai menua, tak terbayang suatu hari nanti saat aku harus kehilanganmu. Jika boleh aku memohon kepada tuhan, aku ingin kelak surga menjadi tempat terakhir kita bertemu dan dipersatukan, agar aku bisa hidup abadi selamanya bersamamu.
Terakhir, ada satu hal yang perlu engkau ketahui ibu, selama aku hidup sampai hari ini, belum ada makanan yang seenak makanan yang selalu kau buatkan untukku, puluhan mungkin ratusan tempat makan telah aku datangi, namun hanya masakanmu lah yang selalu membuatku rindu.
Ibu, aku menyayangimu.
Untuk kita yang masih memiliki kesempatan membahagiakan ibu, genggam erat tangan beliau karena kesempatan tidak semua orang memilki nya.