The twin's Mask

The twin's Mask
Mulut manis



Mansion utama keluarga Alister


Setelah kehebohan pagi luar biasa.


Cleopatra terlihat duduk santai di atas kursi sofa utama yang kini menjadi kebanggaan nya, gadis tersebut sibuk memperhatikan kuku-kuku indah nya tanpa mempedulikan orang-orang disekitar nya.


Dia benar-benar menikmati peran nya saat ini, dimana dia pikir dia wajib mengabaikan apapun dan siapapun yang bisa membuat dia stress, Cleopatra suka menikmati hidup nya saat ini, mengingat betapa susah dan menyedihkan hidup nya di masa lalu dalam kemiskinan jangan kan untuk mewarnainya kuku indah nya bahkan di masa lalu dia bahkan tidak mampu membeli kopi di kafe ternama dengan harga di atas 5 dolar.


Jadi dia pikir dia harus menikmati semua nya dengan penuhhhh kebahagiaan.


Dan katakan siapa yang menyebabkan semua keadaan di mana lalu?!.


Seketika Cleopatra melirik kearah Lunara.


Wanita tidak tahu malu tersebut.


Lunara terlihat menatap kesal sembari melotot tajam kearah Cleopatra, dia mencoba untuk menarik nafasnya berulang kali sembari berusaha untuk bicara sehalus mungkin dan menjaga image agar dia tidak kehilangan kewibawaan serta sisi terbaik seorang ibu didepan nenek tua dan nenek muda Alister.


sedangkan Silvia terus berkoar-koar sejak tadi mengadu pada nenek muda Alister.


"Coba lihat nenek, semua rambutku menjadi rontok"


Dia terlihat mengeluh, memegang rambut nya yang terlihat begitu mengerikan, dia baru saja melakukan treatment penanaman rambut untuk beberapa pori-pori kosong nya karena stress yang menyebabkan rambut rontok, dan bayangkan bagaimana bisa Cleopatra menghancurkan hasil usaha nya. Biasa yang dia gelontorkan tidak sedikit lalu kini dia kehilangan banyak rambut nya lagi.


Dia sedang menyusun strategi terbaiknya untuk membuat nenek muda Alister membenci Cleopatra, dia seorang flaying victim sejati sejak dulu, menghasut wanita yang ada di hadapannya tersebut agar membenci Cleopatra dan mencoba untuk mengambil muka seolah-olah dia adalah korban atas apa yang dilakukan oleh Cleopatra kepada diri nya.


Dia kini berusaha menangis, mengeluarkan suara menjijikkan dan akting nya. Sungguh tidak sia-sia dia belajar seni peran, dia bahkan bisa melakukan akting apapun, marah, menangis, merasa terintimidasi, ketakutan dan lain sebagainya.


Silvia melirik kearah Cleopatra yang nyata nya terlihat sangat tenang, dimana gadis tersebut terlihat menatap kuku-kuku indah nya kemudian setelah itu dia meraih cangkir teh nya dan secara perlahan menyesap teh hangat nya dengan begitu tenang.


"Oh ya ampun, nenek tahu berapa biaya perawatannya? dia benar-benar menyiksa ku nek, nenek bisa bertanya pada para pelayan, dia benar-benar sudah gila setelah sekian lama menghilang, aku pikir Cleopatra pasti terkena gangguan jiwa"


Bisa-bisa nya gadis tersebut bicara begitu, dia mencoba untuk membuat orang-orang berpikir Cleopatra sudah tidak normal.


"sejak kembali ibu bahkan berkata Cleopatra mulai tidak mengenali kawan dan lawan, dia membantah ucapan ibu bahkan memperlakukan ibu dengan begitu buruk persis seperti pembantu"


Dan dia terus bicara, menatap nenek muda Alister sembari menyandarkan kepalanya pada Wanita muda tersebut.


Mendengar ucapan dan keluhan Silvia yang panjang lebar membuat nenek muda Farida melirik kearah Cleopatra.


"Kau tidak mau menjelaskan apa yang telah kau lakukan pada ibu dan adik mu, Cleopatra?"


Wanita tersebut bertanya dengan nada yang begitu datar, menatap tajam kearah Cleopatra dan menunggu gadis tersebut merespon ucapan nya.


Cleopatra langsung menghentikan kegiatan nya dalam menyeruput teh nya, dia meletakkan cangkir teh tersebut kemudian menatap balik tajam wanita yang ada dihadapan nya tersebut.