
Mak Yang pingin kisah keluar dari jalur aman, bikin adrenalin naik turun tidak kalah dari Cleopatra dan Sky Andaram dengan perang-perang'an bisa merapat ke sini Mak yah.
...PUTRI KECIL SANG PENGUASA...
Wajah gadis itu dipenuhi dengan senyuman yang tampak begitu manis, matanya menatap hangat laki-laki yang ada disamping nya itu dengan sejuta cinta
"Jadi kamu akan ke Bandung hari ini sayang? mendadak sekali"
tanya nya sambil mengemasi pakaian sang kekasih
Laki-laki yang ditanya tampak tersenyum sambil menyentuh pelan rambut nya, mengacak-acak rambut gadis itu kemudian mencium ujung kepala nya
"Hanya 2 hari, aku akan menelpon mu setelah tiba di bandung"
Gadis itu menarik nafasnya pelan
"Baiklah"
"Aku akan mengantar mu sekali jalan, setelah kekantor mu aku baru akan luncuran ke Bandung"
"Siapa yang bawa mobil? pak iman? "
"bukan"
"heri? "
"He em"
Laki-laki itu mengangguk
Gadis itu mengangguk-anggukkan kepala nya
"Jadi mau titip oleh-oleh apa? "
"Gepuk Nyonya Ong"
Laki-laki itu tampak diam
"Ok"
Jawaban kemudian
Gadis itu masih tetap tersenyum, tangannya sibuk merapat kan resleting kopernya dengan rapi.
"Ok semua sudah siap"
Ucapnya sambil berdiri, meraih tas tangannya dengan cepat lantas melirik ke arah jam tangan nya
"Aku hampir terlambat"
Kata nya pelan.
"Ok kita pergi sekarang, sayang"
Laki-laki itu bicara kemudian meraih koper nya
*******
"Ndre jangan lupa makan yang teratur ya"
ucap sang gadis pelan kemudian dengan cepat melepaskan sabuk pengaman nya
"Iya sayang"
Setelah berkata begitu laki-laki yang dipanggil andre dengan cepat menahan tangan gadis itu agar tidak segera membuka pintu mobil nya.
"Nadine"
Gadis yang di panggil Nadine mengurungkan gerakan tangannya, menoleh cepat ke arah Andre
"Ada ap.... "
Belum sempat dia menyelesaikan Kata-katanya andre dengan cepat mencium bibirnya.
"Kalau sudah sampai nanti aku telpon kamu"
Ucap andre cepat sambil menyentuh hangat pipi Nadine
Nadine mengangguk pelan, segera membuka pintu mobilnya lantas turun dari sana.
"Bye bye, Hati-hati di jalan"
Ucapnya sambil tersenyum manis lantas melambaikan tangannya
Cukup lama hingga mobil itu mulai meninggal dirinya, seketika ekspresi wajahnya berubah menjadi begitu serius, sebuah mobil berhenti tepat di hadapan nya, seorang gadis yang usianya sama dengan Nadine langsung menggeser posisi duduknya
Nadine dengan cepat masuk ke mobil itu, lantas melajukan mobilnya mengikuti mobil andre
"Aku akan mendapatkan nya kali ini"
Nadine bicara dengan ekspresi kesal, menatap tajam ke arah depan
"Nadine kamu serius?"
Ekspresi temannya tampak begitu tegang
"Kecurigaan ku semakin bertambah ketika dia tiba-tiba membeli HP baru, belum lagi aku menemukan sekotak ****** yang sudah hilang 1 isinya"
Nadine terus melajukan mobilnya menyeimbangi mobil andre di belakang dalam keadaan teratur, wajahnya tampak begitu tegang
"Tapi Nadine, itu belum tentu menandakan dia selingkuh atau tidur dengan perempuan lain"
"Mungkin karena dia tidak pernah bisa tidur dengan ku, aku fikir tidak heran dia akhirnya mulai jenuh dan memilih untuk untuk tidur dengan perempuan lain"
"Nadine"
"Aku selalu gagal mendapatkan nya, jika kali ini masih gagal maka aku benar-benar menjadi orang paling tolol di dunia ini, yunita"
Nadine bicara sambil menatap dalam bola mata yunita sahabatnya itu, yunita tampak menggigit bibirnya, menoleh ke depan dengan cepat
"Oh my god, Nadine... "
Pekik nya tiba-tiba
"Ada mobil didepan.... "
Seketika Nadine terkejut, menoleh kedepan dengan cepat.
"Ya tuhannn.... "
Ciittttt
Brakkkkk
Seketika mobilnya menghantam mobil yang ada didepan nya yang berhenti secara tiba-tiba.
Dalam seketika Nadine masih mencoba menahan rem nya, kepala nya secara spontan menabrak stir mobil. kemudian saat semua bagaikan waktu yang terhenti tiba-tiba, Nadine secara berlahan mendongak kan kepalanya mengintip ke arah depan.
"Oh tidak"
Jerit nya tertahan.
"Ya Tuhan, Nadine "
Mereka menatap mobil yang ada didepan mereka dalam ke adaan panik, bumper belakang mobil itu cukup ringsek
"Wah mbak... "
Terdengar omelan seseorang sambil mengetuk pintu kaca mobil mereka, tampak seorang laki-laki dengan wajah cukup tampan mencoba bicara dengan nadine
Mata Nadine masih mencoba memperhatikan mobil andre yang kian menjauh, dia dengan terburu-buru membuka pintu.
"Yunita, kamu urus ini semua, aku akan hubungi niko atau David"
Teriak nya cepat.
"What? "
Yunita tampak tercekat
Tanpa mempedulikan ocehan yunita, bola mata nadine berusaha mencari sesuatu. tampak sebuah mobil terparkir dalam kondisi hidup tidak jauh dari mobil mereka, tanpa aba-aba nadine dengan cepat masuk ke dalam kemudian tanpa fikir panjang langsung tancap gas mengejar mobil andre yang semakin menjauh.
"Ya... Tuhan... no no jangan kabur terlalu jauh"
Pekik nadine
"Anggaplah aku mengejar badai, jangan menghilang dari pandangan ku brengsek"
umpat nya lagi masih terus melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh
Dan tanpa dia sadari di belakang tampak seseorang masih fokus dengan laptopnya, seketika langsung menoleh begitu mendengar omelan kecil nadine dan mobil dibawa dalam kecepatan penuh.
Wajah tampan perpaduan Indonesia, Eropa dan timur tengah, dengan wajah terkesan begitu dingin dan kurang bersahabat itu menaikkan pelan alis kanannya.
"Ada apa ini? "
Batin laki-laki itu.
*****
Di ujung sana seorang pria berusia sekitar 35 tahunan berteriak panik saat mobilnya dibawa kabur oleh seorang gadis muda
"Nonaaa... tuannnn... "
berteriak sambil terus berusaha mengejar mobilnya
Nadine yang tidak peduli langsung Tancap gas tanpa peduli dengan teriakan orang itu, dia terus mengikuti mobil andre sambil tangannya sibuk mencoba menghubungi seseorang
"Hallo david, dimana kamu? "
Nadine bicara cepat melalui headset bluetooth nya
"Kamu bantu yunita menyelesaikan urusan mobil ku"
"jangan tanya, aku tengah mengejar andre"
"Aku fikir dia selingkuh"
"Dia bilang mau ke Bandung"
"Aku tidak yakin, perempuan mana lagi yang dia kencani kali ini"
Nada suara Nadine terdengar menggebu-gebu
"What? kau fikir aku mau tidur dengan manusia seperti itu? "
"Aku akan menghabisi dia kalau aku benar-benar melihat perempuan lain berada didalam kamar nya"
"Oh tidak.. kenapa mobil nya berbelok? "
Nadine tampak terpekik
"Dia ke mana? ini ke arah bandara David"
jerit nya lagi
Klek
Tanpa fikir panjang dia menutup panggilannya
"Brengsek, kamu bilang mau ke Bandung? kemana kamu kali ini akan pergi? "
geram Nadine kesal
Seketika dia menambah kecepatan mobilnya
"Hey nona"
Terdengar suara bariton seorang laki-laki dibelakang nya, seketika Nadine melonjal kaget mengerem mobilnya mendadak dijalan tol tersebut
Buggg...
Saat mobil mengerem mendadak, seketika kepala laki-laki dibelakang nya itu menabrak kursi depan
"apa-apaan ini?"
Laki-laki itu berteriak kesal
"Uwaahh anda mengagetkan saya"
Nadine hampir melompat karena kaget
Matanya seketika membulat, seorang laki-laki tampan ke bule-bule'an dengan rahang wajah yang tajam dan tegas berusia sekitar 30 tahunan tampak duduk dibelakang nya, dia fikir kenapa dia tidak menyadari nya sejak tadi
Laki-laki itu ikut kaget
"What?"
"Kenapa tuan ada disini? "
Nadine mulai bertanya panik
"Apa tuan pencuri? "
Tanya nya lagi
Laki-laki itu tampak mendengus, rahang nya mengeras
"Cih yang benar saja, pertanyaan macam apa itu ?"
*Iya pertanyaan macam apa itu*
Batin nadine
Hehehe
Dia mencoba tertawa tapi tampak begitu kaku dan penuh rasa bersalah
"Kamu yang mencuri nona, kau tahu ini mobil siapa? "
Seketika nadine menggigit bibirnya
*Alamaakkkk *
pekik nya dalam hati
Dia baru sadar, dia yang sudah mencuri mobil orang asing, seketika dia kembali melajukan mobilnya
"Maafkan saya tuan, ini benar-benar terjepit"
"Apa? terjepit"
"Ah apapun itu mau terjepit, kejepit atau di jepit yang jelas saya benar-benar butuh kendaraan tuan untuk mengejar seseorang"
Racau Nadine cepat, terus melajukan mobil nya
"Kau tahu nona? saya sedang terburu-buru"
Laki-laki itu bicara Seakan-akan tidak peduli dengan ocehan Nadine
"Tujuan? "
teriak Nadine sambil mempercepat laju mobilnya, kembali mengejar mobil andre.
"Saya meski sudah tiba di bandara sekarang juga, saya terburu-buru untuk ke palembang"
"Saya juga harus ke bandara.. "
Teriak Nadine kemudian menambah kecepatan mobilnya
"Oh shi.t"
Laki-laki itu mengumpat jengkel.
"Kendalikan kecepatan mu"
dia tampak kesal dan marah
"Persetan, tuan pacar ku semakin menjauh, kita harus segera mengejar nya"
Lanjutnya kemudian semakin menambah kecepatan nya
"Ommo ommo.. "
Jerit nya pelan kemudian menginjak rem nya kembali secara mendadak.
Kittttt
"dia berhenti"
teriak Nadine.
Bukkk
Laki-laki itu terjengkang kebelakang kemudian menabrak kursi depan.
"Oh...brengsek"
laki-laki itu bicara sambil memegang jidad nya yang tertabrak kursi depan lagi dan lagi.
Seketika Nadine kembali menginjak gas mobilnya, sang laki-laki kembali terjengkang ke belakang.
"Oh sial"
laki-laki itu benar-benar ingin marah, seketika rahangnya mengeras.
"What the hell?"
dia mengerem kesal
"Saya harus mengejar laki-laki brengsek itu, kau tahu Saya curiga dia sedang berselingkuh"
Ocehan nadine masih terus berusaha mengikuti mobil andre.
"Persetan dengan kekasih mu nona, Aku tidak ada hubungannya dengan semua ini"
Laki-laki itu berusaha untuk menahan emosinya.
"Anggap saja anda membantu gadis cantik yang sedang kesusahan"
"What? "
laki-laki tampak terkejut mendengar ocehan gadis itu
Dia fikir ada gadis se PD orang ini,kemudian dia mencoba mengintip wajah gadis itu dari arah kaca, dia menggeleng.
*Tidak terlihat jelas"
"Ya Tuhan dia benar-benar ke bandara, bajingan dia bilang ingin ke Bandung di antar oleh heri mengunakan mobilnya, sekarang malah ke bandara, dia benar-benar Seorang penipu"
"Bisa jadi planing nya berubah, dia naik pesawat ke Bandung"
Cetus laki-laki itu cepat.
"aku harus tetap mengejar nya untuk memastikan nya"
"Ya Tuhan"
laki-laki itu memijat pelipisnya pelan
Seketika nadine memarkirkan mobil nya ke area parkiran, tanpa basa-basi melesat turun dari mobilnya
"Oh Shi..t"
Lagi-lagi laki-laki itu mencoba menarik nafas nya sambil berusaha mengendur kan dasi nya.
Seketika tiba-tiba gadis itu berlarian kembali ke arah dia, laki-laki itu dengan ekspresi kaget langsung mundur ke arah samping.
"Terima kasih tuan"
Ucap nadine kemudian kembali melesat ke arah depan sambil menggunakan masker wajah dengan motif anehnya.
Laki-laki itu membuang nafas nya kesal dengan perasaan tidak percaya.
"What the hell??"
******
"Bajingan, dia bukan ke Bandung"
Teriak nadine tertahan
Matanya membulat saat sadar ke mana arah tujuan andre.
"Dia menuju ke palembang?? palembang? palembang? "
Seketika nadine teringat laki-laki di mobil tadi, dengan gerakan cepat matanya mencari laki-laki tadi
Tiba-tiba tatapan matanya terhenti pada sosok yang dia cari, dalam hitungan detik dia langsung menerobos ke arah semua orang dan melesat tepat dihadapan laki-laki itu.
Laki-laki itu jelas terkejut, bola matanya hampir keluar menatap gadis itu.
"Apa lagi sekarang? "
"Tuan, anda mau ke palembang? anda hapal daerah palembang? "
Laki-laki itu mengerutkan dahinya mencoba mencerna pertanyaan gadis itu
"Iya, tentu saja
Jawab nya kemudian dengan cepat mencoba menghindari nadine
"Kalau begitu, bawa saya bersama anda"
Ucap nadine tanpa basa-basi sambil menahan tangan laki-laki itu
"What? "
Seketika laki-laki itu membeku, menatap gadis didepan nya dengan perasaan yang sulit dijelaskan.