The twin's Mask

The twin's Mask
Sendiri dalam tangisan



Cleopatra berlarian dengan cepat, tidak Sudi melihat ayah nya saat ini, dia kecewa dan marah, berlarian menjauh dari sana, berkali-kali berusaha menyeka air matanya, bahkan dia lupa menggunakan sandalnya.


Tidak dia pedulikan teriakan yang terus menggema di belakang sana, yang dia pedulikan dia harus segera pergi dari tempat itu secepatnya.


Gadis tersebut terus berlarian menyusuri halaman mansion Andaram, bergerak keluar menuju ke arah jalanan, melewati trotoar dan berlarian ke arah manapun yang dia inginkan, pikiran nya berkacamuk menjadi satu, otak nya bleng, ini kali pertama dia seperti orang bingung dalam hidupnya, dia tidak tahu harus bergerak ke mana dan dia tidak tahu harus melakukan apa.


tanpa menggunakan alas kakinya, didalam kegelapan malam yang cukup mencekam dimana dia tidak melihat satu orang pun yang berjalan di sana, dibawah barisan lampu remang-remang disepanjang jalan, bahkan di tengah cuaca yang tiba-tiba saja berubah, angin deras dan rinai hujan yang perlahan menetes membasahi bumi.


Gadis tersebut menangis, kali ini terlihat begitu lemah dan rapuh, dia ingin pulang, ingin bertemu nenek tua Alister..ah... tidak dia ingin bertemu ibu nya dan mengadu tapi ingat dia telah kehilangan wanita tersebut selama berbulan-bulan ini.


Dan hari ini baru sadar, sebenarnya dia kini hidup seorang diri, berpijak pada kaki nya sendiri, berjuang sendiri, tanpa ada siapapun yang ada di samping nya, di baru sadar dia tidak memiliki teman bahkan untuk sekedar bercerita jangankan lah untuk bisa berbagi.


Cleopatra benar-benar seorang diri.


Kini pada akhirnya Cleopatra terlihat menghentikan langkah kakinya, dia terdiam dan menatap ke arah langit yang berwarna hitam pekat, meraskan rinai hujan yang mulai membasahi wajah nya sejak tadi dan kini baru dia sadari rinai itu telah berubah menjadi hujan yang cukup deras saat ini, dia sadar dia sendiri, dia terluka dan seketika dia tidak mampu menahan bahu nya yang terus bergetar hebat, dan percayalah Cleopatra pad akhirnya menangis didalam diam seorang diri.


Dia mencoba menahan suaranya namun nyata nya dia sama sekali tidak mampu melakukan nya, dia menangis dalam hati yang penuh luka, menduduki diri nya ke atas lantai dengan posisi menjongkok dan terlihat begitu menyedihkan.


Cleopatra menangis seorang diri di sana untuk waktu yang cukup lama membiarkan tubuhnya bergetar dan dia terisak tanpa bisa menghentikan keadaan seolah-olah waktu berputar dengan cepat dan ingatan demi ingatan menghantam dirinya.


bagaimana kesulitan terus dihadapi oleh dirinya di masa lalu bersama ibunya dan rasa pedih juga sakit, penderitaan, caci maki yang menghantam menjadi satu terus berputar di atas kepalanya oleh karena itu dia merasa kehadiran ayahnya sudah terlalu terlambat untuk dirinya.


dia terus larut di dalam kesedihannya dan tidak peduli bagaimana tubuhnya kini basah karena air hujan yang terus mengguyur dirinya. bagaikan bagaimana dirinya saat ini, karena dia hanya mampu menangis mengingat tentang masa lalunya hingga masa kini.


Dan di detik berikutnya ketika Cleopatra larut dalam luka dan kesedihan dalam kesendirian nya, tiba-tiba bisa dirasakan seseorang datang mendekati dirinya, memayungi Cleopatra dengan payung bening transparan yang diletakkan tepat di atas tubuh dan kepala Cleopatra dan secara perlahan gadis tersebut mendongakkan kepalanya.


Sky Andaram terlihat berdiri dihadapan nya, menatap Cleopatra dalam jutaan rasa, bisa dia lihat genangan air mata membasahi kedua bola mata Cleopatra diiringi air hujan yang membasahi tubuh gadis tersebut.


Laki-laki itu menjongkokkan dirinya, membiarkan tangan kiri nya terus menggenggam payung transparan tersebut dimana kini tangan kanan nya menghapus perlahan air mata dan sisa air hujan disana.


"Kau tidak sendiri saat ini, Cleo"


Sky Andaram berkata pelan, membiarkan telapak tangan nya memenuhi bagian pipi hingga kepala belakang Cleopatra sedangkan Jari telunjuk nya menghapus air mata Cleopatra.


"Karena ada aku disampingmu yang akan selalu menemanimu dalam seluruh hal yang ada dalam hidupmu, baik disaat sehat maupun sakit, baik di saat suka maupun duka bahkan di saat kamu terluka maupun merasa bahagia. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu dalam keadaan apapun hingga maut memisahkan kita berdua"


Dan mendengar ucapan Sky Andaram seketika membuat Cleopatra yang Mencoba menahan tangisannya atas kehadiran laki-laki tersebut kembali pecah, tubuh nya bergerak dengan bibir yang juga ikut bergetar menatap laki-laki dihadapan nya tersebut.


Dan didetik berikut nya, Sky Andaram langsung menarik tubuh Cleopatra untuk masuk kedalam pelukan nya.


Begitu manis dan haru, ketika kita merasa sendiri, tiba-tiba saja seseorang yang di anggap tidak berarti datang mengulurkan tangannya dan dadanya untuk dijadikan pegangan dan sandaran.


Apakah kamu memang sosok terbaik yang pantas mendampingi ku, Sky Andaram?!.


Cleopatra.