The twin's Mask

The twin's Mask
Dua nenek Alister



Masih kembali ke mansion utama keluarga Alister.


Meskipun semua orang sudah berusaha melerai Cleopatra dan Silvia, mati-matian berusaha melepaskan cengkraman Cleopatra dari jambakan nya di rambut Silvia, nyata nya mereka cukup kesulitan dengan keadaan sebab Cleopatra benar-benar luar biasa, memiliki tenaga ekstra yang tidak tertandingi.


Membuat orang-orang terkejut sejak kapan gadis tersebut bisa jadi sekuat itu, Cleopatra seperti bukan dirinya, gadis lemah lembut dan tidak berdaya itu kini berubah menjadi begitu angkuh, ganas dan mengerikan, salah sedikit menghadapi nya bisa-bisa orang yang disekitar nya kena getah nya alias ikut kena hantaman Cleopatra.


Lunara benar-benar berteriak histeris, dia pikir bagaimana caranya dia harus menyingkir kan Cleopatra dari putri nya, padahal Silvia telah menjerit kesakitan, alih-alih melepas Silvia, Cleopatra malah menjambak Silvia semakin menggila.


Entahlah bagaimana mengatakan nya, Seolah-olah Dejavu, dia dan Silvia putri nya pernah memperlakukan Cleopatra di masa lalu dengan cara yang sama, persis seperti sekarang ini dan dengan cara yang sama.


Dia marah dan kesal, ingin sekali menampar Cleopatra dan menghajar Cleopatra atas kemarahan nya karena menyakiti putri nya, seolah-olah dia lupa di masa lalu dia dan Silvia memperlakukan Cleopatra jauh lebih buruk lagi dari pada hari ini. Apalah daya keinginan untuk melumpuhkan Cleopatra di masa sekarang sungguh sangat sulit.


Setelah berulang kali memukul Cleopatra dengan sandal rumah yang ada ditangan nya dan berusaha menarik rambut Cleopatra namun gagal berulang kali dimana keadaan sudah semakin memanas, pada akhir satu suara memecah keadaan, membuat Lunara seketika membulatkan bola matanya.


"Ada apa ini?"


Suara itu memecah kehebohan, dimana ketika semua orang berbalik dan melihat siapa yang bicara.


"Bibi Farida ...?!"


Seketika Lunara membelalakkan bola mata saat menyadari siapa yang datang.


"Cleopatra...ada apa?"


Lagi terdengar suara yang berbeda.


Cleopatra pun mau tidak mau mengendurkan pegangan nya saat nama nya disebutkan oleh sosok tersebut.


Lunara terus mengerutkan keningnya saat dia melihat nyonya tua Alister bergerak dari belakang punggung Perempuan yang bicara tadi, kini wanita tua tersebut menyeret kursi roda nya dibantu oleh bibi Pamela.


"Ada apa dengan semua nya? kenapa rumah ini terlihat begitu mengerikan?"


Nyonya tua Alister kembali bertanya, menatap betapa berantakan nya tempat kediaman Alister pagi ini, berbagai macam barang berserakan, para pelayan bahkan berkumpul menjadi satu, rambut Silvia terlihat sangat mengerikan, belum lagi penampilan nya yang acak-acakan.


Cleopatra belum benar-benar melepaskan cengkraman nya, masih berusaha ingin menjambak dan menghajar Silvia sedangkan Lunara terlihat juga kacau.


Percaya lah keadaan benar-benar tidak baik-baik saja, terlihat sangat berantakan dan kacau balau.


"Nenek..."


Cleopatra akhirnya melepaskan tangannya dari Silvia, memilih melebarkan senyuman kemudian berniat mendekati nenek tua Alister.


"Nenek muda Farida....dia benar-benar gila, apa Cleopatra telah kehilangan akal warasnya, lihat bagaimana dia memperlakukan ku...dia...."


Kali ini ketika Silvia menyadari siapa yang datang, dia mengadu dengan cepat, mendekati wanita yang di panggil nya nenek muda Farida.


Yang dipanggil nenek muda Farida seketika menggerutkan keningnya, menatap penampilan Silvia yang sangat kacau balau, dia kemudian melirik kearah Cleopatra yang sama sekali tidak menyapa nya seperti biasa, gadis tersebut lebih memilih menyapa nenek tua Alister, menundukkan kepala nya secara perlahan dengan penuh hormat.


"Cleopatra menurut ku mulai gila setelah kecelakaan nya, dia menjadi liar persis seperti hewan yang tidak memiliki pendidikan"


Lunara pada akhirnya bicara, menaikkan ujung bibirnya saat melihat kearah nenek muda Farida. Silvia mendekati Perempuan itu dengan cepat, memeluk nya sambil mengadu sedih.