The twin's Mask

The twin's Mask
Semakin mencekam



Bayangkan bagaimana ekspresi Lunara mendengar apa yang diucapkan oleh Cleopatra, dia seketika mendengus dan menatap gadis dihadapannya dengan ekspresi menganga.


"Kau... bagaimana bisa.... bagaimana berani nya kau berkata begitu pada ibu mu sendiri Cleopatra"


Suara Lunara memecah keadaan, pagi ini di kediaman Alister tiba-tiba terasa begitu mencekam, lagi suara Lunara keluar menggelegar, bola matanya nyaris keluar menatap gadis yang ada di hadapannya itu, dia mengeram sembari mengeratkan rahangnya.


Sekali lagi tangan kanan Lunara mencoba naik dan mencengkeram rahang Cleopatra, nyatanya begitu tangannya naik dan mencoba menyentuh rahang indah tersebut Cleopatra langsung mencengkram lebih dulu lengan tangannya sembari berkata.


"aku nyaris lupa kalau kau adalah ibu ku, Lunara"


Gadis tersebut bicara sembari menaikkan ujung bibirnya, menatap mengejek ke arah Lunara tapi dia tidak menampakkan ejekan nya dan terlihat menampilkan wajah penuh sesal dalam dusta.


"Ucapan macam apa itu?"


Lunara meradang, bola mata nya seakan-akan siap melompat keluar saat ini juga.


"Ah maksud ku, bukankah kamu tahu aku ini sedikit mengalami lupa ingatan, aku lupa jika ibu adalah ibu ku, maafkan aku karena memanggil mu dengan kata LUNARA"


Cleopatra kembali mengejek tapi berusaha untuk menahan ejekan nya, bicara dengan santai sambil terus menantang menatap Lunara tanpa hendak memalingkan pandangannya.


"Tapi seperti kata ku tadi, bukankah aku pemilik Alister, itu hak ku untuk memerintah siapapun di rumah ini bukan? kenapa ibu menampilkan ekspresi seolah-olah tidak suka dengan apa yang aku lakukan tadi?"


Gadis tersebut kembali bertanya, dia kali ini beranjak mencoba menyingkir dari Lunara.


"Bukankah aneh jika ibu menampilkan ekspresi wajah seperti itu? ibu seperti berusaha untuk mengintimidasi ku"


Saat Cleopatra mengatakan hal tersebut seketika membuat menara berusaha untuk menghilangkan tampilan emosi penuh kemarahannya.


"Dan lagi tugas seorang ibu membuat anak-anak makan dengan sehat? aku yakin ibu dengan tulus menyiapkan makanan sehat untuk ku pagi ini bukan?"


Kembali Cleopatra bicara, dia sengaja berkata begitu, melembutkan suaranya dan sedikit mengeluarkan nada rayuan nya.


mendengar hal tersebut seketika membuat Lunara mengernyit kan kening nya.


"Kau memerintah ku?"


Dia bertanya tidak percaya, mengejar langkah Cleopatra dan langsung menangkap lengan Cleopatra.


"Kau berani memerintah diri ku? kau pikir aku pembantu mu?"


"Ibu bagaimana aku berani memintamu, aku ini hanya bicara sebagai anak yang sangat menyayangi mu bu, aku tidak memiliki banyak ingatan di masa lalu tapi entah kenapa melihat cara ibu bicara pada kesalahan ini aku jadi sedikit gelisah soal beberapa desa-desus terdengar jika ibu tidak memperlakukan ku secara manusiawi dulu"


Cleopatra bicara, menekan setiap kata-kata nya, menatap tajam bola mata Lunara dengan kilat kemarahan di dalam nya.


Dia ingin sekali menendang Lunara saat ini tapi dia tidak bisa melakukan nya sekarang, setelah pernikahan dia baru di sah kan menjadi penerus Alister group seperti apa yang ditulis didalam wasiat keluarga besar, setelah itu baru bisa menendang keluar Lunara atas kuasa nya.


Kini dia belum berkuasa penuh, karena di dalam wasiat Lunara masih menjadi bagian keluarga Alister karena ayah nya belum pernah menceraikan wanita tersebut dan dia sedang merencanakan sesuatu secara diam-diam dibelakang Lunara saat ini.


Lunara menatap tidak percaya saat mendengar ucapan Cleopatra, dia jelas saja merasa harga diri nya diinjak-injak didepan para pelayan keluarga Alister, Wanita tersebut mengeram tapi berusaha meredam emosi nya.


"Kau bilang apa?"


Dia bertanya berusaha untuk menekan kalimat nya sebaik mungkin.


"aku pikir seperti ibu sedikit tidak menyukaiku, mungkin sebaiknya agar kita tidak merasa saling terganggu ibu bisa pindah ke rumah belakang dan aku tetap berada di rumah utama sebelum nenek kembali ke mari"


dan demi apapun apa yang diucapkan oleh Cleopatra jelas saja semakin membuat Lunara murka.


"Kau bilang apa?"


Pindah ke rumah belakang? mana mungkin dia Sudi melakukan nya, tempat itu rumah tinggal khusus keluarga yang tidak begitu di anggap, pada masa nya tempat itu pernah menjadi rumah kediaman Helena ibu Cleopatra, bahkan dia pernah menghukum Cleopatra tinggal di sana untuk beberapa waktu yang cukup lama.


Itu jelas tempat yang tidak layak dijadikan tempat tinggal oleh para penerus kejayaan Alister, bagaimana bisa Cleopatra bicara begitu pada nya dan berniat memindahkan nya kesana.


"Kau.. bagaimana bisa memikirkan tempat seperti itu untuk ku, katakan pada ku, kau pura-pura lupa ingatan dan berniat untuk mengelabui semua orang termasuk diri ku, Cleopatra"


Kali ini kemarahan Lunara tidak mampu di pendam lagi, dia tidak peduli Cleopatra telah kembali menjadi pewaris Alister berikut nya, kali ini dia kembali mencoba untuk menaikkan telapak tangan nya lagi dan ingin menampar wajah cantik Cleopatra karena kemarahan nya. Tapi sayangnya Cleopatra kembali mampu untuk menahan tangan nya dan satu hal tidak terduga terjadi.


Plakkkkkkk.


Satu tamparan keras mengenai pipi Lunara, membuat dia seketika terkejut setengah mati. Lunara nyaris tidak bisa bernafas untuk waktu yang cukup lama, dia mematung sembari memegang pipi nya dimana semua orang seketika ikut mematung karena terkejut.


"Cleopatra...."


Ditengah keadaan yang menegang tiba-tiba saja seseorang muncul dari arah belakang, meneriaki nama Cleopatra dengan lantang, bergerak cepat masuk kedalam dan mendekati Cleopatra, dalam hitungan detik sosok tersebut siap menjambak rambut Cleopatra dalam kemarahan nya.


"Pela...cur....murahan berani sekali kau..."