
PELAYAN DAN TUANNYA__2nd Part
"Jadi benar isu yang mengatakan kalau anda hilang ingatan?" Evan tanpa sadar bertanya. Mereka berempat benar-benar bisa mengobrol dengan leluasa di tempat tersebut setelah meminta semua prajurit dan pelayan pergi menjauh. Tak hanya ribuan mawar yang melingkupi sekeliling mereka, menciptakan dinding alami seperti labirin, di tengah taman tersebut juga dibangun sebuah paviliun sederhana dengan kolam teratai yang indah. Ikan-ikan kecil yang berenang tampak sangat lincah dan menarik perhatian Luce untuk bercermin di permukaan air. Hanya beberapa hari berlalu sejak Penasehat Agung melepaskan segel pedangnya, Luce terlihat lebih tinggi dan dewasa dari sebelumnya. Ellgar pun terlihat sangat sehat berbanding terbalik saat dirinya ditemukan terbaring berbalut racun Terompah Iblis.
"Itu benar. Aku hanya bisa mengingat peristiwa-peristiwa menyenangkan saja di masa lalu dan karena kita berdua tak pernah memiliki kenangan seperti itu, otakku seperti menolak untuk mengingatmu, Pangeran," jawab Luce sembari memandang Illarion kembali. Terlihat sekali bahwa pemuda itu sangat senang dengan kedatangan Luce dan Ellgar pada pesta peringatan hari lahirnya yang kedua puluh tahun. Rambut peraknya disisir serapi setelan kerajaan yang dia kenakan, jubah merah dengan setangkai mawar tersemat di dadanya. Berbeda dengan Luce yang mengenakan pakaian standar prajurit, hari itu dia menyamar sebagai pengawal pribadi Ellgar dan sebaliknya, Ellgar menyamar menjadi Raja-Muda Devian Argus.
"Kau benar, aku dan dirimu tak pernah memiliki kenangan apapun bersama," ucap Illarion tanpa merasa tersinggung sedikitpun. Dia justru merasa lega karena Luce mengungkapkan apapun yang dipikirkannya tanpa merasa sungkan. "Dan bukannya mengingatmu, aku hanya mengenalimu dari warna rambut dan matamu yang sangat mirip dengan Pangeran Jean. Dia adalah seseorang yang kukenal sejak lama, sebelum peristiwa tragis yang menimpa kalian berdua sepuluh tahun lalu. Ayahanda pernah beberapa kali mengajaknya ke kastil ini sampai akhirnya, dia sadar akan statusnya dalam silsilah keluarga kerajaan. Pangeran Jean kemudian menuntut hak yang sama. Bahkan lebih dariku, dia ingin menggantikan posisi ayahanda sebagai seorang raja. Karena itulah..."
"Anda tidak perlu menceritakan semua itu hanya untuk mengembalikan ingatan Pangeran Lucas," Evan tiba-tiba menghentikan Illarion untuk melanjutkan kisahnya dan membuat Luce semakin yakin bahwa yang pernah diceritakan Penasehat Agung padanya adalah sebuah kebenaran. Ayahnya sendirilah yang telah membantai seluruh anggota keluarganya yang berada dalam pengasingan.
"Ternyata kau juga mengenal kakakku," Luce memotong dengan tegas seolah dia tak tahu kesedihan mendalam yang ada di balik kisah hidupnya. "Semua orang mengatakan bahwa kakakku adalah pria ambisius yang haus akan kekuasaan, tapi menurutku semua orang berhak melakukan itu ketika haknya dirampas oleh orang lain. Aku tidak mengatakan kalau kau merampas hak itu dari kakakku, tapi akan lebih baik kalau dia mengetahui alasan untuk semua itu dari ayahanda sendiri dan bukannya dari orang lain. Aku yakin ada seseorang yang mempengaruhinya saat itu, bahkan kalau sekarang dia masih menuntut hal yang sama, orang yang aku maksud itu pastilah tidak akan pergi dari sisinya sebelum kakak mencapai apa yang diinginkannya."
"Tuan, maaf atas kelancangan saya," Ellgar akhirnya tak bisa menahan diri untuk menjadi pendengar bisu sejak tadi. "Anda sudah terlalu banyak bicara sejak tadi. Saya tidak yakin apakah Putra Mahkota dapat memahami maksud anda dengan baik. Saya khawatir ini akan menambah kesalahpahaman di antara anda dan Putra Mahkota."
Illarion mengangkat tangan kanannya, menghentikan celotehan Ellgar yang terkesan menutupi semua yang ingin dikatakan Luce. "Kalau bisa, aku ingin mengetahui semua yang ada dalam benakmu, Pangeran Lucas. Aku sama sekali tak menyangka kalau kau mampu memahami situasi di mana saat itu kau masih berusia lima tahun. Mengembalikan kehormatanmu sebagai Pangeran Kedua pada pesta malam ini sepertinya bukan ide yang buruk. Kau begitu mengesankan pada pertemuan pertama kita hari ini. Aku juga memikirkan hal yang sama denganmu sejak lama. Tak kusangka kita sependapat. Kita harus segera menemukan siapa racun yang telah memecah belah keluarga kita itu."
Luce mengedipkan mata setuju. Mata birunya berkilat sempurna di bawah terik matahari. Senyumannya menandakan bahwa hari itu dia telah berhasil masuk ke hati Illarion tanpa menguras tenaga sedikitpun. Pemuda itu sama sekali tak menyangka bahwa untuk diterima kembali di Alcander semudah membalikkan telapak tangan. Hanya Ellgar yang tampak tidak nyaman dengan keadaan itu. Dia tahu bahwa kembali ke Alcander sama saja seperti menyerahkan nyawa ke mulut harimau. Akan ada orang yang berusaha memperalat Luce untuk mengambil alih kedudukan Illarion sebagai sang pewaris. Seperti sebelumnya, orang itu tidak lain adalah putra pertama Raja Abraham, Pangeran Jean St. Claire.
*bersambung ke part berikutnya
NOTE from AUTHOR
Ohayou minnasan...
Apa kabar semua? Semoga dalam keadaan sehat dan tetap semangat...
Yang pertama, author berterima kasih pada Tuhan YME, of course pihak mangatoon yang menyediakan lahan berkarya untuk mengobati rasa gatal pada tanganku dalam menorehkan kisah-kisah fantasi...
Yang kedua kepada semua pembaca setia yang telah mendukung cerita "dongeng" ini menjadi salah satu novel yang terus on-going pada platform ini. Author selalu menunggu jejak kalian dengan klik like, favorite, dan ketik sesuatu di kolom komentar karena semua itu gratis-tis-tis. Eh, nggak yaa.. tetap harus ada paket internet wkwk
Yang ketiga kepada anak-anak (karakter)-ku yang semakin berkembang di bab 2 cerita ini. Meskipun hanya fiksi, kalianlah yang telah membesarkan nama author di dunia "khayal" (mudah-mudahan berlanjut ke dunia nyata)
Kemudian, kalau novel ini bisa official dan dipajang di antara deretan novel terkenal lainnya, author berjanji akan membuatkan episode khusus untuk memperkenalkan anak-anakku dalam bentuk biodata karakter.
Jujur saja dalam cerita ini, author paling suka karakter Jean St. Claire karena sifatnya yang tidak bisa ditebak. Meskipun Luce punya peran utama lebih banyak, tapi author paling menunggu-nunggu adegan di mana Jean menjadi sosok angkuh di atas penderitaan yang selama ini dia alami.
Ini menjadi salah satu inspirasi bagi kita bahwa apapun yang terjadi pada kehidupan kita di masa lalu, waktu tidak akan berhenti hanya untuk menunggu kita memperbaiki semua yang sudah terlanjur terjadi. Akan lebih baik jika kita terus melangkah maju untuk menggapai masa depan yang telah menanti kita di depan.
😄😄😄 Yah, begitu saja kira-kira yang ingin author sampaikan untuk melengkapi cerita ini menjadi 1000 kata per episode. Tetap tunggu kelanjutannya di waktu yang akan datang. Bye-bye!!!
JANGAN LUPA
KLIK LIKE
KLIK FAVORITE
TINGGALKAN JEJAK DI KOLOM KOMENTAR