The Second Throne

The Second Throne
NOTE FROM AUTHOR



NOTE FROM AUTHOR


Hari yang indah untuk memulai lagi kisah fantasi hidupku yang beberapa bulan ini sempat hiatus sementara. Author merasa harus menceritakan semua yang author alami selama itu. Kehidupan Luce dalam dunia nyata ternyata benar-benar merana. Author jadi merasa bersalah karena menciptakan main character yang hidupnya dipenuhi oleh tragedi.


Secara tak sengaja, author menuangkan kehidupannya di masa depan dalam novel ini. Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 1 November 2020, author mendapatkan tamparan dari Tuhan. Dengan berat hati, author sekeluarga melepas kepergian ibunda tercinta. Sedih sekali rasanya. Author sempat terpuruk dan merasa sudah tak ada artinya lagi hidup di dunia ini.


Lalu author teringat dengan kisah Luce yang kehilangan ibunya di usia lima tahun. Menjadi orang yang merasa bersalah karena tak bisa menyelamatkan orang yang sangat dicintai, di depan mata --- author jadi semakin merasa terpuruk menyadari itu semua. Namun Luce dengan penuh ketegaran tetap melanjutkan hidup untuk mewujudkan mimpi-mimpinya.


Bahkan harus hidup dengan sosok ayah yang ambisius, licik, kejam, dan tanpa ampun, Luce tetap tidak mau membalas semua itu. Dia bahkan berusaha mencari cara agar tidak berhadapan langsung dengan ayahnya di medan perang.


Sungguh memilukan, bahwa apa yang author tulis selama ini menjadi kenyataan. Author sempat berpikir untuk berhenti menulis karena itu, tapi author sadar bahwa itu semua tidak akan berguna. Mengakhiri hidup seperti itu hanya akan menambah beban keluarga dan sama halnya lari dari tanggung jawab.


Untuk itu, hidup dengan baik adalah hukuman yang setimpal karena tidak bisa menyelamatkan nyawa seseorang yang sangat author cintai. Author akhirnya kembali menulis sedikit demi sedikit dan semua itu butuh keberanian. Terkadang author masih selalu berhati-hati dalam mengembangkan karakter dan alur cerita karena trauma yang tak kunjung hilang. Author masih takut akan berdampak lagi pada kehidupan mendatang.


Kemudian mengingat chapter paling menyedihkan saat Ireene el Idylla menyanyikan lagu tidur untuk Luce dan Jean. Semua itu mengingatkan author pada mendiang ibu. Sungguh besar jasa beliau. Semoga ibu ditempatkan di surga-Nya. Aamiin...


...SLEEPSONG...


...by: Secret Garden...


...(original song bisa dilihat di Youtube)...


🎶Lay down your head and I'll sing you a lullaby


Back to the years of loo-li lai-lay


And I'll sing you to sleep and I'll sing you tomorrow


Bless you with love for the road that you go🎶


^^^With diamonds and pearls at your head and your feet^^^


^^^And may you need never to banish misfortune^^^


^^^you find kindness in all that you meet🎶^^^


🎶May there always be angels to watch over you


To guide you each step of the way


To guard you and keep you safe from all harm


Loo-li, loo-li, lai-lay🎶


^^^🎶May you bring love and may you bring happiness^^^


^^^Be loved in return to the end of your days^^^


^^^Now fall off to sleep, I'm not meaning to keep you^^^


^^^I'll just sit for a while and sing loo-li, lai-lay🎶^^^


NB:


Jika ada yang bernasib sama dengan author yang merasa bahwa kadang-kadang tulisannya menjadi kenyataan, boleh sharing di kolom komentar. Jujur, sangat berat punya kemampuan seperti ini dan bukan sugesti. Author benar-benar butuh teman senasib yang bisa memberikan pencerahan bagi kehidupan literasi author. Terima kasih banyak untuk para reader yang setia menunggu dan mohon maaf karena author kalian ini begitu mengecewakan. Doakan agar author bisa bertahan dari semua ini... 😭😭😭