The Second Story Of Our Married

The Second Story Of Our Married
Chapter 36. I Found it



Setelah urusan keduanya selesai bersama sang papa, Alessa kembali ke mansion Nick. Sedikit perasaannya lega mendengar Emrick akan menceraikan Phei. Bukan perkara yang mudah, Alessa yakin wanita itu akan berusaha memainkan perannya. Alessa tidak takut wanita itu nantinya memanfaatkan relasinya, lagipula relasi milik Alessa lebih kuat di banding wanita gila itu.


Sekarang, Alessa perlu menyelidiki segala sesuatu yang amat ia ingin tahu tentang Nickholas Bateline. Meskipun akan sulit, mula-mula Alessa mencoba men-search nama pria itu lagi di mesin pencarian. Berbagai artikel tetang bagaimana suksesnya pria ini dalam menjalani bisnis, terlalu biasa. Tidak ada berita yang lebih personal mengenai keluarga atau pasangannya, kecuali artikel sebelumnya.


Alessa tergelitik ingin mencari tentang Christa Bahadicn yang katanya pernah diakui Nick sebagai kekasihnya. Artikel tentang Christa sama, tidak jauh dari urusan pekerjaan, sama sekali tidak ada yang spesial. Alessa mencoba mencari nama Allard Edbert Helbert di kolom pencarian, ditemukan. Ternyata Allard tidak menarik berita simpang siyur atau memblokir berita-berita yang bertebaran di halaman pencarian.


Apa Nick melakukan itu? batin Alessa.


Tentu Alessa akan mencari tahu kebenaran itu, dan membuka halaman-halaman yang kemungkinan menjadi jawabannya selama ini. Akan sedikit sulit mengakses artikel yang diblokir oleh orang Nick, tetapi bagi Alessa mudah. Namun, Alessa tidak dapat melakukannya di sini, Nick pasti menyadap seluruh alat komunikasi di mansion ini.


“Aku harus ke markas, tim-ku membutuhkan bantuanku,” ucap Alessa berkata to the point saat menemui Nick di ruang kerjanya.


Nick menatap Alessa tanpa minat. Fokusnya tidak terpecahkan sedikitpun oleh kedatangan sang istri. Alessa kesal, ia duduk dipangkuan Nick dan menjauhkan notebook di depan Nick agar sepenuhnya fokus Nick beralih padanya.


“Alessa, aku sedang bekerja,” tekan Nick.


“Aku tidak buta!” balas Alessa sengit.


“Tetap di rumah. Ini sudah malam,” ucap Nick akhirnya seraya menahan pinggang Alessa yang terus bergerak di atas pangkuannya.


“Jika kau terus bergerak, jangan berharap kau lepas dariku!” peringat Nick.


Alessa seketika diam, ancaman Nick tidak pernah main-main. Maka, Alessa memilih untuk mendengarkan daripada ujung-ujungnya dia melayani pria ini. Ketika Alessa ingin bangkit, Nick menahan pinggangnya.


Alessa berdecak malas, ia berencana ingin turun dari pangkuan Nick, apa boleh buat dia tetap duduk di pangkuan Nick, lalu mendekati notebook yang dipakai Nick sebelumnya. Matanya bergerak membaca setiap kata di dalamnya, walau paham, tetap saja Alessa pusing karena bosan dengan rangkaian setiap kata dalam proposal tersebut.


Alessa men-save dokumen dan mengeluarkan aplikasi tersebut. Dia tertarik membuka salah satu aplikasi menonton yang terkenal dan mencari channel make up creator yang sudah sangat lama sekali tidak ia ikuti. Walau tidak sering, sesekali Alessa mau menonton guna menambah pengetahuannya di bidang kecantikan. Setiap teknik itu amat berguna bagi Alessa untuk merubah penampilan lebih tua misalnya.


“Tanganmu!” peringat Alessa menepis tangan Nick yang mulai turun ke area pribadinya.


Ketika Alessa sangat fokus, Nick mengelus punggung Alessa secara abstrak. Alessa mengabaikan, tanganya bertopang dagu seraya fokus dengan penjelasan di layar tersebut. Ada saja ulah Nick, sekarang tangannya mengelus perut Alessa yang mulai terasa buncit. Sekilas senyum Alessa terbit, senang Nick mengelus perutnya.


Nick tidak keberatan Alessa mengganggu pekerjaannya, malah dia merasa dibutuhkan. Selagi Alessa diam dengan tontonan, Nick bebas mengelus dan berdekatan dengan sang istri. Beberapa hari ini setelah Nick tidak menjawab pertanyaan Alessa, sang istri sengaja menjauh. Nick harus segera mengambil langkah sebelum bom besar itu datang.


“Bagaimana dengan papa dan Lucas?” tanya Nick membuka pembicaraan. Alessa diam sejenak, sedikit tidak menyangka Nick mempertanyakan keluarganya.


“Baik.”


“Masalah kemarin sudah selesai?”


Tanpa Alessa jawab, sebenarnya Nick sudah mengetahui semua dari Uxel. Tetapi, dia ingin tahu langsung dari Alessa.


“Ya dan tidak. Phei pasti akan berulah lagi,” jawab Alessa dengan pandangan tetap pada layar notebook.


“Ada yang bisa aku bantu?” tawar Nick.


“Tidak. Biarkan dia melakukan apapun yang dia inginkan, dia tidak akan bisa menjatuhkanku seperti yang sudah dia lakukan.” Nick mengangguk paham.


Memang selama ini Phei selalu mencari celah untuk menjatuhkan Alessa, tetapi selalu gagal sebab Alessa terus berpindah tempat yang sulit sekali untuk dilacak. Terakhir Nick tahu Phei mendatangi Alessa karena pria sialan yang menjadi kekasih Alessa. Sial, memikirkan pria itu memegang Alessa saja sudah membuat Nick kepanasan. Bagaimana kabar yang satu itu? Nick tahu Joe tengah berusaha mencari keberadaan Alessa. Cih! Menyebut namanya—bahkan dalam hatipun—membuat Nick tidak sudi!


“Kenapa tanganmu terkepal?”


Alessa bingung tiba-tiba Nick berubah begitu cepat, mata yang menajam dan tangan terkepal erat di atas pahanya. Elusannya terhenti seketika, Alessa pikir Nick akan melancarkan aksi, ternyata setelah menoleh kebelakangan raut wajah Nick berubah drastis.


“Mantan kekasihmu,” aku Nick.


“Well. Secara teknikal, dia masih menjadi kekasihku. Kami belum putus,” ucap Alessa paham kemana arah pembicaaan ini, memancing Nick lebih tepatnya.


“Alessa!” geram Nick.


“Bagaimana kabar Joe?” tanya Alessa pada dirinya.


Nick yang kesal segera meraih wajah Alessa dan memanggut bibir manis milik Alessa. Sekalipun Nick tidak memberi kesempatan Alessa untuk lepas. Nick semakin menekan ciumannya. Posisi yang sangat tidak menguntungkan bagi Alessa, perutnya menekan pinggiran kaca dan pinggangnya terasa sakit karena tubuhnya setengah berputar kebelakangan.


“Nick... perutku...” desah Alessa di tengah ciuman mereka.


Nick menghentikan ciuman mereka. Bibir Alessa membengkak, tentu saja Nick terus menyerang tanpa ampun dan memberi gigitan kecil di sana. Alessa segera berdiri memegang pinggangnya yang nyeri.


“Kau tak apa?” Wajah Nick menunjukkan kekhawatiran.


“Yang benar saja! Kau ingin membunuh bayi ini, huh?” cerca Alessa kesal.


“Aku kesal kau bertanya tentang dia!” jawab Nick tak mau kalah.


...***...


“Aku bilang kau tunggu di sini, Uxel!” sembur Alessa ketika Uxel ikut turun.


“Terserah kau saja!” Alessa menyerah, benar-benar malas.


Uxel terlalu setia pada tuannya sampai Alessa masuk ke dalam markas organisasi saja harus diawasi. Daripada mengambil pusing, Alessa membiarkan. Ia mengabaikan pertanyaan teman-temannya yang penasaran bagaimana bisa Alessa datang bersama pria yang notabene-nya ikut di dalam misi kemarin dan juga sebagai tim CIA. Penyusup yang benarnya, bukan tim CIA, batin Alessa.


Selesai memecahkan satu kasus, Alessa duduk di sebuah bangku berhadapan dengan komputer. Pada sebenarnya, Alessa dalam masa libur yang tidak terhingga. Itu yang dia dengar dari Nick―entah bagaimana caranya―yang pasti Nick mengenal Anthony atau pimpinan tertinggi organisasi ini. Tidak ingin membuang waktu, Alessa segera menyelesaikan tujuannya.


Di ujung sana Uxel memperhatikannya, pasti pria itu tengah melapor pada Nick lewat earphone di telinganya. Jari-jari Alessa dengan lincah bermain di atas keyboard. Sedangkan temannya yang lain tengah berkumpul di meja bundar membahas kasus-kasus yang harus dipecahkan.


Wtf, kau bersungguh sekali menyembunyikan sesuatu, Nickholas? batin Alessa kesal.


Pasalnya, menggunakan web khusus tidak menghasilkan apapun. Namun, tidak kehabisan akal, Alessa mengutak-atik komputer tersebut dengan caranya. Senyum Alessa mengembang kala dia berhasil membuka blokiran berita tentang Nick. Dimulai dari berita bertulisan:


‘Christa Bahadicn Menyerahkan Kerajaan Bisnis Bateline Kepada Nickholas Bateline’


Namun, berita-berita setelahnya berhasil merubah ekspresi Alessa yang awal tersenyum cerah berubah datar. Dadanya bergejolak tak karuan, rasanya tidak mungkin!


‘Nickholas Bateline Pewaris Bateline Company Menikahi Christa Bahadicn’


‘Pernikahan Megah Nickholas & Christa Membawa Saham Perusahaan Bateline Melonjak Naik’


‘Pasangan Romantis Nickholas & Christa Berbulan Madu di Germany’


Dan masih banyak berita yang menyebarkan tentang keduanya. Betapa romantisnya pasangan ini, hingga masyarakat mendukung hubungan mereka. Alessa tersenyum miris, di sana Uxel berdiri tegap melihat sang nyonya tidak baik-baik saja.


“Nickholas dan Christa, kalian sangat cocok. Pantas kau membawa dia di pesta malam itu, Nick...” bisik Alessa pada dirinya.