
FYI
Hallo..
Author ngadain give away neh dibulan kelahiran author yaitu Desember..
Ada dua outfit untuk dua orang yang beruntung, outfit dari salah satu store ternama di kota Bandung..
Cara buat dapetinya gampang kalian cuma harus :
-Like & Comment disetiap bab (Capture)
-Dan share disalah satu media sosial kalian dan 3 inilah judul novel nya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Cerita Seorang Seniman
◾️The Power Of The Dark World
Dan tag author ya (Fb : Sentiawati, Ig : Sentiawati)
Siapa yang rajin mampir dengan kata lain hadir disetiap bab nya membawa like dan comment kemungkinan
menang jauh lebih besar ya :)
Pemenang give away akan diumumkan di tanggal 19 Dec 20 tepat dihari ulangtahun author :)
“Huh, Roseline” Ucap Jasmine singkat.
Tidak ada pilihan, Roseline tahu jika Jasmine sudah tahu apa yang sebenarnya disembunyikan olehnya. Dengan suara yang pelan dan wajah yang tertunduk lemah Roseline mengungkapnya. “Saya dan...”
“Morvin, Darwin kalian bersiaplah untuk menemui pengusaha muda di Prancis dan kau Bella tugasmu selesai kau bisa pergi untuk beristirahat”
Ditaman kini hanya empat orang dan Roseline tidak bisa lagi pergi karena Jasmine sudah melihat semuanya setelah memegang tangannya.
“Angello apa yang kau lakukan pada asistenku?” Jasmine memasang wajah serius seolah sedang mengadili seorang penjahat. Harry yang melihat wajah itu hanya diam menahan tawa karena dia tahu istrinya sedang mengerjai orang yang ada didepannya.
“Tidak ada” Jawab Angello singkat.
“Syukurlah karena aku akan mengenalkan Roseline pada salah satu dokter dirumah sakit yang sempat menanyakan Roseline. Sepertinya dia menyukai Roseline” Ucap Jasmine serius.
“Itu terdengar lebih baik Honey” Timpa Harry
Sial,, apa aku harus diam saat Jasmine akan membawa Roseline bertemu dengan pria lain. Arghhh tidak bisa !! (Batin Angello)
“Tidak lebih baik Jas, bagaimana jika Roseline sudah memiliki kekasih !!”
“Wow benarkah, apa kau memiliki kekasih Roseline?” Jasmine menatap Roseline yang mencuri pandang pada Angello yang ada disamping Harry.
“Umm, itu..” Roseline masih ragu untuk mengatakan kenyataanya karena dirinya merasa tidak pantas bersama Angello yang merupakan anak dari salah satu keluarga Moris, sedangkan dirinya hanya wanita yang bekerja untuk Jasmine.
Bagaimana ini (Batin Roseline)
“Kejutan?” Harry tersenyum senang karena akhirnya Angello memiliki mengakui hubungannya dengan Roseline.
“Apa itu benar Rose?” Tanya Jasmine tersenyum menggoda.
Anggukan pelan mewakili jawaban yang tidak terucap melalui kata-kata. Pada dasarnya keluarga Moris tidak pernah memandang status setiap orang dan Jasmine yakin jika Victor akan setuju dengan hubungan Angello dan Roseline.
Pada dasarnya Victor pun menikahi seorang wanita dari latar belakang yang biasa saja, bukan seorang wanita yang memiliki nama belakang orang terpandang. Sabrina wanita cantik dengan segala kesederhanaanya. Sebastian yang bertemu untuk pertama kalinya pun meyakinkan jika keluarga Moris tidak pernah memandang latar belakang seseorang.
“Kalian tidak usah khawatir, keluarga besar kita tidak akan menentang hubungan kalian berdua. Percayalah, jika itu terjadi aku akan menjadi orang pertama yang mendukung hubungan kalian berdua” Jasmine memberikan senyuman terbaiknya pada Roseline, asisten sekaligus teman dekat bagi dirinya, sangat ingin melihat Roseline bahagia dengan pilihannya.
“Um jadi kapan kalian akan mengatakan ini pada keluarga Moris?” Tanya Harry
“Secepatnya” Jawab Angello cepat.
“Baiklah, satu minggu kedepan kau boleh bersantai Rose. Nikmati waktu berdua kalian, semua urusan basement Bella yang mengurusnya” Jasmine yang menatap Harry tersenyum karena melihat wajah Roseline yang memerah.
***
Seperti yang disaran Luna dokter pribadi istrinya, Harry sudah menyusun rencana sebuah perjalanan ke salah satu desa dan akan menetap selama satu minggu disana.
Harry dan Jasmine akan tinggal di desa Giethoorn, Belanda yang dikenal dengan Venesia dari Belanda. Desa yang sudah ada sejak tahun 1230 ini terdiri dari rumah-rumah dengan taman dan pekarangan yang indah serta sebuah sungai kecil atau kanal sebagai penghubungnya.
“Aku hanya bisa menyewa rumah disana, karena penduduk sana tidak ingin menjual rumah mereka untuk kita tempat.” Harry yang berniat untuk membeli salah satu rumah disana tidak berhasil mendapatkannya karena semua penduduk disana hanya menyewakannya.
“Its okay Hubby”
“Sore ini kita berangkat” Ucap Harry.
Sebelumnya sebuah pesta pertunangan yang akan digelas di Mansion Moris tapi kini rencana dirubah menjadi pesta pernikahan, setelah dibahas sebelumnya Yuna dan Daniel menyarankan agar kedua putranya langsung menikah tanpa harus bertunangan terlebih dulu. Axelle dan Aziel merasa senang dengan dukungan kedua
orangtua nya yang tidak pernah sekalipun mengatur kehidupan mereka.
“Semua persiapan sudah hampir selesai. Tinggal mengambil cincin pernikahan kalian Son” Yuna yang selalu ikut mengecek persiapan pesta pernikahan putra sedang sibuk melihat satu persatu persiapan. Mulai dari dekorasi, katering hingga cincin pernikahan kedua putranya yang dipesan khusus dari salah satu brand ternama.
“Thank you Mom” Aziel memiliki hati seperti wanita sangat mudah tersentuh dan dirinya merupakan orang terdekat dari kedua kembarannya yang cenderung memiliki sifat keras.
“Haha kau masih saja seperti ini, sebentar lagi kau akan menikah Son” Yuna memeluk putra nya dengan penuh kasih sayang. Axelle yang melihat itu hanya tersenyum geli karena kembarannya selalu mudah melow jika hal menyangkut ibu dan adik perempuannya.
“Hey Son, dirimu sudah besar tidak perlu kau manja seperti itu pada Mommy mu” Daniel selalu mencibir jika ketiga putranya berlaku manja pada wanita pujaanya, hanya Jasmine yang tidak pernah mendapat cibiran dari Daniel karena Jasmine seorang wanita.
“Hah, come on Dad. Apa kau masih saja cemburu pada tiga putramu jika kami memeluk Mommy?” Axelle selalu bisa memancing cemburu Daniel. Dengan sengaja Axelle menciumi Yuna bertubi-tubi tanpa mempedulikan tatapan tajam dari sang ayah.
“Haha stop Ax, Daddy mu sebentar lagi pasti akan berubah menjdi monster” Yuna tertawa renyah melihat ekspresi suaminya yang selalu posesif dan berlaku spontan saat anak-anaknya mencing cemburunya.
Benar saja, Daniel langsung bangun dan menarik telinga kedua putranya dengan cukup kuat. Axelle dan Aziel hanya bisa mengaduk kesakitan karena bukan hanya sakit tapi rasa perih dirasakan secara bersamaan. Seperti biasa Yuna hanya akan diam menyaksikan pertarungan sengit antara seorang ayah dan anak laki-lakinya, perang mulut selalu terjadi dan tak jarang saling ejek pun selalu menjadi pertarungan yang membuat Yuna tertawa geli menyaksikannya.
Terimakasih telah memberikan segala kesempurnaan ini Tuhan, jaga mereka dimana pun mereka berada. Berikan banyak kebahagian untuk semua orang yang aku cintai (Gumam Yuna)