
“Bawa Jasmine kekamarnya, temani dia disana hanya dirimu yang bisa membuat putriku menjadi lebih tenang”
Kenangan buruk yang terjadi pada Jasmine dua tahun lalu kini kembali muncul dan kembali membuat luka lama kembali terbuka. Dengan segala upaya keluarga Jasmine membuat Jasmine melupakan kenangan yang membuat mental dan jiwa nya sangat tertekan.
Seperti yang disudah direncanakan sebelumnya pertunangan Jasmine dan Zavier akan berlangsung setelah pesta pernikahan Abranie dan Angela. Namun naas satu seminggu sebelum pesta pertunangan Jasmine kehilangan kontak dengan Zavier, bukan hanya Jasmine tapi kedua orangtua Zavier pun kehilangan kontak dengan putranya.
Jasmine dibuat gila karena tidak ingin membuat keluarga besarnya malu dengan berita kekasihnya yang pergi meninggalkan dirinya dihari pertunangannya, mendengar kabar Jasmine yang dibuat kacau oleh Zavier dengan segera Harry kembali dari tempat persembunyiannya yang ingin melupakan perasaannya pada Jasmine.
Harry datang dan melihat betapa kacaunya wanita yang dulu sangat ceria, hati Harry sangat sakit melihat kondisi Jasmine dengan menguatkan hati Harry mendekati Jasmine yang duduk termenung dibalkon kamar dengan pandangan kosong. Sebelumnya Harry sudah mengikhlaskan Jasmine untuk hidup bahagia dengan Zavier
dan dirinya memilih pergi untuk menenangkan hatinya yang hancur tapi baru beberapa waktu Harry pergi dirinya mendapat kabar tentang hal buruk yang sedang dialami Jasmine.
Jika aku tahu kau akan membuat cintaku seperti ini aku tidak akan mengalah dan melepaskan Jasmine bersamamu Zavier, aku pasti akan membuat perhitungan denganmu (Batin Harry)
“Jasmine” Suara langkah kaki Harry sama sekali tidak menyadrkan Jasmine dari lamunannya dan bahkan dengan memanggilnya pun Jasmine masih tidak bergeming. “Jasmine aku membawakan buah untukmu” Harry duduk dikursi yang tepat didepan Jasmine dan barulah Jasmine menyadari ada orang lain yang masuk kekamarnya.
Melihat sosok pria yang tak asing baginya Jasmine langsung memeluk Harry sambil menangis tersedu-sedu. Ada rasa sakit yang sangat dalam hingga Jasmine menangis dan kehilangan kesadarannya didalam pelukan Harry.
Hati Harry semakin sakit melihat Jasmine yang benar-benar rapuh, dengan penuh kasih Harry membaringkan tubuh Jasmine dan menyelimuti dengan selimut.
Aku akan membuatmu kembali mendapatkan kebahagian, tapi bukan dengan lelaki br3ngsek itu tapi aku yang akan membuat lupa dengannya (Batin Harry)
"Maafkan aku telah membuat hatimu hancur Harry dan sekarang aku sudah mendapatkan karma atas perbuatanku padamu, aku mohon maafkan aku jangan pernah tinggalkan aku lagi" Jasmine yang baru saja sadar langsung menangis dipelukan Harry.
"Tidak ada hukuman disini, tuhan hanya sedang ingin menguji hambanya yang memiliki hati besar sepertimu. Semua akan pergi dan akan ada yang datang. Lihat aku, aku mohon kuatkan dirimu banyak orang yang sedih karena kondisimu yang seperti ini. Kepergian itu sudah menandakan tidak ada tanggung jawab atas dirimu jadi aku mohon mulai kembali kehidupanmu tidak ada yang hilang dalam dirimu, ada aku dan keluarga yang lain sangat menyayangimu"
"Seharusnya aku memilihmu yang jelas-jelas selalu ada untukku" Tangisan Jasmine semakin pecah mengingat yang beberapa waktu sudah menghancurkan hati yang telah tulus mencintainya.
"Aku kembali untukmu, untuk membuatmu selalu tersenyum bahagia, untuk menghapus air mata yang menutupi wajah cantik yang selalu aku rindukan"
"Apa dirimu masih mencintaiku?"
"Tidak pernah sedikitpun rasa yang aku jaga untukmu berkurang masih sama seperti dulu. Dan bahkan jika dirimu memberiku kesempatan untuk mengisi hatimu aku akan sangat bahagia"
"Aku sudah menyayangimu sejak dulu tapi aku mohon bantu aku untuk mencintaimu dan berikan cinta tulus seperti cintamu untukku"
"Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku bahkan kau akan merasakan jatuh cinta setiap hari"
Tuhan aku mohon bantu aku untuk segera mencintai Harry pria yang sudah tulus memberikan cintanya untukku (Batin Jasmine)
Cintaku sudah aku miliki akan aku pasti dia tidak akan berpaling dariku (Batin Harry)
***
Hari pertunangan semakin dekat kondisi Jasmine masih belum benar-benar membaik dan Zavier pun masih belum ada kabar, rasa kesal menyelimuti semua anggota kelurga Moris karena harus menyaksikan betapa tersiksanya wanita satu-satu nya dikeluarga Moris.
“Sebaiknya kita batalkan saja acaranya” Ucap Aziel yang langsung membuka suara ditengah pertemuan yang mengumpulkan semua keluarga Moris.
“Itu lebih baik” Sambung Netra
“Pesta akan tetap berlangsung” Jasmine yang menggandeng tangan Harry berjalan menghampiri semua anggota keluarga dan semua yang melihat Jasmine merasa bahagia karena ada sedikit senyuman yang terlihat diwajahnya.
“Jasmine” Yuna yang melihat senyuman diwajah putrinya kini mulai berkaca-kaca karena sebelumnya tidak ada senyuman yang muncul hanya raut kesedihan yang terlihat.
“Aku akan bertunangan dengan Harry dan aku akan menikah dengan Harry”
Semua orang yang ada disana dibuat terkejut dengan penuturan yang baru saja keluar dari mulut Jasmine tapi disana terlihat ada sumber kebahagian. Sejak kedatangan Harry keadaan Jasmine perlahan mulai membaik dan mulai mengembalikan sosok Jasmine yang sempat hilang.
Pesta pertunangan dengan penuh kemewaha dihadiri banyak tamu dari berbagai kalangan dan kedua orangtua Zavier pun ikut hadir. Dengan penuh rasa bersalah Steve dan Tara berkali-kali meminta maaf pada Yuna dan Daniel karena ulah putra mereka keluarga Moris menanggung malu.
Sebelumnya nama yang tertulis dikartu undangan adalah Jasmine dan Zavier tapi satu hari menjelang pesta undangan baru kembali disebar dengan nama yang tertera disana adalah nama Jasmine dan Harry.
Setelah pesta pertungan berakhir, perlahan lembaran baru mulai dibuat oleh Jasmine yang dimana dirinya perlahan mulai memiliki rasa pada calon suaminya yaitu Harry. Hampir setengah tahun Jasmine memilih menetap di London di Mansion milik keluarga Moris dengan ditemani Harry dan kedua orangtuanya.
Netra dan Yuna sebagai seorang ibu bahagia melihat kedua anaknya kini bisa berbagi kebahagian satu sama lain.
Dengan banyak pertimbangan Jasmine memilih untuk kembali ke Amerika untuk menunaikan tugasnya sebagai seorang dokter dan juga mengurusi bisnis yang sudah sangat lama ditinggalkannya. Sebelum benar-benar menginjakkan kaki di Istana miliknya Jasmine meminta Harry untuk mengubah semua hal yang ada diistana nya
hingga dalam waktu 3 hari semua hal yang ada diistana kini sudah berubah 100% termasuk kamar yang sebelum dijadikan tempat khusus oleh Zavier telah dihilangkan atas perintah Harry.
Kedatangan Jasmine membuat Roseline senang karena kini Jasmine telah kembali dengan sosok yang berbeda. Setiap waktu selalu dihabiskan berdua dengan Harry hingga akhirnya keluarga Dami memilih tinggal bersama Jasmine Amerika denga banyak pertimbangan.
kedekatan Harry dan Jasmine semakin intim hingga Jasmine sangat sulit untuk berjauhan dengan sosok pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
“Kau ingin tidur, aku akan memelukmu” Harry menyandarkan Jasmine didadanya sambil memeluk dan mendaratkan kecupan diujung kepalanya.
“Aku hanya ingin seperti ini beberapa saat, aku mohon jangan pergi Hubby” Jasmine memeluk erat tubuh Harry mencari kenyamanan dan ketenangan. “Aku tidak ingin berbicara ataupun kembali menjalin komunikasi dengannya”
“Tidak, Kau lupa aku sangat tidak suka jika kekasihku berdekatan dengan pria lain. Dan mungkin aku akan lebih memilih mengurungmu dikamar ini karena tidak suka banyak mata yang melihat kecantikan calon istriku ini”
“Baiklah aku sangat senang jika kau akan mengurungku tapi untuk malam ini aku tidak ingin membuat Mommy dan Dad sedih karena aku tidak ikut hadir dalam pesatanya”
“Kau yakin?” Harry sesaat menatap mata Jasmine mencari keyakinan atas kata-katanya.
“Ya, kau akan ada disampingku dan itu yang membuatku yakin” Jasmine mencium sekilas bibir Harry.
Dengan sebuah senyuman Jasmine kembali bergabung ditengah-tengah pesta. Tara yang melihat Jasmine langsung berjalan menghampiri menyapa dengan sebuah pelukan hangat. “Dirimu terlihat semakin cantik, maafkan tante telah membuatmu mengingat hal yang seharusnya tidak kau ingat lagi” Harry yang mendapat tatapan dari Jasmine mengerti dan meninggalkan Jasmine berdua dengan wanita yang merupakan teman dekat calon mertuanya. Mata berkaca-kaca kini diperlihatkan Tara saat menatap wajah gadis yang harusnya menjadi menantunya.
“Itu sudah berakhir, tidak perlu dipikirkan” Ucap Jasmine pelan
Tidak ingin larut dalam masa lalu, Jasmine memilih menghampiri gadis kecil yang sedang bermain dengan calon suaminya. Melihat Jasmine datang Zeline langsung mengabaikan Harry, dengan wajah menggemaskan Zeline meminta untuk digendong oleh Jasmine.
“Aunt Jasi unga itu milikmu” Zeline menunjuk buket bunga yang ada dimeja. Jasmine baru ingat jika tadi kekasihnya membawa buket bunga besar.
“Ah ya itu Uncle Harry yang membawanya untuk Aunt. Zeline lihat mami memanggilmu, pergi kesana dengan jalan yang benar dan tidak berlari okay”
“Okay. Zeine love Aunt Jasi tapi tidak Uncle Harry” Zeline mencium pipi Jasmine secara bergantian. Dan kata-kata terakhir Zeline sukses membuat Jasmine tertawa karena melihat Harry tengah mengerutkan keningnya.
“Aku belum mengatakan terimakasih untuk bunga yang dirimu bawa untukku” Jasmine mendekatkan tubuhnya dan melingkarkan tangannya dileher Harry.
“Hanya sebuah bunga” Harry meletak kedua tangannya dipinggang Jasmine dengan gerakan perlahan menarik Jasmine mendekat. “Aku ingin segera mengurungmu” Bisik Harry pelan.
Tidak satupun yang melewatkan moment keintiman Harry dan Jasmine, banyak media yang mengambil moment langka dimana bisa menyaksikan langsung betapa mesranya Jasmine dan Harry. Yuna dan Daniel hanya tersenyum melihat seperti apa hubungan putrinya, Daniel yang sesekali memandang kearah Zavier yang duduk bersama orangtuanya selalu menangkap basah Zavier yang sedang memandang kemesraan putrinya yang dipamerkan didepan banyak tamu. Jika Zavier bukan anak dari sahabatnya Daniel sudah menghabisi Zavier dengan tangannya karena sudah membuat putri kesayangannya menderita dan harus menanggung malu.
Berkali-kali Zavier hendak mendekati Jasmine yang tak lepas dari pelukan Harry tapi Steve ayahnya selalu berhasil menghalangi niatnya. Pengumunan pernikahan Jasmine dan Harry sudah didengar banyak orang dan disebar luaskan oleh banyak media.
Senyum bahagia terlihat diawajah Jasmine dan tanpa ragu Harry mencium bibir Jasmine dihadapan para tamu sama seperti dulu dihari pertunangannya tanpa meminta persetujuan Harry langsung mencium bibir Jasmine dengan sangat hangat.
Suara tepuk tangan terdengar sangat meriah sesaat setelah Harry mendekatkan bibirnya di bibir sang kekasih. Satu persatu para tamu menghampiri Jasmine dan Harry untuk memberikan ucapan selamat atas tanggal pernikahan yang sudah ditentukan.
“Jasmine”
.
.
.
FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan up lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Short Story
◾️Menikahi Dua Lelaki
Thank You For Reading ☺