The Power Of The Dark World

The Power Of The Dark World
Not first night



FYI


Hallo..


Author ngadain give away neh dibulan kelahiran author yaitu Desember..


Ada dua outfit untuk dua orang yang beruntung, outfit dari salah satu store ternama di kota Bandung..


Cara buat dapetinya gampang kalian cuma harus :


-Like & Commentdisetiap bab (Capture)


-Dan share disalah satu media sosial kalian dan 3 inilah judul novel nya :


◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa


◾️Short Story


◾️The Power Of The Dark World


Dan tag author ya (Fb : Sentiawati, Ig : Sentiawati)


Siapa yang rajin mampir dengan kata lain hadir disetiap bab nya membawa like dan comment kemungkinan


menang jauhlebih besar ya :)


Pemenang give away akan diumumkan di tanggal 19 Dec 20 tepat dihari ulangtahun author :)


 


 


Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, tepat di pertengahan malam dengan suhu musim dingin yang sungguh


menusuk. Para pria sudah rapih dengan kemeja dan kadang ada tambahan dasi kupu-kupu, lalu gadis-gadis tampak anggun berbalut gaun mini. Anak-anak muda ini sungguh elegan dan modis meskipun mantel musim dingin yang dipakai cukup konservatif. Kaki-kaki jenjang gadis tersebut juga hanya berbalutkan stocking tipis yang sebenarnya menyiksa mereka di tengah gempuran angin dingin.


“Apa kalian tidak bisa berpesta tanpaku, ini adalah malam pertamaku dan kalian malah memaksa untuk berpesta”


Harry yang sejak sore selalu mendapat gangguan dari para teman-temannya kini terus saja mengumpat kesal karena harus menunda pesta pribadinya.


“Ini tradisi boy, nikmati malam ini dan setelah itu baru ada pesta pribadimu” Ucap Abranie sambil tersenyum mengejek karena dirinya pun pernah dalam posisi Harry.


“Damn” Umpat Harry


Pesta para orang ternama tentunya berhubungan dengan hura-hura. Apalagi kalau bukan menikmati dentuman musik di klub malam, berdandan seksi, meneguk minuman warna-warni beralkohol, hingga mencari pasangan di lantai dansa.


Tipe pesta seperti ini biasanya dilakukan oleh anak-anak remaja beranjak dewasa dan mungkin sudah dewasa yang baru boleh minum alkohol dan bermabuk-mabuk ria. Tidak hanya para remaja, para dewasa juga datang demi sekedar berjoget sekalian flirting kanan kiri. Beberapa dari mereka juga terkadang lebih kalem saat di klub malam karena hanya datang untuk menikmati musik lalu minum-minum bersama teman.


“Pesta ini lebih menyenangkan dengan pesta Angello beberapa waktu lalu” Kalina yang menyukai dunia malam terlihat tengah asik mengoyang-goyangkan tubuhnya ditengah rengkuhan Aziel.


“Ini pesta yang selalu dilakukan sebagai salah satu perayaan pernikahan keluarga Moris. Apalagi Jasmine yang merupakan anak perempuan satu-satunya sudah pasti mendapat perayaan yang sangat meriah. Dan kami sebagai kakaknya akan memberikan semua hal untuknya” Aziel terus tersenyum saat melihat kekasihnya mulai kehilangan kesadaran karena pengaruh minuman yang diminumnya tapi melihat Kalina yang seperti itu justru membuat Aziel semakin tertarik.


“Apa dipernikahan kita akan ada pesta seperti ini?” Tanya Kalina


“Kenapa tidak”


“Arhhhh ini sangat menyenangkan”


Ada bebrapa orang pernah juga diundang seorang anak keluarga moris ke acara pesta privat di rumahnya. Para undangan pun sebenarnya hanya terbatas ke para koleganya saja. Walaupun sifatnya privat, namun tetap ada lampu blink-blink dan sound system demi memeriahkan suasana. Makanan pun tidak kalah heboh, 13 courses yang semuanya tentu saja gratis! (Yaiyalah, yang punya acara memang anak chef sekaligus pemilik restoran terkenal)


Meskipun anak-anak muda Eropa banyak juga yang hobi mabuk-mabukan, tapi tidak semuanya suka klub malam. Party sering bermakna konotatif yang membuat imej si party boys/girls terkesan terlalu liar, kekanakkan, hobi joget-joget di dance floor with strangers, dan cenderung naughty. Padahal ada juga pesta yang sifatnya musiman alias diadakan karena ada event tertentu.


pun. Grup semacam ini biasanya hanya ingin cari suasana sambil memerhatikan orang-orang yang lagi joget. Ada juga yang datang hanya untuk murni joget-joget tanpa tujuan mabuk dan flirting sedikit pun.


“Sampai kapan kau akan memandang adikku seperti itu?” Axelle yang lebih suka duduk dan minum tanpa berjoget-joget kini memecah lamunan Angello yang tak melepas pandangannya dari Jasmine yang sedang tertawa bersama Harry.


“Dia saudaramu El” Sambung Axelle


“Yes i now” Ucap Angello malas.


“Disini banyak wanita yang tak kalah cantik dan tak kalah berpendidikan dengan Jasmine dan mereka dari latar belakang yang sama dengan kita” Ucap Axelle.


“Tidak ada yang sama dengannya”


“Tidak akan ada yang sama seperti Jasmine, buka hatimu untuk wanita lain karena sampai kapanpun kau dan Jasmine tidak mungkin bisa bersama” Tegas Axelle menegak minumannya.


“Aku sudah bosan mendengar kata-kata itu” Angello sudah menghabiskan banyak minuman tapi dirinya masih terlihat fit. Ya sosok lelaki tampan itu merupakan peminum yang tak mudah mabuk hingga dirinya dijuluki sebagai si raja alkohol.


Sama halnya seperti di Indonesia yang dandan habis-habisan saat kondangan, anak-anak muda Eropa biasanya memanfaatkan momen party untuk berdandan to the next level. Baju-baju mini dipakai untuk menarik lawan jenis ataupun menyesuaikan keadaan klub malam yang biasanya semakin malam, semakin panas dan sesak.


“Disini banyak sekali wanita cantik berpakaian sexy, apa dirimu tidak tertarik untuk melihat mereka. Sejak tadi banyak wanita yang mencuri-curi pandang untuk melihatmu” Bisik Jasmine sambil tertawa renyah.


“Dirimu jauh lebih menarik” Bisik Harry


“Kau benar karena semua lelaki disini tengah menatapku” mendengar kata-kata istrinya Harry langsung melihat sekelilingnya dan ternyata benar banyak mata yang tengah menatap Jasmine secara diam-diam.


“Shitt”


“Jangan merusak suasana Hubby” Jasmine manahan suaminya yang tiba-tiba naik pitam.


****


“Kau tahu kenapa aku datang kemari?” Ucap Morvin yang duduk didepan pintu penjara.


“Aku tidak mengerti hati Nona Jasmine terbuat dari apa, kenapa dia tidak menghabisimu sejak awal dan malah merawatmu dengan sangat baik seperti ini. Kau sudah hampir membuat Nona muda kehilangan orangtuanya tapi dia tidak menghabisimu”


Pria tua yang sudah sangat lama dikurung dipenjara milik Jasmine, tetap tidak menunjukan penyesalan atas kesalahannya dan selalu bersikap arogan dan angkuh seolah memiliki banyak nyawa. Dominic sempat akan dihabisi oleh para lelaki keluarga Moris tapi sesaat akan menghabisi lelaki tua itu Jasmine teringat kata-kata sang ibu yang selau dipegang teguh hingga saat ini.


“Jasmine jadilah seorang ratu yang memiliki hati besar dan akan senantiasa memaafkan kesalahan orang lain, sebesar apapun itu. Dirimu terlahir didalam keluarga mafia dan dengan didikan yang keras tapi Mommy tidak pernah membenarkan tindakan mengambil hak hidup seseorang. Berjanjilah tidak akan pernah merebut hak hidup seseorang.”


“Jika tuhan maha pemaaf maka aku sebagai hambanya akan menjadi seorang manusia yang memaafkan kesalahan setiap orang, sebesar apapun itu.”


Cekleek...


Dominic sudah diberikan sebuah suntikan yang akan membuat dirinya tertidur beberapa jam. Hal itu bertujuan agar Dominic tidak tahu dimana dirinya pernah ditahan.


Setelah melalui banyak pertimbangan Jasmine akhirnya memutuskan melepaskan Dominic dengan harapan Dominic akan berubah dan tidak mengulangi kesalahannya lagi.


Morvin yang ditugaskan membawa Dominic kembali ke Amerika sudah bersiap untuk terbang ke Amerika dengan pesawat pribadi, dalam keadaan tertidur Dominic dibawa keluar dari penjara sekelas hotel bintang lima yang memiliki fasilitas mewah melebihi hotel bintang lima yang ada.


“Berapa lama pengaruh obat itu?” Tanya Morvin pada pelayan yang menyuntikkan obat pada Dominic.


"Kurang lebih 8 jam"


“Good” Ucap Morvin singkat


“Rapikan tempatnya jangan ada kotoran sedikit pun, termasuk debu sekali pun jangan sampai tersisa” Sambung Morvin.


“Baik Tuan”