
“Kau sangat licik” Ucap Zavier yang kini mengangkat pistolnya.
“Aku hanya melindungi wanita yang aku cintai, seharusnya kau belajar dari ayahmu yang mencintai dalam diam jauh lebih baik dibanding dengan tingkah bodohmu sekarang ini”
Deg
Zavier tidak mengerti maksuh perkataan Harry yang menyebut ayahnya. “Aku yakin kau tidak tahu jika di masa lalu ayahmu sangat mencintai Mommy Yuna, tapi ayahmu memilih membiarkan wanita yang dicintai nya bahagia dengan pilihannya yaitu Daddy Daniel. Seharusnya kau memilik hati sebesar ayahmu”
Zavier yang baru kenyataan itu dibuat bungkam tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya. Harry berjalan meninggalkan Zavier sambil memegang luka yang masih mengeluarkan darah, awalnya Harry ingin menghajar habis Zavier saat melihat Zavier pikirannya mulai berjalan menyusun rencana yang lebih halus tanpa harus mengotori tangannya dan benar saja dengan bualan yang Harry katakan sukses membuat Zavier kesal dan menghadiahi sebuah timah panas yang kini bersarang dilengan kanan nya.
Kediaman Steven Janson
Zavier yang baru datang langsung berteriak memanggil ayah nya tidak terlihat, kegaduhan yang dibuat Zavier langsung membuat Tara berjalan dengan kasar menghampiri Zavier yang tengah memang pistol ditangannya.
“Kau kenapa boy?” Tara yang panik karena tidak pernah sekalipun melihat Zavier memang pistol kini dengan sangat kuat pistol itu dipegang tangan putranya.
“Dimana ayah?”
“Kau memang benar-benar keterlaluan Zavier sudah berulang kali ayah katakan kendalikan emosi jangan kau lukai orang yang memiliki hubungan dengan keluarga Moris tapi lihat kau sekarang malah menghadiahi Harry timah panasmu. Tingkah bodohmu akan semakin membuat Jasmine membencimu, sudah ayah katakan kini Jasmine sudah benar-benar mencintai Harry” Steve yang sudah mendapat kabar jika putra baru saja menembak calon menantu keluarga Moris dibuat sangat kesal.
“Hanya karena pemikiran bodohmu, kau memilih pergi meninggal acara pertunanganmu tanpa memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya. Tidak semua keluarga Moris memegang bisnis gelapnya dan asal kau tahu tidak ada satu pun keluarga Moris yang membunuh musuhnya dengan tangan mereka, jadi pemikiranmu tentang keluarga Moris adalah keluarga Psycofat itu salah besar” Jelas Steve
“Tapi pada kenyataannya Jasmine dan anggota keluarga lainnya membantai habis orang yang mencelakai orangtua nya”
“Darimana kau tahu itu? Asal kau tahu Jasmine tidak membunuh satu pun orang yang ada disana dia hanya membuat para penjaga tertidur dalam waktu lama dan untuk dalang nya ayah yakin Jasmine tidak menghabisinya”
“Ayahmu benar Zavier, ibu sangat tahu seperti apa didikan Yuna pada anak-anaknya. Yuna tidak pernah mengajarkan untuk menghabisi nyawa seseorang dalam keadaan semarah apapun. Biarkan Jasmine bahagia dengan pilihannya, lebih baik mencintai dalam diam dari pada kau harus merusak yang menjadi kebahagiaannya”
Huh seharusnya aku dulu tidak memikirkan hal negatif tentang keluarga Moris, andai saja dulu aku siap masuk kedalam keluarga Moris mungkin aku tidak akan merusak hubunganku dengan Jasmine.
Andai aku dulu mendengarkan kata-kata ibu mungkin sekarang aku tidak akan mencintai Jasmine dalam diam, sama seperti ayah yang mencintai tante Yuna dalam diam (Gumam Zavier)
****
Jasmine yang terbangun dan tidak mendapati Harry langsung keluar mencari Harry namun tidak satu orang pun kemana Harry pergi. Pikiran Jasmine yang tidak karuan membuat dirinya sangat sensitif hingga tidak kuasa menahan air mata karena sangat takut terjadi sesuatu pada kekasihnya.
“Harry akan segera kembali dia hanya pergi sebentar jangan khawatir” Yuna memeluk Jasmine mencoba menenangkan tapi tidak berhasil malah Jasmine semakin tidak terkendali memaksa ingin pergi mencari Harry.
“Honey” Harry yang baru datang langsung dibuat kaget melihat kekasihnya tengah menangis histeris.
“Hubby” Jasmine berlari memeluk Harry tanpa sengaja menyentuh lengan yang masih mengeluarkan darah, merasakan ada sesuatu yang membuat tangannya basah Jasmine melihat tanganya dan tangannya sudah dipenuhi darah segar. “Hubby lenganmu berdarah, apa yang terjadi siapa yang melakukannya?” Jasmine menuntun Harry
untuk duduk disofa. Jasmine tidak melepaskan tangannya dari Harry dan sudah tahu siapa yang membuat Harry terluka.
“Aku tidak apa-apa, aku hanya tidak ingin dia terus mengganggumu” Ucap Harry tenang
“Kau bisa membaca pikiranku?” Batin Jasmine
“Ya aku selalu tahu semua isi pikiranmu” Batin Harry
“Bagaimana bisa? Baru kali ini aku bisa membaca pikiranmu” Batin Jasmine
“Karena aku tahu cara mengendalikannya” Batin Harry
Jasmine dan Harry saling memandang tanpa mengatakan apapun, Netra dan Yuna yang melihat dibuat heran dengan kedua anaknya yang tiba-tiba terdiam dalam waktu yang cukup lama. “Bawa Harry kekamar dan obati lukanya” Ucap Yuna
Harry berbaring ditempat tidur dengan bertelanjang dada dan dengan santainya Jasmine sudah berhasil mengeluarkan peluru yang bersarang dilengan Harry, Jasmine masih terus bertanya-tanya tentang kemampuan yang dimiliki kekasihnya.
“Sejak kapan dirimu memiliki kemampuan itu?” Tanya Jasmine singkat
“Sejak kecil, beberapa waktu aku memperlajari cara mengendalikan kemampuan agar dirimu tidak tahu pikiranku bukan tanpa alasan dulu aku mempelajari caranya itu agar dirimu tidak tahu tentang perasaanku yang sebenarnya” Secepat kilat Harry mendarat ciuman di bibir Jasmine.
“Iiiiisshh Hubby”
“Kenapa tadi dirimu menangis Honey?” Harry menarik Jasmine untuk bersandar didadanya
“Aku takut dirimu tidak kembali”
“Apa kekasihku sudah benar-benar tergila-gila dengan ketampananku” Harry menggoda Jasmine yang masih menyandarkan kepalanya.
“Tapi tunggu kenapa Zavier bisa sampai melukaimu Hubby?”
“Aku hanya mengatakan jika aku sudah memiliki segala yang dirimu” Jelas Harry
“Huh baiklah sekarang aku akan menyuntik obat ini agar dirimu bisa beristirahat agar sedikit meredakan rasa nyeri dari luka ini”
Perlahan Jasmine menyuntik obat tidur dan hanya dalam beberapa menit saja Harry sudah tertidur. Melihat Harry yang sudah tertidur Jasmine mengganti pakaiannya dan langsung pergi meninggalkan istana tanpa ditemani bodyguard, dengan mobil sport nya Jasmine menuju kediaman Zavier.
“Jasmine” Tara yang melihat Jasmine datang sangat terkejut karena Tara sangat tahu pasti Jasmine datang karena sudah melihat luka yang didapat calon suaminya.
“Aku ingin bertemu dengan putramu” Ucap Jasmine singkat
“Jasmine” Zavier yang mendengar suara mobil Jasmine langsung keluar “Bu tolong tinggalkan kami berdua” Zavier bisa melihat ada kekeselan yang ditunjukan Jasmine, tatapan tajam menunjukan ada amarah yang menggebu-gebu.
“Kenapa kau tega melukai calon suamiku?”
Deg
“Aku disini memang bersalah tapi aku benar-benar marah mendengar kata-kata Harry yang menceritakan seperti apa kedekatan kalian berdua” Zavier mencoba memegang tangan Jasmine tapi Jasmine langsung menepisnya dan perlahan mundur memberi jarak antara dirinya dengan mantan kekasihnya.
“Lalu apa kau tidak berpikir saat pergi meninggalkan ku, betapa hancurnya diriku dan aku akan membuat keluarga besarku malu karena sikap bod*hmu” Dengan suara tinggi dan mata yang berkaca-kaca Jasmine mulai meluapkan kekesalan yang selama dua tahun ditahannya.
“Aku meninggalkanmu hanya karena aku belum siap masuk kedalam keluargamu yang memiliki hubungan intim dengan drak world, kelompok mafia yang terkenal sangat kejam dalam membantai musuhnya dan aku kecewa karena dirimu sudah menghabisi nyawa pria tua yang kau kurung di Mansionnya lalu dengan kuasamu Mansion itu
lenyap bersamaan dengan pria tua itu”
Plaaaaaaaaaaak
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Zavier hingga meninggalkan warna merah. Wajah merah padam ditunjukan oleh Jasmine.
“Sedikit aku beritahu, kedua orangtua mu juga bagian dari dark world dan memiliki salah satu anggota inti hanya dirimu yang tidak masuk kedalam dark world karena dirimu selalu menolaknya. Dan aku beritahu kami dark world tidak pernah melenyapkan satu pun nyawa kami dikenal kejam karena kami membalasnya dengan cara membuat mereka menderita seumur hidupnya. Aku Jasmine Yariena Moris tidak pernah melenyapkan pria tua yang baru saja kau sebut, dia masih hidup dan aku masih memberinya makanan yang layak”
“Kau dengar Zavier Alaric Janson jika kau bukan anak paman Steve dan tante Tara sudah pasti untuk pertama kalinya keluarga Moris mengotori tangannya untuk menghabisimu” Sambung Jasmine
Deg
Dengan langkah kasar dan wajah merah karena emosi Jasmine pergi meninggalkan Zavier yang berdiri sambil memegangi pipi yang terasa perih akibat tamparan yang dihadiahi oleh Jasmine. Semua yang dikatakan Jasmine benar keluarga Moris dibuat murka dengan yang dilakukan Zavier, bukan rasa malu yang membuat keluarga Moris marah tapi melihat Jasmine yang sangat kacau itu yang sudah membangunkan amarah yang selalu dibuat tertidur.
Aku tidak menyangka jika Zavier selama ini memandang sebelah mata keluargaku hanya karena dark world (Batin Jasmine)
#Jasmine Yariena Moris
.
.
.
FYI
Hallo..
Untuk beberapa hari ini author minta maaf tidak setiap hari up,
itu karena akhir-akhir ini author gak enak badan jadi mohon bersabar ya..
Alasan lainnya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan up lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Short Story
◾️Menikahi Dua Lelaki
Thank You For Reading ☺