The Power Of The Dark World

The Power Of The Dark World
Falseness



Tiiittt Tiittt Tiiit


"Kenapa alarm itu berbunyi" Jasmine langsung menekan tombol dan menampilkan kondisi diluar istana nya.


"Damn.. Grandma" Jasmine membulatkan mata saat melihat sang nenek memasuki area rumah dari jalan yang tidak semestinya.


"Roseline,, Hallo Roseline"


"Ya Nona"


"Matikan semua sensor senjata"


"Ba.. Baik Nona"


Tanpa berpikir panjang Jasmine berlari keluar kamar nya menggunakan sebuah pakaian tidur jenis kimono, Bukan hanya Jasmine tapi semua orang yang ada dibasement ikut kaget saat alarm berbunyi.


Harry yang memberitahu tanda alarm pada Abranie, Axelle dan Aziel membuat tiga lelaki itu bergegas menuju rumah utama meninggalkan Harry yang memang tidak bisa keluar basement tanpa izin dari Jasmine.


Roseline dan Bella yang melihat Jasmine menuruni tangga dengan sangat terburu-buru saling memandang karena pakaian yang dipakai Jasmine.


"Nona Yariena maaf"


"Ada apa Roseline..?"


"Pakaian anda, Jika Nyonya besar putri melihatnya pasti akan langsung..."


"Ah ya kau benar Roseline"


"Nona Yariena, ini pakaian anda"


"Terimakasih Bella"


Abranie yang sudah kembali dari basement menatap Roseline penuh tanda tanya, Roseline hanya tersenyum dan mengedipkan kedua matanya perlahan sebagai sebuah jawaban. Abranie bernafas lega melihat bahasa tubuh yang ditunjukkan Roseline dan memilih duduk mengistirahatkan kakinya yang sedikit lelah. Zavier yang baru turun sudah kembali berpakaian rapi dan ikut bergabung diruang depan.


Aziel yang tengah minum tiba-tiba tersedak saat melihat sosok wanita tua yang dibawa masuk oleh Jasmine.


"Grandma.." Axelle membulatkan matanya


"Kalian semua ada disini..?"


"Yes GrandMa.."


"Grandma..kenapa datang tidak melalui jalan utama, dirimu hampir saja terbunuh oleh senjata yang aku pasang"


"GrandMa lupa, i'm sorry.. wait wait siapa dia?"


"Dia Zavier kekasihku"


"Oh tampan sekali dia, pintar sekali mencari kekasih"


"Haha Grandma, Sepertinya Grandma lelah Bella akan mengantarmu untuk beristirahat"


"Baiklah besok kita akan kembali berbicara, night son"


Putri yang sudah mengetahui tinggal sang cucu leluasa datang untuk berkunjung walaupun melalui jalan yang salah.


"Roseline tolong bawakan makan malamku kekamar, aku akan makan disana"


"Baik Nona"


"Jasmine, kau sakit..?" Angela yang sedari tadi memperhatikan Jasmine melihat sedang tidak baik.


"Aku hanya kurang enak badan"


"Beristirahat Jasmine" Ucap Abranie sambil menatap Zavier


"Aku akan menemani Jasmine beristirahat"


Zavier menyodorkan tangannya dan berjalan memeluk pinggang Jasmine secara posesive.


"Maafkan aku MyJas.."


"its okay MyZav.."


Malam ini Jasmine hanya memakan makan malam nya sedikit dan memilih untuk segera tidur karena badannya terasa sakit dan sangat lemas. sepanjang malam Zavier menjaga Jasmine dengan tidak tertidur sedikit pun.


Sang fajar telah muncul sedikit mengintip dicelah kecil yang tidak tertutup tirai. Jasmine terbangun merasakan tubuh nya sudah kembali membaik. Jasmine menyapu isi kamar nya tidak mendapati sosok Zavier namun Jasmine langsung tersenyum mendengar suara percikan air.


Jasmine yang perlahan berjalan membuka ruangan rahasia tersenyum melihat ranjang yang masih berantakan.


"Morning"


"Morning MyZav" Jasmine berjalan dan memeluk tubuh Zavier yang setengah telanjang. Menghirup aroma wangi yang menyejuk bagi Jasmine.


"Aku akan menunggu dimeja makan, karena tidak enak pada Grandma mu jika kita turun bersama"


"Baiklah"


****


Satu minggu setelah kepulangan Putri, kini Jasmine tinggal berdua dengan Angela karena tiga lelaki kembar nya harus menguras beberapa urusan bisnis yang sempat ditinggalkan. Angela yang masih menikmati waktu bersama Jasmine enggan untuk kembali ke London.


Zavier yang semakin posesive pada Jasmine karena merasa jika Larry si dokter baru itu terus berusaha mendekati Jasmine secara terang-terang.


Tok Tok Tok


"Dokter Jasmine waktu nya makan siang"


"Huh Zavie.." Jasmine yang sudah tidak sungkan untuk memeluk Zavier selalu melakukan nya dimana pun itu termasuk dirumah sakit.


Larry yang selalu tidak sengaja melihat sikap menggemaskan Jasmine merasa iri pada Zavier karena bisa mendapatkan sosok dokter muda cantik seperti Jasmine.


Dreeett Drreeettt...


"Handphonemu bergetar Zavie.."


"Ah ya ini ibuku, aku akan menjawabnya" Zavier berbicara dengan ibunya sambil terus menatap Jasmine yang tengah melahap makan siangnya tapi wajah Zavier seketika berubah dan langsung menjauh dari Jasmine.


Jasmine tahu jika ada hal yang tidak baik hingga Zavier menjauh dari dirinya. Cukup lama Zavier berbicara dengan jarak cukup jauh dengan ekspresi wajah masam.


Saat Zavier kembali mata Zavier memperlihatkan sesuatu yang cukup berat. Jasmine menggenggam tangan Zavier mencoba melihat apa yang terjadi sebelumnya, sesaat setelah Jasmine melihat semua nya dada nya merasa sangat sesak, Zavier sama sekali tidak memberitahu apa yang baru saja dikatakan sang ibu dan malah membahas hal lain. Jasmine sengaja tidak menanyakan apapun karena ingin melihat kekasihnya akan jujur atau berusaha menutupi darinya.


Setelah makan siang Jasmine kembali menangani para pasien nya dengan pikiran yang kurang fokus karena Zavier yang tidak mau jujur. Selesai memeriksa pasien terakhir nya Jasmine terkejut karena Zavier tiba-tiba masuk dengan membawa satu lembar kertas ditangannya.


"Dokter Jasmine, bisa aku masuk"


"Ya masuklah"


"Aku ingin mengajukan cuti untuk beberapa hari ini"


"Ada apa Zavie, semua baik-baik saja..?"


"Ya aku hanya akan menemui ayahku yang sedang sakit"


"Ah ya baiklah akan aku tanda tangani suratnya"


Jasmine tahu jika Zavier masih belum berkata jujur dengan alasan pengajuan cutinya. Dada Jasmine sangat sesak mengingat apa dilihat oleh nya saat memegang tangan Zavier.


Jasmine menyandarkan kepalanya dikursi kerjanya dengan beberapa kali menarik nafas panjang. Tidak ada satu kata pun yang di ucapkan Zavier sebelum meninggalkan Jasmine.


Kenapa kau tidak berkata jujur..


Jika ka memang akan menuruti kata-kata orangtua, aku akan belajar mengerti dan menerima semua keputusanmu..


Mungkin jika aku ada diposisimu aku juga akan menuruti keinginan orangtuaku tapi aku akan berkata jujur tidak sepertimu yang masih belum mengatakan apapun.


Kedua kalinya aku merasakan ini, rasa yang membuat dadaku sangat sesak. Pertama saat aku melihat Angela tertembak dihadapanku dan sekarang aku mengetahui dirimu akan dijodohkan oleh orangtuamu.


Aku hanya memintamu jujur Zavier. (Batin Jasmine)


Bruuuuukkkkk..


"Nona Yariena" Roseline berteriak cukup keras karena panik melihat Jasmine yang datang dengan pipi dibasahi air mata.


"Ada apa Roseline..?" Angela segera menghampiri Roseline yang memasang wajah panik.


"Nona Yariena.. menangis"


"Apa?"


"Tidak biasanya Nona mengunci pintu kamar nya" Angela mengetuk pintu kamar Jasmine beberapa kali tapi ada jawab.


"Jasmine..bisa aku masuk" Teriak Angela


"Tinggalkan aku sendiri" Teriak Jasmine dari balik pintu, Angela menghela nafas, menatap Roseline dengan menggelengkan kepala nya perlahan. Roseline meminta Angela untuk kembali kekamarnya, sementara Roseline terduduk dilantai tepat disamping pintu kamar Jasmine. Sudah hampir 2 jam Jasmine masih belum membuka pintu.


"Nona Yariena.." Roseline kembali mencoba mengetuk pintu kamar Jasmine.


"Masuklah Roseline"


Ceklek..


"Ya Tuhan Nona apa yang terjadi..?" Roseline mendapati keadaan Jasmine sangat kacau dengan mata sembab dan merah.


"Untuk beberapa waktu dirimu handle Casino dan basement, karena aku ingin menenangkan diri"


"Apa ini tentang Zavier?"


"Jangan sebut nama nya Roseline"


"Maafkan saya Nona"


****


Selama tidak ada Zavier dirumah sakit Larry sangat intens menjalin kedekatan dengan Jasmine, Larry sesekali bisa membuat Jasmine tertawa dan saat jam makan siang Larry selalu berhasil membujuk Jasmine untuk mau makan bersama dengan nya.


Meskipun begitu rasa sesak didada Jasmine masih terus terasa karena selama Zavier pergi menemui orangtua nya tidak sekali pun menghubungi Jasmine untuk sekedar menanyakan kabar.


Hari ketiga tanpa Zavier, Jasmine sarapan pagi bersama Larry diruang kerja Jasmine. Larry setiap pagi selalu membawakan sarapan pagi untuk Jasmine, satu kotak roti dengan setumpuk coklat didalamnya. Roti yang berisi coklat adalah salah satu menu sarapan yang disukai Jasmine.


Jasmine yang setiap pagi selalu datang lebih untuk menyelesaikan pekerjaan nya agar selesai lebih awal karena Jasmine untuk beberapa waktu akan kembali ke London.


Dreeettt Dreeettt...


"Morning My Jasmine, bagaimana kabarmu Nak?"


"Morning Mom, Aku sangat baik Mom.."


"Pesta ulang tahunmu kali ini diadakan dimana biar Mommy yang menyiapkan nya.."


"London Mom"


"Seriously..?"


"Yes, mungkin dalam beberapa hari ini aku akan kembali dan Uncle Caesar akan mengurus rumah sakit"


"Are you okay..?"


"Yes i'm fine Mom, miss you.. ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan dulu bye Mom"


"Huh Baiklah, keep healty My Jasmine"


Tut tut tut...


Huh semua ini sangat membuat kepalaku sangat pusing, jika Zavier masih belum jujur aku mundur.. (Batin Jasmine)


"Dokter Jasmine"


"Zavier kau sudah kembali, bukankah cutimu masih ada dua hari lagi" Jasmine berdiri berjalan menghampiri Zavier dan memeluknya, niat Jasmine memeluk Zavier hanya ingin melihat yang ada dalam pikiran Zavier.


"Aku merindukanmu MyJas.."


Inner Eye On


"Maafkan aku Jasmine..."Zavier terbayang kata-kata kedua orangtua nya.


"Zavier Kau harus mau untuk menjalin hubungan dengan anak teman ayah, dia wanita cantik hampir sempurna percayalah. Lupakan wanitamu sosok wanita yang akan ayah kenalkan pasti akan membuatmu dengan cepat melupakannya"


.


.


.


FYI


Hallo..


Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..


Alasannya karena Authoor kerja..


Untuk weekend diusahakan up lebih dari hari-hari biasa ya..


Dan diusahakan setiap hari up ya..


kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..


Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..


Ditunggu Juga masukan nya ya..


Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya :


◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa


◾️Short Story


◾️Menikahi Dua Lelaki


Thank You For Reading ☺