
FYI
Hallo..
Author mau ngadain give away neh dibulan kelahiran author yaitu Desember..
Ada dua outfit untuk dua orang yang beruntung, outfit dari salah satu store ternama di kota Bandung..
Cara buat dapetinya gampang kalian cuma harus :
-Like
-Comment
-Dan share disalah satu media sosial kalian dan 3 inilah judul novel nya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Short Story
◾️The Power Off The Dark World
Dan tag author ya (Fb : Sentiawati, Ig : Sentiawati)
Siapa yang rajin like dan comment kemungkinan menang lebih besar ya :)
Pemenang give away akan diumumkan di tanggal 19 Dec 20 tepat dihari ulangtahun author :)
Event terhitung mulai besok ya...
Waktu sudah menunjukan pukul 02.00 dini hari tapi Axelle masih belum bisa terlelap dan aura kamarnya kini tengah dipenuhi aura gelap penuh amarah. Axelle mengganti pakaiannya dengan pakaian serba hitam namu dengan celana yang berwarna denim sobek-sobek menampilkan sosok lain dari Axelle yang biasanya selalu tampil rapi dengan jas mahal. Langkah besar dan kasar membuat semua para penjaga langsung menundukan kepala saat melihat Axelle keluar dari kamar dengan wajah penuh amarah, tidak ada satu orangpun yang berani menegur Axelle karena sangat takut melihat wajah yang sangat jarang ditunjukan Axelle.
Mendengar ada suara mobil yang keluar dari area rumah, Yuna terbangun dan langsung keluar melihat kondisi di rumah pribadi putrinya. Satu mobil mewah milik putranya tidak ada diwaktu yang tidak biasanya membuat Yuna langsung menghampiri salah satu bodyguard yang berdiri dengan tegap namun dengan kepala yang tertunduk.
“Apa yang baru saja keluar adalah Axelle?” Tanya Yuna
“Iya Nyonya, Tuan muda baru saja keluar sendiri dengan mobilnya”
“Apa ada sesuatu yang terjadi?” Yuna sangat mengenal anak-anaknya yang tidak akan pergi diwaktu istirahat jika tidak ada hal yang penting.
“Maaf Nyonya tapi yang saya tahu tidak ada masalah yang terjadi tapi saya tidak tahu jika Tuan muda sedang ada masalah”
“Um-Baiklah”
Dengan pikiran yang tidak tenang Yuna kembali masuk kedalam kamarnya yang ada suaminya tengah tertidur nyenyak. “Ada apa dengan Axelle, aku tahu pasti ada sesuatu yang mengganggu pikiran nya hingga pergi diwaktu istirahat. Apapun itu semoga dirimu bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin Nak” Yuna kembali
membaringkan tubuhnya disamping tubuh suaminya, perlahan Yuna kembali tertidur.
****
Bruuuuukkk...
Axelle yang baru saja tiba di apartement langsung membuat Lolita terbangun dari tidurnya karena cara Axelle yang kasar saat membuka pintu kamar. Melihat Axelle yang dipenuhi amarah membuat Lolita untuk pertama kalinya merinding, karena tadi setelah Axelle pergi meninggalkannya Lolita menghubungi Tuannya dan sedikit menanyakan seperti apa tiga lelaki kembar yang sedang dikerjainya dan sejak medengar penjelasan Tuannya Lolita berkali-kali menelan ludahnya.
Axelle dengan langkah tegap dan sorot mata yang tajam seperti elang yang siap memangsa mangsa nya tidak sedikitpun mengalihkan pandangannya dari wanita yang sedang berusaha tenang tapi sia-sia karena dengan jelas Lolita tidak bisa menyembunyikan ketakutan saat melihat Axelle menatapnya seperti sekarang ini.
“Axelle” Ucap Lolita gugup
“Aku sudah memberikan semuanya untukmu, bukan hanya kenyamanan hidup tapi aku juga sudah memberikan cinta kasih tulusku untukmu tapi apa yang kau lakukan? Dengan percaya dirinya kau mau menghacurkan keluargaku, Kau bekerja dengan orang yang salah karena orang mengirimmu orang bodoh yang siap menanggung
segala sesuatu yang akan kami lakukan dan untuk dirimu aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja” Dengan kasar Axelle menarik Lolita turun dari tempat tidurnya hingga tersungkur dilantai tepat dihadapan Axelle.
“Akan ada sedikit hadih dariku” Sebuah seringai tipis muncul dari wajah tampan Axelle dan dengan gaya yang sombong Axelle bersiul memanggil seseorang yang ada dibalik pintu.
“Hai Loli lama tak berjumpa denganmu, jika bukan karena Axelle aku tidak bisa bertemu denganmu lagi tapi sekarang aku sudah melihatmu lagi dan kau terlihat sangat cantik”
“Axelle kenapa kau membawa pria psycopat ini kesini, dia akan menyakitiku seperti beberpa waktu lalu” Lolita bergetar karena ketakutannya bertambah yang sebelumnya takut jika Axelle akan membunuhnya tapi sekarang ketakutan nya bertambah karena ada pria yang dihindari nya tengah memandang dirinya dengan tatapan penuh arti.
“Ini sedikit hadiah karena dirimu juga sudah memberiku hadiah” Ucap Axelle
“Bawa wanitamu dan bersenang-senanglah dengannya kau pasti merindukan wanita ini” Sambung Axelle
“Kau benar aku sangat merindukan wanitaku”
“Axelle aku mohon maafkan aku, jangan biarkan pria ini membawaku” Lolita mulai menangis saat dirinya ditarik keluar meninggalkan apartement Axelle dan entah apa yang dirasakan Lolita sekarang ada perasaan sesak saat Axelle tidak memangnya sedikit pun.
Aku mencintaimu dengan hati yang tulus bahkan aku tidak sedikitpun menyentuhmu karena tidak ingin membuatmu kehilangan masa depanmu yang belum tentu denganku tapi kau dengan mudahnya mempermainkan perasaanku.
Aku benci dengan kebohongan dan aku sangat membenci orang yang yang bermuka dua jadi nikmati semua yang sudah dirimu tanam Lolita (Gumam Axelle)
Axelle Sabian Moris salah satu pewaris dari kekayaan Moris dan sekaligus pemegang saham di bisnis keluarganya dikenal sebagai pria tampan berkarisma dengan kisah hidup yang bagus tanpa ada sedikit hal buruk membuat namanya tercemar dan kini hati Axelle sedikit mulai kembali tenang hingga memutuskan untuk kembali ke tengah keluarga yang selalu membuat dirinya mendapatkan ketenangan dan kenyamanan.
Pakaian rapi bergaya casual santai dikenakan Axelle dan aura terang kembali muncul diri Axelle hingga para bodyguard yang melihat itu merasa senang karena mereka lebih menyukai sosok Axelle yang selalu berlaku ramah pada semua orang sama seperti sang ibu yang selalu ramah pada semua orang.
Axelle yang tiba-tiba merindukan gadis kecilnya kini datang dengan tangan yang penuh dengan cemilan yang sengaja dibeli untuk si kecil Zeline.
“Moning Uncle Ax”
“Moning my sunshine” Axelle yang baru melangkahkan kakinya beberapa langkah langsung tersenyum melihat gadis kecil yang berlari kearahnya. “Ummm sangat wangi dari kau mendapatkan parfum yang sangat wangi ini” Axelle berkali-kali mencium gemas pipi Zeline hingga membuat Zeline tertawa karena geli mendapat banyak ciuman dari sang paman.
“Aunt Jasi yang membelikannya untukku, Apa itu untukku?” Zeline dengan wajah menggemaskan menujuka kantong belanjaan yang berisi banyak cemilan.
“Tentu ini untukmu semua”
“Hore thank you Uncle” Zeline mencium pipi Axelle lalu langsung membawa satu belanjaan berlari menuju dapur yang dimana disana ada pintu yang terhubung pada satu tempat yang dibuat khusus untuk para pelayan. Axelle mengerutkan keningnya karena melihat Zeline yang membawa makanannya kearah tempat para pelayan.
Axelle tersenyum ternyata gadis kecilnya sedang membagikan cemilannya kepada para pelayan dengan wajah yang terlihat sangat senang.
“Setelah Zein selesai latihan, Zein akan kesini untuk memakan cemilan ini bersama para maid ok” Ucap Zeline
“Nona Muda ini cemilan milik anda jadi tidak seharusnya anda memberikannya pada kami”
“Perutku kecil jadi mana bisa makan banyak cemilan yang dibawa Uncle Ax”
“Tapi Nona..”
“Stop, bye Zeine loves all maids”
“Anak pintar, siapa yang mengajarimu seperti tadi?” Axelle menggendong Zeline menuju rumah utama
“Mami, Aunt Jasi, Grandma dan masih banyak lagi” Jawab Zeline
“Baiklah karena dirimu sudah berbuat baik pada para maid jadi katakan apa yang dirimu inginkan sekarang?”
“Berlatih” Jawab Zeline singkat
Axelle tertawa gemas karena gadis kecilnya selalu bersemangat untuk berlatih dan selalu ingin segera bisa memainkan berbagai jenis senjata. Si kecil Zeline terus tertawa geli karena berkali-kali mendapatkan ciuman dari paman tampannya.
.
.
.