The Power Of The Dark World

The Power Of The Dark World
A happy life #3



FYI


Hallo..


Author ngadain give away neh dibulan kelahiran author yaitu Desember..


Ada dua outfit untuk dua orang yang beruntung, outfit dari salah satu store ternama di kota Bandung..


Cara buat dapetinya gampang kalian cuma harus :


-Like & Comment disetiap bab (Capture)


-Dan share disalah satu media sosial kalian dan 3 inilah judul novel nya :


◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa


◾️Short Story


◾️The Power Of The Dark World


Dan tag author ya (Fb : Sentiawati, Ig : Sentiawati)


Siapa yang rajin mampir dengan kata lain hadir disetiap bab nya membawa like dan comment kemungkinan


menang jauhlebih besar ya :)


Pemenang give away akan diumumkan di tanggal 19 Dec 20 tepat dihari ulangtahun author :)


 


 


“Hari ini aku sangat bahagia karena Bella sudah menjadi alasan Michele kembali menjalani kehidupannya” Harry


tersenyum manis saat istri tercinta menyandarkan kepalanya dan Jasmine selalu menarik tangan Harry untuk memeluknya.


“Bahagia atau cemburu karena posisimu sudah terganti oleh Bella?” Harry kembali tersenyum seolah sedang menggoda istrinya.


“You stupid Hubby”


“Jadi...”


“Aku adalah istrimu Tuan Harry, stop bersikap seperti remaja yang beranjak dewasa”


“Tapi kau belum menjadi milikku seutuhnya” Bisik Harry pelan.


“Hubby”


Jasmine membulatkan kedua matanya karena takut jika supir dan bodyguardnya mendengar apa yang dikatakan suaminya.


“Malam ini” Ucap Harry


“Sorry..” Jasmine menghela nafas karena belum bisa melayani suaminya seutuhnya, selayaknya tugas seorang istri pada umumnya.


“Boleh aku menciummu” Bisik Harry menggoda


“What? Kenapa harus bertanya? Aku istrimu, semua nya milikmu” Jasmine tersipu malu dengan sikap manis suaminya yang selalu membuat hal baru yang mampu membuat dirinya tersenyum bahagia.


“Aku selalu meminta izin untuk melakukannya” Ucap Harry


Jasmine semakin merona karena memang benar jika Harry selalu meminta izin saat akan meminta hal yang ada dalam dirinya termasuk sebuah ciuman.


Harry tersenyum karena sang istri sudah memejamkan matanya “Mmmmmuuchhh” Harry mencium Jasmine tapi dengan meletakkan tangannya menutupi bibir Jasmine hingga tidak ada pertemuan bibir antara dua insan it.


“Hubby iiiishhh jahat” Jasmine dibuat semakin merona karena kini Morvin dan Darwin tengah menahan tawa.


“Hey kalian berdua sekarang sudah berani menatap istriku? Aku sudah melihat kalian berdua melihat dari kaca tengah itu, mulai saat ini tidak boleh menatap istriku” Ucap Harry


Deg


Morvin dan Darwin sudah menjadi orang kepercayaan Harry dan Jasmine, sampai akhirnya mereka berdua selalu ikut bersama Harry dan Jasmine kemanapun. Dan sekarang dua pria tampan itu sedang mematung memfokuskan pandangannya kedapan.


Habislah sudah (Batin Morvin)


Haha dirimu membuat mereka terkejut Hubby, kasian Morvin dan Darwin (Batin Jasmine)


“Roseline akan menghukum kalian saat tiba nanti” Ucap Harry tegas


Serentak Morvin dan Darwin menjawab “Baik Tuan”


Harry yang sedang bercanda terus berusaha menahan tawanya karena tidak ingin gagal mengerjai dua anak buahnya yang sangat kaku dibanding dengan yang lain.


Seperti biasa kedatangan Jasmine dan Harry selalu disambut para bodyguard dan para pelayan, namun sekarang penjagaan diluar istana jauh lebih ketat. Terlihat dari banyaknya bodyguard yang sengaja dipasang untuk berjaga selama 24 jam secara bergantian.


Mobil mewah yang ditumpangi Jasmine mulai memasuki gerbang utama yang mana para bodyguard sudah tertunduk hormat. Dan Jasmine selalu menggelengkan kepala sambil menghela nafas berat karena sikap anak buahnya yang terlalu berlebihan.


“Selamat datang Nyonya Muda” Ucap Roseline dengan senyuman manis, hanya Roseline yang tidak menunduk karena dirinya sudah tahu jika itu dilakukan dirinya akan mendapat omelan dari sang majikan yang tidak haus dengan hormat.


“Tidak ada lagi yang menunduk saat aku datang, maupun saat berhadapan denganku” Ucap Jasmine sambil menggerakkan bola matanya kearah para bodyguard dan para pelayan yang masih tertunduk memberi hormat.


“Mereka melakukan itu karena sangat menghargai anda” jelas Roseline singkat.


“Apakah mereka hanya mendengar kata-katamu dibanding kata-kataku” Jasmine berlalu meninggalkan Roseline yang sedang tertawa kecil.


“Yang saya lakukan tidak ada artinya dengan apa yang anda kasih pada kami Nyonya”


“Terimakasih tuhan telah mengirimkan malaikat tak bersayap disisi kami”


“kehidupan, kemewahan, materi semua kami dapat. Yang sekarang kami lakukan sekarang hanya hal kecil sebagai bentuk rasa terimakasih kami”


Sejak pertama menetap di Amerika, Jasmine sudah memperkerja kan banyak orang. para pelayan Jasmine berlatar belakang orang yang tidak mampu hingga tempat tinggal pun tidak ada. tidak heran jika para pelayan sangat menghormati Jasmine orang yang telah memberikan kehidupan yang layak dan bahkan jauh sangat layak.


Semua pelayan memiliki hak untuk menikmati fasilitas yang diberikan Jasmine, mulai dari uang belanja hingga tiket liburan dengan fasilitas mewah yang sudah disiapkan.


"Tuhan akan selalu dekat dengan orang yang selalu berbuat baik pada orang lain, saya selalu berdoa agar anda selalu bahagia dan dijauhkan dari segala bahaya"