
“Morning” Sapa Jasmine yang bangun lebih awal dan sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk ketiga lelaki kembar dan juga Angela sahabatnya.
“Morning Princess Jasmine, kau yang menyiapkan semua ini?” Aziel yang baru duduk langsung mencicipi makanan yang sudah terhidang dengan bau yang sangat membuat perut lapar.
“Yes, duduk dan makanlah. Bukankah hari ada meeting penting bersama calon mertua mu” Goda Jasmine pada Abranie yang terus menjahili Angela dengan cara mendaratkan ciuman dipipi nya. “Huh Ab hentikan biarkan Angela memakan sarapannya”
“Haha aku tahu kau kesepian karena Zavier tidak ada disini” Ejek Abranie dengan menyunggingkan senyuman tipis.
“Iiiiishhh stupit” Jasmine mengumpat kesal karena jika diteruskan dirinya akan kalah dari kakak tertua nya.
Abranie kini sudah kembali sibuk mengurusi bisnis keluarga Moris dan kini dirinya sedang menangani sebuah proyek baru yang bekerjasama dengan pengusaha dari Amerika. Abranie dan calon ayah mertua akan melakukan pertemuan disebuah restoran untuk membahas kontrak kerjasamanya.
Sedang Aziel harus berangkat ke Canda untuk melanjutkan studi nya yang sempat terhenti, ya Aziel yang sebelumnya tengah kembali mengambil studi S2 di Canada harus terhenti beberapa waktu karena harus berada disamping Abranie yang sebelumnya tengah mengalami guncangan dalam jiwanya atas kejadian yang menimpa Angela.
Jasmine menghampiri Aziel yang sedang sibuk menyiapkan barang-barang untuk dibawanya. Ada sediki rasa sedih untuk Jasmine karena sebelumnya dirinya jauh dengan kakaknya namunn setelah dirinya kembali kakaknya justru yang akan meninggalkannya.
“Az..”
“Hemmmm”
“Apa tidak bisa ditunda?” Jasmine duduk ditepi tempat tidur sambil menatap dalam wajah Aziel yang tersenyum manis.
“Hey why? Kenapa adikku sangat melow hari ini, kapan pun kau merindukanku kau bisa datang kesana”
“Huh aku masih ingin menghabiskan uangmu Az”
“Ciiihh menyebalkan”
“Awww Az sakit” Jasmine mengaduh karena Aziel baru saja menarik hidungnya.
Aziel di Canada bukan hanya untuk kuliah namun juga Aziel memiliki beberapa bisnis sendiri yang bergerak dibidang industri otomotif. Selain mengurusi bisnis keluarga, Aziel juga membangun bisnis nya.
Tidak ada yang mengantar karena perjalanan ini sering dilakukan Aziel hanya ada dua bodyguard yang mengantar ke bandara dan Aziel jarang tinggal lama disana.
***
Ditemani dua bodyguard Jasmine dan Angela pergi untuk berjalan-jalan. Untuk pertama kali nya Jasmine dan Angele pergi bersama setelah hampir satu tahun insiden penembakan yang menimpa Angela. Kali ini dua wanita cantik itu pergi berbelanja ke sebuah tempat perbelanjaan untuk sedikit menghabiskan uang.
Pengelola tempat yang mengetahui jika dua wanita dari keluarga Moris akan datang berkunjung menyambut dengan sangat penuh rasa hormat, ya wajar saja itu dilakukan karena Moris memiliki saham ditempat perbelanjaan itu. Jasmine yang melihat para staff tengah berdiri dengan kepala tertunduk tersenyum kecil sambil menghela nafas kecil.
“Apa yang kalian lakukan?” Tanya Jasmine pada salah satu staff yang sama sekali tidak berani mengangkat wajahnya.“Selamat datang Nona Muda, kami hanya ingin..”
“Aku dan Angela datang sebagai pengunjung bukan sebagai pemilik saham disini jadi bersikaplah biasa karena aku akan lebih tidak senang jika kalian semua berlaku seperti ini” Belum sempat menyelesaikan kata-katanya staff itu langsung tertegun mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Jasmine. Angela yang melihat ekspresi para staff tertawa renyah.
“Hehe sudah kalian lanjutkan pekerjaan kalian kami akan berkeliling dulu”
Ya tuhan andai saja semua orang kaya seperti Nona Muda Jasmine dan Nona Angela pasti kami seorang pelayan akan merasa sangat senang.. Huh dua wanita cantik itu tidak berubah masih tetap ramh tidak haus rasa hormat (Gumam Staff 1)
Sepertinya yang bekerja dengan keluarga Moris hidupnya tenang, lihat saja setiap mereka kemari rasa adem banget (Gumam Staff 2)
Jasmine dan Angele memiliki selera yang sama, ya mereka sangat menyukai perhiasan dengan keluaran terbatas dan sekarang sudah dua toko perhiasan yang dimasuki dan pastinya mereka keluar tanpa tangan kosong. Setiap toko yang didatangi semua pelayan toko berlaku sangat sopan dan melakukan pelayanan yang istimewa pada Angela dan Jasmine.
Satu persatu model perhiasan dilihat oleh Angela, mulai dari cincin hingga kalung tak luput dari perhatian Angela. Sekarang Angela dibuat bingung karena semua perhiasan yang dikihatnya bagus.
“Jasmine help me..”
“Haha why, jika kau semua nya ambil saja”
“Tapi ini terlalu banyak”
“Why Not”
“Jika kau menyukai semuanya beli saja semuanya” Suara lelaki yang tak asing bagi Angela terdengar ada dibelakangnya.
“Tadi aku menelfonmu tapi dirimu tidak menjawabnya dan aku menanyakan pada Jasmine, ternyata kalian ada disini” Abranie mengusap lembut rambut Angela dan mendaratkan ciuman diujung kepala Angela. “Jika kau menyukai semuanya beli saja” Ucap Abranie dengan suara pelan
“Tidak aku akan memilih yang benar-benar aku suka”
“Huh.. tolong siapkan semua yang dilihat calon istriku tadi”
“Abranie..” Angela membulatkan matanya menatap lekat mata Abranie yang tidak memberikan tanggapan apapun.
“Haha sudahlah Angela kau sangat tahu seperti Ab, apa kalian lapar?” Jasmine tersenyum melihat tingkah dua insan manusia yang selalu memamerkan kemesraannya.
“Ya aku juga haus, kau sibuk Ab?” Tanya Angela.
“Tidak, ayo kita cari tempat makan”
Abranie membawa dua wanita cantik nya keluar pusat perbelanjaan dan berjalan menuju sebuah caffe kecil yang memiliki tampilaan luar dengan konsep monocrom ya tampilan luarnya didominasi warna hitam dan warna abu. Namun saat memasuki caffe akan berbanding terbalik dengan kondisi luar karena didalam caffee bertemakan clasic modren yang didominasi kayu-kayu berwarna coklat mengkilap.
Tempat itu bukanlah tempat baru bagi Jasmine maupun Angela karena dulu mereka selalu menghabiskan waktu bersama untuk sekedar menikmati sepiring pasta.
“Tempat ini tidak ada yang berbeda sama sekali, masih sama seperti dulu” Ucap Jasmine
“Ya kau benar” Jawab Abranie
Ada beberapa pelayan yang bertegur sapa dengan tiga anggota keluarga Moris ya memang sudah sering datang. Jasmine memilih untuk makan dilantai atas karena ingin menikmati suasana siang hari kota London.
Jasmine yang berjalan duluan tiba-tiba terhenti saat melihat seoarang lelaki yang tengah duduk termenung disalah satu meja yang ada dibalkon caffe. Jasmine tidak berjalan menuju meja yang sudah dipesan Abranie tadi tapi berjalan menuju tempat lelaki yang tengah termenung.
.
.
.
FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan up lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Short Story
◾️Menikahi Dua Lelaki
Thank You For Reading ☺