
FYI
Hallo..
Author ngadain give away neh dibulan kelahiran author yaitu Desember..
Ada dua outfit untuk dua orang yang beruntung, outfit dari salah satu store ternama di kota Bandung..
Cara buat dapetinya gampang kalian cuma harus :
-Like & Commentdisetiap bab (Capture)
-Dan share disalah satu media sosial kalian dan 3 inilah judul novel nya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Short Story
◾️The Power Of The Dark World
Dan tag author ya (Fb : Sentiawati, Ig : Sentiawati)
Siapa yang rajin mampir dengan kata lain hadir disetiap bab nya membawa like dan comment kemungkinan
menang jauhlebih besar ya :)
Pemenang give away akan diumumkan di tanggal 19 Dec 20 tepat dihari ulangtahun author :)
“Selamat pagi Michele, bagaimana tidurmu?”
Setiap Hari Bella selalu datang membawakan sarapan untuk Michele, sebelumnya Michele dirawat disebuah rumah sakit karena tekanan mental dan rasa bersalah yang berlebihan. Seiringnya waktu Michele telah kembali menjadi pria normal dengan emosi yang sangat stabil.
Bella memiliki hati yang lembut dan merupakan wanita yang memiliki tingkat kesabaran yang sangat tinggi, hingga Jasmine meminta Bella untuk menjadi perawat sekaligus teman Michele dalam masa penyembuhannya. Dan rencana Jasmine berjalan lancar dengan adanya Bella disisi mantan kekasihnya kini semakin mempercepat kesembuhan Michele.
“Hari ini Jasmine akan datang bersama suaminya, apa kau siap untuk bertemu dengannya? Ya lebih tepatnya bertemu dengan pria yang kini sudah memiliki mantan kekasihmu” Bella tidak lagi canggung dengan Michele hingga tidak segan untuk membahas hal yang bersifat pribadi, termasuk masalalu nya.
“Bella !!! sudah aku katakan sejak terakhir aku bertemu dengan Jasmine sudah tidak ada lagi rasa yang dulu untuknya, aku hanya menganggap Jasmine sebagai sahabatku” Michele yang semula malas untuk bangung dari tidurnya, sekarang dengan kasar Michele bangun mendekati Bella yang acuh dengan gerakan Michele yang tiba-tiba berjalan mendekati dirinya.
“Sama sepertiku seorang sahabat”Ucap Bella acuh
“Aku jatuh cinta padamu Bella”
Bella langsung mematung karena dibuat terkejut dengan kata-kata Michele yang seolah sedang meminta dirinya menjadi kekasihnya.
“Aku bukan tempat pelarian Michele, jika kau belum siap untuk bertemu dengan Jasmine dan suaminya aku akan menelfon Jasmine untuk membatalkan perjalanan kemari”
“Lihat aku Bella, tatap mataku agar kau tahu aku sedang berbohong atau aku sedang berkata jujur. Bukankah kau sendiri yang mengatakan jika mata adalah jendela menuju kejujuran”
“Bella please lihat aku”
Bella sudah lebih dulu jatuh cinta pada Michele namun Bella sadar cinta Michele sangat besar untuk majikannya yaitu Jasmine. Dengan sekuat tenaganya Bella berusaha bersikap biasa agar Michele tidak tahu perasaannya.
Kesempatan tidak akan datang dua kali dan sekaranglah saatnya Bella tahu jika cintanya tidka bertepuk sebelah tangan “Aku jatuh cinta padamu”
Deg
“Aku pernah melihat seperti apa cintamu pada Jasmine” Bella kembali memalingkan wajahnya menyembunyikan air mata yang tiba-tiba meluap.
“Bahkan hampir setiap hari aku melihatmu memandang wajahnya, kau menyimpan banyak sekali kenangan bersamanya dan bahkan sampai detik ini semua itu masih kau simpan”
“Semua itu bisa aku buang sekarang” Tegas Michele
“Lalu cintamu akan selalu ada dihatimu? Semua itu tidak ada artinya jika dirimu masih memiliki rasa pada Jasmine” Bella sudah tidak bisa lagi menahan air matanya untuk keluar. Dan sekarang air mata itu membasahi pipinya.
Tok Tok Tok
“Maaf Nona Bella”
“Nyonya dan Tuan sudah tiba”
Bella mematung, pikirannya mulai kacau bagaimana jika Jasmine tahu apa yang sedang terjadi. Dengan mata sembab sudah pasti Jasmine tahu ada yang sedang terjadi.
Aku tidak mungkin muncul didepan Jasmine dengan mata sembab seperti ini. Arghhh (Gumam Bella)
“Jasmine sudah datang, sekarang ikut denganku. Aku akan mengungkapkan perasaanku didepan Jasmine dan akan disaksikan oleh Harry suaminya” Ucap Michele.
“Kau gila” Bella menepis tangan Michele, berusaha berpikir untuk menghindari Jasmine
Ceklek...
“Ow ada apa ini, Bella are you okay ?” Jasmine yang baru saja datang langsung dikejutkan dengan Bella yang terlihat sedang bertengkar dengan Michele.
“Michele?” Panggil Jasmine pelan.
“Jasmine, aku tahu Bella adalah orang kepercayaanmu dan aku tahu dirimu juga sangat peduli padanya”
“Lalu?” Ucap Jasmine
“Sudah hampir satu tahun Bella selalu hadir disetiap hariku, dengan sangat sabar dia menyadarkanku jika cintaku untuk cukup sebagai seorang teman”
“Michele cukup” Bentak Bella Keras
“Sosok Bella sudah membuatku jatuh cinta dan aku merasakan jika cinta itu jauh lebih besar dibanding saat denganmu Jas” Michele menatap Bella yang menunduk dengan tangan yang menutupi wajahnya.
Harry tersenyum lebar karena Michele sudah membuka diri untuk wanita lain dan sudah pasti tidak akan menganggu hubungannya dengan Jasmine. Sedangkan Jasmine kini sudah tersenyum manis sambil menganggukkan kepalanya pelan yang artinya dirinya mendukung hubungan mantan kekasihnya dengan sang asisten.
“Aku senang mendengarnya Michele” Jasmine tersenyum lalu beberapa detik menatap Harru yang juga ikut tersenyum.
“Bella” Panggil Jasmine
“Mungkin kau ragu karena sebelumnya sudah pernah melihat seperti apa cintanya Michele untukku tapi itu dulu. Lihatlah karena kehadiranmu lelaki ini mau bangkit dan bahkan kau sudah membuatnya jatuh cinta padamu”
“Kau berhak memiliki kehidupan diluar kehidupan bersamaku dan Roseline. Dan inilah kehidupan itu” Sambung Jasmine
Semua orang berhak bahagia. Apapun itu dan sekecil apapun itu tidak ada yang berhak mengambil kebahagian itu. Jasmine sangat senang jika orang-orang terdekat nya bahagia, sama hal nya dengan hari ini dengan suara tawa riang tengah mengisi satu ruangan besar dimana dua orang wanita cantik sedang sibuk membuat cemilan untuk pria yang mereka cintai.
Harry yang memiliki sifat posesive tak henti memandang Jasmine yang sedang sibuk didapur bersama Bella, dan dengan manisnya Harry bersama Michele hanya duduk dimeja makan sambil sesekali mengobrol.
Aku tidak bisa jauh darimu walau hanya sesaat
Namamu ada disetiap hembusan nafasku
Aku mencintaimu My Wife.. (Gumam Harry)