The Power Of The Dark World

The Power Of The Dark World
Jasmine's main target



FYI


Hallo..


Author ngadain give away neh dibulan kelahiran author yaitu Desember..


Ada dua outfit untuk dua orang yang beruntung, outfit dari salah satu store ternama di kota Bandung..


Cara buat dapetinya gampang kalian cuma harus :


-Like & Commentdisetiap bab (Capture)


-Dan share disalah satu media sosial kalian dan 3 inilah judul novel nya :


◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa


◾️Short Story


◾️The Power Of The Dark World


Dan tag author ya (Fb : Sentiawati, Ig : Sentiawati)


Siapa yang rajin mampir dengan kata lain hadir disetiap bab nya membawa like dan comment kemungkinan menang jauhlebih besar ya :)


Pemenang give away akan diumumkan di tanggal 19 Dec 20 tepat dihari ulangtahun author :)


 


 


 


“Aliena”


“Mau sampai kapan kau terus menghindari keluarga yang sudah membesarkan namamu, bahkan dirimu beberapa kali diselamatkan dari kematian itu semua karena anak buah keluarga ini. Bahkan kakakmu akan menikah beberapa hari lagi kau belum mengucapkan selamat padanya dan pada calon istrinya”


Deg


“Dia bukan kakakku, dia hanya seorang anak yang kalian adopsi dan memiliki nama belakang keluarga yang memiliki tradisi kuno” Jawab Aliena


“Jaga ucapanmu Aliena, kau wanita terhormat dari keluarga yang sangat dihormati banyak orang. Walaupun dia bukan saudara kandungmu tapi sejak kecil dia selalu menjagamu hingga kau berubah menjadi liar seperti ini. Kembalilah bagaimana dia adalah kakakmu dan dirimu harus menghormatinya selayaknya seorang adik”


“Bukankah dia memang ada untuk menjagaku dengan kata lain dia hanya seorang bodyguard sama seperti anak buahmu yang lain Dad”


“Aliena kau sudah sangat keterlaluan” Ucap Netra yang sejak tadi menahan emosinya karena putri satu-satunya sudah berubah menjadi gadis yang liar tidak memiliki sopan santun dalam berbagai hal.


“Kau dengar Aliena, kehadiran Harry dalam keluarga kita itu sudah membuat tuhan menjawab doa-doa Mimom untuk memiliki seorang anak hingga akhirnya tuhan mengirim dirimu dalam keluarga kecil kita yang menjadi kebahagian ditengah-tengah keluarga Moris. Dan Harry sosok kakak yang selalu menjagamu dari marabahaya, berkali-kali dia menyelamatkanmu dari ancaman orang-orang yang tidak suka kepada Daddy mu apa kau masih belum juga menganggapnya sebagai seorang kakak” Sambung Netra dengan wajah yang merah menahan rasa kesal dan menahan air mata yang sudah hampir meluap dipelupuk matanya.


Kehidupan rumah tangga Netra dengan Raffael tidak seberuntung Yuna dan Daniel yang setelah menikah langsung diberi kepercayaan untuk memiliki anak, Netra harus bersabar menunggu kehadiran sosok malaikat kecil ditengah-tengah keluarga kecilnya. Tahun demi tahun Netra lalui dengan penuh suka cita dengan ikut membantu Yuna mengurusi tiga anak kembarnya yang tumbuh menjadi sosok anak yang tampan dan pintar.


Sampai akhirnya Netra dan Raffel memutuskan untuk mengadopsi seorang laki-laki, keputusan Netra disambut baik oleh keluarga besarnya termasuk kakek mertuanya yang sangat menyayanginya. Sosok Harry kecil hidup ditengah-tengah keluarga yang sangat berkecukupan hingga tidak pernah sekalipun merasakan kekurangan.


Tahun kedua Harry tinggal bersama Netra akhirnya tuhan memberikan kabar bahagia yang mana Netra dikabar sudah mengandung. Harry sebagai anak pertama sangat posesive menjaga Netra yang tengah mengandung calon adiknya, selama 9 bulan Harry menjaga Netra hingga akhirnya lahir seorang putri yang memiliki wajah mirip dengan sang ayah Raffael.


Seiring berjalannya waktu Aliena dan Harry tumbuh bersama dan tak jarang Harry selalu menjaga penyelamat Aliena saat ada bahaya menyerang tapi kebersamaan Aliena dan Harry berubah menjadi memiliki jarak yang sangat jauh hingga akhirnya Aliena memilih pergi meninggal keluarga besarnya tanpa membawa satu pun fasilitas yang diberikan sang ayah, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah kepergian Aliena dan sebelum benar-benar pergi Aliena terlibat pertengkaran hebat dengan Harry yang menyebut jika Harry hanyalah seorang anak pungut.


Berkali-kali Netra maupun Raffael selalu bertanya apa yang kedua anaknya debatkan hingga membuat jarak diantara mereka dan selalu tidak ada jawaban atas pertanyaan itu karena Harry selalu menghidar saar orangtua angkatnya membahas pertengkaran dengan adiknya.


****


Setelah acara sakral Jasmine kini semua keluarga kembali ke London untuk mengurus pesta pernikahan yang tinggal sebentar lagi dan dengan segala keberanian Aziel membawa Kalina untuk pertama kalinya bergabung kedalam pesta, pesta yang diadakan Angello.


Jasmine tersenyum bahagia karena Aziel menemukan wanita yang baik dan memiliki hati yang tulus mencintai Aziel kedatangan Kalina disambut hangat oleh semua orang yang hadir di pesta termasuk Axelle kembaran Aziel.


“Hubby aku akan kesana dan Az aku akan membawa calon kakak iparku mengenal teman-temanmu yang lain. Tak masalah bukan?” Ucap Jasmine


“Jaga jarakmu Honey” Ucap Harry posesive.


Kalina tersenyum melihat Harry yang sejak tadi selalu bersikap posesive pada Jasmine, dengan sangat jelas Harry menunjukan ketidak sukaanya saat ada pria yang mendekati Jasmine.


“Calon suamimu sangat posesive Jasmine” Ucap Kalina


“Aku lebih menyukai dia seperti itu. Katakan sejak kapan kau berhubungan dengan Aziel, apa dia memperlakukanmu dengan lembut?” Jasmine terlihat sangat menyukai sosok Kalina yang memiliki sifat seperti Angela dan Roseline dua sahabatnya.


“Dia sangat lembut dan...” Kalina tertawa tanpa melanjutkan kata-katanya tapi Jasmine tahu apa terusakan kata yang akan diucapkan Kalina.


“Kapan kalian akan menikah?” Tanya Jasmine


“Haha entahlah dia bilang jika aku sudah bertemu denganmu baru aku akan dibawa kedalam keluarganya, apakah ada aturan untuk meminta izin padamu saat ada keluarga yang akan menikah?” Kalina yang sudah cukup banyak minum mulai tidak terkendali “Kau tidak minum?” Sambung Kalina menyodorkan gelas kecil berisi minuman.


“Tunggu sebentar aku akan segera kembali, stay here” Jasmine yang merasa sedikit pusing akibat minuman yang diberikan Angello memutuskan ke kamar mandi untuk sedikit membasuh wajahnya, berkali-kali Jasmine melihat kearah Kalina yang ditinggalkannya hingga akhirnya langkahnya tiba-tiba terhenti saat ada dua orang yang sedang bertengkar dilorong menuju kamar mandi.


“Sudah aku katakan, aku mencintaimu dan kenapa kau malah meilihnya bahkan aku sudah rela menawrkan tubuhku untuk apa aku kurang menarik darinya huh, apa yang dilakukan hingga kau sangat tergila-gila oleh nya bahkan aku jauh lebih memuaskan diatas ranjang. Bahkan saat aku pergi kau tidak menahanku kau malah


pergi untuk menjaganya” Wajah gadis muda yang memerah dan tatapan sayu terlihat jelas jika dirinya sedang dalam pengaruh alkohol sedangkan si pria dengan sigap berkali-kali menahan agar gadis dihadapannya tidak terjatuh.


“Sudah cukup hentikan jangan terus merendahkan dirimu, kau harus ingat siapa dirimu. Lupakan rasa itu karena sampai kapan pun aku tidak mungkin bisa memberikan rasa yang aku miliki untuk kekasih untuk dirimu. Sekarang pulanglah dirimu sudah sangat mabuk”


“Aku hanya ingin dirimu, apa perlu aku membunuhnya agar aku bisa memilikimu”


“Jaga bicaramu dia masih saudaramu Aliena”


Jasmine yang masih belum bergerak dari posisinya sudah mendengar sebuah kenyataan yang tidak diketahuinya sama sekali, kepala Jasmine yang merasa pusing semakin pusing saat dirinya melihat sang kekasih dicium oleh wanita yang masih saudaranya. Tidak ada yang dilakukan Jasmine selain memilih pergi meninggalkan Harry yang sedang beradu mulut dengan saudara angkatnya.


“Bawakan satu untukku” Jasmine kembali menghampiri Kalina yang masih duduk didepan bartender.


“Kau minum?” Tanya Kalina pada Jasmine heran karena Kalina sempat mendengar jika Jasmine tidak menyukai alkohol dalam keadaan mabuk Kalina masih bisa sedikit sadar jika Jasmine sudah menghabiskan beberapa gelas minuman.


“Damn” Angello yang melihat Jasmine mulai kehilangan kesadaran berjalan menghampiri Jasmine dan langsung merebut gelas yang ada ditangan Jasmine. “Kenapa kau minum banyak sekali, hentikan kau sudah mulai mabuk” Jasmine yang kehilangan keseimbangannya mulai oleng dengan sigap Angello menahan tubuh Jasmine hingga terjatuh dalam pelukannya.


“Apa yang kau lakukan Angello” Harry yang melihat adegan antara kekasihnya dan Angello langsung menarik Jasmine dari pelukan Angello. “Kenapa kau minum” Tanya Harry bingung. Dan Harry membawa Jasmine sedikit menjauh dari Angello dan Kalina.


“Arghh lepaskan aku, kau terlihat marah Hubby melihatku dipeluk Angello yang jelas Angello memiliki hubungan darah denganku tapi apa yang baru saja kau lakukan bersama Aliena apa kau menikmati ciuman dengan adikmu”


Deg


“Aku memiliki kuasa untuk menghabisi wanita yang menggodamu, apa perlu aku menghabisinya sekarang huh” Sambung Jasmine


“Kau bilang hanya diriku yang membuatmu tergoda tapi nyata kau menerima ciuman yang diberikan Aline tadi, apa dia juga bisa membuatmu bergairah”


“Stop Honey kau salah paham” Ucap Harry


“Aku tidak menerima ciuman Aliena, aku yakin kau tidak melihat apa yang aku lakukan sesaat setelah Aliena mencoba menciumku” Sambung Harry “percayalah hanya dirimu yang bisa membuatku bergairah apalagi dengan kau yang mabuk seperti ini sangat membuatku semakin ingin memilikimu seutuhnya”


“Kau bohong Hubby”


“Kau mau bukti, baiklah ikut aku” Harry menarik Jasmine ketengah-tengah club dan langsung memberikan kecupan dihadapan para tamu yang hadir.


Suara sorak riuh tepuk tangan menyambut adegan sepasang kekasih yang memang sudah terkenal dengan keromantisan dan segala hal yang membuat semua orang merasa iri saat melihat sama dengan Aliena yang masih ada disana sedang duduk bersama Axelle dan para tamu lainnya, dengan keadaan mabuk Aliena masih bisa jelas melihat yang dilakukan Harry ditengah lantai dansa yang mengundang suara riuh atas perlakuan Harry pada wanita yang dicintainya.


Aku benar-benar benci padamu Jasmine, kau sudah merebut cinta pertamaku (Gumam Aliena)