
“Hubby” Jasmine yang baru saja keluar dari mobilnya dikejutkan dengan Harry yang baru saja keluar dan hendak menuju mobil yang sudah terparkir dihalaman.
“Setidaknya katakan sesuatu jika dirimu memang ingin pergi menemuinya, tidak perlu dirimu memberiku obat tidur” Harry memasang wajah datar tanpa memberikan senyuman.
“Hubby tunggu, aku hanya pergi un..”
“Yakinkan hatimu sebelum hari pernikahan kita, masih belum terlambat jika dirimu mau membatalkannya. Tidak usah menunggu mungkin aku akan pulang larut malam atau mungkin aku tidak akan pulang, beristirahatlah” Sebelum Harry memasuki mobilnya Harry mengecup singkat kening Jasmine.
Setidaknya hargai aku sebagai calon suamimu (Batin Harry)
Dengan hitungan detik Harry sudah melaju dengan mobil sport, Jasmine yang tidak ingin membuat kekasihnya salah paham langsung melajukan mobilnya menyusul Harry yang sudah tidak terlihat.
Maafkan aku Hubby, aku hanya ingin mengetahui alasannya meninggalkanku yang sekarang aku cintai hanya dirimu dan yang aku inginkan hanya dirimu (Batin Jasmine)
Jasmine yang memasang gps dimobil Harry kini langsung menuju rumah pribadi Raffael dan Netra yang sudah beberapa waktu kosong tidak ditempati karena Netra memilih tinggal di istana calon menantunya ditambah Raffael yang sedang melakukan perjalanan bisnis bersama Victor membuat Netra enggan tinggal sendiri rumahnya.
Dan benar mobil Harry sudah terparkir dihalaman rumah “Nona Muda” Seorang bodyguard yang berjaga didepan rumah langsung tertunduk saat melihat Jasmine datang.
“Harry ada didalam?” Tanya Jasmine
“Tuan Muda baru saja tiba, sepertinya Tuan Muda langsung masuk kekamarnya”
Pelayan dan Bodyguard yang melihat kedatangan Jasmine langsung menundukan kepala karena tidak berani menatap Jasmine, karena sudah ada peraturan jika Jasmine datang tidak ada yang boleh menatap Jasmine itulah peraturan baru yang sudah diterapkan Harry terutama untuk para pelayan lelaki.
Ceklek..
Jasmine yang langsung membuka pintu kamar tidak mendapati Harry tapi disana terdengar suara percikaan air dari kamar mandi. Hampir 1 jam Jasmine menunggu Harry keluar dari kamar mandi, melihat Jasmine tengah duduk diujung tempat tidurnya Harry tersenyum kecil.
“Apa yang membawamu kemari, bukankah aku sudah mengatakan untuk beristirahat” Ucap Harry
Sejak pertama menjalin kasih Jasmine tidak pernah membantah perkataan calon suaminya tapi kini Jasmine tidak mengindahkan perintah Harry yang meminta dirinya untuk beristirahat.
“Aku tidak ingin dirimu salah paham, aku memang salah tidak mengatakan akan menemuinya tapi sungguh tidak ada hal yang terjadi diantara aku dengannya. Dan aku tidak perlu meyakinkan hatiku akan menikah dengan siapa, karena hanya denganmu aku akan menikah”
“Huh-Baiklah aku sudah memaafkanmu, sekarang kembalilah dan beristirahatlah”
“Hubby apa kau mengusirku?” Jasmine yang sebelumnya memasang wajah manis kini memasang wajah masam karena kesal dengan sikap kekasihnya yang masih saja dingin dan bahkan mengusir dirinya. “Baiklah aku akan pergi sekarang”
“Hey Aku hanya bercanda Honey, katakan apa yang harus aku lakukan karena dirimu sudah berani berbohong dan membuatku terbakar cemburu?” Harry yang tidak ingin membuat kekasihnya marah langsung menarik Jasmine mendekat dan mengurung dalam pelukannya.
“Um-apapun yang akan dirimu lakukan aku akan menerimanya” Jawab Jasmine dengan senyuman manis yang memberikan banyak arti.
“Aku akan menjadikanmu milikku”
“Tidak untuk itu”
“Why?”
“Karena itu akan menjadi kado dimalam pernikahan kita untukmu”
“Aku sudah tahu jawabanmu, malam ini Axelle memintaku untuk datang ke salah satu restoran milik Daddy Daniel apa dia memintamu untuk datang juga?” Masih dalam posisi memeluk tubuh ramping kekasihnya, Harry menikmati aroma khas parfum yang selalu dipakai Jasmine dan itu adalah parfum pilihan Harry yang selalu dipakai Jasmine setiap hari nya.
“Ya dia juga memintaku untuk datang, aku rasa dia akan mengenalkan kekasihnya yang selama ini ditutupinya”
“Benarkah? Aku kira Ax tidak memiliki kekasih”
****
“Grandfa...” Zeline tertawa riang karena sedang bermain bersama Daniel. Zeline tumbuh menjadi anak yang cerdas dan memiliki keingin tahuan yang cukup besar. Beberapa kali Zeline ikut masuk ke basemnet dan berulang kali Zeline selalu meminta untuk diajari bermain samurai sama seperti yang sering dilakukan Jasmine dan Bella diwaktu senggang. Abranie dan Angela tidak melarang putrinya mengenal senjata tapi untuk samurai Ab masih belum mengizinkan karena usia Zeline masih terlalu kecil dan belum bisa seimbang dengan tubuh mungilnya, di usia yang menginjak dua tahun Zeline sudah mahir menggunakan pistol dengan berbagai jenis, dan kini Zeline memiliki
pistol sendiri yang diberikan sebagai hadiah dari Jasmine yang memiliki banyak koleksi pistol dengan spek diatas rata-rata.
Pistol yang dimiliki Zeline sekarang adalah Glock 20 pistol yang sangat ringan dan tipis, tapi mematikan, begitu kata orang-orang yang pernah menggunakan pistol satu ini. Glock 20 dibuat dengan bahan-bahan berkualitas. Misalnya penggunaan bahan polymer yang dikatakan mampu mengurangi hentakan yang ditimbulkan. Pistol ini juga katanya
memiliki mekanisme bongkar yang cukup susah. FBI saja butuh waktu lama untuk membongkar dan memasangnya. Glock 20 mampu memuat 15 peluru 10 mm yang masing-masingnya mampu dilontarkan hingga kecepatan 1600 kaki per detik. Alasan kenapa senjata ini mematikan adalah kemampuan akurasinya yang sangat keren.
“Grandfa aku ingin menemui Roseline” Zeline yang berada dalam pelukan Daniel kini mulai meminta jatah latihannya, hampir setiap minggu Zeline selalu meminta jatah untuk berlatih di basement bersama Roseline dan para pelatih lainnya.
“Dirimu masih terlalu kecil untuk mendapatkan banyak latihan disana” Daniel mencium gemas pipi cucu nya
“Grannfa please” Zeline memasang wajah lucu menggemaskan yang membuat Daniel teringat seperti apa Jasmine meminta untuk belajar menggunakan senjata.
Jasmine kecil didikan sama dengan ketiga kakak lelaki nya, bukan didikan keras ataupun didikan yang mengharuskan mengenal senjata tapi sebuah didikan yang memberitahu seperti apa bahaya yang ada diluar sana yang kapan saja bisa menyerang. Melihat ketiga kakaknya mahir menggunakan senjata diusia masih muda
Colt 1911 senjata pertama yang dimiliki Jasmine yang didapat sebagai kado ulangtahun saat ulangtahun yang ke-10. Senjata yang dibuat oleh pengrajin pistol kenamaan bernama John Browning. Soal rumor, Colt 1911 sudah menjadi semacam legenda yang lekat dengan militer Amerika. Ya, pistol ini mungkin terkesan tua modelnya, tapi sudah dipakai lebih dari 70 tahun. Bukan tanpa alasan kenapa sebuah pistol sampai digunakan selama 7
dekade. Colt 1911 berisi 7 buah peluru dan setiap satu butirnya bisa dimuntahkan dengan kecepatan 1.225 kaki per detik. Belum lagi, pistol ini juga sangat enak dalam penggunaannya. Di Amerika, pistol mematikan ini tidak hanya populer di kalangan militer, tapi juga rumahan.
Dan semua sifat yang dimiliki Zeline sama dengan sifat Jasmine kecil yang memiliki rasa ingin tahu dan tidak
takut berhubungan dengan senjata dan melihat latihan fisik yang terbilang ekstream. Melihat putrinya tumbuh mewarisi darah Moris, Angela merasa lega karena putrinya tidak lemah.
“Uncle Az please” Mendapat penolakan dari sang kakek kini Zeline tengah merayu pamannya yang selalu menuruti semua keingannya dan tak jarang Aziel juga mengajarkan Zeline menjadi penembak handal seperti nenek dan bibi nya.
“Baiklah hanya 30 menit” Az yang tidak tahan melihat wajah Zeline pasti akan selalu menuruti yang diminta gadis kecilnya dan Zeline type anak yang akan menuruti perkataan orang terdekatnya.
Daniel tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya pelan melihat wajah sumringah Zeline yang akan kembali mendapat latihan di basement milik Jasmine.
Setidaknya cucuku bisa melindungi dirinya saat ada bahaya mengancamnya (Batin Daniel)
Axelle yang memiliki apartement pribadi tengah duduk dimeja kecil sambil menatap kearah dapur yang mana ada seorang wanita yang tengah membuat makanan kesukaannya yaitu steak daging sapi. Wanita cantik berkulit putih, memiliki mata coklat sudah membuat Axelle tergila-gila hampir satu tahun Axelle menjalin hubungan dengan wanitanya dan sudah beberapa kali pergi berlibur bersama.
Axelle yang masih belum mengenalkan kekasihnya kepada keluarga besarnya masih menunggu waktu yang tepat karena tidak ingin sampai ada penolakan dari keluarga besarnya terutama Daddy dan Mommy nya.
“Sejak tadi dirimu terus memandangku, aku menjadi tidak fokus Ax”
“Dirimu sangat candu baby girl”
“Kau yakin adikmu akan menyukaiku?”
“Saat melihatmu itulah keputusan yang menentukan kelanjutan hubungan kita”
Deg
“Lalu jika adikmu tidak menyukaiku kau akan mengakhiri hubungan kita?”
“Mungkin”
.
.
.
FYI
Hallo..
Untuk beberapa hari ini author minta maaf tidak setiap hari up,
itu karena akhir-akhir ini author gak enak badan jadi mohon bersabar ya..
Alasan lainnya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan up lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
Ditunggu Juga masukan nya ya.
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Short Story
◾️Menikahi Dua Lelaki
Thank You For Reading ☺