The Power Of The Dark World

The Power Of The Dark World
Losing To Win



Jasmine dan Harry tengah tertawa bahagia karena tidak menyangka jika banyak sekali foto-foto candid yang diambil tanpa mereka sadari. Berkali-kali Jasmine mengucapkan terimakasih pada orang-orang yang sudah memberikan hasil foto yang yang memuaskan dirinya dan Harry.


“Lihat ini sangat lucu” Harry tertawa kecil melihat tingkah lucu kekasihnya yang sedang memakan es cream.


“Bagaimana bisa kalian melakukan ini, aku sudah meminta kalian untuk berjalan-jalan saat tidak ada sesi foto” Jasmine menatap hangat orang-orang yang duduk disofa bersamanya.


“Kami hanya ingin memberikan sesuatu yang tidak sebanding dengan semua yang sudah anda berikan kepada kami”


“Honey lihat” Harry menunjukan satu foto dimana Harry yang sedang mencium Jasmine dijalan kecil dengan mengurung tubuh Jasmine didinding.


“Oh my god, kalian melihatnya?” Jasmine merona karena orang yang didepannya kini tengah tersenyum sambil menganggukan kepalanya pelan. “Oh-Hubby ini semua salahmu” Jasmine mencubit gemas perut Harry


“Haha aw Honey stop, tapi ini sangat lucu aku sangat suka melihatnya” Harry semakin membuat Jasmine merona karena malu membayangkan seperti apa reaksi orang yang menyaksikan kegiatannya dengan sang kekasih.


Jasmine dan Harry memilih kembali lebih awal dan mengurungkan niatnya untuk mengunjungi beberapa negara yang sebelumnya sudah ada dalam agenda perjalan. Harry lebih memilih menjadikan negara yang belum dikunjungi sebagai destinasi untuk berbulan madu nanti. Jasmine kembali tanpa para orang-orang bayarannya karena


Jasmine memberiakn tiket liburan selama 2 minggu ke Brazil sebagai tanda terimakasih atas hasil yang membuat Jasmine sangat puas.


“Aunt Jasi miss you” Zeline yang memaksa untuk menjemput Jasmine kini langsung berlari kearah Jasmine yang baru saja turun dari pesawat.


“Ah- Uncle akan menggendongmu, Aunt masih lelah jika harus menggendong tubuhmu yang semakin berat ini. Apa dirimu banyak makan saat Unle pergi?” Dengan gemas menciumi Zeline yang sudah berada dipangkuannya, Zeline tertawa mendapatkan banyak ciuman dari calon pamannya.


“Uncle Az selalu membawaku untuk pergi jalan-jalan dan selalu membelikanku banyak makanan”


“Ah-Benarkah? Pantas saja gadis kecil ini semakin berat”


“Bagaimana perjalanan kalian?” Tanya Angela yang memberikan pelukan pada Jasmine


“Sangat menyenagkan, nanti aku akan menunjukan semua hasil fotonya” Ucap Jasmine dengan wajah yang sangat happy.


Didalam perjalanan Zeline sedang sibuk melihat foto-foto prewedding hingga melihat satu foto yang membuat Zeline berkata sangat polos "Aunt Jasi papi juga suka melakukan ini pada mami" Zeline menunjuk satu foto yang menperlihatkan Harry tengah mencium Jasmine.


Jasmine dan Harry saling pandang dengan waktu yang bersamaan Harry dan Jasmine menatap tajam Angela yang sudah melihat foto yang dimaksud putrinya. "Angela" Ucap Jasmine


"Haha itu hanya" Angela menggaruk kepala yang tidak merasa gatal sama sekali


Awas saja Ab kau sudah meracuni pikiran keponakanku dengana adegan yang bisa menceramri pikirannya (Gumam Jasmine)


Setibanya di rumah pribadinya, Jasmine disambut hangat oleh mommy dan calon mertuanya Netra yang sengaja menunggu kedatangan dirinya. Senyum bahagia terlihat dari wajah Jasmine keputusan Jasmine untuk membuka hati untuk Harry sebuah keputusan yang sangat tepat karena sejak bersama Harry dirinya selalu tersenyum.


Tuhan tidak akan menjauhkan cinta sejati yang memang seharusnya bersatu. Mimom selalu berdoa agar kalian berdua selalu bersama dan tidak ada pertengkaran yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga kalian nanti.


(Batin Netra)


“Mommy, Momim kalian sangat cantik hari ini” Jasmine langsung memeluk Yuna dan Netra.


“Lihat putriku sangat bahagia, perjalanan kalian menyenangkan?” Tanya Yuna


“Verry verry happy, lihat aku mendapatkan banyak sekali hadiah dari calon suamiku” Jasmine memamerkan kotak yang berisi cincin.


“Ya tuhan lihatlah menantuku mendapat banyak sekali hadiah tapi aku ibu nya tidak pernah mendapatkan hadiah sebanyak ini” Netra menggoda putra yang duduk disamping Jasmine.


“Baiklah aku akan membelikan toko perhiasan untukmu Mimom”


“Haha putramu sangat menyebalkan kak, dia hanya ingat dengan calon istrinya tapi pada kita dia sama sekali tidak ingat. Atau mungkin Mommy dan Mimom bisa meminta satu dari hadiah yang banyak ini?”


“No Mommy ini hadiah spesial untuk calon istriku, untuk kalian berdua akan ku belikan yang lain jangan coba-coba meminta pada calon istriku”


“Haha baiklah, istirahatlah kalian pasti lelah” Ucap Yuna


***


Melihat Jasmine yang sudah tertidur perlahan Harry melepaskan pelukan Jasmine, dengan langkah besar Harry berjalan menuju pintu yang menjadi akses ke basement. Dengan wajah merah Harry mencari Roseline yang sedang berada didalam ruang kendali tengah menatap layar besar yang menunjuka ada sosok yang sangat


dibencinya.


“Berkali-kali dia datang untuk menemui Nona Muda” Ucap Roseline


“Pastikan dia tidak bisa masuk, aku akan membuat perhitungan dengannya”


“Tunggu Harry, jika kau berkelahi dengannya Jasmine dan keluarga yang lain akan curiga melihat lebam diwajahmu. Walapun aku tahu jika Zavier akan kalah tapi setidaknya dia pasti akan melawan dan akan meninggalkan bekas diwajahmu”


“Aku bisa mengurus itu, saat Jasmine sudah bangun buat Jasmine sedikit sibuk hingga tidak menyadari aku pergi”


“Aku tahu aturan mainnya” Ucap Harry meninggalkan Roseline.


Semoga kau bisa menahan amarahmu (Batin Roseline)


“Harry”


Buuuukkkkk


“Untuk apa kau datang kesini, atau kau mengantarkan nyawamu huh” Dengan satu kali pukulan Zavier langsung terjatuh, dan mulai terlihat ada darah segar keluar dari ujung bibir Zavier. Tatapan Harry sangat tajam dan tidak sedikitpun bergeming dengan Zavier yang membalas tatapan nya. “Jika kau bukan anak dari sahabat calon mertuaku sudah ku habisi dirimu dengan tanganku”


“Seharusnya kau tahu jika Jasmine hanya mencintaiku dan dirimu hanya pelarian karena aku tidak ada disampingnya”


Buuuukkkkk


“Kau salah besar, sekarang yang dicintai oleh Jasmine adalah aku dan sekarang dirimu adalah orang yang paling dibencinya. Apa matamu sudah buta, kau tidak melihta perubahan sikap Jasmine yang menjadi sangat manja dan dirinya tidak segan memberikan kecupan padaku apa dulu kau mendapatkan hal yang aku dapatkan sekarang? Dan jawabannya adalah tidak, aku memiliki akses kesetiap sudut istana calon istriku dan aku sudah sesering apa Jasmine menolak mu diatas ranjang.


Aku beritahu padamu sejak dua tahun lalu aku sudah sering tidur bersama Jasmine bahkan hampir setiap malam aku merasakan aroma tubuhnya, dan aku sudah mendapatkan apa yang belum kau dapatkan”


“Kurang ajar kau Harry. Kau tidak pantas bersama Jasmine dirimu hanya seorang anak pungut yang tak jelas asal usul nya”


Buuuukkkkk


“Tapi buktinya akulah pemiliki atas Jasmine dan segala yang dimilikinya, bukan kekayaan yang aku bahas tapi disini segala yang ada dalam diri Jasmine sudah aku miliki termasuk tubuhnya. Kau tahu Jasmine selalu membuatku mengingkannya lagi dan lagi.


Lebih baik kau pergi dari kehidupan Jasmine karena jika kau masih mencoba mendekati Jasmine kau tahu apa yang akan aku lakukan, aku tidak akan membunuhmu tapi aku akan membuat Jasmine benar-benar membenci hingga pintu maafnya tertutup untukmu, pikirkan kata-kataku Tuan Zavier Alaric Janson”


Dor..


Satu peluru kini bersarang dilengan kanan Harry, Zavier yang sudah sangat kesal mendengar perkataan Harry langsung menarik pistol yang ada didalam sakunya. Mendapat satu tembakan Harry masih tertawa.


“Akhirnya kau melakukannya, setelah Jasmine melihat luka ini dia pasti akan semakin membencimu karena orang yang dicintai telah kau lukai” Harry yang sengaja memancing emosi Zavier agar terjadi keributan dan jika Jasmine melihat luka pada tubuhnya sudah pasti reaksi Jasmine akan marah dan benar-benar menbenci Zavier.


Hanya dengan omong kosong saja kau sudah sangat kegerahan bagaimana jika aku benar-benar sudah mendapatkan semua nya dari Jasmine (Batin Harry)


“Luka ini tidak ada artinya dengan kebencian yang akan dirimu dapatkan dari calon istriku, kita lihat seperti apa reaksinya saat melihat calon suaminya pulang dengan luka yang dibuat oleh Tuan Zavier”


.


.


.


FYI


Hallo..


Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..


Alasannya karena Authoor kerja..


Untuk weekend diusahakan up lebih dari hari-hari biasa ya..


Dan diusahakan setiap hari up ya..


kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..


Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..


Ditunggu Juga masukan nya ya..


Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya :


◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa


◾️Short Story


◾️Menikahi Dua Lelaki


Thank You For Reading ☺