
"Arhhhh.." Jasmine berteriak dan Zavier membulatkan kedua matanya saat Axelle tiba-tiba menarik tubuh Jasmine yang tengah ada dalam pelukan Zavier.
Axelle langsung memeluk tubuh gadis cantik yang sejak dulu sangat disayangi nya. Jasmine kebingungan dengan Axelle yang tiba-tiba memeluk nya dan ada hembusan nafas berat dapat dirasakan Jasmine seolah menggambarkan ada sesuatu yang menekan hati sang kakak. Perlahan tangan Axelle meraba perut ramping yang memiliki bekas luka.
Zavier merasa gerah melihat perlakuan Axelle dan mencoba untuk menarik kembali tubuh Jasmine tapi Jasmine menggelengkan kepala nya pelan.
Jasmine membalas pelukan Axelle, Jasmine tahu pelukan ink menandakan jika kakaknya sedang tidak baik. Axelle adalah kakak yang paling dekat dan orang yang lebih perhatian dibanding kedua kembaran nya.
"Are you okay..?"
"I'm sorry Princess Jasmine.."
"What..?"
"Apakah ini menyakitkan..?" Axelle merasa perut ramping Jasmine.
"Huh tidak, itu sudah lama sembuh.." Jasmine menatap Zavier yang sedari tadi menatapnya dengan tajam. Jasmine tahu jika kakaknya sudah tahu kejadian yang menimpa nya satu tahun lalu. "Aku tidak mungkin mati hanya karena luka seperti sekecil ini"
"Boleh aku melihat nya..?"
"Tentu.."
"Hentikan Jasmine, apa yang kau lakukan..!" Zavier menepis tangan Jasmine yang hendak mengangkat pakaian yang menutupi perutnya.
"What..? Kau gila aku kakak kandungnya Zavier, apa kau sedang cemburu padaku..?" Axelle menarik Jasmine sedikit menjauh dari Zavier yang sudah berdiri.
"Lukanya sudah sembuh jadi untuk apa kau melihatnya, kemarilah Jasmine" Zavier mengulurkan tangan nya pada Jasmine.
"Aku bisa saja membuat Jasmine menjauhimu Zavier, aku hanya ingin melihat bekas luka diperutnya bukan ingin menelanj*ngi nya" Wajah Axelle memerah sama halnya dengan Zavier. Jasmine melirik Abranie dan tersenyum kecil karena kini kakaknya tengah beradu mulut dengan kekasih posesive nya.
"Zavier... Axelle hanya ingin melihat bekas luka Jasmine, kami kakak kandungnya jadi wajar kan..biarkan Jasmine melakukan nya" Abranie mencoba menjadi penengah tapi Zavier masih tidak memberi tanggapan.
"Huh MyZavie.. Axelle, Aziel dan Abranie adalah kakakku mereka yang selalu menjagaku sejak kecil jika bukan mereka yang menjagaku mungkin kita tidak bisa bertemu" Jasmine mengusap lembut pipi Zavier memberikan ketenangan.
"Kenapa kau harus menjalin hubungan dengan lelaki posesive seperti dia.." Desis Axelle sambil memalingkan wajah nya.
"Kau..." Zavier kembali bereaksi karena kata-kata Axelle tapi Jasmine langsung berdiri didepan Axelle hingga membuat Zavier terdiam.
"Hentikan Zavier, Axelle adalah kakakku dan kau adalah kekasihku kalian berdua sama berartinya untukku jadi hentikan" Jasmine akhirnya mengangkat baju nya hingga terlihat bekas luka yang cukup panjang, Axelle dan Abranie terbelalak melihat bekas luka diperut Jasmine, Jasmine hanya tersenyum dan langsung memeluk Zavier yang benar-benar tengah memandangnya tidak suka.
"Kau menentangku MyJas.."
"Tidak.."
"Kau suka membuatku marah, jadi apa yang harus aku lakukan sekarang..?!"
"Biasakan dirimu.."
"Akan ada hukuman untukmu setelah ini"
Angela dan Aziel yang selesai bermain panah bingung melihat wajah Axelle yang seperti sedang menahan amarah. Aziel yang mendapat tatapan dari Angel hanya mengangkat kedua pundak nya sambil sedikit tersenyum dengan menaikkan satu alis tebal nya.
Sementara Jasmine sedang tertawa kecil karena Zavier yang terus bermain-main dilehernya. Jasmine tidak memberikan penolakan karena itu salah satu cara membuat mood Zavier kembali.
"Aku ingin tahu kenapa kau memiliki banyak senjata dengan jumlah banyak Jasmine"Tanya Aziel sambil meminum minuman yang sudah dituang pelayan pada gelas miliknya.
"Ikutlah denganku, akan ku tunjukkan sesuatu" Jasmine berjalan menuju pintu ruangan yang sebelumnya sudah dimasuki oleh Abranie dan Angela.
"Roseline..."
"Baik Nona.."
Roseline berjalan mengikuti Jasmine memasuki ruangan yang jarang orang memasuki, biasanya hanya dirinya dan Roseline yang memasuki ruangan itu.
Ruangan yang berada didalam ruangan tertutup dengan kunci masuk sidik jari Jasmine dan sebuah kode yang hanya diketahui dirinya sendiri.
"Bukankah ini racun yang mematikan dan sulit didapat tapi disini menyimpan dalam jumlah banyak.." Desis Aziel yang meraba lemari kaca yang memamerkan banyak racun dan baham kimia tersimpan disana.
"Aku menyimpan senjata dan membuat ruangan khusus ini untuk menjadi salah satu perisai pelindungku.
Lihat ini.."
"Wow.." Desis Abranie
Jasmine menekan tombol dan seketika memunculkan sebuah layar besar yang memperlihatkan keadaan sekeliling rumah mewah Jasmine dengan beberapa warna disetiap titik berbeda.
"Warna apa itu..?" Tanya Axelle
Roseline menekan tombol dan memunculkan sebuah gambar senjata yang terpasang secara tersembunyi, Axelle bisa melihat setiap warna yang muncul dilayat memiliki senjata berbeda. Melihat sistem keamanan yang dipasang Jasmine sangat tidak percaya ternyata Istana megah milik Jasmine memiliki banyak perangkap untuk musuhnya ditambah banyak bodyguard yang berjaga disekeliling istana Jasmine menambah kekaguman pada Jasmine.
"Lalu untuk apa kau menyimpan banyak sekali racun disini?"
"Racun itu merupakan senjata pertama yang akan aktif secara otomatis saat ada yang mendekati area ini, lihatlah garis merah yang terlentang panjang itu. itu merupakan sensor yang jika terlewati akan langsung memunculkan racun dan langsung..."
Prok Prok Prok...
Jasmine berjalan menuju sebuah sudut yang tidak dipasangi senjata, Tembok berwarna putih pada umum tidak menarik perhatian yang melihat nya tapi saat Jasmine meletakkan tangannya hal tidak terduga terjadi dan membuat semua orang kaget karena ternyata dibalik tembok itu ada sebuah lif dan hanya akan terbuka oleh sensor tangan Jasmine.
Jasmine dan Zavier sudah memasuki lif tapi ketiga lelaki kembarnya masih mematung.
Lif itu membawa kesebuah ruang bawah tanah yang sangat sangat megah dengan segala yang terpasang disana tidak jauh megah layaknya sebuah rumah.
"Ini tempat yang dibangun oleh Nona Yariena untuk menampung para orang dengan kemampuan yang tidak terkalahkankan dan kepintaran diatas rata-rata" Ucap Roseline sambil melihat kondisi dalam ruangan.
"Selamat Datang Nona Yariena" Lelaki tampan sudah berdiri dengan senyuman manis yang membuat Zavier langsung gerah.
"Hai Harry lama tidak berjumpa denganmu, mereka ketiga lelaki kembarku dan ini Angela sahabatku" Sapa Jasmine ramah
"Selama datang Tuan Muda Abranie, Axelle, Aziel dan selamat datang Nona Angela senang akhirnya anda memiliki waktu untuk datang kemari." Ucap Harry dengan menyalami satu persatu tamu agung yang dibawa Jasmine.
"Lama tidak berjumpa Dokter Zavier"
"Ya, alangkah baiknya menjauhlah dari kekasihku Harry"
"Ah ya tentu.."
"Jangan mulai Zavie, maafkan kekasihku Harry"
"Tidak masalah Nona.."
Sebuah ruang bawah tanah yang dibangun oleh Jasmine dan Uncle nya Victor. ruangan itu menyimpan banyak sekali senjata api dengan berbagai jenis, disana juga tersedia satu laboratorium yang digunakan untuk membuat cairan mematikan yang diperuntukkan sebagai senjata.
Langkah Jasmine terhenti dan memfokuskan pandangan pada orang-orang yang terlihat sedang berlatih beladiri dan berlatih menggunakan senjata.
"Siapa mereka Jasmine..?" Tanya Abranie heran
"Mereka orang yang sedang berlatih untuk menjadi kuat dan tidak terkalahkan"
"Kau membangun semua ini sendiri?"
"Tidak, Aku membangun semua ini bersama Uncle Victor. Akan ku tunjukkan satu bagian dari tempat ini yang pasti kalian suka"
Jasmine kembali berjalan melewati orang-orang yang tengah berlatih menuju satu ruangan tertutup hanya ada satu pintu masuk.
Ceklek...
Jasmine tersenyum pada semua orang yang tengah duduk dihadapan layar komputer dengan menampilkan banyak data dan program yang tengah berjalan. Jasmine menggerakkan kepalanya pada tamu agungnya agar memasuki ruangan itu. Dan saat Abranie, Aziel dan Axelle melihat isi dari ruangan matanya langsung berbinar karena sudah sejak lama mereka bertiga menyukai yang berhubungan dengan jaringan.
"Kalian menyukai nya..?"
"Fantastic.."
"Jika kalian mau kapanpun kalian bisa datang kemari, aku akan memberikan akses untuk kalian semua"
"Thank you Princess Jasmine..."
"No Aziel" Zavier menarik tubuh Jasmine menjauh saat Aziel akan memeluk tubuh Jasmine, Axelle tertawa sangat puas karena Aziel merasakan rasa kesal yang sebelumnya sudah dirasakan olehnya.
"What Zavier, aku kakaknya.." Aziel mengerutkan kedua alisnya
.
.
.
.
FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan up lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Short Story
◾️Menikahi Dua Lelaki
Thank You For Reading ☺