
Untuk di Capture ini kalian coba deh dengerin lagu "Bulleya ost film Ae Dil Hi Mushkil" biar feel nya lebih dapet karean lagu ini yang buat authoor dapet banyak kehaluan :)
Yuna yang tengah bersantai dirumah pribadinya sambil melihat satu persatu persiapan pesta pernikahan putranya, beberapa kali tersenyum melihat foto prewedding yang memiliki tema sangat unik dan jarang dipakai orang lain. Yuna menikmati waktu senggangnya sendirian tanpa ada penjagaan dari bodyguardnya karena sejak dulu Yuna tidak suka terlalu dijaga ketat hingga selalu membuat aturan agar para bodyguardnya hanya berjaga diluar rumah tanpa perlu ada didekatnya.
“Silahkan Nyonya ini minuman yang anda minta” seorang pelayan menyimpan satu gelas jus buah dimeja yang mana ada Yuna yang sedang duduk bersantai melihat majalah.
“Terimakasih” Yuna yang masih sibuk dengan majalah nya tidak langsung meminum minumannya. “Hai Dad kau kembali lebih awal” Yuna langsung berdiri dan memeluk Daniel yang baru datang, dengan manja Yuna melingkar tangannya dan beberapa kali mencium pipi Daniel. “Aku ingin minum, tolong ambilkan itu” Tatapan dan senyuman menggoda yang diberikan Yuna membuat Daniel gemas.
“Minumlah”
Yuna meminum jus nya sambil terus menatap Daniel yang juga tengah menatapnya, baru dua tegukan Yuna merasakan ada sesuatu yang tidak enak membuat dada nya berdebar kencang dan seketika tubuhnya kehilangan kendali. Daniel yang melihat itu langsung dibuat panik karena tubuh Yuna seketika berubah menjadi kebiruan dengan nafas yang tidak teratur.
Bruuuuukkkk
****
“Tuan Muda Axelle segeralah kembali, Nyonya besar dilarikan kerumah sakit dengan kondisi nya yang sangat kritis”
“Apa..apa yang terjadi?” Suara Axelle terdengar sangat panik langsung meninggalkan ruang meeting tanpa mengatakan apapun.
“Ada yang dengan senagja meracuni Nyonya Besar dan sekarang keberadaan Tuan Besar tidak diketahui dimana”
“Damn, pastikan tidak ada yang keluar dari rumah Daddy dan amankan ruang cctv”
“Baik Tuan Muda”
Tut Tut Tut
“Damn siapa yang berani melakukan ini pada keluarga Moris”
“Akan ku habisi orang bodoh itu”
Axelle yang melajukan mobilnya dengan cepat menembus keramaian kota London yang cukup pada, namun dengan tanda yang ditekan Axelle semua mobil yang menghalangi jalannya langsung menepi memberi nya jalan.
Jasmine orang pertama yang melihat seperti apa kondisi ibu nya dibuat sangat murka dan membuat darahnya mendidih ingin segera mengetahui siapa orang yang berani membuat ibu nya seperti ini. Kondisi Yuna sangat kritis karena didalam tubuhnya sudah ada racun yang menjalar hampir keseluruh tubuhnya. Jasmine tahu racun jenis apa yang ada dalam tubuh ibu, tapi tidak banyak yang bisa Jasmine lakukan selain menyuntikkan cairan yang akan sedikit menghambat penyebaran racun itu.
Jasmine yang memiliki banyak racun dan penawarnya tapi untuk racun yang ada dalam tubuh ibu nya Jasmine sama sekali tidak memiliki nya karena racun itu sangat langka dan hanya dimiliki oarng-orang tertentu.
Tubuh Jasmine ambruk disamping ranjang sang ibu, untuk pertama kalinya Jasmine terlihat sangat lemah seperti kehilangan separuh hidupnya. Jasmine meletakkan kedua tangannya menutupi wajahnya yang sudah basah dengan air mata, tangis Jasmine semakin pecah saat merasakan tangan sang ibu semakin dingin.
Mom aku mohon bertahanlah.. (Batin Jasmine)
Jasmine terus menangis merasakan betapa hancurnya melihat sang ibu yang memiliki harapan untuk hodup hanya sedikit, hati Jasmine menciut saat tahu jika racun yang ada dalam tubuh sebuah racun yang sangat mematin yang sengaja dibuat oleh seorang ahli kimia yang kini sudah tiada.
Apa yang harus aku lakukan, berikan aku petunjuk.. (Batin Jasmine)
“Jasmine ayo ikut aku” Aziel yang baru datang langsung menarik Jasmine keluar dari ruang rawat vvip. Bukan hanya Jasmine tapi Aziel juga dibuat sangat hancur harus melihat sang ibu terbaring dengan tubuh yang sudah terinfeksi racun. “Lihat aku, apa ini adikku yang aku kenal? Bangunlah jika kau seperti ini bagaimana bisa kita menyelamatkan nyawa Mommy”
Deg
“Dengarkan aku, dirimu memiliki apa yang kami tidak miliki dan kau bisa melakukan apapun dengan yang kau miliki. Berpikirlah dengan jernih”
“Hapus air matamu dan gunakan semua yang kau miliki untuk menyelamatkan Mommy dan membawa Daddy kembali”
Jasmine menatap dalam mata kakaknya dan langsung menghapus air matanya. Dengan satu kali tarikan nafas panjang Jasmine menghapus air matanya, menarik Aziel keluar rumah sakit. Sebelum benar-benar meninggalkan rumah sakit Jasmine meminta kekasihnya Zavier untuk menjaga sang ibu dan memberikan kotak kecil
yang didalam nya ada botol kecil yang berisi cairan berwarna biru.
“Suntikan ini pada Mommy dalam waktu 2 jam sekali, aku akan segera membawa penawar racun nya dan aku mau dirimu benar-benar menjaga Mommy. Aku akan mengirim beberapa bodyguardku kemar, mereka sedang dalam perjalanan.”
“Tapi MyJas...”
“Aku mohon jaga Mommy untukku” tanpa banyak bicara lagi Jasmine langsung pergi menuju rumah orangtuanya yang memeng terpisah dengan Mansion.
Bukan hanya Jasmine tapi semua anggota keluarga Moris dibuat murka karena sudah berani membuat Yuna dalam keadaan kritis. Victor yang melihat rekaman cctv mengumpat kesal saat tahu jika adiknya kritis karena minuman yang diberikan pelayan yang kini sudah kabur dengan membawa Daniel entah kemana.
Bruuuukk
“Bagaimana apa ada petunjuk?” Jasmine yang baru datang langsung melihat rekaman cctv “ Damn, bagaimana bisa tidak ada satu bodyguard pun didalam rumah Daddy”
“Ini karena Mommy mu tidak suka diawasi, jadi bodyguard hanya ada diluar rumah” Ucap Dave merangkul Jasmine. “Bukankah kau memiliki banyak racun dan banyak penawarnya”
“Satu orang?” Abranie menatap lekat wajah Jasmine yang terlihat sedang berpikir.
“Damn !!!” Jasmine mulai tersedar siapa dalang dari ini semua, tangan Jasmine mengepal kuat dan orang itu adalah Dominic. “Dominic” Ucap Jasmine singkat. “ya aku baru sadar karena hanya dua orang yang bisa medapatkan penawar itu, mendiang kakek Sebastian dan Dominic. Karena racun itu adalah hasil percobaan
dari darah mendiang kakek dan Dominic yang dicampur dengan salah satu zat beracun dan racun itu akan bereaksi cepat pada orang yang memiliki golongan darah sama dengan si pemilik darah yang ada didalam racun itu”
“Darimana kau tahu tentang ini semua dan dengan kata lain racun ini sengaja dibuat sebagai senjata yang akan menyerang si pembuatnya sendiri?” Victor menatap lekat Jasmine
“Aku pernah melihat ada sebuah laporan hasil percobaan diruang baca yang ada di Mansion, beberapa kali aku membaca laporan itu tapi sama sekali tidak menyadari untuk apa racun itu dibuat dan sekarang baru menyadari jika ternyata Dominic mengelabui mendiang kakek, alasannya adalah karena pemiliki golongan darah yang sama dengan mendiang kakek hanyalah Mommy dan Mommy adalah orang yang memiliki kuasa penuh atas semua aset keluarga Moris”
“Jadi dengan kata lain Dominic mengincar harta Moris?” Timpa Raffael
“Ya kau benar Uncle. dan penawar nya adalah darah mendiang kakek yang sudah disampan bertahun-tahun dan mungkin memiliki campuran lain”
“Tapi bagaimana jika penawar itu tidak ada”
“Penawar itu ada, karena itu akan dijadikan alat untuk mendapatkan aset Moris percayalah tidak akan lama lagi Dominic akan menelfon salah satu dari kita”
Jasmine sudah mulai menyusun rencana dan mulai memberi perintah pada anak buahnya tanpa memberitahu rencana nya, karena rencana yang disusun Jasmine ini adalah merupakan rencana keduanya dan rencana pertamanya adalah rencana yang akan disusun secara bersamaan dengan semua keluarga Moris.
Seperti yang dikatakan Jasmine sebelumnya jika Dominic akan menelfon dan benar kini Dominic menelfon Abranie.
Abranie menatap satu persatu orang yang ada disana, setelah melihat semuanya mengangguk setuju Abranie menjawab telfon Dominic.
“Bagaimana dengan kejutannya, kalian menyukainya?” Dengan suara ejekan yang diakhiri gelak tawa membuat semua orang yang mendengarnya langsung mengepalkan tangan kuat.
“Kami bahkan melepaskanmu malam itu tapi kau tidak tahu terimakasih, seharusnya malam itu kami benar-benar menghancurkanmu” Ucap Dave yang merebut handphone dari tangan Abranie, Jasmine mengusap pelan dada Dave dengan kepala yang menggeleng pelan.
“Katakan apa yang kau inginkan?” Dengan suara tenang Victor mencoba mengendalikan emosi nya.
“Berikan semua aset yang dimiliki Moris dan sebagai imbalannya aku akan melepaskan lelaki yang merupakan sumber kehidupan bagi Yuna” Ting suara notif sebuah pesan masuk pada handphone milik Axelle yang ternyata memperlihatkan Daniel yang terikat disebuah ruangan gelap dengan tangan dan kaki terikat.
“Kami akan datang padamu, aku harap kau memiliki sambutan yang akan membuat kami terkesan Tuan Domi” Ucap Jasmine dan langsung mematikan handphone milik Abranie.
“Sudah cukup kita tidak bisa menunggu terlalu lama, kita akan bergerak sebelum si tua bangka itu bergerak. Ayo ikut denganku”.
.
.
.
FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan up lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya.. Ditunggu
Juga masukan nya ya..
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Short Story
◾️Menikahi Dua Lelaki
Thank You For Reading ☺