The Power Of The Dark World

The Power Of The Dark World
Ask



FYI


Hallo..


Author ngadain give away neh dibulan kelahiran author yaitu Desember..


Ada dua outfit untuk dua orang yang beruntung, outfit dari salah satu store ternama di kota Bandung..


Cara buat dapetinya gampang kalian cuma harus :


-Like & Comment disetiap bab (Capture)


-Dan share disalah satu media sosial kalian dan 3 inilah judul novel nya :


◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa


◾️Cerita Seorang Seniman


◾️The Power Of The Dark World


Dan tag author ya (Fb : Sentiawati, Ig : Sentiawati)


Siapa yang rajin mampir dengan kata lain hadir disetiap bab nya membawa like dan comment kemungkinan


menang jauh lebih besar ya :)


Pemenang give away akan diumumkan di tanggal 19 Dec 20 tepat dihari ulangtahun author :)


 “Roseline, hari ini kau tidak perlu datang ke rumah sakit. Kau cukup mengurus kontrak kerja dengan orang Jerman”


“.........”


“Laporan aku tunggu 10 menit lagi”


Tut Tut Tut


Harry yang dirumah sakit sukses membuat asisten pribadinya kelabakan karena posisi yang tidak di basement membuat Roseline mendadak tidak bisa berpikir. Harry sama sekali tidak tahu jika asistennya meninggalkan basement tanpa seizinnya, yang Harry tahu sekarang Roseline sedang mengurus acar penyambutan Jasmine.


“Tenanglah, Harry pasti sedang sibuk bersama Jasmine. Dia tidak akan begitu menunggu laporan yang dia minta” Angello masih ingin menikmati waktu bersama wanitanya sudah kembali menahan pinggang Roseline dengan sangat posesif.


“Aku harus kembali, jika lebih dari 10 menit aku tidak mengirim laporan yang dimaksud Taun Harry dia pasti akan menghubungi basement dan menanyakan keberadaanku”


Biasanya Roseline sangat cepat dalam berpikir tapi kali ini dirinya seakan menjadi orang bodoh dihadapan Angello. Disetiap rencana Jasmine ada soso Roseline yang memimpin jalan rencananya tapi sekarang Roseline dibuat bodoh karena pikirannya yang terbagi dengan sosok lelaki yang sangat memainkan fokus pikirannya.


“Hey liat aku, apa kau dalam 10 menit bisa sampai dibasement? Jarak apartementku dan rumah Jasmine cukup jauh tidak mungkin kau akan sampai dalam waktu 10 menit” Angello menangkap wajah Roseline dan memandangnya dengan lekat.


“Hubungi anak buahmu, lalu suruh mereka memberikan akses agar kau bisa membuka file yang diminta Harry. Disini ada laptopku yang bisa kau pakai untuk mengirim laporan yang diminta Harry, selesai kau tidak perlu kembali ke basement” Jelas Angello


Arghh ya tuhan kenapa aku tidak terpikir akan hal itu, Roseline bergumam dalam hatinya sambil menatap malas wajah Angello.


Sebagai seorang wanita, Roseline memiliki rasa gengsi yang sangat besar dan enggan mengakui jika dirinya pun sudah tertarik pada sosok Angello cukup lama. Namun ketertarikannya hanya bisa disimpan rapi karena sebagai orang terdekat Jasmine, dirinya sudah mendengar jika Angello menyimpan rasa yang sangat besar untuk Jasmine.


Berulang kali Roseline selalu berhasil mencuri-curi kesempatan untuk sekedar menatap Angello, dengan sangat hati-hati Roseline selalu menghindari Jasmine karena tidak ingin perasaan yang disembunyikannya diketahui orang lain.


Rumah Sakit


“Hubby terimakasih telah menjadi suami yang menjadikanku prioritas utamamu” Jasmine tengah melentangkan tubuhnya disamping tubuh suaminya yang ikut berbaring ditempat tidur khas rumah sakit yang kecil sehingga memberikan kesan keintiman diantara dua insan yang selalu memberikan kebahagian satu sama lainnya.


“Aku sudah bosan disini, aku ingin segera pulang” Wajah memelas Jasmine membuat Harry gemas. Dan Harry yang merindukan wajah itu langsung menciumi setiap inci wajah mulus istrinya.


“I want you” Harry berbisik dengan suara pelan tepat ditelinga Jasmine sampai membuat bulu-bulu halus diarea leher Jasmine merinding merasakan hembusan nafas yang dengan sengaja mengenai area sensitifnya.


“Kita akan berkonsultasi dulu dengan dokter, kapan kita bisa kembali melakukannya” Jasmine mencium lembut bibir lelaki yang pasti sudah merasa kesepian karena tidak mendapatakan hak atas dirinya.


“SURPRISE”


Kalina, Ameera, Aziel dan Axelle datang tanpa mengetuk pintu hingga membuat Harry menyambut empat orang tamu yang datang tanpa diundang. Jasmine yang memperhatikan wajah para tamunya menahan tawa karena Ameera yang berada dipaling depan menyaksikan langsung apa yang sedang dilakukan oleh Harry.


“Ups Sorry” Ameera tersenyum kecil menatap Harry dan Jasmine yang masih dalam posisi yang sama.


“Adikku masih belum pulih boy, jangan terburu-buru !!” Axelle dengan wajah datarnya langsung masuk dan duduk disofa tanpa memperdulikan sorot mata yang siap membunuhnya.


“Tunggu dia hingga pulih, maka dengan senang hati aku akan memberikan tiket bulan madu ke dua untuk kalian. Dan setidaknya kunci pintu agar tidak ada yang masuk melihat adegan tadi” Aziel yang memiliki sifat dan tingkat kejahilan yang sama dengan Harry sedang mengolok-olok Harry dengan senyum tipis dan sorot mata yang membuat Harry semakin kesal.


“Aku membawakan cemilan untukmu, kau pasti bosan dengan cemilan yang disediakan disini.” Kalina tersenyum meletakkan kotak cemilan yang dibuatnya bersama Ameera.


“Hubby, aku ingin memakan cemilan itu” Ucap Jasmine manja.


“Biarkan aku menyuapi Jasmine cemilan ini, kau duduklah disana” Ameera tersenyum geli melihat sikap Harry yang sangat posesif. Sebelumnya Ameera hanya mendengar tentang sikat posesif Harry pada Jasmine dan sekarang dirinya sudah melihat betapa posesif nya Harry.


“Hubby”


“Baiklah” Harry mengalah membiarkan wanitanya berbincang dengan dua wanita yang sebentar lagi akan menjadi kakak ipar istrinya. Mata Harry tidak lepas dari Jasmine yang sedang asik berbincang dengan Ameera dan Kalina.


Kehadiran Ameera dan Kalina sedikit mengobati kesedihan Jasmine atas kehilangan calon buah cintanya, Ameera yang memiliki sikap lembut sama seperti Yuna ibunya membuat Jasmine senang saat berbicara dengan Ameera dan Kalina sosok yang selalu bisa membuat kelucuan yang mampu membuat Jasmine selalu tertawa disela-sela


obrolannya.


“Sudah sampai mana persiapan pesta pertunangan kalian?” Tanya Jasmine antusias.


“Pesta akan ditunda untuk beberapa waktu” Jawab Ameera lembut.


“Why?” Jasmine mengerutkan keningnya karena mendengar jawabannya yang kurang membuat Jasmine setuju.


“Kondisimu belum membaik My Jas” Jawab Aziel


“Aku sudah sembuh. Untuk apa pesta ditunda ?!” Jasmine menatap Harry lekat mencari kenyataan yang tidak dikatakan oleh suaminya.


Harry mengangkat pundaknya tanda tidak tahu apa-apa.


“Hubby” Jasmine merengek, sudah pasti ada yang diinginkan Jasmine.


“Ya baiklah, aku akan meminta Mommy dan Daddy melanjutkan persiapan pesta kedua lelakimu ini”


“Thank you Hubby”


 Sifat keras kepala Jasmine masih sama selalu membuat dua dari tiga lelaki kembar tidak bisa membatahkan akan sesuatu yang diingin adiknya. Kali ini Axelle dan Aziel hanya diam menghela nafas panjang tidak banyak yang bisa dilakukan untuk menolak permintaan seorang Jasmine.


Harry yang langsung menghubungi mertuanya hanya bisa tersenyum mendengar suara Yuna dibuat panik karena harus kembali melanjutkan persiapan pesta pertunangan kedua putranya yang sudah tertunda beberapa waktu, Yuna yang sudah mengundur acara pesta kembali menghubungi pihak yang mengurus persiapan pesta.


Huh jika bukan Jasmine yang memintanya, aku tidak ingin kembali melanjutkan persiapan pestanya. Waktu sudah tinggal beberapa hari lagi, semoga semua berjalan sesuai rencana (Batin Yuna)