
FYI
Hallo..
Author ngadain give away neh dibulan kelahiran author yaitu Desember..
Ada dua outfit untuk dua orang yang beruntung, outfit dari salah satu store ternama di kota Bandung..
Cara buat dapetinya gampang kalian cuma harus :
-Like & Comment disetiap bab (Capture)
-Dan share disalah satu media sosial kalian dan 3 inilah judul novel nya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Short Story
◾️The Power Of The Dark World
Dan tag author ya (Fb : Sentiawati, Ig : Sentiawati)
Siapa yang rajin mampir dengan kata lain hadir disetiap bab nya membawa like dan comment kemungkinan
menang jauh lebih besar ya :)
Pemenang give away akan diumumkan di tanggal 19 Dec 20 tepat dihari ulangtahun author :)
Bahkan dia rela berlutut untuk memohon kebebasanku, aku terlalu bodoh karena sudah dibutakan oleh cinta yang
jelas tidak ada untukku (Batin Aliena)
“Nona muda” Scott yang baru masuk langsung terbelalak karena Queen nya sedang berlutut dihadapan banyak orang.
“Bangunlah anda tidak pantas seperti ini” Scott membantu Jasmine untuk bangun tapi mendapat penolakan kua dari Jasmine.
“Anda harus bangun karena jika tidak anggota Jerman sudah ada didepan dan dia ingin bertemu denganmu, jika dia sampai masuk dan melihat ini Aliena sudah pasti tidak akan selamat !!”
Deg
“Dalam 3 menit dia sudah pasti akan masuk jika terlalu lama menungg” Sambung Scott
Untuk apa dia datang kemari (Gumam Axelle)
“Baiklah Aliena akan di asingkan setelah pesta pernikahan Jasmine dan kau akan di awasi oleh Morvin dan Darwing selama 24 jam” Ucap Abranie
Jasmine menghela nafas panjang dan langsung berdiri meninggalkan ruangan untuk menyapa sang anggota dark world yang sangat tidak suka menunggu. Harry dengan langkah lebarnya langsung berjalan menyusul Jasmine yang sudah keluar lebih dulu.
“Jika bukan Jasmine yang memohon, kau sudah mati ditanganku” Ucap Angello kasar
“Manfaatkan kesempatan yang tidak akan mungkin datang dua kali” Sambung Angello
Disana yang diselimuti awan gelap hanyalah Angello karena rasa cintanya pada Jasmine selalu membuat dirinya menjadi sangat sensitif dan sangat mudah terpancing emosi. Aliena yang mengetahui seperti apa Angello benar-benar dibuat takut karena tidak pernah sekalipun Angello bermain-main dalam hidupnya.
Satu persatu semua orang meninggalkan ruangan tanpa mengatakan apapun hanya tatapan nanar yang ditunjukan pada Aliena. Yuna pun tidak mengatakan apapun karena sangat kecewa pada keponakan yang sudah dianggap sebagai putrinya, kini hanya ada Netra dan Raffael yang sedang meneteskan air mata.
****
Tiga hari menjelang pernikahan Jasmine dan Harry, dan satu minggu setelah insidental yang mengunjak banyak jiwa kini perlahan mulai kembali normal, senyum bahagia mulai muncul rasa canggung perlahan hilang namun penjagaan untuk Aliena tetap dilakukan karena tidak ingin ada lagi yang mengancam nyawa Jasmine.
“Warna ini cantik Aunt” Zeline sedang sibuk memilih warna cat kuku untuk Jasmine, sepuluh jari tangan nya diberi warna yang berbeda membuat orang yang melihatnya hanya tertawa dengan tingkah gadis kecil itu.
“Uncle Harry tidak akan suka Nak” Angela juga ikut memilih warna cat kuku untuk Jasmine dan tak jarang ibu dan anak itu terlibat pertengkaran kecil yang membuat Kalina tertawa melihatnya. Dan si kecil Zeline akan berlari ke ayahnya untuk mengadukan ibu yang menentang pendapat dirinya.
“Jasmine katakan pada gadis kecil kesayanganmu ini, kenapa dia tumbuh dengan memiliki banyak sifat seperti mu? Sangat keras kepala” Angela mengusap kasar wajahnya karena putrinya sangat keras kepala dan akan berlari mencari ayahnya untuk berpura-pura menangis.
“Haha karena dia Jasmine kecil” Jasmine memeluk Zeline dengan mendaratkan sebuah ciuman yang bertubi-tubi dipipi caby keponakannya.
“Mungkin aku lebih baik menjadi putri dari Aunt Jasi” Ucap Zeline polos
“Haha aku benar-benar dibuat pusing dengan ocehan yang entah kemana arahnya” Angela kembali mengusap kasar wajahnya dan terakhir meletakkan tangannya dikening merasakan ada sedikit kenaikan suhu disana.
Sudah hampir satu minggu Aliena mengurung diri didalam kamar tanpa berinteraksi dengan orang yang ada di Mansion, Aliena sudah sadar jika perbuatannya sangat salah dan dirinya sangat ingin menemui Jasmine untuk meminta maaf. Berkali-kali Aliena mencoba mendekati Jasmine tapi berkali-kali juga Harry dan Angello selalu menghalangi dirinya.
Hari ini para lelaki tengah mengadakan pertemuan bisnis dan hanya tinggal wanita-wanita yang tengah berbincang santai dihalaman belakang sambil menikmati cemilan sehat yang akan selalu menjadi menu utama didalam keluarga Moris. Aliena memiliki akses untuk kemana pun tapi tidak untuk mendekati Jasmine.
“Jasmine” Teriak Aliena
“Lepaskan aku, aku hanya ingin berbicara dengan Jasmine” Aliena dihalangi dua bodyguardnya saat akan berjalan memasuki area taman belakang yang mana ada Jasmine disana, karena ada Zeline disana dirinya pasti akan diizinkan masuk oleh Jasmine.
“Aunt Aliena” Zeline tesenyum manis pada Aliena yang juga tersenyum
“Lepaskan dia” Ucap Jasmine singkat
“Ta-tapi..”
Jasmine menggerak bola matanya menunjuk pada Zeline. Rencana Aliena berhasil karena Jasmine tidak pernah mau gadis kecilnya memiliki pikiran negatif dengan usia yang masih sangat kecil. Morvin dan Darwin perlahan mundur membiarkan Aliena berjalan mendakati Jasmine yang sedang duduk dikursi, Zeline yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi sangat senang karena bibi nya bisa bergabung.
“Ada apa Al?” Tanya Jasmine sambil tersenyum manis.
“A-aku..” Aliena sangat ingin mengucapkan kata maaf tapi entah apa yang membuat mulutnya sangat susah untuk bicara, dirinya masih berpikir jika yang dilakukannya adalah alasan karena cinta.
Jasmine tahu jika Aliena ingin berbicara tapi ada Angela dan Kalina. Sambil tersenyum kecil Jasmine membawa Aliena berjalan memasuki Mansion yang terus diikuti Morvin dan Darwin.
Damn jika Tuan Angello dan Tuan Harry melihat ini, maka habislah aku (Batin Darwin)
Haha kalian akan aman (Batin Jasmine)
“Aku minta maaf atas perbuatanku, aku benar-benar khilaf” Ucap Aliena lirih
“Aku sudah memaafkanmu”
Jasmine tersenyum manis dan mengusap air mata yang membasahi pipi Aliena, mendapatkan perlakuan itu membuat Aliena bernafas lega karena dirinya sudah tenang untuk melakukan pengasingan. Saat akan memeluk Jasmine tiba-tiba Aliena dikejutkan dengan suara yang sangat keras.
“Menjauh dari calon istriku” Teriak Harry
“Kalian berdua sudah bosan berkerja denganku” Sambung Angello
“Apakah dua lelaki tampanku sangat lebay? Turunkan senjata kalian disini tidak ada perampokan ataupun kejahatan” Jasmine menghela nafas sambil memutar bola mata malas karena melihat dua lelaki yang selalu bersikap berlebihan dalam beberapa hari ini.
“Angello”
“Hubby Please”
******
Ruangan yang disebut sebagai penjara lebih cocok disebut dengan sebutan sebagai hotel mewah yang memiliki fasilitas lengkap. Ruangan yang di huni satu orang selalu dijaga ketat dengan sistem keamanan yang dikendali langsung dari basement milik Jasmine.
“Sampai kapan majikanmu akan mengurungku disini?”
“Mungkin sampai kau mati, Hahahaaa”
“Ciiihhhh”
“Kenapa kau muak dengan suara tawaku atau kau muak dengan sisa hidupmu yang tidak bisa berkeliling dunia menikmati uangmu? Upss aku lupa jika kau tidak memiliki apa-apa sekarang Hahaha”
Setiap hari sang penjaga selalu mengolok-ngolok pria malang yang terkurung didalam penjara yang sudah pasti sulit untuk ditembus, selain kunci ada beberapa sistem keamanan yang harus dibuka jika ingin keluar dari sana dan bukan sebuah sistem yang mudah untuk diretas.
Setidaknya nikmati sisa hidupmu disini (Batin sang penjaga)