The Power Of The Dark World

The Power Of The Dark World
Aliena disgusted



FYI


Hallo..


Author ngadain give away neh dibulan kelahiran author yaitu Desember..


Ada dua outfit untuk dua orang yang beruntung, outfit dari salah satu store ternama di kota Bandung..


Cara buat dapetinya gampang kalian cuma harus :


-Like & Comment disetiap bab (Capture)


-Dan share disalah satu media sosial kalian dan 3 inilah judul novel nya :


◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa


◾️Short Story


◾️The Power Of The Dark World


Dan tag author ya (Fb : Sentiawati, Ig : Sentiawati)


Siapa yang rajin mampir dengan kata lain hadir disetiap bab nya membawa like dan comment kemungkinan


menang jauhlebih besar ya :)


Pemenang give away akan diumumkan di tanggal 19 Dec 20 tepat dihari ulangtahun author :)


 


 


“Kenapa kau membawa makanan keatas?” Tanya Yuna heran


“Maaf Nyonya, Nona Muda sedang tidak enak badan jadi tadi Tuan Muda meminta sarapan untuk diantar kekamar”


“Baiklah” Yuna tahu jika putrinya pulang larut malam karena pesta yang diadakan Angello tapi Yuna tidak tahu jam berapa putrinya kembali. “jam berapa kalian pulang kenapa Jasmine sampai sakit. Pernikahannya sebentar lagi jangan membuatnya terlalu lelah untuk beberapa waktu kedepan”


“Aliena akhirnya kau kembali sayang” Sambung Yuna menyambut Aliena yang baru keluar dari kamarnya. “Selamat datang kembali sayang” Ucap Yuna


“Terimakasih Aunt, kemana Jasmine bukankah ini sudah waktunya sarapan?” Aliena sangat pandai bersikap manis didepan semua hingga menyembunyikan rasa bencinya pada Jasmine pun sangat pandai.


“Jasmine sedang tidak enak badan jadi dia akan sarapan dikamarnya” Jawab Yuna


Itu lebih bagus karena aku akan leluasa memandang lelakiku tanpa ada batasan karena ada wanita itu (Gumam Aliena)


“Lalu kakakku dimana? Kenapa dia belum datang untuk sarapan?”


“Aliena banyak hal yang tidak kau tahu, Harry kakakmu selalu tidur satu kamar dengan calon istrinya jadi sekarang pun Harry pasti tidak akan ikut saparan bersama karena akan lebih sarapan dengan wanita pujaannya” Jawan Angello sambil memakan sandwich.


Apa !!! Mereka sudah tidur satu kamar dan kenapa orang-orang tidak melarang hal itu. (Gumam Aliena)


Tok Tok Tok


Didalam kamar dengan interior mewah dihuni dua insan yang selalu menghabiskan banyak waktu berdua didalam sana, sama halnya dengan pagi ini sejak Jasmine membuka mata dirinya hanya diam dengan terus memeluk tubuh Harry dan bahkan tidak membiarkan kekasihnya untuk mandi.


“Masuk”


“Maaf Tuan Muda apa perlu saya memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Nona Muda”


“Tidak perlu Nona Muda sudah lebih baik”


“Baiklah saya akan menunggu diluar, siapa tahu Nona ingin sesuatu”


“Tidak usah, tugasmu hanya mengantarkan sarapan saja pergilah beristirahat dan satu lagi katakan kami tidak ingin diganggu karena Jasmine butuh istirahat”


“Baik Tuan Muda”


Jasmine masih mengingat jelas seperti apa sikap Aliena yang sangat berani mengatakan perasaannya pada Harry hingga berani untuk mencium lelaki yang menjadi kakak angkatnya. Ada rasa kesal dan rasa cemburu tapi dengan banyak cara Harry meyakinkan Jasmine hingga bisa meredakan rasa kesal dan cemburunya.


“Ah-hhh Hubby stop sudah” Jasmine sudah mulai bisa tertawa


“Aku ingin lebih” Bisik Harry


“Tinggal beberapa hari lagi Hubby bersabarlah” Jawab Jasmine sambil mengecup lembut pipi sang kekasih.


“Setelah malam pertama, aku ingin kita pergi menghabiskan waktu berdua untuk beberapa waktu agar tidak ada yang mengganggu waktuku denganmu” Ucap Harry dengan senyuman penuh godaan


“Haha dasar”


Dibalik pintu ternyata diam-diam ada yang sedang menguping pembicaraan yang terjadi dalam kamar Jasmine. Wajah Aliena dibuat merah padam saat mendengar suara tawa Jasmine yang seperti menahan geli karena sebuah setuhan yang dilakukan berulang-ulang oleh Harry.


Jadi mereka belum melakukannya, tapi tetap saja aku tidak suka melihat kebahagian mereka berdua yang seharusnya ada diposisi itu adalah diriku bukan Jasmine (Gumam Aliena)


Seperti biasa Jasmine dan Harry selalu menghabiskan waktu bersama Zeline dihalaman belakang, Jasmine yang enggan meliha wajah Aliena terpaksa harus keluar kamar karena gadis kecilnya terus merengek untuk ditemani main dihalaman belakang.


Jasmine masih merasa sedikit pusing akibat pengaruh alkkohol tadi malam hanya duduk dikursi taman memperhatikan Zeline yang sedang tertawa riang bersama sang kekasih


“Nona Muda ada tamu untuk anda” Seorang pelayan dengan tertunduk hormat berdiri dibelakang Jasmine.


“Biarkan dia masuk, aku akan segera menemuinya. Dan tolong buatkan tiga jus buah” Jawab Jasmine


“Baik Nona”


Jasmine yang sudah mendapat pesan dari tamu nya langsung berjalan memasuki rumah utama sambil menggendong Zeline yang sedang sangat manja padanya, Harry yang berkali-kali membujuk Zeline untu tidak minta digendong tidak berbuahkan hasil karena Zeline keukeuh ingin digendong sang bibi. Jasmine merasa sedikit


lega karena tidak melihat wajah Aliena berkeliaran didalam Mansion, mengingat kejadian tadi malam semakin membuat kepalanya pusing dan sangat ingin menggunakan hak nya untuk menghabisi wanita yang menggoda lelakinya.


“Selamat sore Nona Muda, maaf telah mengganggu waktu anda”


“Tidak, bagaimana liburan kalian?” Tanya Jasmine yang sebelumnya telah memberikan tiket liburan kelas vip kepada crew photographer nya.


“Sangat menyenagkan Nona, saya dan semua crew berterimakasih atas segala kebaikan yang Nona berikan pada kami yang jelas hanya orang biasa”


“Kau sangat tahu aku tidak suka pada orang yang bersikap berlebihan saat berhadapan denganku, angkat kepalamu dan lihat aku saat bicara. Semua orang sama yang membedakan seberapa tinggi derajat seseorang hanyalah tuhannya” Ucap Jasmine


“Uncle-Uncle apa ini hasil photo Aunt Jasi dan Uncle Harry saat berlibur kemarin” Zeline yang memasang wajah polos langsung naik keatas sofa dimana ada bingkisan yang terbungkus rapi, si photographer tersenyum gemas saat melihat Zeline yang bersikap sangat lucu.


“Iya ini Nona Muda”


“Um- I want to see” Ucap Zeline yang menatap sang photographer lalu menatap sang bibi yang tersenyum sambil mengangguk pelan. “Yey Please open” Zeline sangat antusias membuka kota yang ternyata berisi album photo dan beberapa photo yang sudah diberi bingkai, bukan hanya Zeline yang merasa senang melihat hasil photo nya tapi Jasmine dan Harry juga sangat senang dan puas dengan hasil yang diberikan sang photographer langganan keluarganya.


Angela yang baru keluar melihat sang putri tengah tertawa bahagia, melihat sumber tawa bahagianya ternyata photo prewed sahabat sekaligus adik iparnya Angela segara bergabung untuk melihat dan banyak sekali photo dengan berbagai pose yang tercetak rapi. Angela tersenyum bahagia melihat banyak kebagian didalam photo dan banyak moment disana, moment yang terencana hingga moment yang tak sengaja tertangkap kamera.


“Saya dan crew memiliki hadiah untuk anda dan Tuan Muda, semoga anda menyukainya”


“Kalian tidak perlu berlebihan” Ucap Jasmine.


Sang photographer dibantu oleh dua orang pelayan membawa masuk sebuah bingkisan yang berukuran cukup besar, bingkisan yang terbungkus rapi dengan kertas berwarna putih dengan hiasan pita berwarna merah membuat Jasmine dan Harry merasa penasaran.


“Aunt Alie” Teriak Zeline sambil berlari kearah Aliena yang datang bersama Netra dan Yuna.


Melihat sosok wanita yang dihindarinya Jasmine berusaha  tenang karena tidak ingin membuat semua orang tahu apa yang terjadi tadi malam di club. Dengan gerakan cepat Harry langsung memberikan kecupan dipipi Jasmine dan sebuah senyuman yang menandakan untuk tetap tenang.


“Ah- My Ze” Aliena menggendong Zeline yang memang sangat dekat dengan semua anggota keluarga.


“Ikut aku akan aku tunjukan banyak photo Aunt Jasi dan Uncle Harry” Ucap Zeline sambil memaksa turun dari gendongan Aliena. Sedang Aliena sangat terkejut karena tidak bisa menolak karena jika dirinya menolak akan membuat semua orang yang ada disana aka curiga dengan sikapnya.


Deg


“Ayo Grandma ikut aku” Zeline menarik tangan Yuna berjalan dimana Jasmine tengah duduk disamping Harry yang sejak tadi memeluk Jasmine sangat hangat.


“Hey tunggu apa yang kau bawa Will?” Pandangan Yuna sejak tadi sangat tertarik dengan bingkisan yang masih terbungkus rapi.


“Ini  hadiah kecil untuk Nona Muda dan Tuan Harry” Jawab Willy sang photographer


“Honey apa kau tak ingin melihat hadiah yang dibawa Willy untukmu” Tanya Yuna yang melihat putri sedang menyandarkan kepalanya didada Harry.


“Bisa tolong bukakan untukku Will”


Dengan sebuah senyuman kecil Willy langsung menarik pita dan perlahan membuka kertas yang menutupi hadiahnya, Jasmine sangat senang melihat hadiah yang dibawa sang photographer karena hadiah yang membuat seseorang merasa gerah melihatnya. Semua orang yang melihat hadiah itu berdecak kagum karena moment didalam photo yang menunjukan Harry yang sedang mencium Jasmine disebuah tempat seperti jalan kecil yang tampak sepi dengan suasana malam semakin memperkuat moment didalamnya.


“Sial, kenapa aku harus melihatnya” Aliena mengumpat kesal melihat photo Harry yang sedang mencium Jasmine sedangkan Jasmine tertawa puas dalam hatinya karena senang melihat Aliena yang nampak gerah.


“Willy kau sangat hebat bisa mengambil gambar yang terlihat sangat natural seolah tidak ada orang disana, lihat putra dan calon menantuku terlihat sangat menikamti moment itu” Ucap Netra sambil tersenyum.


“Photo ini kami ambil secara tidak sengaja saat kami mengikuti perjalanan malam Tuan Harry dan Nona Muda dan ini memang tidak diketahui Tuan Muda dan Nona Muda” Jelas Willy


“Ya tuhan kau memang terbaik Will, aku akan memberikan hadiah untukmu dan crew mu” Ucap Yuna


“Dimana photo ini akan dipasang?” Tanya Angela


“Dikamar kami” Jawab Harry sambil tersenyum pada Jasmine


“Ah- Baiklah aku akan meminta pelayan memasang dikamar pengantin kalian” Ucap Angela


Deg


“Semoga kalian selalu bahagia” Yuna mengecup Jasmine dan Harry secara bergantian.


Aliena sudah terbakar api cemburu karena melihat kebersamaan Harry dan Jasmine yang memang selalu bersikap sweet didepan banyak orang dan Aliena semakin membulatkan matanya saat Harry mengganggu Jasmine minum jus dan dengan sengaja Harry mencuri ciuman Jasmine secara diam-diam ditengah banyak orang yang tidak sadar atas tingkah dua insan yang selalu dimabuk cinta setiap hari nya.


Aku muak dengan semua ini (Gumam Aliena)