The Power Of The Dark World

The Power Of The Dark World
Applicable law



FYI


Hallo..


Author ngadain give away neh dibulan kelahiran author yaitu Desember..


Ada dua outfit untuk dua orang yang beruntung, outfit dari salah satu store ternama di kota Bandung..


Cara buat dapetinya gampang kalian cuma harus :


-Like & Commentdisetiap bab (Capture)


-Dan share disalah satu media sosial kalian dan 3 inilah judul novel nya :


◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa


◾️Short Story


◾️The Power Of The Dark World


Dan tag author ya (Fb : Sentiawati, Ig : Sentiawati)


Siapa yang rajin mampir dengan kata lain hadir disetiap bab nya membawa like dan comment kemungkinan menang jauhlebih besar ya :)


Pemenang give away akan diumumkan di tanggal 19 Dec 20 tepat dihari ulangtahun author :)


 


 


 


“Kau tidak tidur?”


“Umm jujur aku khawatir pada Kalina dia sempat mengalami masalah dengan jantungnya”


Cukup lama bernegosiasi dengan sang kekasih akhirnya Jasmine bisa keluar kamar itupun dengan Harry yang memeluknya dengan posesive. Mansion sangat hening tidak ada suara orang-orang, bahkan sosok gadis kecil yang selalu membuat suasana riuh kini tidak terdengar suaranya. Jasmine sudah tahu pasti semua orang sedang berkumpul membahas kejadian yang baru saja terjadi, tidak banyak hal yang bisa Jasmine selain hanya diam menerima semua keputusan yang akan diputuskan Abranie sebagai seorang pemimpin.


“Aziel” Suara pelan Jasmine langsung membuat Aziel mengangkat kepalanya yang tengah tertunduk sambil menggenggam tangan Kalina yang masih terlelap.


“Dia akan baik-baik saja, beberapa menit lagi dia akan sadar ini hanya karena pengaruh obat penenang. Apa kau tahu dia memiliki masalah dengan jantung nya” Tanya Jasmine


“Tidak banyak yang aku tahu tentangnya, kami berhubungan dekat tapi kami sudah berkomitmen untuk tidak membahas kehidupan pribadi saat belum ada hubungan”


“Apa maksudmu? Bukankah kau bilang kau lebih dulu mengenalnya dari pada wanita itu, mana mungkin kau tidak tahu kehidupan pribadinya” Jasmine menatap Aziel dan benar Aziel tidak mengetahui tentang kehidupan Kalina.


“Sejak awal kami dekat tidak pernah ada sebuah ikatan dalam bentuk hubungan yang menjadikan kami terbuka tentang kehidupan masing-masing, lebih tepatnya Kalina yang tidak ingin untuk terbuka dengan kehidupannya. Yang aku tahu kedua orangtuanya berpisah sejak Kalina kecil dengan sebuah alasan yang membuat Kalina sedikit membenci ayahnya tapi aku tidak tahu alasan apa itu. Hingga akhirnya setelah aku bertemu denganmu aku meminta Kalina untuk menjadi kekasihku tapi aku belum banyak hal yang aku tanyakan padanya” Jelas Aziel


“Huh sudahlah seperti apapun kehidupannya kau harus bisa menerimanya, karena cinta adalah sesuatu yang melengkapi kekurangan satu sama lainnya. Beristirahatlah aku akan menemani Kalina hingga dia sadar dan aku akan memanggilmu” Jasmine tersenyum meyakinkan Aziel yang sudah terlihat sangat butuh istirahat.


Jasmine duduk disofa sambil dipeluk Harry, Jasmine tersenyum kecil karena sudah melihat keadaan Kalina yang baik-baik saja. Namun pikiran Jasmine kini mulai melayang-layang karena tiba-tiba sangar ingin tahu siapa sosok wanita yang akan menjadi kakak iparnya. Ada sedikit rasa aneh saat Aziel menjelaskan sedikit tentang kalina tapi entah apa itu.


“Kau melihat sesuatu Honey?” Harry sangat tahu jika sekarang kekasihnya sedang tidak diam karena ada rasa ingin tahu sangat besar.


“Tidak, aku harus melakukan kontak fisik dengan Kalina baru aku akan tahu seperti apa kehidupannya dimasa lalu dan seperti apa kehidupannya” Jasmine menghela nafas dan menyandarkan kepalanya didada Harry.


“Aunt Kalin” Zeline yang datang bersama Angela sesaat menatap Jasmine yang sedang berada dalam pelukan Harry.


“Aunt Jasi..hiks hiks” Jasmine mengerutkan alisnya karena tiba-tiba gadis kecilnya menangis sambil membawa toples cemilan.


“Why?” Jasmine menatap Angela yang tersenyum sambil mengangkat kedua bahunya, dan Harry pun ikut tersenyum melihat gadis kecil yang memiliki hati sangat lembut dan sangat mudah tersentuh saat ada orang yang terluka ataupun sakit.


“Aunt Kalin sakit karena dia tidak makan, Zein tidak mau jika Uncle Ziel marah karena Zein tidak memberikan cemilan Zein pada Aunt Kalina. Bantu Zein bangunin Aunt Kalin hiks hiks”


“Haha bukankah kau mau menjadi seperti Aunt, tapi kau hatimu sangat lembut dan dirimu akan lemah dihadapan musuhmu” Jasmine tertawa melihat gadis kecilnya yang sedang merasa bersalah karena mengira jika Kalina calon bibinya tidak sadarkan diri itu karena dirinya.


“Zeline” Kalina yang sudah bangun dari tidurnya sudah tersenyum karena mendengar kata-kata gadis kecil yang sedang menangis.


“Aunt Kalin.. maafkan aku sudah membuatmu sakit karena tidak memakan apapun saat pesta. Aku mohon jangan katakan apapun pada Uncle Ziel atau aku pasti akan dihukum dan tidak akan diajak untuk berjalan-jalan lagi” Zeline bergerak menaiki tempat tidur dan langsung memeluk Kalina yang masih berbaring.


“Baiklah, dengan satu syarat berikan aku cemilan itu”


“Kau sudah jauh lebih tenang karena kini Kalina sudah terlihat jauh lebih baik dan lebih dekat dengan gadis kecil kita, apa mungkin dia akan mencuri perhatian gadis kecil kita” Harry berjalan menuju rumah utama untuk menemani Jasmine yang ingin memakan buah, dengan obrolan santai dan beberapa tawa yang membuat Harry gemas dan berkali-kali Harry medaratkan ciuman manis.


“Tentu tidak dia akan tetap menjadi gadis kecil yang selalu memiliki obsesi tinggi untuk sama sepertiku dan dia akan selalu memujaku agar bisa memiliki apa yang aku miliki sekarang” Jasmine semakin tertawa geli karena Harry selalu memainkan tangannya, yang seketika selalu menimbulkan godaan besar.


“Jangan memulainya Hubby, siapa saja akan tiba-tiba muncul dan melihat perbuatan nakalmu”


“Ini jauh lebih menyenangkan” Harry tersenyum menggoda dan menarik Jasmine semakin masuk kedalam pelukannya.


“Kau sangat tahu cara membangkitkannya Hubby” Bisik Jasmine menggoda


“Dia hanya sedikit mengalami trauma karena suara keras yang tidak biasa didengarnya, butuh beberapa hari untuknya kembali membaik. Aku harap biarkan dia untuk sembuh setelah itu semua bisa diputuskan” Zavier yang sedang berbincang dengan Raffael terdiam karena kedua bola matanya membulat melihat dua sosok yang sangat ingin dihindarinya, namun sia-sia karena sekarang Zavier sudah ditunjuk sebagai dokter pribadi dark world akan ada saat salah satu anggota


drak world terluka.


“Jasmine” Raffa yang melihat Jasmine bersama putra angkat nya seketika ambruk meminta pengampunan atas perbuatan putrinya.


Empat jam sebelumnya semua orang dibuat murka dengan tindakan yang baru saja dilakukan Aliena yang secara otomatis sudah membuat dirinya dalam masalah besar. Bukan karena Jasmine seorang Queen didalam dark world tapi karena Jasmine adalah putri dari Yuna Morisa seorang wanita yang sangat dihormati semua orang dan semua keputusannya tidak pernah ditentang siapapun.


Dan hari ini Yuna dibuat hampir mati karena ulah dari keponakan yang telah dibutakan oleh cinta masa kecilnya dan lebih besar karena obsesi ingin memiliki.


“Siapapun yang melanggar aturannya akan mendapatkan hukumannya” Tegas Abranie


“Abranie” Suara lemah diiringi isak tangis tidak sedikitpun meluluhkan hatinya, Netra yang duduk disamping Raffel menatap lelaki muda yang tidak memandangnya sedikitpun.


“Kami tahu dia adalah putri yang sangat kalian dambakan kehadirannya, bukankah kalian sudah mengucap sumpah, dimana akan melakukan semua aturan yang berlaku termasuk hukuman untuk putrimu” Ucap Angello


Sebuah keputusan yang tidak akan bisa dirubah. Amarah Angello masih menggebu-gebu karena harus melihat nyawa wanita yang sangat dicintainya dalam bahaya, bahkan jika tidak melihat Jasmine sudah pasti Aliena akan habis ditangan Angello.


Semua orang tahu jika posisi Jasmine hanya sebagai wakil Abranie tapi keputusan Jasmine sangatlah penting, dan kini Raffael yang hanya bisa memohon pada Jasmine karena semua anggota Moris sudah dibuat sangat murka dengan perbuatan Aliena.


Tidak ada pengampunan untuk wanita itu Honey (Batin Harry)


Jasmine menatap dalam mata Harry sebagai tanda dirinya tidak mungkin tega membiarkan lelaki yang sudah dianggap sebagai ayahnya kini tengah berlutut didepannya. Dan itu bukanlah hal yang pantas dilakukan seorang ayah pada putrinya, Harry sangat tahu arti tatapan Jasmine namun Harry tahu Jasmine bukanlah orang penurut jika itu menyangkut keluarganya.


“Uncle Raffa tidak seperti ini bangunlah, Aliena sudah baik-baik saja aku yakin lukanya akan sembuh dalam waktu dekat” Jasmine tersenyum manis sambil membantu Raffael untuk bangun.


“Uncle mohon cabut hukuman itu” Ucap Raffa pelan.


“Tidak ada toleransi untuk orang yang bersalah” Tegas Angello yang baru saja muncul bersama Abranie dari salah satu ruangan yang dijadikan tempat untuk membahas bisnis dan hal penting lainnya.


“Harry bawa Jasmine untuk beristirahat” Ucap Abranie tegas


“Dad” Teriak Zeline yang berlari kecil.


Semua orang langsung merubah sikap dan suasana karena tidak ingin si gadis kecil Zeline bertanya yang belum pantas untuk diketahui.


“Bagaimana Aunt Kalina sudah mendapatkan cemilan, apa dia sudah kembali membaik dan apakah dirimu berhasil menyogoknya?” Abranie berjongkok dan memeluk gadis kecilnya sambil berbicara serius.


“Tentu, sekarang aku aman dan nanti aku akan berpergi jalan-jalan dengan Aunt Kalina” Zeline tersenyum manis sama manisnya dengan sang ibu.


“Uncle Angello kau sudah lama tidak menggendongku” Rengek Zeline sambil memasang wajah memelas.


“Huh kemarilah Nona kecil” Angello memiliki hubungan baik dengan Zeline sama seperti dengan para paman dan bibi yang lain Zeline selalu meminta jatah untuk dimanja.


“Hey Nona kecil apa kau sudah bisa berenang dengan baik?” Tanya Angello membawa Zeline berjalan ke arah ruang utama meninggal kerumunan orang yang sedang memanas.


Raffael yang masih ingin berbicara dengan Jasmine kini tidak bisa melakukan apapun karena atas perintah Abranie, Harry sudah membawa Jasmine kembali kekamar.


Hukuman ini sangat menyiksa tuhan..


Karena pemikiran salahku, aku harus tersiksa melihat cintaku bersama orang lain..


Dicintai olehnya sangatlah menyenangkan dan seperti mendapatkan oksigen..


Sampai kapan aku akan tersiksa seperti ini..


Apa rasa ini akan terus ada? Seperti rasa cinta ayah pada ibunya Jasmine yang selalu dijaganya hingga sekarang..


Aku tidak memiliki hati yang besar, hingga bisa kuat mencintai dalam diam..