The Power Of The Dark World

The Power Of The Dark World
Aliena disgusted #3



FYI


Hallo..


Author ngadain give away neh dibulan kelahiran author yaitu Desember..


Ada dua outfit untuk dua orang yang beruntung, outfit dari salah satu store ternama di kota Bandung..


Cara buat dapetinya gampang kalian cuma harus :


-Like & Commentdisetiap bab (Capture)


-Dan share disalah satu media sosial kalian dan 3 inilah judul novel nya :


◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa


◾️Short Story


◾️The Power Of The Dark World


Dan tag author ya (Fb : Sentiawati, Ig : Sentiawati)


Siapa yang rajin mampir dengan kata lain hadir disetiap bab nya membawa like dan comment kemungkinan


menang jauhlebih besar ya :)


Pemenang give away akan diumumkan di tanggal 19 Dec 20 tepat dihari ulangtahun author :)


 


 


 


“Adikmu sangat ingin membunuhku, jika aku yang membunuhnya terlebih dulu apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan menyelamatkannya dan akan menyerahkan nyawamu sebagai gantinya” Batin Jasmine


“Sudah aku bilang aku tidak peduli dengannya, sejak dulu aku berusaha menjaganya sebagai seorang kakak yang menyanyangi adikknya sebagai balas budiku kepada orangtua angkatku. Jika kau mau melakukannya maka lakukanlah” Batin Harry


“Baiklah kau akan memulainya” Batin Jasmine


Jasmine yang memiliki kemampuan sama dengan Harry selalu berkomunikasi tanpa ada orang yang tahu jika meraka sedang berkomunikasi. Harry berjalan dengan memeluk pinggang Jasmine menghampiri Aziel dan Kalina yang tengah berbincang dengan anggota keluarga Moris dan disana juga ada Aliena yang tengah duduk bersama Zeline yang sedang menikmati cemilan yang dibuat oleh sang nenek.


“Hai kakak ipar, hari ini dirimu sangat cantik dan membuat kakakku tidak melepaskan pandangannya darimu” Jasmine menyapa Kalina sambil tertawa menggoda Aziel yang tertangkap sedang memandang Kalina.


“Hey kenapa kau tidak memakan cemilan ini, lihatlah ini cemilan yang enak dan ini yang membuatnya adalah calon mertuamu” Goda Jasmine


“Kenapa kau menggodanya Jasmine, lihatlah wajahnya memerah” Ucap Angela menyodorkan salad buah pada Jasmine.


Ya tuhan aku tidak menyukai buah dan disini semua cemilan mengandung buah semua, lihatlah itu olahan buah yang sangat-sangat aku tidak suka (Batin Kalina)


Jasmine menahan tawanya dan menatap Harry dengan sebuah senyuman kecil karena mereka berdua sangat tahu apa yang baru saja dikatakan Kalina dalam hatinya. Jasmine yang sudah tahu jika calon kakak iparnya tidak bisa makan buah berinisiatif untuk mengambil beberapa cemilan didalam mansion yang mungkin bisa cocok dengan lidah calon kakak iparnya.


“Jasmine”


Aliena yang mengikuti Jasmine kedalam mansion kini sedikit membuat Jasmine terkejut karena sebelumnya dia tidak terfokus pada keberadaan Aliena dan sekarang dengan wajah merah padam Aliena menatap Jasmine penuh dengan kebencian.


“Aliena apa yang kau lakukan disini? Semua orang ada disana, kau butuh sesuatu?” Tanya Jasmine tenang walaupun ada senjata yang disembunyikan Aliena dibalik tangan yang diletakkan dipunggungnya.


“Aku disini memang membutuhkan sesuatu dan aku akan memintanya padamu, kau bisa memberikannya untukku?”


“Katakan apa yang kau inginkan Al, kau temanku sejak kecil dan aku selalu memperlakukanmu sama dengan Angela. Apa yang kau minta selalu aku berikan untukmu bukan, termasuk saat kau ingin aku melindungi dirimu dari kejaran anak buah keluarga kita”


“Batalkan pernikahanmu dan tinggalkan Harry untukku”


“Um..Kau bercanda Al, jangan membuat lelucon Al katakan apa yang kau minta dariku”


“Batalkan pernikahanmu dan tinggalkan Harry untukku” Teriak Aliena sambil menodongkan pistol yang dipegangnya.


“Hey kau mau menembakku?” Jasmine meletakkan cemilannya dan dengan santai berjalan mendekati Aliena yang perlahan mundur secara teratur. Karena ini adalah kali pertama Aliena menodongkan senjatanya pada orang lain apalagi pada Jasmine yang merupakan Queen dari dark world yang sangat dilindungi keselamatannya.


“Saat kau mencoba mencium calon suamiku dan kembali mengungkap perasaanmu aku mendengar dan melihatnya dengan jelas, tapi aku masih memikirkan Aunt Netra ibumu, ya aku sangat tahu seperti apa cerita kedua orangtuamua menantikan anak hingga kau hadir ditengah-tengah mereka menjadi pelengkap kehidupan rumah tangga mereka tapi lihat dirimu hanya karena cinta kau rela mengantarkan nyawa padaku. Jika kau mau menembakku maka lakukan saat aku berjalan membelakangimu karena aku tidak ingin melihat wajah gadis yang sudah aku anggap sebagai adikku menembakku, lakukan yang ingin kau lakukan dan perbaiki caramu memegang


senjata”


Tanpa melakukan perlawanan Jasmine berjalan meninggal Aliena yang berdiri dengan senjata ditangannya, yang dikatakan Jasmine benar Aliena bukankah orang yang pandai dalam bermain senjata  dan juga Jasmine tahu bukan didalam Mansion Aliena akan melakukannya.


“Kakak ipar kau bisa memakan cemilan ini” Jasmine menyodorkan kue kering bertabur choco chip


dan beberapa kue kering yang mengandung sedikit gula.


“Aunt Jasi itu cemilanku, kenapa kau membawa semuanya kesini dan kenapa kau memberikannya pada Aunt Kalina” Zeline yang sangat hafal dengan cemilannya kini tengah menekuk wajahnya.


“Umhh kemari Nona manis, Aunt Kalina tidak menyukai buah jadi untuk kali ini biarkan Aunt Kalina memakan cemilanmu okay dan setelah pesta usai kita akan pergi berjalan-jalan bertiga. Bukankah kita sudah lama tidak pergi bersama?” Ucap Jasmine membawa Zeline untuk duduk disamping Harry


Suasana sangat intim dimana Kalina diterima dengan tangan terbuka oleh semua keluarga Moris termasuk Daniel yang berusaha bersikap ramah pada wanita lain. Melihat sikap lain dari sang ayah Aziel menahan tawa karena sangat tahu jika ibu sudah mengancam sanga ayah dengan ancaman yang sedikit terdengar geli, sebuah ancaman untuk tidak tidur bersama dengan waktu yang cukup lama sama hal nya saat Abranie yang meminta Daniel untuk bersikap ramah pada Angela yang merupakan anak dari temannya. Karena tidak ingin hukuman itu terulang Daniel


kini bersikap ramah dan mau membuka obrolan dengan Kalina.


Jasmine yang sudah tahu recana Aliena meminta Angela agar membawa Zeline dengan alasan sudah waktunya Zeline untuk istirahat. Tidak ada yang merasa aneh ataupun curiga dengan perintah Jasmine karena memang sudah waktunya Zeline beristirahat, Jasmine yang sangat menghargai hubungan persaudaraan tidak ingin membuat Zeline membenci Aliena setelah melihat hal tidak baik yang dilakukan Aliena.


“Aku sudah memikirkan resiko yang akan aku terima Jasmine” Ucap Aliena


“Baiklah kau bisa melakukannya sekarang” Jasmine berdiri keluar dari kumpulan orang yang tengah berbincang. Dengan langkah pelan dan sorot mata tajam membuat semua orang merasa bingung apa yang sedang dibicarakan dua wanita muda itu.


“Harry kau ingin melihat wanita yang kau cintai ini terbunuh sia-sia” Tanpa ragu Aliena langsung langsung menodongkan senjata tepat dileher Jasmine yang membuat semua orang bereaksi mengeluarkan senjata yang langsung mengarah pada Aliena.


“Damn” Umpat Angello


“Turunkan senjatamu Aliena” Teriak Harry


“Jangan ada yang menembak” Ucap Jasmine tenang


“Aku tidak butuh belas kasihanmu Jasmine yang aku inginkan adalah Harry, lelaki yang aku cintai sejak dulu sejak aku kecil”


Deg..


“Aliena” Bentak Netra


“Jangan buang waktu banyak orang disini, jika kau mau lakukan sekarang sebelum para penjaga benar-benar menarik senjata mereka. Kau tidak melihat seperti apa persiapan mereka” Ucap Jasmine


“Jangan bodoh Aliena, kau bagian dari keluarga Moris dan kau juga sangat dijaga sini. Harry hanyalah cinta kecilmu lebih tepatnya dia hanya sebuah obsesi bukan cinta yang kau miliki untuknya. Biarkan dia memilih jalan hidupnya yang sudah jelas memilih Jasmine. Aku yakin kau sudah tahu jika mereka sudah melakukan upacara sakral itu, jika kau berhasil membunuh adikku bukan hanya dirimu yang akan terbunuh tapi juga Harry” Jelas Abranie


Hubby lihat Kalina, sepertinya dia memiliki masalah dengan jantungnya. Suruh Aziel membawanya dari sini, dia sangat tidak nyaman dengan ini. Cepat Hubby (Batin Jasmine)


“Kalina” Suara keras Harry membuat semua orang sesaat terfokus pada Kalina yang tengah memegang dada dengan nafas yang tersengal-sengal.


“Ini bukan waktunya bernegosiasi Abranie !!!” Tegas Angello


Dor


Satu kali tembakan kini Aliena terjatuh karena satu tembakan yang diberikan Angello, ya Angello lelaki yang sangat-sangat mencintai Jasmine. Angello tidak ada pilihan selain menembak Aliena untuk menyelamatkan nyawa Jasmine.


“Damn Angello apa yang kau lakukan, aku sudah mengatakan jangan menembaknya” Jasmine dengan sigap menahan tubuh Aliena yang terjatuh karena tidak kuasa menahan sakit didada kanannya.


“Lepaskan dia, kau tak pantas menolongnya” Teriak Harry yang sangat muak dengan sikap Aliena. Dengan sangat kasar Harry menarik Jasmine masuk kedalam mansion meninggalkan Aliena yang terluka cukup parah.


“Hubby Hubby tenanglah, aku mohon aku harus memberikan pertolongan pertama padanya. Bagaimanapun dia saudaramu kita adalah keluarga” Jasmine yang diseret Harry berusaha berbicara agar Harry membiarkannya untuk memberikan pertolongan pertama.


“Kau gila, wanita itu hampir mengambilmu dariku”


“Aku masih disini denganmu dan aku tidak terluka sedikitpun, jadi aku mohon izinkan aku untuk menolongnya” Jasmine yang masih diseret Harry tidak berhasil membujuk Harry dan malah sekarang Harry sudah menguncinya didalam kamar.


Didalam Mansion tidak sedikitpun terdengar suara gaduh, sudah hampir 4 jam Jasmine terkurung didalam kamar tanpa bisa memegang ponselnya. Harry yang meminta Jasmine untuk tidur disampingnya tidak bisa memejamkan matanya karena dirinya sangat mengkhawatirkan keadaan Aliena dan juga Kalina yang sempat memiliki masalah dengan jantungnya.


“Kau tidak tidur?”


“Um.. jujur aku khawatir pada Kalina dia sempat mengalami masalah dengan jantungnya”