
Abranie dan Aziel sedang melakukan pertemuan dengan salah satu anggota Mafia yang bergelut dibidang penyelundupan senjata. Dan kini Mafia itu membawa sebuah samurai dan senjata api dengan jumlah terbatas. Jika bukan karena urusan senjata Abranie sangat malas meninggalkan Angela. Tapi hanya Abranie lah yang bertanggung jawab atas itu.
Axelle memilih menunggu dirumah sakit karena sang Mommy akan kembali hari ini dan tidak mau jika dirinya terkena masalah karena tidak menjalan amat sang Mommy.
"Angela..open your eye..
Sudah cukup kau menyiksa saudara kembarku..
Jika kau terbangun aku berjanji tidak akan menjahilimu lagi,, dan aku berjanji tidak akan mengajak Ab minum-minum lagi.." Ucap menatap dalam wajah Angela
Diatas udara ada hati yang tengah gelisah dan diselimuti rasa bersalah. Sejak pertama pesawat terbang Jasmine sangat tidak relax. Dirinya masih merasa belum siap untuk melihat wajah pucat sang sahabat yang sudah ditinggalkan nya selama satu tahun ini.
Angin kencang menyambut kedatangan Jasmine di Bandara, ada rasa aneh yang Jasmine rasakan.
"Jasmine are you okay..?"
"Yes Mom.."
"Selamat Datang Nona Muda Jasmine, Senang bisa kembali bertemu dengan anda.."
"Senang melihatmu yang bertambah cantik Viona"
"Ini untuk anda Princess Jasmine.."
"Really Dad.."
"Yes.."
"Thank you,, come on Vio kau ikut denganku.."
"Me..?"
"Yeaahh Come On.."
Viona merupakan kepala Asisten ketiga kakak kembarnya, yang dipercaya oleh Yuna dan Daniel menghandle segara urusan bisnis dan juga keperluan keempat anaknya selama Yuna dan Daniel tidak ada disisi keempat anaknya.
Sebelumnya Daniel sangat melarang keras putrinya mengendarai mobil sendiri tapi kali ini Daniel merasa jika putrinya lebih pandai mengemudi dibanding dirinya.
Jasmine sudah sering mendapatkan hadiah mobil dari Daniel tapi kali ini Jasmine bisa mengemudi sendiri tanpa ada embel-embel lagi.
"Nona Jasmine kita meninggalkan dua bodyguardmu"
"Jika mereka tidak bisa menyusulku berarti mereka tidak pantas jadi bodyguardku Vio.."
Maksud dari perkataan Viona adalah agar Jasmine sedikit menurunkan kecepatan mobil tapi sepertinya Jasmine tidak mengerti maksud Asisten nya itu.
"Nona Aku masih ingin hidup..."
"Haha Come on Vio tenanglah aku tidak akan melenyapkan nayawamu"
"Huh Nona..."
Deg
Tawa renyah Jasmine hilang saat memasuki area rumah sakit yang tidak berubah sedikit pun masih sama seperti satu tahun yang lalu. Selang satu menit mobil Jasmine terparkir mobil bodyguard nya ikut terparkir tepat disamping mobil sport Jasmine.
"Tidak salah Daddy memilih kalian berdua"
"Sepertinya lain kali anda harus menurunkan kecepatan mengemudi anda Nona.."
"Haha akan aku pikirkan"
Tap
Tap
Tap
Tidak ada satu orang pun pihak rumah sakit yang tahu jika dokter muda itu akan kembali. Kedatangan Jasmine membuat semua orang kaget karena tidak ada penyambutan untuk dirinya. Jasmine berjalan tanpa melihat siapa saja yang memberi hormat kepada nya, Jasmine hanya terus berjalan menuju kamar vvip dimana sahabatnya tengah terbaring.
Swaaaaaashhh
Lagi-lagi angin yang sama kembali muncul membuat langkah Jasmine terhenti dan sesaat memejamkan matanya. Disana Jasmine melihat beberapa bayangan orang-orang yang tengah berdiskusi dan tangan Jasmine mengepal kuat dibalik jas putih yang dikenakannya.
"Viona kumpulkan semua dokter dan perawat yang pernah masuk kedalam ruang rawat Angela selama satu tahun ini dan satu lagi amankan ruang cctv"
"Huh.. Apa ada masalah Nona..?"
"Sejak kapan dirimu jadi banyak bicara Vio..!!"
"Ah maaf Nona akan saya urus segera"
Tap
Tap
"Dokter Jasmine..."
"Hai Dokter Laurent tak tidak melihatmu"
"Kenapa anda kembali tidak memberi kabar Dok.."
"Apa urusanmu ini rumah sakit milikku, kapan pun aku ingin datang itu bukan urusanmu"
"Maaf Dokter Jasmine"
"Enyahlah"
Sombong sekali wanita itu jika dia bukan cucu dari keluarga Moris sudah aku tampar mulutnya.. (Batin Laurent)
Aku sombong karena ada yang patut aku sombongkan (Batin Jasmine)
Ceklekk....
"Jasmine.." Axelle berdiri kasar dari duduknya tidak percaya adiknya telah kembali.
"Axelle Miss you.." Jasmine memeluk lelaki yang sudah melebarkan lengannya.
"Miss you to My Princess Jasmine.."
"Bagaimana Angela..?"
"Seperti yang kau lihat"
Perlahan Jasmine berjalan mendekati sahabatnya. Axelle tahu jika ada rasa bersalah diri adiknya. Langkah yang sedikit guntai membuat Jasmine hampir kehilangan kestabilannya.
"Baiklah, aku menunggu diluar.."
"Hai Angela,, i'm so sorry.."
Hahhhhhhhh
Inner Eye On
"Angela.."
"Princess Jasmine,, Akhirnya kau datang.."
"Kau bisa mendengarku..?"
"Ya aku bisa mendengar semua suara orang yang masuk ke ruangan ini.."
"Apa.."
"Ya seharusnya sudah sejak lama aku terbangun dan tidak membiarkan Abranie tersiksa, Aku sedih saat mendengar Abranie selalu menangis saat menemuiku. Aku tidak suka Abranie yang seperti ini"
"Lalu kenapa kau tidak berusaha membuka matamu Angela, Jelas kau sangat sadar jika banyak orang yang bersedih dengan kondisimu saat ini"
"Aku tidak bisa melakukan nya Jasmine.."
"Why..?"
"Aku tidak tahu tapi aku merasa para dokter memberiku obat yang salah sehingga membuat seluruh badanku kaku dan membuat mataku tidak bisa terbuka..sering aku mencoba nya tapi sia-sia Jasmine..maafkan aku sudah membuat semua jadi bersedih"
"Sial.. aku yang seharusnya minta maaf karena tidak memiliki keberanian untuk menemuimu hingga kau tertahan seperti sekarang. Andai waktu itu aku tidak melibatkanmu kau pasti tidak akan seperti ini dan andai saja aku memiliki keberanian aku pasti sudah mengetahui semuanya. Dan membantu untuk sembuh"
"Tidak kau tidak salah, aku beruntung aku yang berbaring disini bukan Abranie. Kau pasti tahu jika ini menimpa Abranie aku pasti sudah menjadi gila dan bahkan tiada"
"Bersabarlah,, aku akan membantumu untuk kembali normal"
"Jasmine.." Teriak Abranie
Hahhhhhhh...
Inner Eye Off
Dengan penuh keberanian Jasmine menyentuh tangan Angela berharap bisa berinteraksi dengan Angela dan saat mata Jasmine terpejam bibirnya menunjukkan sebuah senyuman yang mana Jasmine berhasil berinteraksi dengan sahabatnya tapi baru beberapa menit Jasmine berkomunikasi Abranie datang dan memecahkan konsentrasinnya.
"Abranie.."
"Apa yang kau lakukan, kapan kau kembali?"
"Aku.. Ah sudahlah itu tidak penting sekarang ikut denganku" Kini Jasmine sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi dan langsung menarik Ab keluar ruangan.
"Viona kau sudah mengurusnya..?"
"Sudah Nona Muda.." Viona yang sudah sejak lama berdiri diluar dibuat terkejut dengan raut wajah Jasmine yang seperti sedang menahan amarah.
"Axelle tolong bawakan aku laporan kesehatan Angela, aku menunggu di ruang cctv"
"Untuk apa..?"
"Segeralah, aku akan menjelaskan nya nanti.. Abranie, Aziel bisa ikut denganku"
"Tunggu Jasmine ada apa ini.." Aziel menahan gerak Jasmine yang baru saja akan melangkah jalan.
"Ini menyangkut Angela... please.."
Abranie yang melihat rekaman cctv diruangan Angela membulatkan kedua matanya dan mengepalkan kedua tangan kesal. Ada beberapa rekaman yang sudah dihapus tapi disana masih terlihat jelas jika ada yang mengajak bermain api dengan keluarga Moris.
berkali-kali Abranie mengusap kasar wajahnya karena tidak memperhatikan secara detail kekasihnya.
"Arghhh kenapa aku bisa lengah"
"Tenang Ab.." Aziel menepuk pundak Abranie pelan.
"Akan ku habisi orang-orang itu"
"Tunggu Ab, tidak dengan cara itu biarkan mereka yang mengakuinya sendiri" Ucap Jasmine menahan tangan Abranie
"Jasmine benar tenanglah"
"Aku sudah memanggil dokter yang akan menangani Angela, dan akan membawa obat untuk Angela"
.
.
.
.
FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan up lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Short Story
◾️Menikahi Dua Lelaki
Thank You For Reading ☺