
“Hai Michele apa yang kau lakukan?” Jasmine yang baru masuk melihat Michele tengah tersenyum sambil membuka sebuah album foto.
“Kau sangat lama” Tingkah Michele kini lebih seperti anak kecil bukan seperti seorang psyco “Kemarilah duduk disampingku lihat ini” Michele menarik Jasmine yang tengah berdiri untuk duduk.
“Album foto siapa itu?” Jasmine duduk disamping Michele dan Jasmine dibuat sangat terkejut saat melihat isi dari album foto itu, semua nya adalah foto-foto dirinya, sesaat Jasmine menatap Michele. “Bagaimana bisa kau mendapatkan semua foto-foto ini?”
“Sangat mudah, aku selalu ada didekat mu tapi dirimu tidak pernah melihatku”Michele mengepalkan kuat kedua tangannya dan langsung melemparkan album foto yangada ditangannya.
“Michele maafkan aku tapi lihatlah sekarang aku ada disini bersamamu, jika kau terus merasa kesal aku akan pergi”
“Tidak..aku tidak kesal aku tidak marah, aku tidak kau pergi Jasmine maafkanaku..”
“Baiklah sekarang aku akan mengganti perban mu, ini akan terasa sedikit perih apa kau siap?”
“Ya aku siap”
Michele tersenyum bahagia saat menerima perlakuan lembut dari Jasmine, sejak dulu sosok Jasmine adalah kekuatan bagi Michele dan juga obat untuk penyakit psyco nya. Hanya Jasmine yang bisa mengatur jiwa liar Michele dan saat Jasmine memilih mengakhiri hubungan Michele saat itu juga Michele tidak terkendali.
“Perih?” Tanya Jasmine yang sedang membersihkan luka dilengan Michele.
“Tidak..Jasmine”
“Hemmmm..”
“Dirimu sangat cantik tapi aku tidak suka warna lipstikmu”
“Hah why?” Jasmine tersenyum melihat tingkah Michele yang sangat mirip dengan anak kecil.
“Warna nya terlalu terang tidak cocok dengan warna kulitmu”
“Baiklah kau mau memilihkan warna lipstik yang cocok untukku?”
“Tentu, dulu aku sering melakukannya untukmu” Ucap Michele
“Ya kau mengingat semua hal itu?” Tanya Jasmine meraih tas make up nya
“Tentu..”
“Seperti apa dirimu dulu..?”
“Hemmmm aku dulu sangat mencintaimu dan sekarang pun masih sama”
“Huh ya aku tahu itu” Jasmine menghela nafas cukup panjang “Baiklah sekarang pilihkan warna yang cocok untukku” Jasmine memberikan tas kecil yang berisi peralatan make up nya.
Sepertinya aku harus segera mempertemukan
Michele dengan dokter yang direkomendasikan Uncle Caesar. Terlalu lama membiarkan
Michele seperti ini tidak baik untuk kondisi nya (Batin Jasmine)
Michele terlihat sangat senang dan sangat antusias memilih warna lipstik yang akan dipakai Jasmine. Hati Jasmine sedikit sakit melihat kondisi lelaki yang dulu cukup lama mengisi hati nya dan menjadi sosok pelindung. Michele mengoleskan satu persatu lipstik ditangan Jasmine untuk melihat warna yang bagus namun tiba-tiba Michele melempar tas make up milik Jasmine dengan raut wajah terlihat sedang kesal.
“Hey ada apa tenanglah Michele..” Jasmine menggenggam erat tangan Michele.
“Semua warna nya tidak ada yang cocok denganmu aku benci aku benci” Michele melepaskan genggaman tangan Jasmnie dan langsung memukul-mukul kepalanya dengan tangan.
“Stop Michele.. nanti kita bisa mencari warna yang cocok untukku, tenanglah jangan memukul kepalamu itu akan menyakitimu” Michele tiba-tiba memeluk Jasmine dengan sangat erat “Michele kau membuatku tidak bisa bernafas”
Ceklek...
“Uncle Jose” Ucap Jasmine dengan kedua mata nya membulat
“Jasmine..” Seorang pria tua berwajah berewok berjalan pelan menghampiri Jasmine.
“Michele lihat siapa yang datang”
****
Sebelum bertolak ke Amerika menghadiri Persia Party Daniel bersama Yuna terbang ke Swiss untuk menyelesaikan beberapa urusan yang sempat ditinggalkan.
Setiap pagi Yuna akan menghabiskan waktu untuk menyirami bunga-bunga ditaman yang berada tepat ditepi danau. Seperti pagi ini Yuna sudah mulai menyirami bunga-bunga nya, Daniel yang baru bangun sudah mendapati tempat tidur nya kosong tidak ada wanita tercinta nya. Perlahan Daniel bangun dan membuka jendela yang langsung bisa melihat dimana wanitanya tengah menyirami bunga dengan sebuah senyuman manis diwajah cantik sang istri.
“Setiap aku bangun tidur aku selalu berterimakasih pada Tuhan karena telah memberikan ku seorang yang sangat tahu bagaimana membuatku nyaman dan enggan mencari tempat persinggahan lain..
Setiap pagi yang aku harapkan adalah melihat wajah cantikmu, melihat senyuman manis, mendapatkan pelukan dan mendapatkan ciuman dari mu..
Jika Tuhan memberiku pilihan antara seluruh harta dan dirimu, pasti aku akan memilihmu karena dirimu lah motivasi aku bisa mendapatkan seluruh yang aku miliki saat ini” Bisik Daniel dalam hati
“Morning My Handsome” Sapa Yuna dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya.
“Morning My Wife..” Daniel memeluk tubuh Yuna dari belakang dan mendaratkan sebuah kecupan mesra dileher Yuna “Wangi” Bisik Daniel pelan ditelinga Yuna.
“Arhh hentikan Niel dirimu mengganggu konsentrasiku” Daniel semakin berani menghujami cumbuan dibeberpa area sensitif istrinya.
“I want you now” Bisik Daniel pelan dengan suara yang bernada sensual.
“What.. Stop Niel.. disana ada bodyguard dan pelayan yang tengah melihat kemari”
“Baiklah aku akan membawamu ketempat tidak ada yang akan melihat aktivitas pagi kita”
“Arghh Niel turun aku” Dengan gerakan cepat Daniel menggendong Yuna memasuki area utama rumah dengan disaksikan para bodyguard yang selalu siaga berjaga.
Para Bodyguard dan pelayan sudah sering melihat bagaimana Daniel memperlakukan Yuna, untuk Daniel usia bukan halangan untuk selalu berlaku selayaknya pasangan pengantin baru. Walaupun sudah memiliki empat orang anak Daniel dan Yuna masih tetap intens dalam berhubungan, ya sebenarnya Daniel lah yang sering menuntut
hak nya.
Sebelumnya Daniel pernah mengatakan jika dirinya menginginkan memiliki anak lagi, namun Yuna hanya meresspon dengan senyuman karena Yuna sadar dirinya bukan saat nya memiliki anak lagi melainkan dirinya sudah pantas memiliki cucu karena keempat anak sudah dewasa dan pantas untuk menikah dan memiliki anak. Yuna yang sudah menginjak kepala empat masih terlihat cantik dan sangat segar, apalagi Yuna rajin melakukan beberapa olahraga untuk tetap menjaga tubuhnya.
Waktu sudah menunjukan pukul 10.00 pagi Daniel yang baru selesai tengah terbaring sambil mengatur nafasnya yang masih naik turun. Sedangkan Yuna langsung terlelap dipelukan Daniel.
(bisa bayangkan apa yang baru dilakukan Daniel dan Yuna ya hihi)
.
.
.
FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan up lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Short Story
◾️Menikahi Dua Lelaki
Thank You For Reading ☺