
Untuk di Capture ini kalian coba deh dengerin lagu "Denganmu Cinta-Mytha" biar feel nya lebih dapet karean lagu ini yang buat authoor dapet banyak kehaluan :)
Ruangan yang biasanya sepi tidak banyak orang apalagi bising kini berbanding terbalik. Biasanya hanya akan Jasmine dan tiga orang kepercayaan nya yang masuk kedalam ruangan itu dan itu pun atas izin Jasmine terlebih dahulu.
Yuna yang memang memiliki kemampuan bermain dengan pistol kini tengah mencoba satu persatu pistol yang ada disana, sedangkan Daniel hanya melihat satu persatu koleksi senjata milik sang putri dan Daniel baru menyadari disetiap senjata yang terpajang ada kode unik. Daniel mencari Roseline dengan niat ingin menanyakan arti dari setiap kode yang ada pada senjata namun ternyata Roseline tidak ada hanya ada Bella disana yang tengah setia berdiri didekat pintu.
“Tanda apa itu Bella?” Tanya Daniel yang mendengar suara yang lebih seperti alarm
“Diluar ada pelayan yang membawakan minuman dan cemilan” Ucap Bella sambil memposisikan mata nya tepat didepan sensor. Dalam hitungan detik Bella langsung keluar dan pintu pun langsung tertutup kembali. Daniel masih berdiri sambil memandang pintu yang tak lama Bella kembali muncul dari balik pintu dengan membawa meja
dorong yang berukuran sedang dengan banyak cemilan dan beberapa jenis minuman. “Silahkan Tuan, Nyonya ini cemilan pilih langsung oleh Nona Muda dan Nona sedang dalam perjalanan pulang mungkin 10 menit lagi Nona akan tiba”
“Terimakasih Bella” Ucap Yuna dengan suara yang sangat lembut.
“Bella..Kenapa pelayan tadi tidak mengantar langsung makanan ini?” Tanya Daniel
“Huh Daniel tidak sembarang orang bisa masuk keruangan ini, putrimu memiliki sifat yang sama persis dengan ibu nya, sangat menjaga apa yang dimiliki nya seperti Istana nya ini kau bisa melihat seperti apa sistem keamanan nya” Bella yang terlihat ragu di bantu Victor menjawabnya, karena Bella sangat tahu seperti bos nya yang sangat tidak menyukai jika ada orang yang menjawab tentang hal pribadinya.
“Ya ya dia wanita jelmaan dari sosok Yuna istriku sangat sulit ditebaknya” Daniel mengambil satu gelas jus buah dan ikut duduk disofa yang mengarah pada area dibalik kaca besar dimana istrinya dan putra nya Axelle tengah bermain senjata disana.
Yuna yang melihat sumber tembakan itu hanya tersenyum manis karena Yuna tahu jika putri nya jauh lebih pandai dalam hal bermain senjata.
Dor
Dor
Dor
Tiga kali suara tembakan tepat mengenai tiga gelas yang ada didepan Yuna dan Axelle, seketika semua orang langsung berbalik melihat sumber peluru yang sukses mengenai sasarannya tanpa menyentuh Yuna sedikit pun padahal gelas itu ada tepat didepan Yuna.
“Mom permainanmu sangat lambat” Ucap Jasmine dengan wajah datar yang masih berdiri didepan pintu. Dan jarak antara pintu dengan arena permainan sangat jauh dan terhalang kaca tapi dengan sekali tarikan saja Jasmine sudah mengenai tiga target disana. “Tenanglah Dad kendalikan wajahmu, wanitamu baik-baik saja” Ucap Jasmine sambil mencium pipi Daddy nya yang masih melongo.
“Huh anak nakal bagaimana jika peluru itu menggoreng tubuh Mommy mu” Daniel menarik telinga Jasmine hingga Jasmine mengaduh kesakitan.
“Aw Mommy help me.. Daddy sekarang sudah berubah menjadi monster” Teriak Jasmine dengan nada manja memanggil Yuna yang tertawa melihat tingkah suaminya.
“Dad sudah lepaskan” Yuna menarik tangan Jasmine dan langsung memeluk erat tubuh Jasmine.
“Lihatlah Dad, Mommy akan selalu menjadi pelindungku” Jasmine tertawa mengejek Daddy nya yang memasang wajah kesal.
“Hey kenapa dirimu selalu saja membela anak-anakmu”
“Hahha Dad karena kami lebih berarti dari dirimu” Jawab Abranie sambil tertawa.
“What” Daniel membulatkan matanya dan langsung menarik telinga Abranie.
“Wait wait.. kemana pangeranku yang lain? Mereka tak datang kemari ?” Jasmine menekuk wajah nya saat menyadari ada yang kurang disana.
“Mereka masih ada urusan bisnis dan besok mereka akan datang langsung kesana” Jawab Raffael memeluk keponakan dengan penuh kasih sayang.
“Huh ya ya mereka selalu saja mementing bisnis nya. Oke tidak masalah sekarang berikan aku hadiah jangan bilang kalian semua datang tanpa membawa hadiah untukku”
“Hah..Hey Princess Jasmine dirimu sudah memiliki segalanya masih mengharapkan hadiah dari kami” Jawab Raffel mencium gemas keponakan cantiknya.
“Ya Tuhan lihatlah mereka sangat tidak tahu terimakasih, padahal aku sudah menyambut mereka dengan sangat istimewa tapi meraka datang dengan tangan kosong” Ucap Jasmine dengan wajah polos yang sangat menggemaskan “Ahahaha kalian curang kenapa main keroyokan, hey Bella kenapa kau hanya melihat bantu aku dari mereka cepat selamatkan aku..” Teriak Jasmine dengan diiringi suara tawa karena dirinya tengah dihujami gelitikan semua orang.
“Aunt Sabi help me, apa sekarang dirimu sudah tidak ada dikubu ku lagi?” Teriak Jasmine
“Tidak, karena istriku tidak akan membantumu tuan putri..” Jawab Victor
“Harry jadi sekarang kau menghianati Daddy” Ucap Raffael dengan tatapan tajam.
“Sorry Dad tapi ini tidak adil kalian menyerang Jasmine secara keroyokan jadi aku harus membantunya”
“Lihatlah Mom anak kesayanganmu sejak dulu selalu saja membantahku” Ucap Raffael yang menatap Netra yang tengah tersenyum dengan mengigit bibirnya.
“Itu karena didikan mu” Netra tersenyum melihat putra satu-satu nya “Boy apa kau tidak merindukanku, tenang sekarang Mommy ada dipihakmu dan Jasmine” Netra sebentar melirik Raffael yang membulatkan matanya.
“Hahaha lihatlah pelindungku selalu ada, sejak dulu hanya dia yang selalu menyalamtkanku dari kejahatan kalian semua”
“Iiiiiishhh kami tidak jahat” Jawab Dave dengan wajah mengejek.
Ruangan yang penuh dengan senjata itu kini tidak lagi sepi justru terasa sangat hangat, karena banyak tanda tawa yang terjadi disana. Semua orang tengah melepas rindu satu sama lain karena anggota keluarga Moris tinggal berjauhan.
Malam itu dihabiskan dengan acara makan malam dihalaman belakang dengan angin pantai yang menambah suasana menjadi lebih intim. Suasana yang jarang dirasakan Jasmine tapi bukan hanya Jasmine tapi semua orang juga jarang merasakan kebersamaan itu.
Banyak canda tawa yang terjadi dimalam yang indah itu tapi ada hati yang merasa hampa ditengah suasana hangat itu, ya hati Jasmine kini merasakan kekosongan karena tidak adanya sosok Zavier disampingnya. Sebelumnya Jasmine berencana akan mengenalkan Zavier dimalam sebelum acara Persia Party dimulai tapi ternyata dirinya hanya bisa rencana.
Untuk kesekian kali nya Jasmine akan datang dengan Harry sebagai kekasihnya, jauh hari Jasmine sudah mengatakan pada Harry akan mengenalkan Zavier pada keluarga Moris tapi niat itu dikubur dalam-dalam.
Harry mengenal Jasmine sejak kecil dan bahkan tumbuh dewasa bersama bisa melihat ada sesuatu yang tengah mengganggu pikiran Jasmine.
Apa aku harus benar-benar melepasmu Zavie (Batin Jasmine)
.
.
.
FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan up lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Short Story
◾️Menikahi Dua Lelaki
Thank You For Reading ☺