The Power Of The Dark World

The Power Of The Dark World
Mother-In-Law



"Damn.."


"Dokter Jasmine.." Teriakan seorang perawat menghentikan langkah nya dan saat berbalik ada rona bahagia terpancar. "Nona Angela.." Jasmine berlari menuju kamar Angela, matanya membulat saat melihat ada sepasang mata yang tengah menatapnya.


"Angela kau sadar.. Terimakasih tuhan.."


"Terimakasih My Princess Jasmine.."


Angela yang sudah ditemani kedua orangtua nya dan juga orangtua Jasmine kini sedang menikmati pelukan sang ibu dengan sedikit mengobrol ringan.


Sedangkan Jasmine yang sudah berpergi mengendarai mobil sport menuju Mansion milik sang kakak terus saja mengumpat kesal karena bayangan yang tadi dilihat nya.


"Nona Jasmine.."


"Enyahlah aku harus bertemu dengan Ab.."


"Maaf Nona sebaiknya anda menunggu didalam Mansion"


"Enyahlah sebelum aku menarik pistol ini"


Dengan kasar Jasmine menodongkan pistol kepada penjaga yang menghalangi langkahnya yang sedang berjaga didepan pintu masuk menuju ruang bawah tanah. Akhirnya penjaga itu pun membuka jalan untuk Jasmine.


Dengan langkah cepat Jasmine menuruni setiap anak tangga dan terdengar jelas suara jeritan menahan sakit yang menggema disana.


Jasmine melihat Abranie sudah sangat kacau dengan pakaian yang sudah kotor karena darah segar dari orang yang tengah disiksa langsung oleh Abranie.


Plaaaaaaaak..


"Apa kau mau menjadi seorang pembunuh Abranie Gavin Moris. Hentikan kekonyolanmu ini dan kalian berdua kenapa tidak menghentikan Ab huh..!!"


"Karena lelaki tua ini kekasihku...."


"Stop sekarang bersihkan tubuhmu dan segera ikut aku ke rumah sakit..Angela telah sadar"


"Hah benarkah.."


Kedatangan Jasmine membuat Axelle dan Aziel menelan ludah secara bersamaan karena sosok Jasmine sangat mirip dengan sang Mommy yang sulit untuk dibantah. Sesaat sebelum meninggalkan ruangan Jasmine menatap tajam pada lelaki yang sudah dibuat babak belur oleh kakaknya Abranie.


Sebelumnya dalam bayangan Jasmine melihat Abranie tengah menghajar pria tua dengan kedua tangannya yang terikat. Dan jika Jasmine datang terlambat sedikit saja sudah pasti kakaknya Abranie sudah menjadi seorang pembunuh.


Freinkstein adalah seorang lelaki yang pernah ditolak cintanya oleh Ibunda Jasmine dan bahkan harus rela mengalami kebangkrutan yang dibuat oleh anak buah keluarga Moris, Freinkstein adalah Mr.F yang dulu terobsesi untuk memiliki Yuna ibunda Jasmine.


(Cerita ini berhubungan dengan novelku yang berjudul "Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa" jadi agar kalian nyambung baca, harus baca dulu novel ke satunya)


"Ada yang mau bermain denganku"


"Kau yakin? Ucap Axelle


"Tentu,, Mari kita bertaruh boy.."


"Kau pasti akan kalah Jasmine.."


"Kita lihat saja,, Jika aku menang turuti keinginanku"


"Tapi jika dirimu kalah, dirimu harus menyiapkan sebuah liburan mewah untuk kami dan juga Angela"


"Baiklah..."


Bruummm Brummmn Brummm..


ketiga lelaki tampan Jasmine kini sedang tertawa sombong karena berpikir akan menang dari adiknya. Jasmine yang sengaja mengajak untuk balapan memiliki tujuan agar Abranie kembali memiliki gairah dalam jiwa nya yang sempat kosong.


Karena terlalu sombong ketiga pria tampan kehilangan start, dengan satu hentakan Jasmine sudah melajukan mobil sport dengan sangat cepat hingga meninggalkan tiga mobil sport yang belum memulai start.


"Sial..!!" Desis Axelle


"Oh my God" Ucap Abranie


"Damn apa dia adikku" Ucap Aziel


Ketiga wajah lelaki tampan itu dibuat melongo dengan yang baru saja dilakukan oleh Jasmine. Selama di Amerika Jasmine terus melatih kemampuan mengemudinya hingga akhirnya nama Yariena sudah sangat dikenal disana.


"Bersiaplah siapkan uang kalian untuk menuruti semua keinginanku boy.."


Dengan sebuah senyuman licik memutus sambungan telefon nya dan Jasmine kembali menambah kecepatan mobil nya dan meninggalkan ketiga lelaki tampan nya.


"Damn" Axelle mengumpat kesal karena harus kalah dari adiknya.


"Kau banyak berubah Jasmine" Ucap Abranie dengan menunjukkan senyuman devil diwajahnya.


Waktu yang cukup berbeda jauh Ketiga laki-laki kembar itu baru memasuki area rumah sakit sedangkan Jasmine tengah berdiri dengan bersandar dimobil sportnya sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Ternyata ketiga lelaki kembarku sangat mudah dikalahkan"


"Diamlah" Bentak Axelle


"Baiklah segera siapkan uang untuk memanjakan diriku boy, mungkin kalian harus mencari informasi tentang sebuah kapal pesiar mewah siapa tahu nanti aku akan memintanya"


"Shitt.. Jasmine" Teriak Aziel dengan mengusap wajah nya kasar


****


"Masuklah"


Abranie yang terhenti tepat didepan pintu kamar rawat Angela merasa masih tidak percaya jika kekasihnya telah kembali. Ada sedikit rasa canggung didiri Abranie karena setelah satu tahun tidak melakukan interaksi dengan kekasihnya. Sebelum membuka pintu Abranie memeluk tubuh adiknya yang berdiri disampingnya.


"Terimakasih My Princess Jasmine"


"Ada apa denganmu, jangan drama Ab..kemarilah aku rapikan dulu penampilanmu agar wanitamu semakin jatuh cinta melihatmu"


Ceklek....


"Abranie..."


Suara lembut kembali terdengar ditelinga Abranie, Suara yang sudah sejak lama sangat dirindukannya. Dan sebuah senyuman manis kini kembali bisa dinikmati Abranie.


Tap


Tap


Tap


"Jangan pernah berbuat bodoh lagi My Baby Girl" Abranie tidak melihat dan tidak peduli didalam ruangan itu banyak mata yang tengah menatapnya yang ada dalam pikiran Abranie adalah ingin memeluk erat sang kekasih.


"Ab disini ada Mom, Dad dan juga kedua orangtuamu" Bisik Angela disela pelukan kekasihnya.


"Biarkan saja, karena setelah ini kita akan segera mengatur pesta pernikahan"


"Hah jangan bercanda Ab.."


"Ehemm hey Tuan Ab apa kami kau anggap sebagai pajangan" Ucap Jemmy sambil tertawa kecil


"Mungkin.. lebih baik carilah makan atau apapun agar kalian semua bisa keluar dari ruangan ini"


"Ow Ow berani sekali dirimu Tuan Ab, Baiklah aku akan membawa putriku pergi jauh darimu"


"Aku akan lebih dulu menculiknya Uncle Jemmy.."


"Haha hentikan, baiklah kami akan mencari makan dan mungkin mencari sebuah WO untuk sebuah pesta pernikahan" Ucap Yuna dengan sebuah senyuman manis diwajahnya.


"Hey boy jangan membuat calon menantuku kelelahan dia masih belum sehat betul" Timpa Daniel dengan senyum penuh arti.


"Mungkin sedikit Dad" Jawab Abranie


"Hey anak nakal, awas saja jika kau berani.."


"Seperti nya kau memiliki anak yang sama seperti Daddynya" Timpa Jemmy


"Huh kalian orang dewasa membuatku sangat geli dengan obrolan gila ini,, lebih baik aku mencari makanan yang akan membuat perutku kenyang" Dengan wajah malas Jasmine keluar dengan menarik tangan kedua lelaki kembarnya.


"Abranie tolong jaga putriku" Ucap Linsa


"Siap laksanakan Mommy Mertua.."


.


.


.


FYI


Hallo..


Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..


Alasannya karena Authoor kerja..


Untuk weekend diusahakan up lebih dari hari-hari biasa ya..


Dan diusahakan setiap hari up ya..


kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..


Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..


Ditunggu Juga masukan nya ya..


Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya :


◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa


◾️Short Story


◾️Menikahi Dua Lelaki


Thank You For Reading ☺