The Power Of The Dark World

The Power Of The Dark World
Withered Rose #2



FYI


Hallo..


Author ngadain give away neh dibulan kelahiran author yaitu Desember..


Ada dua outfit untuk dua orang yang beruntung, outfit dari salah satu store ternama di kota Bandung..


Cara buat dapetinya gampang kalian cuma harus :


-Like & Comment disetiap bab (Capture)


-Dan share disalah satu media sosial kalian dan 3 inilah judul novel nya :


◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa


◾️Cerita Seorang Seniman


◾️The Power Of The Dark World


Dan tag author ya (Fb : Sentiawati, Ig : Sentiawati)


Siapa yang rajin mampir dengan kata lain hadir disetiap bab nya membawa like dan comment kemungkinan


menang jauh lebih besar ya :)


Pemenang give away akan diumumkan di tanggal 19 Dec 20 tepat dihari ulangtahun author :)


 


Dor


“Arhhhh...”


Bruuuukkk


“Tidaaaaaaaaaaaaaaaak !!!!!”


Sebuah takdir yang tidak dihindari Jasmine kini membuat semua orang terpaku, darah segar langsung membasahi pakaian Jasmine tepat dibagian dada Jasmine mendapat tembakan. Bukan hanya Harry yang berteriak tapi Morvin dan Darwin langsung bereaksi dengan menembaki Dominic secara brutal dengan senjatanya.


Dalam hitungan detik Dominic sudah tidak lagi bernyawa, Morvin dan Darwin yang merasa gagal masih belum puas dengan kematian Dominic karena kini bosnya tengah sekarat.


“Aku mencintaimu Harry, sangat mencintaimu”


“Arhhh,, berjanjilah akan menyelamatkan kedua bayi kembar kita apapun yang terjadi”


Dalam sakit Jasmine masih berusaha tersenyum, mengusap air mata yang sudah tidak bisa ditahan Harry.


“Tuan Muda, ambulance sudah siap mari kita bawa Nyonya ke rumah sakit” Roseline datang dengan mata merah menandakan jika dirinya sudah lebih dulu menangis.


“Roseline, apa kau tahu tentang semua ini?!!”


Roseline yang mencoba menahan air matanya tidak lagi memiliki kekuatan untuk menahannya, rasa sakit yang dirasakan sekarang melebihi rasa sakit saat Roseline tahu jika dirinya terlahir dari hubungan terlarang yang keberadaanya tidak diharapkan.


“Saya mohon Tuan, jangan membuat Nyonya menunggu terlalu. Nyonya sudah kehilangan banyak darah dan jika terlalu itu akan berpengaruh pada calon anak anda”


Langkah tertatih semakin menunjukan rasa sakit yang teramat sakit. Darwin yang sangat menyayangi Jasmine seperti adiknya ambruk tidak percaya jika dirinya harus gagal melindungi Jasmine.


Darwin merupakan seorang pria yang tidak memiliki pendidikan tinggi dan bahkan tidak memiliki pekerjaan, tapi pertemuan dirinya dengan Jasmine mengantar dirinya menuju sebuah kehidupan yang sangat layak dengan segala kemewahan yang diberikan Jasmine.


Sejak aku bertemu denganmu, aku selalu berusaha melindungimu tapi sekarang kenapa dirimu harus seperti ini tepat didepan mataku (Batin Darwin)


“Tuan Muda saya mohon sadarlah Nyonya tidak bisa jika harus menunggu terlalu lama”


Morvin tidak bisa melihat Jasmine tiada dalam pelukan Harry, karena dirinya sangat yakin jika Jasmine bisa bertahan. Dengan sebuah tamparan keras Morvin menyadarkan Harry yang enggan melepaskan pelukan dari Jasmine yang sudah mulai kehilangan kesadarannya.


“Aku yang akan membawa istriku, lepaskan dia Morvin” Dengan mengumpulkan kekuatan Harry memangku tubuh Jasmine.


“Honey, kenapa kau tidak tertawa senang. Biasanya setiap aku memangkumu kau selalu tertawa senang dan memberikanku banyak ciuman”


“Kau pasti sangat lelah sampai sulit membuka matamu”


“Hubby...”


“Hemmm”


“Aku sangat mencintaimu Hubby”


Tidak ada satu orangpun yang akan bisa kuat saat melihat orang yang dincintai tengah berjuang melawan maut. Jasmine yang mulai kehilangan kesadarannya sudah menunjukan tatapan sayu dengan wajah yang putih pucat.


“Kita belum menyiapkan nama untuk calon anak kita, aku mau anak kita diberi nama Yara dan Yama”


“Apapun yang kau mau aku akan lakukan tapi aku mohon bertahanlah”


Rumah Sakit


“Tuan Muda..”


“Jika hanya satu siapa yang akan anda pilih?”


Kenyataan terburuk kini benar-benat didengar Harry, sebelumnya Harry hanya berpikir jika itu sebuah kekhawatiran dari istrinya tapi sekarang dokter benar-benar mengatakan kenyataanya.


“Kau gila !! selamatkan Jasmine dan kedua bayinya, jika tidak maka aku akan menghabisimu” Angello tidak lebih kacau dari Harry. Sejak pertama mendapat kabar jika rumah pribadi Jasmine diserang, Angello langsung murka.


“Angello tenanglah” Victor yang juga sudah datang bisa melihat jika putranya masih memiliki rasa cinta pada Jasmine yang membuat putranya sangat kacau dengan kondisi Jasmine yang semakin memburuk.


“Kedua bayiku” Dengan sangat berat, Harry menentukan pilihan yang langsung membuat Angello bereaksi.


“Kau mau melepaskan Jasmine, bukankah kau mencintainya lalu bagaimana bisa kau membuatnya kehilangan kesempatan hidup” Harry hanya diam saat Angello mencengkram kerah bajunya.


“Ini permintaan Jasmine !!” Teriak Harry


“Kau pikir aku mau kehilangan wanita yang sangat aku cinta, sejak dulu aku selalu ingin menang darimu. Sejak dulu Jasmine selalu lebih memilihmu dan kau pikir sekarang saat aku sudah memilikinya aku akan melepaskannya begitu saja !!”


“Jika aku bisa meminta pada Tuhan, aku ingin memiliki Jasmine dan kedua anakku tanpa ada satu orangpun yang pergi !!”


“Arghhhhh !!!” Teriak Angello


Angello yang sudah merasakan sakit karena tidak bisa memiliki wanita yang dicintainya karena hubungan darah kini harus merasakan sakit yang teramat sakit dimana harus menyaksikan wanitanya pergi meninggalkan dirinya.


Aliena (Batin Angello)


Roseline orang yang paling merasa sakit karena dirinya sudah mengetahui hari ini. Hari dimana Aliena akan datang membawa Dominic menjalankan rencana balas dendamnya. Dengan langkah besar Angello pergi meninggalkan rumah sakit.


Seharusnya aku melawanmu Jasmine, mungkin semuanya tidak akan terjadi dan suamimu pasti akan melakukan apapun untuk melindungimu dan kedua anakmu (Batin Roseline)


Roseline yang duduk didepan Angello melihat amarah diwajah Angello.


Angello, kemana dia akan pergi ?! Tidak, Aliena. Ya Angello pasti akan menemui Aliena yang pantas disalahkan dalam kejadian ini (Batin Roseline)


“Dimana dia?” Angello menghubungi Scott yang bertanggung jawab mengurus Aliena untuk menemui penghianat kecil yang sudah membuat nyawa wanita yang dicintainya diujung tanduk.


“.......”


Buuuummmm..


Dengan sangat cepat Angello langsung meninggal rumah sakit, Roseline yang melihat itu hanya bisa mengumpat kesal dan dibuat panik. Bagaimana pun Jasmine sudah mengatakan untuk mengendalikan amarah Angello.


“Sial, Angello lebih murka dari Harry. Dia bisa membunuh Aliena” Roseline yang sudah berjanji pada Jasmine untuk mencegah hal buruk terjadi pada Aliena terpaksa harus meninggalkan rumah sakit untuk menyusul Angello.


Aliena yang sudah ditahan dibasement Jasmine dan dijaga oleh para anak buah Jasmine tengah terkurung disebuah ruangan tertutup. Aliena baru mengingat semuanya saat melihat Jasmine tertembak, barulah ingatannya kembali.


Kedatangan Angello membuat para pengawal terkejut karena Angello datang dengan wajah merah penuh kemarahan. Rumah pribadi Jasmine kini sudah kembali normal, sudah rapi seperti sebelum. Para pelayan yang sangat ingin bertanya mengurungkan niatnya karena Angello yang dalam keadaan panas hanya akan membuat


para pelayan mendapat kemarahan Angello.


“Tuan Muda Angello, apa anda lupa jika anda tidak memiliki akses memasuki basement”


“Kalau begitu kau yang akan membawaku memasuki basement”


“Arghhh” Roseline berteriak kesakitan karena Angello menarik tangannya dan meletakkan disensor pembuka kunci pintu menuju basement.


“Nyonya Jasmine tidak ingin ada satu orangpun yang menyentuh Aliena, perlu anda ketahui jika saat Aliena kehilangan ingatannya dan itu dilakukan oleh Dominic !!”


“Pikirkan jika sampai Nyonya tahu dia pasti akan sangat kecewa”


Angello tertunduk, wajah yang sebelumnya penuh amarah kini menjadi sangat lemah karena mengingat Jasmine sedang berjuang untuk hidup.


“Bukan hanya anda yang merasakan sakit atas kejadian ini tapi semua orang merasakan hal yang sama, sebuah rasa sakit yang teramat sakit” Roseline yang memiliki kemampuan yang sama dengan Jasmine mampu membuat Angello menurunkan emosinya.


Sebuah rasa empati selalu ditunjukan Roseline pada semua orang termasuk pada Angello. Beberapa saat Angello menatap Roseline dalam hingga tanpa ada kata-kata Angello memeluk Roseline yang berjarak cukup dekat denganya.


Deg...