
“Harry”
Mendengar ada seseorang yang menyapa Harry langsung berdiri dan membalikkan badannya melihat sumber suara. Melihat sumber suara kedua bola mata Harry membulat, sedangkan Jasmine yang mengetahui Harry sedang berlibur dibuat heran kenapa Harry masih ada di London.
“Damn.. kenapa Jasmine harus ada disini” Harry mengumpat dalam hatinya saat melihat Jasmine sedang menatap dirinya mencoba mencari tahu melalu matanya.
Kenapa..Kenapa aku tidak pernah bisa melihat ada kebohongan dalam diri Harry..!!?
Apa Harry memang tidak pernah menyembunyikan sesuatu dariku..?
Lalu kenapa dia ada disini? Bukankah seharusnya dia sedang berlibur..
Say something to me Harry... (Batin Jasmine)
“Kau ada disini?” Tanya Harry mencoba bersikap tenang.
“Ya aku akan makan siang bersama Abranie dan Angela, bukankah kau seharusnya sedang berlibur?” Jasmine terus mencari tahu pikiran Harry dan untuk kesekian kalinya tidak ada yang bisa dilihatnya.
“Ya aku kembali lebih awal karena aku akan mengganti destinasi liburanku, makannya aku kembali karena ada barang yang aku tinggalkan” Dengan sikapnya yang tenang Harry bisa mengendalikan situasi dan membuat Jasmine terlihat mulai berhenti mencari tahu hal yang ada dalam pikirannya.
“Jasmine aku dan Angela harus pergi sekarang karena harus melihat cincin pernikahan kami, mungkin kau bisa pulang dengan Harry..Aku harap kau mau mengantar Jasmine pulang karena Erwin dan Darwing akan ikut denganku” Abranie langsung pergi tanpa menunggu persetujuan dari Harry maupun Jasmine.
Siang itu Harry dan Jasmine makan siang bersama sambil membahas kenangan-kenangan masa kecil mereka berdua. Suara tawa terdengar disela-sela obrolan mereka berdua hingga tanpa terasa waktu berjalan sangat cepat. Jasmine terlihat sangat menikmati waktu bersama dengan Harry dan hanya fokus berbincang dengan Harry tanpa sadar jika handphone nya sudah bergetar beberapa kali. Sejak pertama mulai berbincang dengan Harry tidak sedikitpun Jasmine melihat handpone yang sengaja disimpan didalam tas tanpa diberi nada.
Sore menjelang malam Jasmine masih bersama Harry dan melanjutkan acaranya menuju ke sebuah bar milik sang ayah. Kedatangan Jasmine membuat semua pekerja terkejut karena tidak ada yang memberitahu sebelumnya, namun Jasmine tidak memberikan reaksi apapun dan malah berjalan melewati para pelayan menuju sebuah ruang vip yang ada didalam bar.
Malam semakin larut Harry dan Jasmine masih menikmati kebersamaan diantara mereka, dan Harry yang terus minum sudah mulai kehilangan kesadarannya.
“Harry please sudah hentikan kau sudah menghabiskan banyak minuman”
“Ini jauh lebih baik Jasmine..”
“Ayo kita pulang ini sudah malam”
Jasmine terus mencoba membujuk Harry untuk berhenti minum, namun tidak ada tanda-tanda Harry akan berhenti minum. Harry yang sudah mulai berbicara ngawur membuat Jasmine geleng-geleng kepala dan tak jarang tertawa dengan tingkah konyol yang dilakukan Harry.
“Kau tahu Jasmine aku sebenarnya tidak pergi berlibur tapi aku sedang menghindari dirimu”
Deg
“Apa kau tahu alasannya apa? Aku yakin dirimu tidak tahu karena aku tidak memberitahumu haha..” Jasmine terdiam mendengar kata-kata yang diucapkan Harry dan itu membuat Jasmine tidak percaya jika Harry ternyata sedang berbohong padanya. “Hatiku hancur saat mendengar dirimu menerima Zavier untuk menjadi suamimu, malam itu sebenarnya aku datang membawa satu buket bunga tulip putih dan kotak kecil yang berisi hadiah kecil untukmu tapi ternyata dirimu sudah menerima buket bunga tulip dari orang lain dengan jumlah banyak. Jangan tertawa Jasmine aku sedang serius, sejak aku mulai mengenalmu disitulah ada rasa yang lain aku rasakan padamu namun aku sadar aku bukan orang yang pantas untukmu”
Deg
“Kau ingat Angello selalu bilang dia akan menjadikanmu kekasih jika dirinya tidak terlahir sebagai anak Uncle Victor dan dia selalu mengatakn jika aku adalah orang bodoh yang tidak menjadikanmu kekasih, Angello benar aku memang orang bodoh yang tidak pernah akan pantas bersamamu. Kau pasti akan bilang stop Harry jangan bicara seperti itu kau orang yang berarti untukku, haha jika aku memang pantas untukmu seharusnya kau sadar sudah sejak lama kau menyimpan perasaan pada ya perasaan yang melebih dari seorang kakak”
Deg
“Aku sangat mencintaimun Jasmine..”
Deg
“Sangat mencintaimu”
Deg
“Jiwaku hampa dan hatiku sudah mati, cinta yang sebelumnya selalu tumbuh dan aku jaga sudah membuatku merasa gila”
Deg
Pengakuan yang dituturkan Harry sontak membuat Jasmine mematung dengan air mata yang terus mengalir membasahi kedua pipinya. Jasmine yang sebelumnya berdiri kini ambruk dengan kedua tangan menutupi wajahnya yang tengah menangis.
Ada rasa sakit yang seketika menyerang hati Jasmine yang membuat dadanya semakin sakit saat mengingat setiap kata yang diucapkan Harry mengenai perasaannya.
“Aku sangat mencintaimun Jasmine..”
“Sangat mencintaimu”
“Kenapa aku tidak menyadari jika ternyata selama ini aku sudah sangat membuat hatimu hancur.. kau bahkan tahu jika kau sama berartinya seperti tiga lelaki kembarku..
Kenapa kau tidak mengatakan kebenarannya justru malah menyiksa dirimu seperti ini dengan waktu yang cukup lama kau bahkan rela merasakan sakit karena sikapku..” Jasmine bergumam dalam hatinya merasa sangat bersalah pada pria yang memang sudah sangat baik kepadanya.
Waktu sudah menunjukan tengah malam namun Jasmine masih saja terus mennagis dipelukan Harry yang sedang terlelap. Ditengah-tengah pelukan tiba-tiba Harry kembali berbicara dengan keadaan mata yang masih tertutup.
“Jasmine aku benar-benar mencintaimu, sangat mencintaimu”
***
Pagi telah menjelang Jasmine masih tertidur dikamar dengan tubuh yang tertutup selimut. Hanya penjaga yang berjaga diluar Mansion yang tahu jam berapa Jasmine kembali, dan sekarang Jasmine masih tertidur dengan pakaian lengkap kemarin yang tidak diganti oleh nya.
Sinar mentari sudah mulai jahil menggangu dirinya yang baru tertidur beberapa jam, berkali-kali pintu kamar Jasmine diketuk oleh pelayan tapi tidak ada jawaban dari si pemilik kamar. Perlahan Jasmine membuka matanya perlahan dan ada rasa tidak nyaman saat pertama kali membuka matanya ya itu karena kedua matanya kini sembab. Jasmine yang membuka matanya melihat handphone yang ada diatas meja bergetar dan langsung diraihnya ternyata Zavier yang menelfonnya.
“Ya Zavie..”
“Ada apa denganm sejak kemarin aku menghubungi tapi kenapa dirimu tidak menjawab telfonku atau membalas pesanku” Suara Zavier terdengar sangat khawatir, Jasmine melihat handphone nya dan ternyata benar banyak sekali panggilan tak terjawab dari Zavier dan pesan yang dikirim Zavier.
“Kemarin aku ada sedikit urusan, ini sudah waktunya kau mulai bekerja jangan membuat pasienmu menunggu. Hari ini aku akan pergi menemui Mommy, semoga harimu menyenangkan Zavier..”
“Are you okay..?”
“Aku sangat baik, bye..”
Tut Tut Tut..
.
.
.
FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan up lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Short Story
◾️Menikahi Dua Lelaki
Thank You For Reading ☺