The Power Of The Dark World

The Power Of The Dark World
Confession #2



“Dimana Jasmine? Apa dia baik-baik saja?” Axelle yang sejak pagi tak melihat Jasmine sedikit khawatir karena tak biasanya sang adik tidak ikut sarapan.


“Ada apa? Kenapa kalian tidak menjawab?” Abranie semakin dibuat penasaran karena tidak satu pun para pelayan yang menjawab. “Scott kau tahu sesuatu?”


“Maaf Tuan tadi malam Nona Muda kembali pukul 03.00 dengan keadaan yang sangat kacau”


“Apa maksudmu?” Axelle yang tadinya akan meminum jus yang sudah dipegangnya langsung menyimpannya lagi.


“Nona Muda datang dengan mata merah seperti sudah menangis Tuan dan saat saya menyapa Nona sama sekali tidak menjawab, biasanya Nona tidak pernah berlaku seperti itu” Scott tertunduk saat melihat wajah Axelle yang terlihat khawatir.


Axelle yang sudah berdiri hendak menemui Jasmine dihentikan oleh Angela. “Biar aku yang menemuinya, kalian sarapan saja aku akan membawa sarapan untuk Jasmine” Angele tersenyum kecil meyakinkan kekasihnya dan calon kakak iparnya yang sudah terlihat khawatir.


Angela yang diikuti satu pelayan berjalan menaiki tangga menuju kamar Jasmine, saat Angela mencoba membuka pintu kamar tidak bisa ternyata Jasmine menguncinya dan biasanya Jasmine tidak pernah mengunci pintu kamarnya. Angela saling pandang dengan pelayan yang membawa sarapan untuk Jasmine karena semua orang tahu Jasmine tidak pernah mengunci pintu kamarnya, tapi sekarang Jasmine dengan sengaja mengunci pintu dan membuat Angela semakin yakin jika sahabatnya sedang dalam keadaan tidak baik.


“Nona apa perlu saya mengambil kunci cadangannya?”


“Tidak, itu akan membuat Jasmine tidak suka. Aku akan mencoba membujuk Jasmine agar mau membuka pintunya” Sebelum mengetuk pintu Angela menarik nafas terlebih dahulu.


Tok Tok Tok


“Jasmine apa kau sudah bangun?”


Tok Tok Tok


“Aku membawakan sarapan untukmu, boleh aku masuk?”


Tok Tok Tok


“Jasmine are you okay?”


“Jasmine..”


Ceklek..


Angela menghela nafas lega akhirnya Jasmine membuka pintu dan itu tanda nya mengizinkan dirinya untuk masuk. Angela tahu Jasmine tidak akan suka ada orang lain masuk saat dirinya dalam mood tidak baik sehingga Angela meminta pelayan itu kembali melanjutkan pekerjaannya.


Saat Angela masuk dan melihat Jasmine tengah duduk dikursi menghadap ke jendela yang sudah terbuka namun Angela merasa aneh karena Jasmine masih mengenakan pakaian yang kemarin dikenakannya.


Apa dia tidak berganti pakaian sejak kemarin..?! Apa yang terjadi kemarin bukankah


kemarin Jasmine pergi bersama Harry tapi apa yang terjadi sampai Jasmine


terlihat sangat kacau.. (Batin Angela)


“Morning Princess Jasmine, what happend? Say something please.. don’t make me worried”


“I am a bad person” Dengan mata yang berkaca-kaca Jasmine mengatakan seseuatu yang membuat Angela semakin kebingunan.


“What?”


“I broke Harry's heart”


“Harry?”


“Harry loves me”


“Apa Harry memaksamu menerima cintanya hingga dirimu dalam kegelisahan seperti ini?


“Not”


“Lalu”


“Tadi malam kami ke bar milik Daddy dan disana Harry minum sangat banyak hingga membuat dirinya mabuk dan saat itulah Harry mengatakan semuanya. Mengatakan rahasia yang disimpannya dengan sangat rapi sejak lama sejak kita kecil”


“Huh aku tahu Harry sangat berarti untukmu, aku tahu kau pasti merasa bersalah karena telah membuat Harry sakit hati. Tapi bagaimana dengan Zavier bukankah kau sangat mencintai dia bahkan kalian sudah merencanakan pesta pertunangan” Angela memeluk erat tubuh sangatnya yang saat ini sedang sangat kacau, Jasmine menangis dipelukan Angela menunjukan ada rasa sesak dalam dada nya, rasa bersalah yang sangat dalam.


“Apa yang harus aku lakukan, aku tidak bisa menghancurkan hati Harry tapi aku..” Jasmine menangis semakin menjadi mengingat seperti apa Harry tadi malam.


“Ikuti kata hatimu, yakinkan pilihanmu jangan sampai kau memilih Harry karena rasa kasihan karena aku yakin Harry akan lebih bahagia jika melihatmu bahagia dengan pilihanmu, pilihan hatimu. Aku yakin kau bisa melakukan itu dan kau harus tahu Harry bukanlah lelaki lemah dia pasti akan segara pulih dari rasa sakitnya percayalah sekarang kau tinggal yakin kan siapa yang akan kau pilih”


“Tapi...”


****


Matahari sudah sangat tinggi tapi Harry masih terlelap terjaga dibalik selimut tebal. Netra yang tadi malam menunggu putranya dibuat kaget karena Harry pulang dalam keadaan mabuk berat sambil terus menyebut nama Jasmine. Raffael sedang melakukan perjalanan bisnis tidak mengetahui jika putra nya minum hingga mabuk jika Raffael tahu maka Harry pasti akan dalam masalah.


Netra yang tengah sibuk menyiapkan bubur untuk putra dikejutkan dengan kedatangan sosok wanita muda yang sangat dicintai oleh putranya yaitu Jasmine. Netra langsung menghentikan aktivitasnya dan langsung menghampiri Jasmine yang masih berdiri mematung.


“Hai sayang tumben datang tanpa memberitahu Aunt, why?”


“Harry dimana Aunt?”


“Hah” Netra yang tidak tahu jika tadi malam Jasmine dan Harry baru bertemu sedikit bingung harus menjawab apa, namun melihat mata Jasmine yang berkaca-kaca Netra menduga jika Jasmine sudah tahu tentang perasaan Harry yang sesungguhnya.


“Aku tahu jika Harry tidak pergi berlibur dan tadi malam kami sempat pergi bersama”


“Jasmine..” Harry yang baru saja bangun karena rasa huas dan keluar kamar dengan niat untuk minum namun Harry melihat sosok Jasmine langsung berjalan kearah Jasmine, belum sampai Jasmine sudah berlari memeluk Harry sambil menangis. Harry yang melihat Jasmine menangis dibuat bingung karena dirinya sama sekali tidak apa yang terjadi tadi malam saat dirinya mabuk.


Netra memberi isyarat untuk membawa Jasmine agar memberi privasi, Harry membawa Jasmine ke taman belakang rumahnya dan mendudukkan  Jasmine dikursi yang ada dipohon rindang. “Ada apa katakanlah”


“Maafkan aku Harry” Ucap Jasmine dengan suara lirih


“Hah”


“Kau sangat berarti dalam hidupku, aku menyayangimu dan aku mencintaimu dan dirimu sama pentingnya seperti tiga lelaki kembarku. Kau pelindungku dan kau juga yang mengajarku sebuah arti kehidupan. Tapi aku benar-benar minta bertahun-tahun lamanya aku menyakiti hati serta perasaanmu dan sekarang aku sudah membuat hatimu hancur. Andai aku bisa lebih peka kau pasti tidak akan merasakan rasa sakit”


Dari kejauhan Netra menatap intens dan dengan jelas Netra bisa mendengar yang dikatakan Jasmine karena disana ada alat yang sengaja dipasang oleh Raffael sehingga bisa mendengar setiap percakapan yang dilakukan ditaman belakang rumahnya. Netra meneteskan air matanya karena tahu pasti hati putranya kini tengah hancur sehancurnya.


Jasmine yang berada dalam pelukan Harry bisa merasakn jika sekarang nafas Harry sangat berat menahan rasa sesak didada nya.


“Aku tidak memaksamu untuk menjadi miliku ataupun membalas rasa yang kau miliki, dengan melihtamu bisa tersenyum bahagia itu sudah lebih dari cukup untukku. Kau tidak perlu mengkhawatirkan diriku aku bukan lelaki lemah kau itu bukan.”


“Hapus air matamu, dan berjanjilah kau akan selalu tersenyum karena dengan melihatmu tersenyum itu sudah menjadi oksigen untukku bertahan”


“Lanjutkan hidupmu bersama cintamu dan aku akan melanjutkan hidupku dengan cinta yang akan selalu aku jaga, berjanjilah untuk tidak terus menyalahkan dirimu”


“Harry”


.


.


.


FYI


Hallo..


Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..


Alasannya karena Authoor kerja..


Untuk weekend diusahakan up lebih dari hari-hari biasa ya..


Dan diusahakan setiap hari up ya..


kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..


Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..


Ditunggu Juga masukan nya ya..


Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya :


◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa


◾️Short Story


◾️Menikahi Dua Lelaki


Thank You For Reading ☺