
FYI
Hallo..
Author ngadain give away neh dibulan kelahiran author yaitu Desember..
Ada dua outfit untuk dua orang yang beruntung, outfit dari salah satu store ternama di kota Bandung..
Cara buat dapetinya gampang kalian cuma harus :
-Like & Comment disetiap bab (Capture)
-Dan share disalah satu media sosial kalian dan 3 inilah judul novel nya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Cerita Seorang Seniman
◾️The Power Of The Dark World
Dan tag author ya (Fb : Sentiawati, Ig : Sentiawati)
Siapa yang rajin mampir dengan kata lain hadir disetiap bab nya membawa like dan comment kemungkinan
menang jauhlebih besar ya :)
Pemenang give away akan diumumkan di tanggal 19 Dec 20 tepat dihari ulangtahun author :)
“Tuan Harry..”
Dua orang perawat menggendong dua bayi yang sudah menangis sangat keras, Senyum bahagia muncul diwajah Harry karena dua jagoannya sudah lahir. Disaat bersamaan ada rasa sakit yang sangat mendalam karena sosok wanita yang sangat berarti keberadaanya tidak ikut tersenyum menyambut kehadiran sang bayi kembar.
“Hai Yama, kau sangat tampan”
“Hai Yara, dirimu sangat cantik dan matamu sama seperti ibumu”
Harry yang merasa sangat sesak, terdiam cukup lama karena sebelumnya dokter hanya mengatakan jika hanya ada satu pilihan. Aziel yang terbilang sangat dekat dengan Jasmine tidak mengatakan satu katapun, dirinya hanya tertunduk lemah.
“Tuan Muda Harry”
Dokter wanita yang baru saja keluar dari ruang operasi, tersenyum dengan sangat manis memberikan sedikit harapan tentang kondisi Jasmine.
“Nyonya Jasmine” Sang dokter tersenyum namun ada air mata yang menetes.
Tangisan bahagia sekaligus bangga karena dirinya bisa membawa Jasmine kembali kedalam kesadarannya. Harry menyeka air matanya langsung menghampiri dokter yang masih belum berpindah dari tempatnya berdiri.
“Harry !!”
“Harry sadarlah !!”
Sebuah harapan besar yang dibayangkan Harry kini telah buyar, sebuah kenyataan pahit kini harus dilihat Harry. Yuna yang berusaha kuat kini tengah memeluk menantunya yang sangat hancur menerimana kenyataan yang sangat pahit.
Dalam bayangannya kini ada dua bayi kecil yang lucu tengah menangis sangat keras tapi semua itu hanya bayangan dan sebuah harapan yang sudah sirna. Hati Harry benar-benar hancur karena pada kenyataannya dua malaikat kecilnya telah tiada.
“Harry...” Yuna tahu betapa sakit dan hancurnya hati Harry saat melihat dua bayi kecil yang memejamkan kedua mata indahnya.
“Mom !!! kenapa tuhan sangat tidak adil, dia membuat wanita yang aku cintai harus celaka dan menanggung sakitnya sendiri. Dan sekarang kenapa dua malaikat kecilku juga harus dia ambil !!” Tangisan seorang suami dan seorang ayah tengah membuat seruluh isi rumah sakit merasakan seperti apa sakit yang kini dirasakan Harry.
Dokter yang sudah berusaha untuk menyelamatkan kedua malaika kecil Harry, tidak berbuat lebih karena kondisi Jasmine yang sangat drop membuat kedua bayinya dalam kondisi kritis hingga Tuhan lebih senang jika kedua malaikat kecil itu tinggal bersamanya.
“Harry tenanglah, jangan membuat dirimu semakin kacau. Mommy mohon tenangkan dirimu” Yuna melihat Harry sangat hancur memeluk Harry sangat erat karena Yuna tahu, putrinya disana tidak ingin melihat lelaki yang dicintainya merasa sendiri.
“Tuhan mengambil istriku dan sekarang dia juga mengambil kedua malaikat kecilku”
“Tidak Harry, tidak !! istrimu masih dalam perawatan, dia tidak meninggalkanmu” Yuna menatap mata Harry dalam memberi ketenangan tentang kenyataan jika Jasmine masih bertahan.
Harry terdiam menatap satu persatu orang yang ada disana untuk mencari sebuah kebenaran dari perkataan yang baru saja diucapkan oleh ibu mertuanya. Angello orang pertama yang dipandang Harry karena Harry tahu, Angello tidak pernah main-main tentang segala sesuatu yang menyangkut Jasmine.
“Dia masih bersama kita, dia masih ingin bertemu denganmu dan menghabiskan waktu berdua denganmu hingga kalian tua nanti” Angello perlahan berjalan mendekati Harry dan langsung memberikan pelukan hangat.
“Tapi.. apa yang harus aku katakan tentang Yama dan Yara yang telah pergi meninggalkanku dan Jasmine, dia pasti akan sangat marah karena permintaanya tidak dipenuhi”
“Percayalah dia tidak marah, aku akan membantumu untuk bicara dengannya saat dia sudah sadar nanti. Sekarang kau harus kuat, kita harus segera mengurus pemakaman kedua malaikat kecilmu”
Deg
Hati Harry sangat hancur saat mengingat wajah bahagia Jasmine saat menanti kelahiran dua malaikat kecilnya. Dimasa kehamilan Jasmine selalu terlihat bahagia dan selalu antusias dalam menanti perkembangan dalam masa kehamilan.
Aku mencoba ikhlas pada sebuah kehilangan, dan tersenyum dari sebuah kesakitan. Kepergian kalian sangat membuatku hancur, lalu bagaimana dengan Mommy kalian yang pasti akan lebih hancur (Batin Harry)
"Tuhan menempatkan seseorang dihidupmu karena sebuah alasan. Dan jika kamu kehilangannya maka itu karena sebuah alasan yang lebih baik." Netra memberikan pelukan pada putranya, mencoba memberi kekuatan menerima takdir yang sudah ditulis oleh tuhan untuknya.
"Dalam hidup, kadang kamu akan kehilangan orang yang kamu cintai. Mereka memang tak ada dikehidupanmu lagi, namun tetap ada didalam hati. Tugasmu sekarang harus kuat untuk istrimu saat dia sadar nanti dia akan sangat rapuh dan dirimu harus menjadi penguat untuknya. Biarkan dua malaikat kecilmu bahagia disana, karena kepergian mereka akan memberikan kalian berdua tiket menuju tempat terindah nantinya” Hanya Netra yang bisa membuat Harry sadar dari kekacauan hatinya. Kata-kata Netra kini sudah membuat Harry menyeka air matanya
dan bersiap melihat Jasmine yang masih tertelap.
“Semua akan baik-baik saja Son, kau harus menjadi kuat untuk istrimu” Yuna yang tidak ikut dalam upacara pemakanan lebih memilih menani putrinya yang masih terjaga dalam tidurnya.
“Berjanjilah kau akan membuat putriku kembali tersenyum saat dia bangun nanti” Daniel memeluk Harry memberikan kekuatan.
“Thanks Dad” Ucap Harry
Sudah dua hari, Jasmine masih belum membuka matanya sadar dari kondisi koma yang membuat banyak orang bersedih. Alat bantu pernafasan masih terpasang sama seperti beberapa hari yang lalu. Suara alat yang merekam aktivitas elektrik di dalam jantung terus berbunyi secara teratur.
Dengan sabar Harry selalu ada disamping Jasmine, memberikan motivasi agar Jasmine mau segera membuka matanya.
“Hai Honey, aku merindukanmu”
“Kau selalu mengatakan jika dirimu penguat bagiku bukan kelemahanku. Dan sekarang aku membuktikannya karena sekarang aku menjadi kuat untuk membuat dirimu selalu tersenyum bahagia”
“Jika nanti kau bangun, kau boleh marah padaku. Karena aku sadar aku telah gagal menuruti permintaanmu. Tapi kau harus tahu, Tuhan punya rencana yang jauh lebih indah”
“Saat dua malaikat kecil kita lahir aku merasa iri padamu, karena mereka berdua sangat mirip denganmu terutama Yara yang memiliki bentuk wajah sama sepertimu”
“Dan Yama, dia wujud dirimu dalam sosok pria. Dia tampan dan memiliki hidung, bibir yang sama sepertimu”
Setiap kali sudah meluapkan kesedihannya, Harry selalu memilih keluar dari ruang rawat meninggal Jasmine. Itu semua karena tidak ingin memperlihatkan kesedihannya didepan Jasmine.
Harry selalu pergi ke kamar mandi umum dan untuk beberapa saat selalu diam dalam sepi.