
FYI
Hallo..
Author ngadain give away neh dibulan kelahiran author yaitu Desember..
Ada dua outfit untuk dua orang yang beruntung, outfit dari salah satu store ternama di kota Bandung..
Cara buat dapetinya gampang kalian cuma harus :
-Like & Comment disetiap bab (Capture)
-Dan share disalah satu media sosial kalian dan 3 inilah judul novel nya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Cerita Seorang Seniman
◾️The Power Of The Dark World
Dan tag author ya (Fb : Sentiawati, Ig : Sentiawati)
Siapa yang rajin mampir dengan kata lain hadir disetiap bab nya membawa like dan comment kemungkinan
menang jauh lebih besar ya :)
Pemenang give away akan diumumkan di tanggal 19 Dec 20 tepat dihari ulangtahun author :)
Dalam kedamaian Jasmine melihat cahaya yang berkelipan dalam kegelapan itu, Tuhan mengubah kegelapannya menjadi terang, dan menyatakan keyakinan tentang sebuah kehidupan baru untuknya.
“Dirimu sangat cantik tapi lebih cantik saat dirimu tersenyum”
Jasmine yang terdiam dalam posisinya tersenyum melihat dua anak kecil yang sangat cantik dan sangat tampan tersenyum padanya.
“Kau sangat cantik” Ucap Jasmine
Jasmine yang memiliki hasrat untuk menyentuh kedua anak kecil itu merasa jika dirinya terus memiliki jarak saat mencoba mendekati dua anak kecil yang terus tersenyum manis padanya.
“Yama dan Yara sangat menyayangi Mommy”
Deg
Langkah kaki Jasmine seketika terhenti karena nama itu adalah nama kedua anaknya.
“Kembalilah Mom, disini bukan tempatmu”
Deg..
“Yama.. Yara.. apa yang kalian lakukan disini dan apa yang terjadi” Jasmine merasakan dada nya sangat sakit karena saat mencoba mendekati kedua anak kecil itu dirinya selalu gagal.
“Kembalilah Mom..” Gadis kecil dengan suara yang lembut membuat Jasmine meneteskan air mata.
“Beberapa waktu yang lalu, seseorang memberiku selembar kertas yang berisi sebuah tiket untukmu menyusul kami ketempat in tapi itu bukan sekarang dan saat itu lebih menerima selembar kertas itu karena itu akan menjadi kebahagian untukmu kelak Mom”
Jasmine menangis sejadi-jadinya saat dua anak kecil itu terus menjauh hingga akhirnya tidak terlihat lagi sosok dua anak kecil yang merupakan anaknya.
Suasana yang sama, rasa yang sama masih kuat terasa diruang rawat Jasmine, dimana sosok Jasmine masih tetap memejamkan matanya. Setiap hari ketiga lelaki kembarnya selalu datang untuk melihat kondisinya tapi semua masih sama.
“Hai princess Jasmine, kapan kau akan membuka matamu” Ucap Abranie
Abranie selalu berusaha kuat dan enggan memperlihatkan kesedihannya, tapi sekarang Abranie yang hanya sendiri tengah meneteskan air mata saat melihat adik kesayangannya berada dalam posisi Angela beberapa tahun lalu.
“Dulu kau membawa Angela kembali padaku, tapi sekarang bisa yang bisa membawamu kembali padaku? Apa kau senang melihatku hancur seperti ini? Apa kau sekarang tengah tertawa karena melihatku menangis karenamu” Abranie yang sudah duduk disamping Jasmine tengah mengenggam tangan kanan Jasmine sambil menciuminya.
“Aku mohon buka matamu” Ucap Abranie lirih.
Basement Jasmine
Kemarahan Angello sudah tidak bisa tertahan lagi, bahkan Angello memukul Roseline hingga pingsan agar tidak lagi dihalangi untuk masuk kedalam basement. Dalam kondisi pingsang, Angello menggunakan sidik jari Roseline untuk masuk menemui Aliena yang ditahan disalah satu ruangan yang ada dibasement.
Melihat kedatangan Angello semua orang terdiam karena tidak ada yang bisa dilakukan karena Angello merupakan anak Victor pendiri basement yang sebelumnya Jasmine sudah mengatakan jika posisi Angello sama dengan posisi Victor ayahnya. Dengan sangat hati-hati Angello membuat Roseline bersandar dikursi.
Tiiiiiiiiittt...
Pintu dengan sistem keamanan sangat canggih sudah terbuka dan memperlihat Aliena. Wanita yang diam disudut ruangan langsung bangun saat melihat Angello dengan wajah merah padam karena amarah yang tengah menyelimutinya.
“Satu kali kau diselamatkan oleh Jasmine dan sekarang kau bekerjasama dengan tua bangka itu untuk membunuh wanita yang aku cintai, apa otakmu sudah benar-benar dibuat bod*h oleh si tua bangka itu hah !!!” Angello yang tidak lagi ragu langsung mencengkram leher Aliena dengan sangat kuat hingga wajah Aliena perlahan mulai memerah karena sulit bernafas.
“A-aku minta maaf Ang..”
“Maaf !! Jasmine sekarang kehilangan dua bayinya apa dengan kata maafmu itu dua bayi nya akan kembali ?! dia sudah memohon agar kau bisa melanjutkan hidupmu tapi kau malah merebut kehidupannya !!”
“ANGELLO !!!!!!” Roseline yang sudah sadar berteriak sangat keras karena melihat Aliena yang sudah tidak lagi bisa bernafas sangat membuat Roseline panik, bagaimana pun dirinya memiliki tanggung jawab untuk menjaga Aliena untuk tetap hidup minimal sampai Jasmine sadar.
“Angello dengarkan aku, Jasmine menginginkan Aliena tetap hidup ! aku mohon tahan amarahmu setidaknya sampai Jasmine sadar dan setelah itu kau bisa membahas apa yang pantas didapat Aliena. Aku mohon lepaskan dia” Roseline memberi keyakinan pada Angello agar mau mendengarkan perkataanya.
Untuk yang kedua kalinya, Angello melihat sosok Jasmine didalam diri Roseline. Sosok Jasmine yang selalu bisa membuat dirinya menuruti semua perkataan yang diucapakan Jasmine dan kali ini entah apa yang membuat Angello selalu sulit menentang perkataan Roseline apa lagi saat beradu pandang dengan Roseline.
“Arghhhhhh” Angello melepaskan tangannya dan mendorong tubuh Aliena hingga terjatuh cukup keras. Kuatnya cengkraman Angello membuat Aliena sedang berusaha menghirup udara untuk menstabilkan pernafasannya.
“Huuuhhh” Roseline menghelas nafas lega karena Angello mau menuruti perkataanya.
Tuhan jangan membuat kepalaku sakit karena tingkah Angello yang sangat sulit mengendalikan emosinya. Aku hanya ingin fokus pada Jasmine (Batin Roseline)
Di ruang pertemuan yang ada di rumah pribadi Jasmine kini Yuna dan kedua putra kembarnya tengah melakukan pertemuan yang membahas acara pesta pertunangan yang mau tidak mau harus ditunda karena melihat kondisi Jasmine yang masih menunjukan perkembangan.
“Daddy harap kalian berdua mengerti karena kita tidak mungkin menggelar sebuah pesta dengan kondisi Jasmine yang seperti sekerang ini. Terlebih lagi Jasmine merupakan Queen yang posisinya sama dengan Abranie” Jelas Daniel.
“Its okay Dad, acara pesta pertunangan tidak akan berlangsung tanpa adanya Jasmine !!” Ucap Axelle yang sesaat menatap Ameera mencari persetujuan.
“Jasmine sekarang jauh lebih penting dari apapun” Sambung Kalina.
Kedekatan Kalina dan Jasmine sudah cukup dekat hingga melihat Jasmine yang terbaring membuat Kalina merasakan kesedihan yang tengah dirasa oleh Aziel dan anggota keluarga yang lainnya.
“Jasmine prioritas utama saat ini” Ameera yang sedikit sudah mengenal Jasmine ikut sedih dengan kejadian yang menimpa Jasmine, apalagi Jasmine yang kehilangan calon anaknya pasti akan sangat sedih saat nanti membuka matanya.
Yuna dan Daniel tersenyum haru karena dua wanita yang kini menjadi kekasih dua putra lelakinya, cukup mengerti dengan keadaan yang tengah dialami keluarga Moris. Sebelumnya sebuah pesta pertunangan akan diselenggarakan di Mansion Moris yang ada di London, tempat perayaan besar berlangsung. Termasuk pesta
pernikahan dan pesta-pesta besar lainnya selalu diadakan di Mansion utama Keluarga Moris.