
"Apa semua ini.. Kau pemilik dari semua ini..?" Tanya Abranie yang berjalan melihat satu persatu senjata yang dilindungi dengan kaca tebal anti peluru.
"Yes.. Ada yang mau bermain..?" Jasmine membuka semua kaca tebal yang melindungi semua Senjatanya. Dan mengambil satu samurai yang menjadi kesayangan nya.
Treng
Treng
Treng
Jasmine yang tengah bermain dengan samurai nya terlihat sangat lihai memainkan nya membuat Aziel yang memang juga pandai menggunakannya kesulitan menangkis setiap gerakan yang dilakukan adiknya. Abranie dan Axelle tidak pernah tahu jika adiknya sangat lihai memainkan benda tipis panjang dan tajam itu dibuat menganga. Jasmine dengan polos tanpa pelindung terus memberikan serangan pada Aziel yang menggunakan alat pelindung. Aziel yang sudah kewalahan kini kehilangan kestabilannya hingga terjatuh dan membuat Jasmine mengarahkan benda tajam itu tepat dileher kakaknya.
Prok
Prok
Prok
"Huh kau sangat lihai Jasmine, siapa yang mengajarimu" Aziel yang mulai bangkit mencoba terus mengatur nafasnya yang masih belum stabil. Sementara Jasmine hanya tersenyum dan menggerakkan bola matanya pada lelaki yang sedang tersenyum. "Huh ternyata Zavier yang mengajarimu.."
"Angela kau tidak ingin bermain, dibalik pintu itu mungkin ada main yang kau sukai.." Jasmine meraih gelas yang berisi minuman yang dibawakan pelayannya yang sudah setia berdiri memegang baki berisi minuman.
"Benarkah.." Angela langsung berdiri sebelum Angela memegang gagang pintunya, sudah terbuka karena Jasmine memegang sebuah remot ditangannya. Sebelum masuk Angela melihat kearah Jasmine yang tengah tersenyum tipis.
Dibalik pintu yang dimaksud Jasmine masih ada koleksi senjata miliknya yang diantaranya panah, permainan yang paling disukai Angela. Saat berada dalam Angela dibuat kaget karena disana ada layar besar yang memperlihatkan kondisi diluar istana Jasmine dan tepat dibawah layar itu ada banyak sekali tombol dengan berbagai warna.
"Angela apa ka..." Abranie yang menyusul masuk terbelalak melihat isi ruangan yang ternyata masih menyimpan banyak sekali senjata disana. Perlahan Abranie berjalan menuju sebuah lemari kaca yang memperlihatkan banyak sekali botol dengan berbagai ukuran lengkap dengan nama-namanya tertera. Abranie membaca beberapa nama yang tertera dibotol dan langsung menggelengkan kepala nya karena yang dibalik lemari kaca itu adalah botol yang berisi racun yang terkenal sangat mematikan dan sangat sulit untuk didapatkan tapi sekarang adiknya memilikinya.
"Tuan Muda mari Nona Yariena sudah menunggu, Nona Angela bukankah anda ingin bermain mungkin saya bisa menemani anda.." Roseline datang dan memecah kekaguman Abranie pada isi ruangan milik adiknya. Angela menarik tangan Abranie tanpa banyak melewati Roseline yang berdiri didepan pintu sambil tersenyum ramah.
"Jasmine bisa kau jelaskan yang ada di dalam itu.."
"Kau sudah melihatnya.." Tanya Jasmine dengan ekspresi datar.
"Bermainlah dulu aku akan membersihkan tubuhku setelah itu akan ku jelaskan semuanya" Jasmine mengecup mesra pipi Zavier lalu berjalan diikuti oleh Bella karena Roseline masih harus menunggu di ruangan yang sangat disukai oleh Jasmine.
Abranie mengusap kasar wajahnya karena masih tidak percaya dengan apa yang dimiliki oleh adiknya. Bukan rasa iri yang ada dalam diri Abranie melainkan sebuah rasa kekhawatiran yang hebat. Jasmine pasti bukan tanpa alasan memasang banyak penjaga disetiap sudut Istana nya dan sekarang Abranie melihat langsung jika adiknya memiliki banyak sekali senjata dan rancun mematikan.
"Tenanglah,, Adikmu jauh lebih kuat dari dugaanmu Ab.." Zavier melihat kekhawatiran yang sebelumnya pernah dirinya rasakan kini tengah melanda Abranie. Sesaat Abranie menatap dalam mata Zavier dan disana Abranie melihat jika Zavier sangat tahu seperti apa kehidupan adiknya.
"Kau tahu segalanya tentang adikku Zavie..?" Abranie menatap lekat mata Zavier yang membuat kedua saudara kembarnya bingung dengan sikap Abranie yang tiba-tiba saja berubah.
"Ya aku tahu segalanya tentang Jasmine, bagaimana dia terpuruk dengan kejadian yang menimpa Angela hingga dia memutuskan menjauh dari kalian orang yang paling istimewa dalam hidup nya. Kau tahu disini dia berjuang hidup tanpa rasa bersalah dengan cara mewujudkan impian-impian Angela. Salah satunya mendapatkan Casino terbesar didunia dan sekarang nama Yariena sangat dikenal didunia malam. Kalian tahu seperti apa bisa bertemu dengan Jasmine, apa kalian tahu jika Jasmine memiliki bekas luka tusukan yang cukup panjang diperutnya"
Bibir Zavier bergetar saat mengingat kejadian dimana Jasmine hampir kehilangan nyawanya karena banyak darah akibat aksi brutal sekelompok orang tidak dikenal. Abranie mengusap kasar wajahnya karena merasa bersalah selama ini dirinya terlalu sibuk dengan perasaan nya hingga mengabaikan adiknya. Axelle yang mendengar itu mengepalkan tangannya.
"Malam itu Jasmine baru saja tiba di rumah ini dengan dua bodyguard yang selalu setia menemani nya tapi naas tanpa didugaan ada orang yang menusuk Jasmine dengan samurai. Dan itulah samurai yang sempat melukai tubuhnya, malam itu Jasmine memohon kepada dua bodyguard nya untuk tidak memberi kabar tentang kejadian itu. Saat itu aku tidak tahu jika Jasmine adalah pemilik rumah sakit yang aku lihat malam itu Jasmine sudah sangat pucat dan mulai tidak sadarkan diri, Jasmine hanya mengatakan satu yang hingga sekarang selalu aku Zavie, dia menyebut namaku tapi tidak selesai karena dia langsung tidak sadarkan diri.
Dan untuk melindungi dirinya dia memiliki semua ini. Setelah dia selesai membersihkan dirinya, dia pasti akan menjelaskan semuanya karena itu alasannya membawa kalian kemari"
Zavier tersenyum dengan menepuk pundak Abranie dan Axelle agar sedikit memberi ketenangan.
"Kau mencintai adikku..?" Tanya Axelle ringan
"Aku sangat mencintainya.."
"Beri dia kebahagiaan terus cintai dia untuk kami"
"Hentikan omong kosong kalian, tanpa kalian meminta nya aku sudah jauh lebih dulu mencintainya"
"Siapa yang bisa menahannya saat dekat adikmu, aku lelaki normal boy.."
"Ah Damn Zavier.."
"Why,, apa yang tengah terjadi kenapa wajahmu memerah Axelle..?" Kedatangan Jasmine membuat semua nya terkejut dan langsung berdiri.
"Kami hanya membuat lelucon MyJas.. Kemarilah" Zavier menuntun Jasmine untuk duduk dipangkuannya. "Mmm kau mengganti parfummu?"
"Yes, kau menyukai aromanya Zavie..?"
"Sedikit.."
"Why..?"
"Tidak ada yang aku sukai selain aroma tubuhmu yang sudah membuatku sangat candu.."
"Oh oh hey i'm here.."
"Haha i'm sorry Axelle, kekasihku selalu seperti ini"
Axelle merasa geli saat melihat Zavier secara terang-terangan mencumbui adiknya tanpa rasa ragu dan malu.
Abranie tersenyum bisa melihat betapa bahagianya dan jiwa adiknya sangat hidup karena sosok lelaki yang tengah memeluk tubuh adiknya.
.
.
.
FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan up lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Short Story
◾️Menikahi Dua Lelaki
Thank You For Reading ☺