
Untuk di Capture ini kalian coba deh dengerin lagu "Bulleya ost film Ae Dil Hi Mushkil" biar feel nya lebih dapet karena lagu ini yang buat authoor dapet banyak kehaluan :)
“Katakan apa yang kau inginkan?” Dengan suara tenang Victor mencoba mengendalikan emosi nya.
“Berikan semua aset yang dimiliki Moris dan sebagai imbalannya aku akan melepaskan lelaki yang merupakan sumber kehidupan bagi Yuna” Ting suara notif sebuah pesan masuk pada handphone milik Axelle yang ternyata memperlihatkan Daniel yang terikat disebuah ruangan gelap dengan tangan dan kaki terikat.
“Kami akan datang padamu, aku harap kau memiliki sambutan yang akan membuat kami terkesan Tuan Domi” Ucap Jasmine dan langsung mematikan handphone milik Abranie.
“Sudah cukup kita tidak bisa menunggu terlalu lama, kita akan bergerak sebelum si tua bangka itu bergerak. Ayo ikut denganku”.
Tidak ada perdebatan disana, karena bukan hanya Jasmine yang ingin segera mengakhiri permainan yang dimulai si tua bangka Domi tapi semua orang juga menginginkannya. Semua orang sedang dalam perjalanan menuju Mansion dengan menggunakan mobil mewah mereka masing-masing. Jasmine yang mengendarai mobil
sendiri dengan leluasa memberi arahan pada Troy tentang semua rencana yang akan dijalankan Troy.
Troy adalah orang kepercayaan Jasmine setelah Harry dan Roseline, beda nya Troy lebih sering berada disisi Jasmine namun dengan jarak yang cukup jauh. Dan Troy merupakan orang yang selalu ada dibalik semua keberhasilan rencana yang dibuat Jasmine. Bukan hanya bodyguard tapi Troy juga salah satu penembak jitu yang
dimiliki Jasmine dan itulah alasannya kenapa Troy selalu berada dalam jarak yang jauh dengan Jasmine.
“Troy lakukan dengan rapi dan seperti biasa jangan sampai ada orang yang tak bersalah terluka. Lakukan dengan cepat, aku akan bergerak jika yang kau urus sudah selesai” Dengan sambil mengemudi Jasmine terus berbicara dengan salah satu anak buah nya yaitu lelaki muda yang bernama Troy.
“Semua akan berjalan seperti yang anda mau Nona, kurang dari 3 jam anda sudah bisa mulai bergerak”
“Berhati-hatilah Troy..”
“Anda yang harus berhati-hati karena Domi bukanlah orang biasa, dia memasang banyak jebakan di Mansion tua nya”
“Ya aku sudah tahu itu, segera kabari aku”
Tut Tut Tut....
Panggilan berakhir dan Jasmine menekan pedal gas nya semakin kencang melaju menuju tempat yang ditujunya, tatapan tenang namun sangat tajam terus terlihat dari Jasmine. Rasa kesal dan rasa khawatir kini bercampur dalam hati Jasmine karena sekarang mommy nya tengah sekarat jika Jasmine sampai telat entah apa yang akan terjadi.
Kejutanku akan jauh lebih meriah Tuan Domi, semoga kau menyukainya.. Batin Jasmine dengan seringai tipis diwajah nya.
Pelayan yang sudah mendengar itu juga ikut merasakan kesedihan karena sosok Yuna yang sangat baik. Tidak ada senyum ramah yang ditunjukan para lelaki yang memasuki Mansion hanya Jasmine yang tersenyum kecil dengan mulut yang tertutup rapat dan raut wajah yang sangat berbeda dari sebelum-sebelumnya.
“Apa rencanamu?” Abranie yang baru duduk disofa disatu ruangan besar tida ingin membuang waktu dan langsung menodongkan pertanyaan pada adikknya. Jasmine menekan satu tombol yang dalam hitungan detik langsung memunculkan sebuah denah dengan gambar 4D dari satu bangunan seperti rumah. Dan itu adalah denah Mansion
tua milik Dominic yang terletak disisi kota London.
“Lihat ini, disini Domi memasang banyak penjaga yang bersembunyi diatas pepohonan ya lebih tepatnya seperti seorang ninja, mereka sangat terlatih dan sangat lihai dan hanya dalam hitungan menit bisa melumpuhkan 100 orang bisa kalian banyakkan seperti apa mereka?”
“Agar kita bisa melewati mereka aku sudah menyiapkan satu bodyguard ku yang akan menjatuhkan racun yang akan meleumpuhkan mereka, dengan racun itu semua sendi-sendi yang ada dalam tubuh mereka akan melemah hingga membuat mereka tidak akan bisa menyerang kita”
“Kenapa tidak langsung menghabisi mereka saja” Tanya Axelle dengan wajah menahan amarahnya.
“Hey mereka tidak bersalah tapi mereka hanya bekerja dengan orang yang salah dan jika harus ada yang dihabisi itu adalah si tua bangka Dominic. Ingat tidak ada yang akan kita habisi disana kecuali Dominic”
“Saat kita mulai memasuki halaman Mansion nya akan ada beberapa penjaga yang berjaga dengan pistol yang ada dibalik pakaian mereka. Dan sebentar lagi bodyguardku akan datang membawa senjata yang akan kita pakai”
“Senjata apa yang akan kita pakai?” Tanya Abranie
“Sebuah pistol dengan peluru yang akan membuat orang pingsan selama 8 jam”
“Hanya itu saja?” Axelle berdecak kesal.
“Ya hanya itu yang terpenting kita membuat jalan masuk dan setelah itu lakukan apa yang ingin kalian lakukan. Satu yang harus kalian ingat ikuti rencanaku setidaknya hingga kita bisa masuk ke dalam Mansion tanpa tertangkap oleh penjaga Dominic karena aku tidak tahu lagi dimana saja Dominic menyimpan penjaga nya”
“Bergeraklah Nona, semua ada ditanganmu..” Seringai tipis muncul diwajah cantik Jasmine.
Sesuai yang sudah direncanakan Jasmine berangkat menuju lokasi penyekapan sang Daddy menggunakan mobil sport super mewah dengan berbagai fasilitas canggih didalam. Setiba nya di sana Jasmine tidak langsung memasuki area utama tapi Jasmine mulai menyebarkan racun menggunakan dron, Dave yang melihat kinerja rencana Jasmine tersenyum lebar karena ternyata keponakan nya sangat pintar dan dalam hitungan detik semua penjaga dilumpuhkan.
“Go” Jasmine dan para lelaki tampannya berjalan dengan sangat santai tidak ada rasa takut jika akan ada orang yang menyerang, karena saat masih didalam mobil Jasmine sudah mematikan semua cctv yang terpasang diarea luar Mansion.
Saat akan memasuki halaman Mansion tiba-tiba Raffael, Axelle, Victor dan Abranie mengubah rencana dengan memilih masuk melalui jalan belakang. Jasmine mengumpat kesal karena para lelaki nya bertindak gegabah, Jasmine yang tidak ingin berdebad langsung dengan Aziel dan Dave yang sudah bersiap dengan senjata ditangannya.
Bleeshhhh..
Bleeshhhh..
Bleeshhhh..
"Sekeren ini.. baiklah setelah ini aku akan meminta senjata ini pada Jasmine" Dave tersenyum puas saat tahu cara kerja senjata yang diberikan keponakannya.
Dengan senyuman manis Jasmine melangkahkan kaki nya memasuki Mansion tua “Terimakasih Roseline..” Ucap Jasmine dalam hati nya.
Kreekk Kreekk Kreekk Kreekk..
“Damn” Jasmine mengumpat kesal karena dari alat yang terpasang ditelingan terdengar ada suara yang tidak beres.
“Apa mereka tertangkap?” Tanya Dave yang juga sama menggunakan alat kecil yang terpasang ditelinganya
“Huh ya seperti nya begitu”
Aziel yang memandang wajah adiknya, melihat adikknya kesal dan kecewa karena lelaki lain nya tidak ikut dengan rencana nya. “Apa yang akan kita lakukan sekarang, si tua bangka itu sudah tahu kedatangan kita?” tanya Aziel menatap Dave dan Jasmine.
“Masuk dan bebaskan mereka” Ucap Jasmine dengan nada tenang dan wajah yang sangat dingin.
“Kau gila itu sama saja kita mengantarkan nyawa pada Dominic” Aziel menarik bahu Jasmine dengan kasar dan menatap dalam bola mata Jasmine mencari keyakinan dari mata sang adik.
“Percayalah sebelum tengah malam kita akan sudah bisa mendapatkan penawar untuk Mommy. Yang perlu kau lakukan adalah ikuti cara mainku maka dengan mudah kita mendapatkan penawarnya. Kau mengerti..”
“Baiklah sebelum tengah malam” Ucap Aziel sambil menggerakkan kepala nya pelan.
Dengan tetap berhati-hati Jasmine berjalan memasuki Mansion sambil mendengarkan suara Roseline diujung sana yang sedang menuntun dirinya menuju ruang penyekapan sang Daddy dan para lelaki Moris lainnya. Sampai langkah nya terhenti di satu pintu besar dengan sebuah kode pengaman disampingnya. Hanya dengan mengusapkan tangannya diatas sensor pengaman kini pintu besar itu terbuka dan hal itu membuat Aziel dan Dave saling menatap karena heran bagaimana bisa Jasmine melakukan hal itu, ya sebenarnya ditelapang tangan sudah
tertanam sebuah alat sensor yang bisa dengan mudah membuat semua sistem keamanan dimanapun itu, alasannya karena Roseline sedang meretas semua sistem yang terpasang di Mansion tua Dominic.
Prok
Prok
Prok
“Akhirnya kalian datang, seharusnya tadi kalian disambut oleh anak buahku sama seperti empat lelaki ini”
.
.
.
FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan up lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Short Story
◾️Menikahi Dua Lelaki
Thank You For Reading ☺