The Power Of The Dark World

The Power Of The Dark World
Romantic, that ignorant Harry



FYI


Hallo..


Author ngadain give away neh dibulan kelahiran author yaitu Desember..


Ada dua outfit untuk dua orang yang beruntung, outfit dari salah satu store ternama di kota Bandung..


Cara buat dapetinya gampang kalian cuma harus :


-Like & Comment disetiap bab (Capture)


-Dan share disalah satu media sosial kalian dan 3 inilah judul novel nya :


◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa


◾️Short Story


◾️The Power Of The Dark World


Dan tag author ya (Fb : Sentiawati, Ig : Sentiawati)


Siapa yang rajin mampir dengan kata lain hadir disetiap bab nya membawa like dan comment kemungkinan


menang jauhlebih besar ya :)


Pemenang give away akan diumumkan di tanggal 19 Dec 20 tepat dihari ulangtahun author :)


Istana yang sudah 100% berubah ikut merubah dapur dan ruang makan yang kini dijadikan tempat favorite Jasmine setiap pagi. Seni kontemporer yang tengah populer di kalangan anak muda kini diterapkan pada ruang makan dan dapur. Seni kontemporer terdiri dari perpaduan komposisi beberapa warna cerah yang saling bertabrakan, memberikan kesan ceria pada rumah asri yang sekarang dihiasi banyak sekali bunga segar. Hadir dalam bentuk-bentuk abstrak, karya seni kontemporer memberikan karakter tersendiri untuk ruang makan dan dapur yang


membedakan dengan desain sebelumnya.


Melihat sang Tuan datang, Bella mundur perlahan memberikan jarak untuk pasangan pengantin baru yang hampir


setiap hari memamerkan kemesraan didepannya.


“Morning My Beautifull Wife”


“Umm.. Morning My perpect Husband” Jasmine yang sedang membuat pancake sudah menadapatkan banyak ciuman dipagi hari, ciuman hangat penuh kasih yang selalu suaminya berikan setiap pagi.


“Apa dia sudah pergi?” Harry memeluk Jasmine dari belakang dan berkali-kali menghisap aroma khas dari tubuh istrinya.


“Sudah” Jasmine merona mendapat pertanyaan yang hampir setiap hari dilontarkan suaminya.


“Baiklah, aku akan meminta Roseline menyiapkan keberangkatan kita”


“Kenapa dirimu sangat ingin melakukannya diluar, tidak disini atau dirumah keluarga kita yang lainnya. Dan kenapa dirimu sangat ingin cepat-cepat pergi” Jasmine membalikkan tubuhnya dan disana masih ada Bella yang setia berdiri menemani dirinya membuat sarapan.


Jasmine mengedipkan kedua matanya sambil mengangguk pelan memberi tanda untuk Bella pergi meninggalnya dengan sang suami.


“Kenapa kau menyuruh Bella pergi, biarkan saja dia melihat kita bermesraan” Tanya Harry menggoda.


“Dia masih memiliki tugas dan tidak bisa untu pergi menemui Michele sekarang. Kasihan jika dia harus melihat kita bermesraan” Jawab Jasmine dengan senyuman penuh arti.


“Jadi katakan apa dirimu masih tidak ingin melakukannya disini?” Jasmine yang sudah saling berhadapan mulai bertingkah nakal menggoda suaminya.


Nafas berat bisa dirasakan Jasmine, dimana suaminya sedang berusaha menahan gairahnya. Jasmine masih terus memancing gairah suaminya dan dengan sangat kasar Harry mendorong Jasmine ke bar table mengunci tubuh wanita cantik.


“Kau sangat berani Honey” Suara berat terdengar dengan nafas yang tersengal-sengal membuat pandangan Harry menjadi sayu.


“Bukankah kau sangat menunggunya, maka lakukanlah” Jasmine semakin berani menantang suaminya yang sudah sangat terbakar gairahnya.


“Kau akan habis tapi tidak disini, bersiaplah sore nanti kita akan melakukan perjalanan bersejarah”


Harry tidak menjawab hanya sebuah senyuman kecil yang muncul diwajah tampannya.


“Aku lapar” Ucap Harry manja, Jasmine yang melihat tingkah manja suaminya selalu tidak kuasa menahan tawa karena suaminya tidak beda dengan anak kecil yang meminta makan pada ibunya.


Suara langkah kaki terdengar memasuki rumah dan ternyata ada Roseline yang baru saja pulang dari Casino dengan membawa seorang pria muda yang tiba-tiba mematung menyaksikan pemandangan pagi dari arah dapur.


Harry dan Jasmine tidak memperdulikan suara langkah kaki itu, mereka masih sibuk bermesraan. Zavier yang kini menjadi dokter di basement mulai bekerja merawat para orang yang mengalami cidera saat berlatih atau saat bertugas.


“Turunkan pandanganmu” Ucap Roseline pelan namun penuh penekanan.


Zavier yang ditawari dua pilihan oleh Abranie yaitu bekerja dirumah sakit milik Jasmine atau bekerja di basement Jasmine dengan akses keluar yang dibatasi. Sampai akhirnya Zavier memilih menjadi dokter di basement dengan alasan menghindari cemoohan orang-orang.


Pintu masuk menuju basement hanya ada dua, sedangkan yang satu lagi hanya bisa dimasuki oleh Jasmine bahkan Roseline pun tidak memiliki akses masuk melalui pintu rahasia itu. Hingga mau tidak mau Zavier harus masuk area utama istana Jasmine untuk sampai di basement.


Santorini, Yunani



Lanskap pulau sangat unik dan terkesan romantis saat matahari tenggelam yang terlihat keemasan menambah intimnya. Santorini adalah pulau vulkanik yang berada di antara Pulau Ios dan Anafi, Yunani. Berada di tengah-tengah bangunan putih yang berada di tebing. Ditambah lagi sambil menikmati matahari tenggelam nan indah bersama orang tersayang.


Tanpa diketeahui Jasmine, sang suami sudah mengubah perjalanan bulan madu mereka. Sebelumnya Jasmine dan Harry akan berbulan madu ke Barcelona salah satu kota yang ada di Spanyol.


“Istriku menginginkan bulan madu layaknya orang biasa, tanpa ada pengawalan tapi kalian akan tetap ada disana untuk berjaga-jaga dengan jarak yang tidak dekat karena jika istriku tahu dia pasti akan kesal” Harry sudah menyiapkan segalanya dengan sangat matang, hingga mengirim beberapa bodyguardnya untuk berangkat lebih dulu ke tempat bulan madu dirinya dengan Jasmine.


“Selain kalian aku sudah meminta beberapa orang disana untuk ikut bertugas dengan kalian. Aku akan mengirim foto nya agar kalian tahu siapa yang bersama kita nanti” Sambung Harry


“Baik Tuan” Morvin mengangguk patuh


“Bersiaplah dan ingat berpakaian santai seperti kalian akan berlibur, berikan sedikit senyuman pada para gadis disana” Perkataan Harry membuat Roseline tertawa kecil.


Dan Morvin saling menatap dengan Darwin, karena tidak biasanya Harry memberikan perintah yang terbilang tidak penting.


“Maaf Tuan tapi menurut Nyonya kami tidak boleh senyum ke sembarang orang” Jawab Darwin sambil menunduk.


“Itu jika kalian sudah memiliki kekasih. Apa kalian sekarang memiliki kekasih?”


Morvin sedikit terkejut dan dengan refleks mengangkat wajahnya sesaat menatap Harry dengan wajah bodoh yang membenarkan jika dirinya tidak memiliki wanita.


“Jadi kalian memilikinya ?” Harry kembali bertanya dengan wajah jahil yang terlihat senang melihat dua bodyguardnya tidak berkata apa-apa.


“Huh Baiklah lakukan tugas yang aku berikan, bersiaplah pesawat kalian dalam 2 jam sudah siap untuk berangkat” Ucap Harry


“Baik Tuan”


“Tuan Harry dirimu sangat senang melihat dua pria kaku itu merasa bingung, mereka bodyguard yang terkenal dingin yang tidak pernah melihat wanita dan sekarang dirimu meminta mereka untuk tersenyum pada para gadis disana” Roseline yang masih menjadi asisten Jasmine kini juga menjadi asisten Harry.


“Setidaknya ajari mereka untuk terbiasa tersenyum pada para gadis” Sambung Roseline


“Aku hanya meminta mereka untuk sedikit tersenyum Rose, tidak perlu aku mengajarinya. Atau dirimu bisa mulai membuat salah satu dari mereka tersenyum saat bertemu denganmu” Harry sudah memperlihatkan wajah jahilnya dengan senyum tipis diujung bibirnya, membuat Roseline menghela nafas berat.


“Shut up” Roseline berdesis kesal


“Aku beri saran, Morvin terlihat lebih menggoda. Kau setuju Rose?” Harry menyodorkan ponselnya menunjukan foto Morvin sedang bertelanjang dada menunjukan otot-otot tubuhnya yang terlihat sangat panas saat dilihat.


“Aku tidak tertarik” Jawab Roseline acuh


Harry tertawa puas sampai terdengar sangat nyaring, dan Roseline menatap Harry dengan mata tajam seolah ingin sekali menghadiahkan sebuah pukulan kecil diwajah putih tapi jika Jasmine tahu dirinya pasti akan mendapat masalah.


Jika kau bukan suami Jasmine, aku sudah memukulmu Harry (Batin Roseline)