
London 11.00pm Mansion Moris
Daniel yang berada didalam ruang kerjanya tengah tertawa puas melihat sebuah rekaman video yang dikirim oleh bodyguard khusus untuk memantau putrinya.
Bodyguard yang dikirim Daniel kini telah menjadi salah satu bodyguard Jasmine, tanpa diketahui Jasmine bahwa Daddy telah memasukkan orang kepercayaan nya untuk mengawasi sekaligus menjaga nya selama di Amerika.
Yuna yang baru masuk membawa segelas jus buah dibuat heran saat melihat suaminya tengah tertawa.
"Lihatlah putrimu sama persis sepertimu dingin tapi sangat mematikan.."
"Apa yang dilakukan putriku..?"
"Lihatlah.." Yuna sudah duduk dipangkuan Daniel dan melihat tingkah sang putri yang memang sangat mirip dengan dirinya.
"Haha setidaknya dengan kelicikan nya dia bisa melindungi dirinya sendiri Dad.." Yuna ikut tersenyum melihat bagaimana putrinya tumbuh menjadi wanita cantik yang mandiri dan kuat.
"Haha Kau benar Mom.."
"Dad kau tahu siapa orang yang ditahan Abranie diMansion miliknya..?" Yuna menyandarkan kepalanya dipundak Daniel
"Freinkstein.."
"Who..?"
"Menurut Jemmy dia adalah salah orang yang telah dirimu hancurkan bisnis nya hingga akhirnya dia bisa memulai kembali bisnis nya"
"Apa..!!" Dengan wajah bingung Yuna mencoba mengingat orang yang dimaksud suaminya tapi tidak ada yang diingat dengan nama itu.
"Mr. F kau mengenalnya Mom..?"
"Ah ya aku ingat Dad dia orang yang pernah hampir mencelakai Kirane dihari peresmian restomu, saat pertama Lee meminta restu padamu.."
"Ya aku ingat saat Lee terluka.."
"Apa yang akan kau lakukan Dad..? Jangan sampai Ab mengotori tangan nya"
"Biarkan putra kita yang menyelesaikan nya, aku yakin dia tidak akan senekad itu mom"
"Huh semoga saja Dad.."
Sudah hampir dua puluh tahun kehidupan keluarga Moris tenang tanpa ada gangguan dari orang-orang asing tapi diluar dugaan ditengah ketenangan kehidupan keluarga Moris seorang musuh dari masa lalu tiba-tiba muncul dan hampir membuat salah satu putra Yuna menjadi gila karena insiden penembakan yang melukai sang kekasih.
Victor dan Raffa bersama istrinya sedang menikmati perjalanan mengelilingi dunia menggunakan kapal pesiar mewah yang besarnya hampir sama dengan lapangan sepak bola, Dave yang menetap di Amerika bersama anak dan istrinya menjadi seorang kolektor barang-barang antik dengan harga yang tidak murah. Sedang Caesar yang menetap di Swiss kini tengah menikmati bulan madu bersama istri keduanya, karena istri pertama Caesar meninggal saat proses melahirkan anak pertamanya. Hampir lima belas tahun Caesar menutup hati tapi karena sosok Jasmine akhirnya Caesar mau mulai membuka hati untuk orang lain hingga akhirnya bisa menikah kembali diusia yang memang tergolong tidak muda.
"Mom..."
"Hemmmm.."
"Bagaimana jika kita melakukan perjalanan berdua.."
"What.."
"Ya seperti bulan madu kedua mungkin.."
"Dad...ingat usiamu sudah tidak muda lagi masih saja mesum"
"Ayolah.."
"Huh akan ku pikirkan Dad.."
"Aku menunggu jawabannya malam ini"
"Iiishhh selalu saja.."
Amerika Jasmine Palace
Matahari sudah mengintip dibalik tirai lebar yang menutupi jendela besar namun masih memberi celah untuk mengganggu sepasang kekasih yang masih terbaring dibalik selimut tebal. Jasmine mulai terusik karena sinar matahari yang mengganggu tidurnya.
"Uhhh Morning Zavie.."
"Hemmm tidak sekarang MyJas ini masih terlalu pagi.."
"Zavie bangun lihatlah matahari sudah sangat tinggi"
"Baiklah lepaskan..aku mandi dulu"
"Hey kenapa kau sangat suka menentangku.."
Jasmine tidak ada pilihan lain selain kembali tertidur dipelukan Zavier. Sementara Aziel dan Axelle tengah berenang sambil menikmati pemandangan laut yang indah ditemani dengan botol wine yang disediakan oleh pelayan adiknya.
Dikamar lain Angela yang sudah terbangun sejak pagi sedang dikerjai oleh Abranie yang memang tidur dikamar Angela. Masih pagi tapi Angela sudah basah oleh keringat.
"Ayo kita keluar sebelum Jasmine datang kesini.."
"Haha adikku pasti masih tidur, percayalah.."
"Tapi aku ingin berenang.."
Abranie bersama Angela berjalan menuju kolam renang yang sudah ada Axelle dan Aziel disana. Angela yang sejak pertama memasuki area rumah Jasmine sudah langsung betah dan merasa tidak ingin meninggalkan rumah itu.
"Huh hanya kami disini yang kesepian sepanjang malam"
"Haha bawalah wanitamu Axelle.." Angela yang sudah mulai berenang meninggalkan Abranie yang memilih duduk dipinggir kolam dengan meminum wine sambil mengejek kedua saudara kembarnya.
"Apakah Jasmine belum bangun..?"Tanya Abranie sambil terus fokus pada Angela yang berada didalam kolam.
"Mungkin dia sudah bangun tapi kekasih posesive nya tidak mengizinkan Jasmine keluar tanpa dirinya" Aziel yang berada dipinggir kolam mentapa jendela kamar Jasmine yang masih tertutup.
"Selamat pagi semua nya, alangkah baiknya jika Tuan Muda mengganti topik pembicaraannya" Roseline yang tiba-tiba datang bersama dua pelayan membawa beberapa botol wine dan cemilan membuat Axelle, Aziel dan Abranie sedikit terkejut.
"Huh Jasmine adikku Roseline.." Ucap Abranie dengan memakan cemilan yang baru saja dibawa oleh pelayan.
"Mungkin bisa mengganti dengan sebuah rencana liburan" Roseline masih terus menyangkal perkataan seorang Abranie.
"Hey kau asisten yang sangat menyebalkan ternyata" Timpa Aziel
"Tapi aku adalah orang kepercayaan adikmu Tuan Az.."
"Iiishhh kau Roseline..."
"Pikirkan saran saya Tuan Muda, Nona memiliki banyak mata disini.." Roseline tersenyum penuh arti dan langsung pergi meninggalkan Aziel yang terlihat sudah mulai kesal.
Sementara Jasmine sedang tertawa bersama Zavier melihat perdebatan diantara kakaknya dan asisten pribadinya. Jasmine yang memasang kamer cctv disetiap sudut dengan mudah bisa melihat situasi istana miliknya.
Zavier yang masih belum memberi izin untuk Jasmine turun dari tempat tidur, masih dengan posisi sama mengurung Jasmine dalam pelukan nya. Zavier yang memiliki sifat posesive pada Jasmine membuat banyak peraturan dan harus wajib dipatuhi oleh Jasmine jika tidak maka Zavier akan menghukum Jasmine.
"Hai Roseline seperti hari ini kita akan bersenang-senang.."
"Ide bagus.."
"Apa yang akan kamu lakukan Jasmine.." Axelle merasa ada yang aneh dengan senyuman adiknya dan asisten pribadinya.
"Ikutlah denganku, kalian akan menyukainya.. "
Tap
Tap
Tap
Tiiiiiiiiiiittttt...
Jasmine membawa tamu agungnya kesebuah ruangan yang berukuran besar dengan banyak senjata yang tepajang rapi didinding ruangan.
Banyak jenis pistol yang dipajang dibalik kaca tebal dengan dilengkapi kode untuk membuat kaca tebal itu terbuka. Sementara ada satu sudut ruangan yang mencuri pandang dari tiga lelaki kembar itu, yaitu ada beberapa samurai langka yang terpajang disana.
"Apa semua ini.. Kau pemilik dari semua ini..?" Tanya Abranie
"Yes.. Ada yang mau bermain..?" Jasmine membuka semua kaca tebal yang melindungi semua Senjatanya. Dan mengambil satu samurai yang menjadi kesayangan nya.
.
.
.
FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan up lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Short Story
◾️Menikahi Dua Lelaki
Thank You For Reading ☺