
Untuk di Capture ini kalian coba deh dengerin lagu "Bulleya ost film Ae Dil Hi Mushkil" biar feel nya lebih dapet karena lagu ini yang buat authoor dapet banyak kehaluan :)
Prok
Prok
Prok
“Akhirnya kalian datang, seharusnya tadi kalian disambut oleh anak buahku juga
sama seperti empat lelaki ini” Dominic melirik empat lelaki yang berdiri dengan
kedua tangan ada dibelakang tubuh terkunci borgorl. Sementara Jasmine menghela
nafas melihat satu persatu wajah lelaki yang sedikit mendapatkan luka. “Kau
menyukai kejutannya Nona Jasmine?” raut wajah somboh dan senyum tipis
tersungging diwajah tua yang sudah keriput.
“Ya aku sedikit terkejut dengan kejutan yang kau berikan Tuan, baiklah aku
tidak memiliki waktu banyak sekarang lepaskan semua keluarga ku dan segera
berikan aku penawar racun yang ada dalam tubuh Mommy ku dan aku akan melupakan
kejutan yang kau berikan” Dengan langsung Jasmine mengungkapkan keinginannya,
sangat tenang dan sangat sulit melihat apa yang ada dalam pikiran Jasmine.
“Dasar anak kecil kau terlalu sok pintar, kau pikir siapa lawanmu.” Lagi-lagi
seringai tipis muncul diwajah tua Dominic. “Ternyata wanita itu masih hidup, huh
akan ku tunjukan sedikit hiburan yang sesungguhnya.” Dominic berjalan
menghampiri Victor yang dijaga oleh lelaki yang merupakan anggota dari dark
world. Dengan wajah sombong Dominic meletakkan pistol dileher Victor. “Setelah
lelaki ini mati maka akulah yang akan menguasai dark world” Ucap Dominic dengan
sombong.
“Huh benarkah, maka lakukanlah. Aku datang kemari hanya ingin mengambil penawar
racun untuk Mommy ku dan membawa Daddy ku pulang”
Dominic yang mendengar itu merasa heran bagaimana bisa Jasmine tidak memberikan
reaksi atas ancamannya. “Gadis ini apa sudah gila tidak memikirkan keluarganya,
bukankah dia sangat menyayangi semua anggota keluarga Moris tapi sekarang dia
bahkan tidak terlihat peduli sedikit pun” Gumam Dominic dalam hati nya.
“Dengar Tuan-Tuan yang terhormat segera lepaskan semua lelaki yang kalian tahan
itu dan yang terhormat Tuan Dominic lepaskan Daddy ku dan berikan penawarnya”
“Kau anak kecil jangan belaga mengancam kami” Ucap lelaki yang menodongkan pistol dipinggang Abranie.
“Ah ya ya kalian sudah tua seharusnya jangan keras kepala, baiklah karena
kalian membuatku gemas akan ku berikan kejutan kecil. Semoga kalian
menyukainya” Ucap Jasmine sambil tersenyum penuh arti. Jasmine mengeluar sebuah
benda kecil berwarna hitam seperti sebuah remot, dengan senyuman manis Jasmine
menekan tombol kecil pada beda kecil itu dan langsung memunculkan tayangan
dibeberapa gedung perkantoran. “Kalian mengenal tempat ini, ya aku harap kalian
tahu itu dimana. Hanya dalam hitungan detik saja semua gedung ini akan rata
dengan tanah”
Deg
Lima lelaki tua yang menyandra orang-orang tersayang Jasmine membulatkan matanya saat melihat tiba-tiba muncul layar yang memperlihat geduh perkantoran mewah milik masing-masing lelaki tua itu.
Ternyata adikku memiliki rencana lain, kau memang sangat pintar..(Gumam Aziel)
Damn.. kau sangat manis Princes Jasmine.. (Gumam Dave)
“Kalian menyukai kejutannya, aku bisa melihat ekspresi kalian itu artinya kalian menyukai kejutanku. Masih ingin bermain denganku?” Kini Jasmine menjadi lebih sombong dan membuat para musuhnya mengepalkan tangan dengan kuat.
“Sebelum kau melakukan nya kakak tertua mu akan mati lebih dulu” Ucap lelaki yang berdiri dibelakang Abranie yang sudah meletakkan sebuah pisau dileher Abranie.
“Argghhhh shit” Abranie sedikit mengumpat karena lehernya tergores pisau dan
mulai terlihat ada darah yang keluar dari kulit leher Abranie.
Buuuummmm...
Satu gedung dalam layar langsung hancur bersamaan dengan darah yang keluar dari leher Abranie. “Kau pikir aku bercanda Tuan? Jauhkan pisau itu atau akan ku hancurkan lagi gedung lain milikmu” perlahan lelaki itu mundur menjauh dari Abranie, dengan tatapan kosong dan tubuh bergetar lelaki itu mengusap kasar wajah nya karena kini kantor utama miliknya telah rata dengan tanah. “Lepaskan borgol ditangan kakak ku” Ucap Jasmine sambil tersenyum kecil.
Damn.. Jasmine jauh lebih mengerikan dari Yuna, bagaimana bisa dia melakukan semua ini (Gumam Victor)
Abranie sekilas menatap Axelle dan dua paman nya yang masih menjadi sandra.
“Hans masuklah” Ucap Jasmine menekan alat kecil yang ada ditelinga kirinya.
Hans adalah salah satu dokter yang bertanggung jawab di basementnya tapi
beberapa jam yang lalu Hans terbang ke London atas perintah yang diberikan
Jasmine. “Obati kakakku Hans pastikan tidak ada racun diluka nya” saat tangan
Abranie terlepas dari borgol dan berjalan menghampiri Jasmine tidak ada satu
orang pun yang menahan karena ternyata wanita muda yang tengah berdiri didepan
nya bukan wanita biasa.
“Come on jangan membuatku menunggu lebih lama, segera lepaskan semua orang
tersayangku sebelum kalian semua kehilangan yang kalian miliki. Bukan hanya
gedung mewah milik kalian yang bisa aku hancurkan tapi semua uang kalian yang
ada di bank xxx bisa aku alihkan dalam hitungan detik” Jasmine tersenyum dan
memperlihatkan semua rincian kekayaan yang dimiliki musuhnya. “Tidak usah kaget
dari mana aku tahu tentang rincian kekayaan kalian, ini hal yang sangat mudah
aku lakukan. Lepaskan orang tersayangku atau aku akan benar-benar mengalihkan
semua kekayaan kalian menjadi atas namaku”
Cekrek
Cekrek
Cekrek
Dengan cepat tiga musuh nya langsung membuka borgol yang mengunci tangan
Victor, Axelle dan Raffael karena mereka tidak ingin bernasib sama dengan satu
temannya yang sudah kehilangam satu aset kekayaan nya. Jasmine menggerakkan
kepala memberi tanda pada tiga lelaki berwajah tampan untuk berjalan
mendekatinya. Dengan gerakan cepar Axelle menodongkan pistol nya tepat dikepala
Dominic yang masih keukeuh menahan sang ayah.
“Huh Axelle kenapa kau selalu saja terburu-buru” Dengan wajah malas Jasmine bergumam sambil menggelengkan kepalanya pelan.
“Turuti kemauan kakakku sebelum dia benar-benar menghancurkan kepalamu Tuan Domi” Ucap Jasmine
Dor...
“Arghh” Satu tembakan kini mengenai bahu salah satu lelaki yang disayangi Jasmine.
Dor..
“Berani kau melukai ayahku huh” Jasmine langsung bereaksi saat melihat ayahnya mendapatkan satu tembakan dibahu nya, dengan langkah kasar Jasmine menghampiri Dominic yang memegangi lengan kanan yang terluka. “Aku sudah meminta dengan cara yang baik tapi kau benar-benar membuatku muak, maka terima hadiahmu Tuan
Domi”
Buumm..
Buumm..
Buumm..
Buumm..
Buumm..
Buumm..
Satu persatu gedung mewah kini mulai rata dengan tanah, mulai dari sebuah hotel
mewah, club malam mewah hingga gedung kantor utama milik Dominic sudah dibuat
hancur oleh alat kecil yang baru saja ditekan Jasmine. Dominic membulatkan
kedua matanya tidak percaya jika kini satu persatu aset utama kekayaan nya
mulai lenyap dan Dominic tambah membulatkan matanya saat melihat ada pengalihan
aset pribadinya ke rekening atas nama Jasmine Yariena Moris.
“Kau yang memulainya maka akan aku akhiri semuanya, sebelumnya kau telah
mengelabui kakekku dan sekarang aku menuntuut balas atas perbuatanmu pada
kakekku, dan tentang aset yang sedang aku alihkan, aku tahu itu adalah aset
yang kau curi secara licik dari kakekku tanpa beliau ketahui dan sekarang aku
akan memintanya kembali”
“Saya sudah mendapatkannya Nona..” bisik suara diujung sana. Jasmine yang
memang meminta Troy untuk ikut masuk setelah Troy berhasil memasan alat peledak
di setiap tempat yang di katakan Jasmine. Troy yang diminta mengambil penawar
itu kini sudah mendapatkannya dan telah pergi menuju rumah sakit membawa obat
yang akan membuat ibu nya kembali normal.
“Karena kau telah membuat wanita yang berharga dalam hidupku tengah sekarat dan
dengan sangat berani nya aku melukai ayahku didepanku maka terima hadiah sesungguhnya”
Ucap Jasmine kembali menekan alat kecil ditangannya, dan saat ditekan dilayar
itu muncul banyak alat peledak yang sudah terpasang disetiap sudut Mansion.
“Aziel bantu Hans membawa Daddy ke Halikopter sekarang” Ucap Jasmine singkat
tanpa memperdulikan Dominic yang tengah terluka dilengan kanannya. “Keluarlah
atau kalian akan menjadi daging panggang disini”
“Dasar wanita gila tidak punya hati” Bentak Dominic
“Kau yang sudah membangunkan singa yang tengah tertidur maka bersiaplah kau
akan diterkam oleh singa betina yang sangat busa. Jangan pernah meremehkan
lawanmu Tuan Domi”
Troy yang sebelumnya sudah membawa penawar racun kerumah sakit kini kembali
ketempat Jasmine berada. Jasmine yang memilih tinggal beberapa saat karena
ingin memastikan dan menyaksikan hiburan terakhirnya benar-benar berjalan
dengan lancar. Dengan langkah tegap Troy menghampiri Jasmine yang tengah mematung
memandangi Dominic yang terikat disebuah kursi.
“Troy lakukan sekarang dan jangan ada jejak sedikit pun” Troy menganggukkan
kepalanya pelan tanda mengerti perintah yang diberikan oleh Tuannya. Dengan langkah
tegas Jasmine berjalan menuju mobilnya tanpa melihat kembali kearah belakang.
Tap
Tap
Tap
Tap
Bummmmm......
Untuk pertama kali nya Jamsine melakukan perbuatan yang sangat tidak
disukainya, namun itu dia lakukan karena tidak rela jika orang yang paling
berharga dalam hidupnya terluka hingga harus bertaruh nyawa.
.
.
.
FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan up lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Short Story
◾️Menikahi Dua Lelaki
Thank You For Reading ☺