
Micheleyang mendapat luka tembak dilengan kanan nya seperti tidak merasakan sakit. Jasmine yang seorang dokter sangat ahli menangani luka yang diderita mantan kekasih. Sesekali Jasmine menatap Michele yang sedari tadi tidak memalingkan pandangannya dari wajah dokter cantik yang telaten membersihkan luka dan
mengobati lukanya.
“Jasmine..”
“Hemmmm”
“Aku benar-benar minta maaf atas kejadian beberapa waktu lalu, aku menyesal Jasmine..”
“sudahlah lupakan itu, apa kau merasa sakit?”
“Tidak”
“Syukurlah, maafkan Harry”
Aku tahu kau memiliki hati yang sangat lembut Michele,
apa yang harus aku lakukan agar Michele mau mengerti dengan keadaan seakarang..(Batin Jasmine)
“Jasmine..”
“Ya Michele..”
“Bisa kita memperbaiki semuanya?”
“Huh Michele kita bisa berteman mulai saat ini”
“Bukan itu Jas..”
“Michelee”
“Dirimu masih menjalin hubungan dengan lelaki lain?”
“Beristirahatlah, maaf aku harus pergi dan Amanda berada diruang sebelah ruangan ini jika kau mau pengawalku akan membawa Amanda kemari”
“Jasmine..”
“Lain waktu kita bisa minum teh Bersama”
Michele hanya tersenyum kecil karena mantan kekasihnya Jasmine wanita yang selalu memiliki pendirian kuat. Sebelum pergi Jasmine membalas senyuman Michele dan langsung pergi Bersama Harry. Jasmine berjalan dengan wajah yang masih sangat kesal karena sikap Harry yang tidak mau mendengarkan kata-katanya hingga
membuat Michele terluka. Harry tidak mengeluarkan satu patah kata pun karena tahu jika saat ini Jasmine sedang sangat kesal pada dirinya. Jasmine diam seribu Bahasa tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut nya hanya tatapan tajam yang berkali-kali dilemparkan Jasmine pada Harry.
“I’m sorry Jasmine” Ucap Harry pelan
“Aku tidak pernah ingin menjadi dirimu seorang pembunuh”
“Tapi aku tidak membunuhnya kan, aku hanya melukai lengannya”
“Harry aku tahu kau sebelumnya berniat menembak tepat pada jantungnya”
Deg…
Harry terdiam mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh Jasmine dan langsung tertunduk malu karena memang benar ada nya, sebelumnya Harry berniat untuk menembak tepat dijantung Michele.
“Maafkan aku Jasmine, kenapa dirimu masih peduli pada lelaki itu?”
“Aku sangat mengenal Michele jadi aku tahu apa yang harus aku lakukan. Satu hal jangan pernah berbuat gegabah lagi”
“Huh Baiklah”
Mobil mewah milik Jasmine sudah menunggu ditepi dermaga dengan beberapa bodyguard yang berdiri tegak, melihat kedatangan Jasmine semua bodyguard yang sebelumnya berdiri tegak kini langsung membungkukkan tubuhnya memberi hormat.
“Silahkan Nona”
“Terimakasih” Sebelum memasuki mobilnya Jasmine menatap Bella yang berdiri dibelakangnya “Bella dirimu pulanglah dengan mobil itu, aku ada urusan Bersama Harry”
“Baik Nona Yariena”
“Kalian bisa bawa mobil lain dan tetap dibelakang mobilku”
“Baik Nona”
Harry melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju sebuah hutan, dengan setia mobil bodyguard nya masih melaju mengikuti mobil yang dikemudikan Harry. Mobil yang sebelumnya melaju dengan kecepatan sedang kini melaju dengan sangat pelan yang perlahan ada suara sensor yang terdengar saat mobil semakin dalam memasuki
area hutan.
Mobil terhenti dan perlahan ada tanah yang terbuka lebar memperlihat ada jalan masuk menuju ruangan yang tersembunyi, Harry kembali menjalankan mobil memasuki gerbang masuk yang sudah terbuka.
Gerbang yang tersembunyi didalam hutan adalah jalan masuk menuju area basement milik Jasmine yang terhubung langsung ke inti basement milik Jasmine yaitu sebuah ruangan yang dilapisi system keamanan sangat canggih dan hanya bisa dibuka menggunakan detak jantung Jasmine. Didalam ruangan itu tersimpan banyak
sekali aset rahasia milik Jasmine dan beberapa aset kekayaan pribadi milik Jasmine. Dan gerbang itu hanya akan terbuka saat sensor mendeteksi detak jantung Jasmine, semua anak buah Jasmine hingga saat ini tidak ada yang tahu bagaimana gerbang itu bisa terbuka yang mereka tahu hanya Jasmine lah yang bisa membuat gerbang tersembunyi itu terbuka.
Jasmine akan datang ke inti basement nya saat ada yang harus disimpan atau ada yang harus dibawa dari sana. Jasmine akan memasuki ruangan itu seorang diri sementara para bodyguard nya akan menunggu dipintu satu, ya ruangan itu memiliki dua pintu yang dilengkapi dengan system keamanan super canggih.
Jasmine yang sebelumnya telah mendapatkan sebuah pulau pribadi kini menyimpan semua berkas yang menyatakan kepemilikan atas pulau itu, Karena Jasmine tahu banyak orang yang menginginkan pulau itu.
Tuuut tuuuuut..
“Uncle kapan kau kembali?”
“Why Baby..Apa ada masalah?”
”No,,sebentar lagi acara itu akan berlangsung”
“Ya Uncle tahu itu, mungkin Uncle bisa mencoba halikopter pribadimu”
“Huh baiklah nanti aku akan mengirim hali milikku kesana”
“See you Uncle, sampaikan pada Aunt Sabrina aku sangat merindukannya”
“Baiklah
****
Sudah hampir delapan bulan Victor melakukan perjalan mengelilingi dunia bersama istri tercinta, mulai dari pesawat jet pribadi hingga sekarang kapal pesiar mewah digunakan Victor untuk mengunjungi negara-negara yang ingin disinggahi sang istri. Victor tidak berangkat berdua saja dengan istrinya tapi juga ada Raffael disana.
Victor dan Raffael mengunjungi negara-negara yang ada di benua eropa sebelum akhirnya harus kembali karena akan ada acara besar yang mengharuskan semua keluarga Moris hadir.
Ditempat lain Jasmine sudah mulai bersiap untuk kembali ke rumah sakit walaupun ada sedikit keraguan karena Jasmine masih enggan untuk bertatapan langsung dengan Zavier.
“Selamat datang kembali dokter Jasmine” Sapa salah satu dokter yang menyambut kedatangan Jasmine yang sudah hampir satu bulan tidak menginjakkan kaki nya di rumah sakit.
“Terimakasih” Dengan senyuman manis Jasmine menatap satu persatu dokter yang sengaja menyambutnya hingga tatapannya cukup lama menatap sosok lelaki yang selalu membuat jantung Jasmine berdebar.
“Dokter Jasmine mari ada beberapa hal yang harus saya sampaikan” Ucap Caesar yang menangkap basah keponakan nya sedang memandang satu dokter tampan disana.
Jasmine berjalan bersebelahan dengan Caesar sambal membahas perkembangan rumah sakit saat dirinya tidak ada. Setelah melihat beberapa laporan dari bagian administrasi kini Jasmine berjalan menuju ruangan pribadinya.
“Jasmine sampai kapan dirimu akan seperti ini?”
“Uncle please..”
“Pikirkan Mommy mu dia sangat khawatir dengan kondisimu dan terlepas itu Uncle tidak peduli”
“Huh aku tahu Mommy sangat khawatir, aku janji ini akan segera berakhir percayalah”
“Segera selesaikan masalahmu, kapan Uncle bisa kembali ke Swiss?”
“Hah? Kenapa sangat buru-buru?”
“Ada seseorang yang menunggu disana”
“Iiiiiisshhh dirimu sudah tua Uncle, sadarlah..”
Tok Tok Tok..
“Masuk” Teriak Jasmine
“Dokter Zavier..” Sapa Caesar yang segera bangun dari duduknya “Baiklah ada beberapa pasien yang harus saya periksa” Caesar tersenyum tipis pada Jasmine yang masih duduk dikursi nya.
“Ada yang bisa saya bantu Dokter Zavier?”
“Jasmine, apa dirimu tidak mengingat tentang kita sedikit pun?”
“Maaf Dokter Zavier bersikaplah professional ini masih jam kerja”
“Berikan aku waktu untuk membantumu mengingat semua tentang kita"
"Roseline sama sekali tidak menjelaskan hubungan seperti apa yang sebelumnya kita miliki, tapi yang aku tahu Roseline mencerita masalalu ku tapi dia tidak mengatakan apapun tentang anda"
Deg...
Sial..Roseline kenapa dirimu tidak menceritakan tentang ku pada Jasmine..(Batin Zavier)
"Baiklah aku akan mengajakmu makan siang bersama"
"Maaf ta..."
"Aku akan menunggu hingga dirimu mau makan bersamaku" Belum sempat Jasmine menjawab Zavier sudah keluar meninggalkan Jasmine.
.
.
.
FYI
Hallo..
Untuk hari Senin-Jumat Authoor paling bisa up 1-2 bab saja jadi mohon bersabar ya..
Alasannya karena Authoor kerja..
Untuk weekend diusahakan up lebih dari hari-hari biasa ya..
Dan diusahakan setiap hari up ya..
kemungkinan Authoor akan sering up malam ya..
Jangan lupa like, comment, Vote dan Rate bintang 5 ya..
Ditunggu Juga masukan nya ya..
Jangan lupa mampir ke karyaku yang lainnya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Short Story
◾️Menikahi Dua Lelaki
Thank You For Reading ☺