
FYI
Hallo..
Author ngadain give away neh dibulan kelahiran author yaitu Desember..
Ada dua outfit untuk dua orang yang beruntung, outfit dari salah satu store ternama di kota Bandung..
Cara buat dapetinya gampang kalian cuma harus :
-Like & Comment disetiap bab (Capture)
-Dan share disalah satu media sosial kalian dan 3 inilah judul novel nya :
◾️Terjerat Cinta Ahjussi Rasa Oppa
◾️Cerita Seorang Seniman
◾️The Power Of The Dark World
Dan tag author ya (Fb : Sentiawati, Ig : Sentiawati)
Siapa yang rajin mampir dengan kata lain hadir disetiap bab nya membawa like dan comment kemungkinan
menang jauhlebih besar ya :)
Pemenang give away akan diumumkan di tanggal 19 Dec 20 tepat dihari ulangtahun author :)
“Kalina itu caranya salah, nanti rasanya akan tidak enak”
Kalina yang sedang membuat pie buah bersama Yuna dibuat geleng-geleng karena Jasmine yang sibuk merecoki pekerjaan didapur. Usia kandungan Jasmine semakin bertambah dan keinginan aneh pun mulai bermunculan, sejak dikabarkan tengah mengandung Jasmine sudah meminta semua keluarga Moris untuk menemani dirinya di rumah
pribadinya yaitu di Amerika.
Dua wanita yang merupakan kekasih kakaknya pun ikut dalam daftar yang harus menemaninya, Kalina yang sudah mengenal Jasmine hanya tersenyum menanggapi perubahan sikap Jasmine yang sangat manja pada semua orang.
“Jadi katakan seperti apa cara yang benar bumil cantik” Kalina tersenyum melihat tingkah ibu hamil yang semakin hari semakin memiliki nafsu makan yang sangat besar.
“Mom ajari calon kakak iparku untuk membuat pie yang enak. Jika rasanya tidak enak maka calon cucu mu ini akan menangis didalam sana”
Bukan hanya para wanita yang direpotkan dengan permintaan sang ibu hamil tapi para lelaki pun sama ikut dibuat pusing dengan hal yang kadang tidak masuk akal. Harry yang merupakan suami siaga, sedikit pernafas lega karena istri tercintanya tidak pernah meminta hal yang sulit pada dirinya, berbeda dengan pada tiga lelaki kembar dan anggota lelaki yang lainnya sangat sering dibuat geleng-geleng dengan permintaan sang calon bayi.
“Umm aromanya sangat enak, apa yang mommy buat? Apa itu cemilan untuk istriku?” Harry yang baru selesai mengurus basement langsung menghampiri istrinya yang tengah sibuk memakan cemilan.
“Ya kami sedang membuat pie buah untuk bumilmu itu, sejak tadi dia belum mandi. Mommy tidak tahu cara agar dia mau mandi”
Harry tersenyum gemas menanggapi ucapan ibu mertuanya ditambah melihat wajah istrinya yang semakin cubby semakin membuat Harry sulit untuk lama-lama meninggal wanita tercintanya itu.
“Huh,, hey bumil cantik kenapa belum mandi?”
“Menunggumu”
“Jadi bisa kita mandi sekarang?”
“Yes come on”
Yuna yang melihat sikap manja putrinya hanya bisa tersenyum karena menantunya selalu sabar menanggapi sikap manja putrinya yang kadang melebihi batas.
“Jadi kapan Jasmine akan kembali memeriksa kandungannya Mom, aku sudah tidak sabar ingin tahu jenis kelamin si bayi” Ucap Kalina
“Harusnya besok sayang, Mommy yakin jika Jasmine sedang mengandung bayi kembar karena porsi makan Jasmine yang sangat banyak sama seperti Mommy mengandung calon suami” Jawab Yuna
“Semoga saja Mom”
“Sayang kenapa kamu sangat suka tidur disini?” Yuna yang mencari-cari keberadaan putrinya ternyata sedang tertidur dikamar bayi yang sudah siap untuk ditempati.
“Karena kamar ini akan sangat aku rindukan” Ucap Jasmine pelan
“Kamarmu dan kamar si kembar bersebelahan jadi kapanpun kamu mau bersama si kembar kamu bisa tidur bersama mereka disini” Yuna yang sangat menyayangi putrinya kini tengah mengusap rambut sang putri.
“Saat Mommy mengandung kakak-kakakku apa yang Mommy rasakan? Apa Mommy takut tidak bisa bersama mereka?”
Deg
“Mommy tahu kamu pasti sedang cemas karena mendekati persalinan, percayalah kamu akan membawa mereka melihat dunia yang indah ini dan dirimu akan membesarkan mereka bersama suamimu” Semakin hari Yuna merasakan jika putrinya memiliki beban yang sangat berat, yang sengaja dipendam tanpa membagi pada siapapun.
“Jangan terlalu stress tidak baik untuk calon anakmu”
Nafas berat bisa dirasakan Yuna dengan sangat jelas jika putrinya sekarang tengah menyembunyikan sesuatu darinya.
“Nyonya Muda, Tuan Angello sudah datang”
“Benarkah”
Kedatangan Angello sangat ditunggu oleh Jasmine karena hanya Angello yang tidak ikut menemani diawal masa kehamilannya. Jasmine yang merasa sangat senang berjalan cukup cepat saat menuruni tangga hingga lupa jika dirinya tengah mengandung.
“Arghhhh”
“Hey kau lupa jika kau sedang hamil, kenapa kau menuruni tangga dengan sangat cepat bagaimana jika tadi aku tidak melihatmu saat menuruni tangga. Kau pasti sudah terjatuh” Angello masih sama masih selalu mengkhawatirkan Jasmine, sosok wanita yang masih ada didalam hatinya.
“Maaf, aku hanya tidak sabar ingin bertemu denganmu”
Angello yang awalnya merasa kesal karena keteledoran Jasmine kini sudah luluh karena tidak kuasa melihat wajah yang memperlihatkan rona merah seperti anak kecil yang manja.
“Jadi bumil yang cantik ini merindukanku, atau calon keponakanku yang merindukanku” Dengan gemas Angello mengusap lembut perut Jasmine yang sudah sangat besar.
“Hey lihat dia menendang tanganku” Angello tertawa geli karena untuk pertama kalinya merasakan gerakan bayi yang ada dalam kandungan.
“Itu artinya mereka senang dengan kehadiran paman tampannya” Ucap Jasmine
“Mereka? Apa kau mengandung bayi kembar?” Angello semakin gemas karena kembali mendapatkan tendangan dari calon keponakannya.
“Ya, satu perempuan dan satu laki-laki”
“Hai Boy, Hai Girl. Cepatlah lahir kita akan pergi jalan-jalan bersama dan Uncle mu yang paling tampan diantara semua pria termasuk ayahmu akan mengajari banyak hal”
Melihat tingkah Angello semua orang tertawa, tapi Kalina terdiam membayangkan rasa sakit yang sekarang tengah dirasakan oleh Angello karena tidak bisa memiliki cinta kecilnya.
Kenapa harus Jasmine, kau pria baik Angello. Aku tidak mengenalmu dengan baik tapi melihat caramu memperlakukan Jasmine, aku sangat tahu jika cinta itu masih ada (Batin Kalina)
“Jelas mereka akan mengatakan jika aku jauh lebih tampan darimu karena aku ayahnya, Angello !!”
“Tidak mungkin mereka pasti akan lebih berpihak padaku sama seperti ibunya, dia selalu berpihak padaku” Angello selalu bisa membuat Harry mendidih dan sekarang Angello dengan sangaja memeluk Jasmine sambil mengecup pipi Jasmine denga sangat gemas.
“Hey apa yang kau lakukan, dia istriku tidak pantas kau memeluk dan menciuminya apalagi ada anak-anakku yang melihatnya” Ucap Harry
“Nih lihat aku kembali mencium pipi istrimu”
Jasmine terus tertawa karena sekarang dua lelaki yang sejak dulu tidak pernah akur tengah bertengkar didepannya.
“Sudah apa yang kalian lakukan !!”
Jasmine yang selalu ada ditengah-tengah dua lelaki tampannya itu selalu menjadi bisa melerai setiap pertengkaran yang terjadi. Sikap posesif Harry mulai muncul, dengan gerakan cepat Harry langsung menarik Jasmine kedalam pelukannya dan berulang kali mendaratkan ciuman di bibir mungil istrinya.
Angello hanya memandang malas dengan tingkah Harry yang sudah merasa menang.