The Girl Is Mine

The Girl Is Mine
Kepergok kabur



Jam istirahat, kelas Tanaya sudah sepi, kini hanya ia dan Amanda yang menjadi penghuni, Amanda tampak membaca novel sementara Tanaya sendiri, memilih untuk mencoba tidur.


"Ini makanannya,"


Tanaya mengangkat kepalanya, mendongak melihat bude kantin mereka datang kekelas dengan membawa nampan berisi dua mangkok nasi goreng, ice cream serta rujak dan juga dua es lemon.


"Nasi goreng sama es lemonnyanyanya untuk berdua, kalo ice cream, khusus untuk Amanda dari Zean, dan rujak khusus untuk Tanaya dari Byan." terang bude itu tersenyum sebelum akhirnya pergi.


"Eh, makasih bude!" teriak Amanda yang tersadar dari lamunannya.


"Gue juga mau ice cream kali!" omel Tanaya melirik ice cream yang terletak dimeja Amanda.


"Ini dari ayank! Yang itu baru dari ayank lo! Makan makanan dari ayank dong!" Amanda mengambil semua bagiannya dan menjauhkannya dari Tanaya.


"Kenapa gak ditanya dulu sih, gue kan pengen yang lain,"


"Ini semua juga gara-gara elo! Punya mantan kok suka cari gara-gara, satu kelas ni kena imbasnya!" ungkap Amanda mengibaskan rambutnya, bersiap untuk memasukkan semua makanan didepannya melewati tenggorokannya.


"Apa hubungannya?"


"Diem lo! Gue laper, jangan sampe badan lo itu yang habis gue kikis!"


*


*


*


*


"Lo jangan berlagak songong, gue bisa buat lo ditendang dari sekolah ini." Revan mengangguk setuju dengan penuturan Zean.


Zean akhirnya angkat suara, ia sudah muak dengan Dean yang terus saja pamer di kantin dengan suara yang cukup keras.


"Maaf abang kelas, saya cuma pengen nyari mantan ..., kayaknya pamer adalah cara satu-satunya. Gengsi juga sih nanya-nanya orang lain tentang mantan saya."


Byan yang tadinya sibuk dengan ponselnya, kini mulai mendongak menatap Dean yang belum menyadari tatapan kematian darinya.


"Siapa namanya?" tanya pemuda yang duduk disebelah Dean.


"Gue maunya dia yang nyamperin gue, takutnya pacarnya marah kalo tau gue nyari-nyari nama dia." terang Dean yang hanya dibalas anggukan kepala dari teman sampingnya.


"Bakal gue cari tuh mantan, gue perkosa sekalian biar semua orang tau itu mantan lo!" kesal Zean akhirnya membalikkan badannya dan kembali fokus pada makanannya.


Zean meringis, ia memegang wajahnya yang ditonjok begitu saja oleh Byan "lo kenapa? Latihan tinju gak dimuka gue juga kali."


"Tarik kata-kata lo tadi!"


Zean mengernyit bingung "kata-kata yang mana?" tanyanya polos, ia benar-benar bingung.


Brak!


Byan menggebrak meja hingga akhirnya ia pergi meninggalkan kantin dengan wajah merah.


"Kata-kata apaan sih woy?" tanya Zean menatap Revan dan Afdi yang menggeleng bersamaan.


"Sial, gue juga ngomong sama si brengsek ini!" umpatnya kesal.


___________________________


"Tungguin gue, please ...," pinta Tanaya menahan Amanda yang hendak keluar kelas.


"Gue mau pulang Nay, gue masih harus belanja," Amanda mencoba untuk bersabar.


"Lo tega ninggalin gue sendirian?" tanya Tanaya memelas.


"Pulang bareng gue, kabur aja Nay, gak papa tuh." Amanda langsung menarik tangan Tanaya dengan kuat dan membawanya pergi dari sana.


Baru saja beberapa langkah, Byan tampak muncul dari balik tembok, wajahnya yang semula datar seketika berubah dan menatap Tanaya tajam.


"Liat kan Man! Kak Byan jadi marah!" bisik Tanaya dengan kesal, Amanda malah melepaskan tangan Tanaya yang menempel di lengannya.


"Gue harus belanja," Amanda langsung mengambil langkah seribu membuat Tanaya seketika meringis, ia kembali pada Byan yang kini berjalan semakin dekat dengannya.


"Mau nyari Dean?" tanya Byan ketika sudah berdiri dihadapan Tanaya.


"Mau nyari kak Byan," jawab Tanaya tersenyum tipis.


"Mau caper sama Dean?" tanya Byan lagi, Tanaya menggeleng cepat.


"Baiklah, kita akhiri pelajaran sampai disini, segera pulang dan hati-hati dijalan."


Byan menarik Tanaya sembari berlari ketika mendengar kelas sebelah hendak keluar, menghindari anak-anak dan juga guru, terutama 'Dean' yang ternyata masuk dikelas IPA², bersebelahan dengan jelas Tanaya.


Hal itu sungguh membuat Byan tak suka, itu yang menjadi alasan tak membiarkan Tanaya keluar dari kelasnya, karna otomatis akan melewati kelas Dean dan membuat keduanya bisa bertemu.