The Girl Is Mine

The Girl Is Mine
MOS petaka



Tanaya melambaikan tangan pada kakak perempuannya dengan senyuman di wajahnya. senyuman itu tak luntur meski taxi yang ditumpangi kakaknya telah pergi dari pekarangan sekolahnya.


Ia berbalik badan menatap megahnya tempat dimana ia akan menimba ilmu, ini adalah hari pertama sekolah dan ia sama sekali tak mengenali siapapun karna ia dan kakaknya memanglah penduduk baru di kota itu.


"kelas sepuluh ya?" tanya seorang perempuan cantik menghampiri Tanaya.


"iya kak." jawab Tanaya diiringi senyuman.


"Yaudah sana, ikut teman yang lain baris." titah kakak perempuan itu yang adalah salah satu OSIS pemandu siswa-siswi baru di SMA 1 Sinar Purnama.


Tanaya hanya mengangguk dan berlari kecil menuju lapangan dimana tempat teman-temannya dikumpulkan.


"Itu yang telat langsung ambil barisan." ucap seorang laki-laki dari arah depan yang adalah pemandu lainnya.


Tanaya berdiri dan mendapatkan barisan paling belakang, itu tak masalah dan tak penting baginya, yang terpenting ia diterima di SMA ini, itu saja sudah membuat ia sangat bahagia.


"Oke, kita perkenalan dulu ya adik adik ...," ramah laki-laki dengan suara lembut namun dapat di dengar seluruh siswa-siswi baru yang tengah berkumpul di lapangan.


"Perkenalkan, nama kakak, Eman Afriandi kelas XII IPA², ketua OSIS di SMA 1 Sinar Purnama ini, dan ini kak Fadya, kelas XI IPA¹ wakil ketua OSIS-nya." terangnya menunjuk perempuan yang berdiri di sampingnya.


"Itu kak Nina, sekretaris cantik dan pintar, kemudian kak Isma, bendahara cerdas dengan semua ide kreatifnya, yang disana, itu kak Nazura, bendahara kedua dalam organisasi OSIS SMA kita ini.


Ketua bernama Eman itu menunjuk dan mengenalkan OSIS lainnya yang menjabat sebagai seksi seksi lainnya, sekitar lima belas menit Eman selesai mengenalkan para OSIS dengan segala pujian di setiap orangnya.


"Besok kalian akan memilih dan mengambil satu kertas yang ada dalam dua box itu." tutur Eman menunjuk dua box yang ada dimeja yang telah tersedia tepat dibelakangnya.


"Didalamnya ada satu nama dari kakak kelas kalian yang nantinya harus kalian cari dan ...," Eman menggantung ucapannya.


"Yang box biru, itu khusus untuk laki laki." lanjut Eman memegang box biru.


"Dan yang pink, itu khusus untuk perempuan." ujarnya memegang box pink.


"Maksudnya gimana sih kak?" tanya salah satu siswi baru yang kurang paham, sebenarnya mewakili seluruh siswa-siswi baru yang sama sekali tak mengerti maksud Eman.


"Begini, didalam box biru, itu ada nama-nama kakak kelas perempuan yang jika kalian dapatkan namanya, kalian harus mencari dan memintanya foto bersama dengan pose mencium pipinya." terang Eman tersenyum menatap barisan laki-laki yang langsung riuh kesenangan.


"Dan didalam box pink, ini khusus perempuan, didalamnya ada nama cowok-cowok ganteng yang juga harus kalian cari orangnya dan minta foto bersama dengan pose apa?!" tanya Eman dengan suara lantang.


"cium pipinya!!" balas para perempuan dengan semangat empat lima, namun beberapa dari mereka langsung murung dan agak panik dengan peraturannya.


"Kalian harus cari orangnya besok, minta dengan sopan santun dan ramah yaa. Kalau sudah mendapat fotonya, post di Instagram dan tag akun Instagram SMA 1 Sinar Purnama, mengerti?!" tanya Eman setelah menerangkan.


"Oh ya, satu lagi ya adik-adik, kalau tugas ini tidak tuntas besok, maka kalian akan dipersulit untuk mengikuti pelajaran normal di hari senin berikutnya." Fadya menambahi pengunguman itu dan membuat beberapa orang panik dan langsung berbisik-bisik dengan temannya yang lain.


"duh, ni SMA apaan sih, kok main cium aja." gerutu Tanaya diujung barisan.