The Girl Is Mine

The Girl Is Mine
Terbongkar



Amanda sampai dikelasnya, ia melihat Tanaya yang tengah asyik memakan jajanan ringan.


"Nay, semalam Zean dateng kerumah gueee!" histeris Amanda memekik tertahan, ia tak mau ada yang mendengar.


"Ngapain?" tanya Tanaya menikmati jajannya santai.


"Dia ngajak gue jalan!!" Amanda terlihat kegirangan, bukannya beberapa hari yang lalu perempuan ini menangis tersedu-sedu, mengapa sekarang begitu senang, bahkan bahagianya bersangkutan dengan Zean, orang yang mengambil kesuciannya.


"Dia bilang mau ngajak calon istrinya jalan-jalan." ucap Amanda tersenyum lebar.


"Dan lo bangga setelah dia ambil mahkota punya lo?" tanya Tanaya menatap intens.


"Diam anjing, gak lucu ya kalo ada yang dengar." tutur Amanda menampar bibir Tanaya pelan.


"Lo dipelet?" tanya Tanaya menaikkan sebelah atas bibir kanannya.


"Tanaya, ini yang paling penting!" Amanda menggenggam tangan Tanaya.


Tanaya hanya mengunyah tanpa terlalu perduli dengan apa yang akan disampaikan Amanda, paling-paling sahabatnya sedang stres makanya senang diajak jalan oleh pemuda brengsek seperti Zean.


"Aku masih suci!"


"Uhuk uhuk!" Tanaya terbatuk, Amanda segera memberikan botol minumnya sehingga Tanaya berhenti terbatuk.


"Lo bilang apa tadi?" tanya Tanaya memperjelas.


"Gue masih suci Nay, lo juga!!" teriak Amanda mencubit pipi Tanaya gemas.


"Hey kalian berdua! Berisik tau gak, lo berdua emang suci, semua orang juga tau! Gak usah dibeberin kali!" bentak Tian, laki-laki bermulut perempuan.


"Maksud lo apaan Man, yang jelas dong!" Tanaya memutar kepala Amanda agar beralih dari Tian yang hendak dimaki oleh Amanda.


"Dia cerita panjang lebar, dia jelasin semua kejadian dimana katanya kita diperkosa, itu semua bohong!" bisik Amanda kembali tersenyum lebar.


"Itu cuma akal-akalan Kak Byan, katanya dia cuma pengen mainin hidup elo doang." lanjut Amanda membuat Tanaya lega dan senang, namun belum percaya sepenuhnya.


"Biar lo terikat dan terus ikut apa kata Kak Byan, ditambah lo cewe yang disuka Kak Eman, siketua OSIS, jadi dia mau buat Kak Eman sakit hati, soalnya mereka ada masalah keluarga gitu, biasalah, pebisnis." terang Amanda lagi.


"Tapi aku beneran telat datang bulan Man, sampe sekarang belum ada." Tanaya membuang jauh-jauh fikiran positifnya, rasanya tidak mungkin hal itu hanya akal-akalan saja.


"Kak Byan ngasih lo pil primolut, itu pil bisa nahan menstruasi beberapa saat." jelas Amanda langsung membuat Tanaya percaya penuh, tak mungkin Amanda berbohong, lagi pula ini sudah sangat jelas.


Tapi kenapa Zean yang memberitahunya? Apa Byan masih hendak menyembunyikannya?


"Gue pastiin ke Kak Byan dulu, nanti siang temanin gue ya."


Amanda menganggukkan kepalanya, ia tampak sangat ceria, bagaimana tidak bahagia mendengar kabar sebaik ini.


"Tapi ngomong-ngomong lo semalam kemana, gue chat gue telpon gak dibalas, padahal di read." Amanda mengerucutkan bibirnya.


"Lo chat apaan?" tanya Tanaya membola.


" Ni liat," Amanda menunjukkan isi chat nya.


Nanay


[ Eh, Nay ....! Ada kabar gembira ]


\[ Coba tebak ap \]



\[ Nay, bales ih, anjing lo ya \]



\[ Byan brengsek itu penipu \]



sok kegantengan itu bejat \]



\[ Nay, bales dong. Byan setan itu


gak ada perkosa elo!\]



\[ Dah ah, dasar kuda lumping! \]


"Hp gue Kak Byan yang pegang!!" teriak Tanaya terbelalak, Amanda terkejut, bahkan ia lebih terbelalak, orang-orang yang ada disana hanya memutar bola mata malas.


"Bisa ya Kak Byan yang ganteng pacaran sama orang stres kayak Naya." celoteh Ayes kembali fokus pada ponselnya.


"Nanti lo harus minta maaf."


*


*


*


*


*


"Jadi udah lo kasih tau Amanda?" tanya Byan pada Zean yang asyik bermain game. Mereka kini tengah berada di kantin.


"Pengen ikutan di drama kalian." Afdi mengerucutkan bibirnya.


"Tutup bibir lo, malu gue punya teman kayak lu!" Revan melempar bibir Afdi dengan tisu, sungguh ia merasa geli dengan Afdi yang seperti itu.


"Apaan sih, lo gak semalu gue temenan sama lu!" balas Afdi tak terima.


"Pencuri martabak!" lanjut Afdi ketika Revan tak lagi membalasnya.


"Lu dulu suka nyolong BH dii." kali ini Zean yang berucap, Afdi langsung melotot, berani sekali Zean membuka aib lamanya.


"Kak Byan,"


Keempatnya menoleh bersamaan dimana ada Tanaya dan Amanda yang tengah berdiri dengan Amanda yang menunduk.


"Kakak baca pesan dari aku?" tanya Amanda sedikit mendongak.


"Iya gue tau gue rese spek kuda jantan jelek sok kegantengan dan bejat, gue juga brengsek. Ada yang mau ditambah?" tanya Byan menyalin pesan Amanda semalam.


"Maaf kak, maaf banget." lirih Amanda memberanikan diri menatap Byan.


"Kamu juga, mau nampar aku karna gak kasih tau kejadian sebenarnya?" tanya Byan beralih pada Tanaya.


"Sebenarnya mau aku cium, tapi banyak orang." ucap Tanaya pelan, Afdi yang mendengarnya langsung heboh sendiri, ia menepuk-nepuk pundak Revan yang hanya memasang wajah kesal.


"Mau aku buat sepi?" tanya Byan dengan senyum bersinar.


"Jadi benar kalo aku sama Amanda masih suci?" tanya Tanaya mengalihkan pembicaraan, Byan hanya mengangguk, hal itu mampu membuat Tanaya tersenyum lebar, sangat indah pemandangan kali ini untuk Byan.


"Jangan lama-lama," Byan mengacungkan jari telunjuknya dibibir Tanaya, membawa gadis itu duduk disampingnya.


"Kita ke taman." Zean menarik tangan Amanda dan segera berlalu dari sana.


"Aku mau liat video yang kemarin." Tanaya menatap mata Byan lekat.


"Nanti ya." lembut Byan tersenyum, Afdi rasanya mau muntah mendengarnya, sungguh momen dimana Byan berucap lembut adalah momen langkah yang harus cepat di skip.