The Girl Is Mine

The Girl Is Mine
Berbaikan



Amanda mengerjabkan matanya, menggeliat diatas kasur empuk yang sangat nyaman ditidurinya.


Ia meraba kesamping mencari guling, namun ia terkejut saat melihat wajah Zean yang masih tertidur dengan bertelanjang dada.


Dengan cepat, otaknya berputar pada kejadian semalam, ia terduduk dengan terkejut saat mengingat jelas semuanya.


Ia segera mengancing kasar seragamnya saat tersadar kancing itu terbuka, ia begitu ketakutan sekarang.


"G- gue udah gak suci." ucapnya terisak.


Ia mengingat penjelasan Zean tentang Tanaya, ia semakin menangis ketika mengetahui kenyataan bahwa ia kini sudah diperkosa.


"Udah bangun nona?" Zean terbangun karna terusik oleh Isak tangis Amanda.


"L- lo ---"


Zean hanya meresponnya dengan senyum manis tanpa dosa, Amanda beringsut mundur, ia segera turun dari kasur dan segera berlari keluar dari apartemen itu, Zean membiarkannya, tugasnya sudah selesai.


Semalam ia juga memberikan pil primolut pada Amanda untuk menunda menstruasinya beberapa saat, hal itulah yang membuat Tanaya semakin yakin ia hamil, pasalnya Byan juga memberikan obat itu padanya.


__________________________


Tanaya menikmati roti tawar dengan selai coklat diatasnya, ia menjilat sisa selai dijarinya.


"Beli beras dulu deh." ucapnya bangkit berdiri, ia meraih ponselnya dan turut membawanya.


Bertepatan dengan ia membuka pintu, Amanda tampak hendak mengetuk pintu itu, Tanaya hendak bertanya namun urung ketika Amanda tiba-tiba memeluknya erat.


"Mata kamu sembab Man," Tanaya mengelus pundak Amanda yang terisak dipelukannya.


"Kita sama Nay ...,"


Tanaya mengerutkan kedua alisnya, apa maksudnya sama.


"Siapa yang buat kamu nangis?" tanya Tanaya mengesampingkan rasa penasarannya dengan apa yang dikatakan Amanda barusan.


"Aku diperkosa."


Tanaya terbelalak, ia melepaskan pelukan Amanda kasar, menatap mata sahabatnya yang sembab serta masih mengeluarkan air mata.


"Kita bicara didalam." Amanda didorong oleh Tanaya untuk masuk, takutnya ada yang mendengarnya.


"Sekarang kamu cerita ke aku." titah Tanaya membawa Amanda untuk duduk.


"Nay, hiks. Aku udah tau kenapa kamu bisa rusak." Amanda masih terisak.


Tanaya tertegun, ia mengalihkan pandangannya sebentar, berharap semua rahasia ini masih baik-baik saja dan belum tersebar.


"Sebelum diperkosa ...," Tanaya menggantung ucapannya.


"Aku dibius bahkan dipertontonkan didepan tiga temannya itu Man." lanjut Tanaya mulai menangis.


"Aku kotor banget Man!" histeris Tanaya dengan berbanjir air mata.


"Kamu cuma diliat Zean?" tanya Tanaya berusaha menormalkan wajahnya. Amanda menganggukkan kepalanya, ternyata Tanaya lebih parah darinya.


"Maafin ucapan aku waktu itu ya Nay." lirih Amanda merasa sangat bersalah.


"Aku yang lebih minta maaf, mungkin Byan takut kamu bocorin kehamilan aku, makanya nyuruh Zean melucuti kamu." ujar Tanaya balik meminta maaf.


"Hamil?!" pekik Amanda membola.


"Jadi kamu memang udah hamil?" Amanda mengecilkan suaranya saat Tanaya memperingati.


"Kamu tau dari mana?" Amanda tampak melewati masa air matanya, seakan lupa ia juga mengalami sebuah masalah yang dapat dikatakan sama dengan Tanaya.


"Kak Byan bawa aku periksa ke dokter, aku juga memang gak ada lagi datang bulan setelah kejadian itu." terang Tanaya dengan mata berkaca-kaca.


"Kamu gak sendiri Nay, ada aku disini yang akan sama sepertimu, kita sama-sama menyembunyikan rahasia ini dan harus meminta keadilan serta pertanggungjawaban, satu dari kita ketahuan, maka kita akan sama-sama ketahuan, janji?" Amanda mengacungkan jari kelingkingnya.


Tanaya menyatukan kelingkingnya hingga terjadilah sebuah janji saat itu juga.


"Oh ya, besok abis pulang sekolah kita ke Mall yuk, tapi aku agak telat soalnya kumpul calon OSIS dulu." ajak Amanda kembali bersinar.


"Aku juga Man, aku juga daftar OSIS." senyum Tanaya membuat Amanda kegirangan.


"Serius?!"


Tanaya hanya mengangguk "Tapi Byan ngelarang gue ikut nyalon." Tanaya tertunduk.


"Kenapa? Lagian apa hak dia?!" Amanda berujar ketus.


"Dia punya video kejadian itu, dia ngancam bakal sebarin Man, dia pakai video itu buat ancam aku setiap nolak permintaan dia, aku ya pasrah aja, semoga dia bisa dibujuk biar aku bisa tetap lanjut."


Amanda menghela nafas tanda kecewa.


"Kayaknya kamu juga bakal dilarang, soalnya kak Zean' kan teman kak Byan, mereka itu ada masalah sama kak Eman, jadi gak akan suka kalo kita dekat-dekat sama kak Eman." tutur Tanaya dengan lesu.


"Masih mending dia larang Nay, gimana kalo dia gak perduli bahkan seolah gak kenal sama gue?!" Amanda memasang wajah murka.


"Kalo itu aku gak tau."