
Byan baru saja sampai dirumahnya, ia tadi mengantar Tanaya untuk pulang, namun saat masuk gerbang rumahnya, ia melihat seorang pemuda tengah melambaikan tangan pada Feby yang dibalas lambaian juga dari adiknya.
"Perawakannya, dia bukan Reno." tutur Byan memarkirkan mobilnya di garasi, ia menunggu mobil pemuda itu meninggalkan area rumahnya baru ia keluar dari mobilnya.
Ting!
Byan merogoh sakunya sambil berjalan menuju pintu rumahnya, ia tersenyum melihat pesan itu dari Tanaya.
[Udah sampai rumah?]
[Coba pap]
[Jangan keluar ya]
[Tadi udah janji dirumah aja]
\[Aku gak pembohong kayak kamu\]
\[Tidur sana, sebelum aku non-aktif
hp kamu sampe besok\]
Byan mematikan ponselnya, ia kembali masuk dan disambut pemandangan Feby yang tengah video call dengan Reno diruang tamu.
"Kamu selingkuh?" tanya Byan membuat Feby terlonjak kaget.
"Iya, dia selingkuh, namanya Niko ..., tega banget dia, padahal istrinya cantik." balas Farel tanpa menoleh pada Byan, ia tidak tahu Byan sedang bertanya untuk siapa, yang penting ia sudah menjelaskan alur cerita dari film yang ia tonton.
"Iya kak, nama selingkuhannya Sintia," lanjut Feby mengira Byan memang menanyakan film yang ditonton Farel.
"Namanya Ayu, Feby. Sintia itu mama istrinya Niko." terang Farel memprotes jawaban Feby.
"Apaan sih, mumet! Kamu selingkuh dari Reno, iya?" tanya Byan ingin memakan Feby hidup-hidup.
Eh bentar, siapa ni yang tahu film yang sedang ditonton Farel, komen yuk.
Oke lanjut.
"Kakak serius butuh penjelasan tentang hubungan aku sama Reno?" tanya Feby menbisukan panggilan videonya dengan Reno.
Feby menghela nafas saat tak ada jawaban dari Byan, tatapan kakaknya itu begitu tajam "sayang, aku tutup dulu ya, nanti aku telfon lagi. Daaaa," Feby mengakhiri panggilan video itu.
"Aku sama Reno lagi marahan tadi, udah gitu dia gak bujuk aku, dia malah asik main sama temennya, yaudah aku jalan aja sama anak orang." terang Feby santai.
"Itu udah permainan Feby dari dulu." Farel ikut serta ketika filmnya tengah iklan.
"Jadi kamu suka jalan sama cowok lain dibelakang Reno?" tanya Byan membola.
"Hampir semua cewek disekolah aku kayak gitu Kak, atau mungkin cewek kakak juga. Jadi jangan coba-coba buat cuekin kami para cewek-cewek." tutur Feby menghasut Byan berfikiran negatif tentang Tanaya.
"Reno tau?" tanya Byan menunjuk Feby lemas
"Gak lah, cara main cewek itu rapi, jadi aman." terang Feby tampak bangga, Byan semakin tak karuan, ia segera kembali keluar rumah dan langsung menaiki mobilnya dan langsung menuju rumah Tanaya.
__________________________
"Kakak lagi naik wahana kora-kora Nay, trus trus ..., dia pegang tangan kakak!" pekik Ranaya kesenangan.
Tanaya hanya menyimak sembari tersenyum, senang rasanya melihat kakaknya bahagia.
"Trus kakak buka mata, ternyata dia lagi liatin kakak." lanjut Tanaya terus berguncang hebat.
"Abis itu, kakak tanya kenapa, dia gak jawab, dia berbisik dan bilang 'aku suka sama kamu, sejak kuliah Nay. Kamu mau jadi pendamping hidup aku?' gitu Nay!!" Ranaya tersenyum-senyum sendiri membayangkan momen indah yang terjadi diantara ia dan Rafa tadi.
"Kakak terima atau jual mahal dulu?"
"Kamu gila ya, cowok sesempurna Rafa kakak tolak demi harga diri?! Gak lah, langsung kakak terima." jawab Ranaya mantap.
"Oh ya, dia juga ngasih kakak coklat, kamu gak boleh minta, ja---"
Tok! Tok! Tok! Brak!
"NAYY!!"
Keduanya saling pandang cukup lama membiarkan suara benturan dipintu mereka berkali-kali.
"NAYY!"
Suara itu kembali terdengar membuat Tanaya terlonjak kaget, ia seketika berlari mendekati pintu.
"Cinta mereka memang lain dari yang lain." gumam Ranaya menghela nafas.
Tanaya mm membuka pintu tergesa, ia mendapati Byan dengan wajah memerah dan nafas tersengal.
"Kamu selingkuh dari aku, iya, hah?!" tanya Byan mencengkeram bahu Tanaya.
"Apaan sih Kak, marah-marah gak jelas. Lepasin, ahk sakit." Tanaya memasang wajah kesal.
"Kamu sering jalan sama cowok lain dibelakang aku, beraninya kamu menduakan aku Nay!" murka Byan membuat Tanaya ingin segera menampolnya.
"Cukup kak Byan!" Tanaya menghempaskan tangannya kuat, walau itu tidak membubarkan tangan Byan mencengkeram bahunya.
"Siapa yang bilang aku suka jalan sama cowok lain, jalan sama kakak aja aku kadang suka alergi!"