The Ceo'S Wedding Secret

The Ceo'S Wedding Secret
BAB 74 - SALING PERCAYA



"Pernikahan itu bukan sesuatu hal yang mudah, karna didalamnya ada banyak ujian, rintangan, kesedihan, kebahagiaan,kekecewaan bahkan pengorbanan. semua tergantung dari mana kita memulai dan menjalankannya karna pada intinya kepercayaan dan kesetiaan lah menjadi kunci dari itu semua"


🌺 Happy Reading 🌺


Jihan dan Ashya masih diam terpaku, bingung terjebak dalam suasana yang canggung seperti ini. terlebih awal niat mereka hanya mengikuti kemana Alan dan seorang wanita tadi tapi malah berakhir kepergok dan sekarang duduk bersama mereka saat ini di sebuah restoran di dalam mall itu.


"Maaf kan kami kak Aina" Jihan membatin seolah merasa bersalah karna duduk bersama selingkuhan Alan dalam pikiran nya, ia dan Ashya sama-sama saling menyikut bingung harus berbuat apa


"Kalian mau makan apa?" tanya Alan


"Eh, emm itu kak.." Jihan terbata, sambil bergantian melirik Alan dan perempuan yang nampak sekali raut tidak suka nya dengan kehadiran Jihan dan Ashya saat ini


"Kita nggak ikut makan deh kak,, mau langsung pulang aja" ucap Ashya cepat berharap ia dan Jihan bisa terlepas dari beban saat ini


"Bukannya kalian juga mau makan siang? terus tadi ngapain arah nya ke sini?" selidik Alan


"Deg" refleks Jihan dan Ashya pun saling lirik untuk mencari alasan yang tepat


"Mau ngapain lagi lah kalau bukan mata-matain kak Alan sama nih cewek g*tel" gumam Jihan dalam hati nya, karna kesal melihat Dea terus menempel pada Alan bahkan ia memilih duduk tepat disamping suami dari sahabat kakak iparnya itu


"Oh itu tadi kita lagi nyari-nyari toilet kak, eh malah nyasar ke arah restoran. hehee" Jihan beralasan sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal karna bingung mau memberi alasan apa pada Alan yang mulai curiga dengan gelagat mereka


"I-iya bener itu kak, Jihan nih ngeyel dibilangin toilet sebelah sana malah arahnya ke sini" ucap Ashya untuk meyakinkan alasan sang sahabat


"Oh, dikirain kakak kalian emang sengaja mau ke sini" ucap Alan yang membuat kedua nya kikuk seperti pencuri yang tertangkap basah


"Hehehe, nggak kok kak" ucap kedua nya kompak


"Ya udah kalau gitu cepetan pesen, tenang kakak yang traktir deh" tawar Alan membuat Jihan dan Ashya serba salah


"Udah Lan biarin aja, kayak nya mereka lagi ada urusan deh. kita makan siang nya berdua aja, kamu mau makan apa?" ucap Dea manja pada Alan tapi sinis menatap Ashya dan Jihan bergantian, namun bukan duo ceriwis namanya kalau cuma ditatap seperti itu nyali mereka ciut. bahkan kedua nya kini semakin melototkan mata menatap Dea dengan berani sambil mulut mereka komat-kamit tak jelas


"Bener kak apa yang dibilang TANTE ini, mendingan kita berdua pulang aja deh. entar gangu makan siang kalian, kan jadi nya nggak enak ya Shya?" sindir Jihan sambil menekankan kata Tante pada ucapan nya barusan yang dibalas anggukkan Ashya, yang membuat semburat merah pada wajah Dea karna menahan amarah


"Jie.." seru Alan yang hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karna ia sangat tahu karakter adik sahabat nya itu


"Sialan nih bocah tengil, berani banget ngatain gue Tante" gumam Dea kesal namun tertahan karna harus menjaga image nya didepan Alan, laki-laki beristri yang ia cintai. ia pun hanya bisa tersenyum sinis menanggapi sindiran Jihan dan Ashya


"Ya udah kalau gitu Jie pulang dulu deh Kak, yuk Shya" ajak Jihan beranjak dari duduk nya karna sudah tidak tahan berada diantara Alan dan Dea yang lama-kelamaan semakin membuat rasa bersalah dalam hati nya terhadap Aina


"Yuk Jie,, nggak enak juga kelamaan disini. rasanya gue mau muntah" sindir Ashya tak kalah pedas nya


"Jie, Shya please. kak Alan minta sebentar aja ya ikut makan siang sama kakak, nanti pulangnya kakak yang anter kalian" cegah Alan


"Lan, bukannya nanti kamu mau anterin aku pulang kan?" tanya Dea menghalau niat Alan


"Sorry Dea aku ada perlu penting sama adik-adik ku ini, kamu kan bisa pulang sendiri" bukan pertanyaan tapi pernyataan yang malah terlontar dari mulut Alan, terkesan bahwa ia lebih memilih mengantar duo ceriwis dibandingkan dirinya


"Tapi kak, kita bawa.." belum selesai Jihan bicara sudah dipotong oleh Alan


"Udah gampang, nanti kakak yang urus" ucap Alan lalu kembali membawa keduanya duduk, sedangkan Dea hanya bisa berdiri diam terpaku


"Mba, saya mau pesan" Alan memanggil pelayan lalu memesan makanan untuk mereka bertiga tanpa memperdulikan Dea yang masih mematung disampingnya


"Lan terus aku gimana?" tanya Dea bingung


"Ya terserah kamu, kalau mau ikut makan duduk tapi kalau mau pulang ya udah duluan aku masih ada perlu sama mereka" ucap Alan dingin dan menatapnya tanpa ekspresi, yang sontak membuat Dea pergi dengan kesal karna merasa diacuhkan. sedangkan duo ceriwis hanya cekikikan melihat Dea pergi sambil menghentak-hentakkan kaki nya seperti anak kecil yang merajuk


"Kak Alan emang nggak apa-apa tuh si Tante pulang sendirian?" Jihan berbasa-basi


"Tante tante, nama nya Dea, Jihan. kamu tuh ya kebiasaan banget" ucap Alan sambil hendak mencubit hidung mancung Jihan, namun tak kena karna Jihan keburu menghindar. ia hafal betul jika Alan kebiasaan mencubit hidung nya sejak zaman sekolah dulu


"Et et nggak kena, hahahaha" seru Jihan, dan mereka pun tertawa bersama


"Kalian tuh ya selalu aja tingkat kekepoannya melebihi kadar manusia pada umumnya" ucap Alan yang terlalu melebih-lebihkan


"Biasa aja kali kak, semua orang juga kalau ngeliat ada orang yang dikenal terus jalan sama cewek atau cowok lain terus bukan pasangannya pasti kepo lah" ucap Jihan yang tidak lagi menutupinya,karna ia tahu Alan pasti sudah mengetahui maksud dan tujuan mereka sebenarnya


"Lagian kalau nggak mau dikepoin sama orang, ngapain juga kak Alan jalan sama cewek ke mall di akhir pekan kayak gini? bukan sama bini nya lagi, emang nggak takut nanti kita aduin ke kak Aina?" kali ini ucapan Ashya yang pedas


"Duh, susah yah kalau ngomong sama makhluk ciptaan Tuhan bernama wanita. Shya apa yang kita lihat dan dengar kan belum tentu semua nya benar, jadi kenapa kalian selalu menjudge nya sesuai perasaan kalian sendiri tanpa berpikir logis dulu?" kali ini Alan yang sok mendramatisir


"Lebayyyyy" seru keduanya kompak, yang membuat Alan tertawa tak tahan melihat ekspresi Jihan dan Ashya yang semula serius mendengarkan


"Udah yuk kita pulang aja, unfaedah dengerinnya" ucap Jihan yang kesalnya mulai ke ubun-ubun


"Hahahaha,, ngambek terus. entar nggak jadi kawin loh Jie klo kebanyakan ngambek" ledek Alan


"Nikah kaliiiii, lama-lama nggak nyambung nih orang. males ah ngeladenin kak Alan, kita pulang aja yuk Shya. kata nya mau ada yang diomongin tau-tau nya cuma bikin dongkol aja" protes Jihan


"Iya iya maaf, sabar dulu kenapa sih" cegah Alan


"Ya udah cepetan, mau ngomong apa? jadwal kita berdua padat nih" gaya Jihan sok sibuk


"Emm mau maskeran dirumah, hahahaaa" kali ini gantian Jihan yang membuat Alan dongkol


"Si*l*n loh Jie, dikira gue beneran sibuk" Alan mengusap wajah nya kasar, menahan kesal karna Jihan gantian meledeknya


kekonyolan mereka bertiga pun terus berlanjut sambil makan siang, tak aneh memang mereka cukup akrab terlebih Alan dengan Jihan yang notabene adalah adik dari Adrian sahabat Alan sejak dibangku SMA, begitu pun dengan Ashya yang sering bermain dirumah Jihan sehingga sering bertemu dan bercanda bersama. jadi tidak aneh lagi dengan tingkah mereka hanya Adrian yang bersikap serius dan irit bicara saat kumpul bersama terlebih jika ditambah kehadiran Biru sahabat yang tidak bisa diem dan punya segudang lawakan yang selalu membuat mereka tertawa


"Ingat ya janji kalian, kalian nggak mau kan terjadi apa-apa dengan Aina?" ucap Alan memastikan


"Beres boss, kak Alan kayak nggak tau kita aja nih" cibir Jihan


"Bener nih nggak mau sekalian bareng kakak?" tanya Alan kembali memastikan karna ia merasa khawatir dan bersalah jika meninggalkan dua gadis itu


"Ya beneran kak, bawel banget sih dari tadi udah dibilangin Jie juga bawa mobil sendiri" ucap Jihan kesal karna sedari tadi Alan memaksa mengantarkan mereka pulang


"Iya iya, ya udah cepet sana kalian pulang nanti kakak nyusul belakangan" ujar Alan yang ingin memastikan ke pulangan dua gadis cantik yang ia anggap seperti adik nya sendiri itu


Setelah mobil Jihan keluar parkiran dan melaju membelah jalanan kota Jakarta, Alan pun memilih kembali pulang menemui istri tercinta yang sudah pasti tengah menunggunya saat ini.


☘️☘️☘️


Hari Senin adalah hari yang sibuk, seperti biasa kepadatan dan antrian kendaraan sudah terlihat dibeberapa ruas jalan ibu kota. Adrian yang kembali bekerja pun merasa menyesal harus ke kantor hari ini, kalau bukan karna desakan dan omelan sang istri ia pasti lebih memilih tinggal dirumah bergerumul di kasur bersama memeluk dan bercanda sang baby yang selalu membuat nya gemas.


Pagi berganti siang dan siang pun akan berganti petang, jadwal Adrian yang padat membuat nya hampir lupa makan siang. beruntung Adrian mempunyai istri perhatian seperti Malika yang mengirimkan nya menu makan siang buatan nya sendiri melalui aplikasi ojek online, luar biasa memang perjuangan sebagai istri dan ibu. disaat mereka harus mengurus anak tidak lupa juga mengurus keperluan suami dan rumah,seperti kewajiban yang mau tidak mau dan suka tidak suka harus mereka kerjakan, terlebih disaat malam datang disaat hendak melepas penat tuntutan suami yang lain pun wajib dikerjakan.


"Mas Adrian, ini berkas yang kemarin mas minta" Pram masuk keruangan Adrian mengantarkan berkas setelah sebelumnya ia mengetuk pintu


Adrian pun mengambil berkas itu dan mengecek nya, nampak ia mengangguk-angguk seperti menyetujui isi dari dokumen tersebut


"Oke makasih Pram, saya setuju dengan proposal yang mereka ajukan secepatnya atur jadwal meeting kita dengan PT. Berlian Agung ini" perintah Adrian yang diangguki oleh Pram


"Baik mas, kalau gitu saya kembali ke ruangan" pamit Pram lalu meninggalkan ruangan Adrian setelah mendapat persetujuan bos nya itu dan Adrian pun kembali sibuk melihat laporan-laporan yang menggunung setelah lama ia tinggal cuti


Dering handphone pun kembali mengalihkan perhatiannya,tersemat nama dan foto Jihan pada layar yang menyala.


"waalaikum salam,iya ada apa Jie?" ucap Adrian setelah menjawab salam dari sang adik


"kak Adrian kenal cewek yang namanya Dea nggak? Temennya kak Alan?" tanya Jihan


"Kenal banget sih nggak,tapi pernah ketemu sekali pas direstoran setelah kakak meeting dengan klien. Emangnya kenapa jie?" tanya Adrian penasaran


"Nggak kenapa-kenapa sih kak, cuma tadi Jie sama Ashya ketemu kak Alan dan cewek itu di mall. Tadi nya mau mata-matain dari jauh,eh malah ke gep kak Alan terus diajakin lunch bareng mereka, eh bukan mereka deh tapi jadinya sama kak Alan doang berhubung tuh cewek gatel ngambek terus langsung pergi gitu aja. Hahaaa" Jihan pun tertawa mengingat kejadian tadi,begitupun dengan Ashya yang sedari tadi berada disamping Jihan


"Husst, jangan sembarang ngatain orang cewek gatel. Terus pasti kalian kan yang udah bikin dia ngambek begitu?"tebak Adrian yang tau betul sifat kedua adiknya itu


"Nggak kok,dia nya aja yang kebaperan ya Shya?" sangkal Jie berbohong


"udah deh gak usah bohong, kakak tau banget sifat kalian berdua. Terus maksud dan tujuan kalian nelpon kakak apa?" ucap Adrian mengulik lebih jauh maksud dan tujuan adik-adiknya itu takut-takut hanya akan membuat masalah nantinya


"Jihan cuma penasaran aja kak, sebenarnya kak Alan punya hubungan spesial nggak sama cewek itu? kan secara kakak sahabat kak Alan dari zaman sekolah tuh jadi pasti tau dong?" kali ini berbalik Jihan yang mengulik karna penasaran


"Setahu kakak mereka hanya partner kerja, lebih tepatnya sih hubungan atasan dan bawahan gitu" jawab Adrian


"Tapi kayak nya tuh cewek suka deh sama kak Alan, soalnya tatapan mata sama gaya nya dia ngomong ke kak Alan tuh beda banget kak"


"Betul, kelihatan banget malah kak" saut Ashya membenarkan ucapan sahabatnya itu


"Yah buat kakak sih nggak penting si Dea itu suka apa nggak sama Alan, itu kan hak dia juga buat suka sama orang. yang terpenting ya Alan nya jangan sampe suka sama dia juga, kan berabe jadi nya" jawab Adrian asal


"Ihh amit-amit deh jangan sampe kak Alan suka sama Mak lampir kayak gitu, ibaratnya nih ya masa dia rela ngebuang berlian kayak kak Alina demi dapetin batu kali kaya dia sih?" ucap Jihan jijik


"Ihhhh nggak banget deh" timpal Ashya lagi


"Tuh kan kebiasaan ngejelekin orang terus,,nggak baik tau. Udah nggak usah mikir yang macem-macem kita doain aja semoga rumah tangga mereka baik-baik aja"


"Aamiin"ucap Jihan dan Ashya kompak


"Ya udah kakak mau lanjut kerja nih, ngapain lagi nelpon kakak cuma mau gosipin orang doang. Minimal tuh nelpon kalau ada yang penting-penting aja gitu" Adrian mulai capek meladeni duo ceriwis karna pasti akan lama jadinya


"Ih nggak asik benget sih Kak Adrian, ini juga penting tau menyangkut rumah tangga kak Alina yang udah kaya kakak dan bestie kita sendiri" cecar Jihan tak terima


"Ya udah gini aja deh, nanti kak Adrian ngomong langsung sama Alan deh biar dia jaga jarak sama tuh cewek" Adrian memberi solusi supaya cepat menyelesaikan panggilan telpon Jihan yang membuat kerjaan nya tak selesai dikerjakan


"Nah gitu dong kakak ku yang baik" ucap Jihan senang


"Ya udah kalau gitu selamat bekerja kembali kakak ku sayang,muuuachhhh. Wassalamu'alaikum " ucap Jihan menutup telpon setelah mendengar Adrian menjawab salam nya, sebelum Adrian kembali pada kesibukan berkas/laporannya ia mengirim pesan singkat ke Alan untuk janjian bertemu esok hari, setelah mendapat jawaban kepastian dari Alan ia pun kembali fokus pada kerjaannya.


- Bersambung-


🌹Hai, Assalamualaikum para reader hebat. Mohon maaf untuk para reader setia karna cukup lama author Hiatus y hampir 2 tahun lamanya, mungkin banyak yang bertanya-tanya kemana aja author selama ini tidak update kelanjutan ceritanya? Sebenarnya ada dimana titik jenuh penulis itu muncul dan mungkin itu yang author alami, terlebih banyak hal yang membuat author harus fokus pada hal lain termasuk ke keluarga. Dari mulai bapak yang sakitnya semakin parah sampai akhirnya meninggal dan author yang sibuk dengan kegiatan sekolah terus tanpa diduga/direncanakan author kembali diberi kepercayaan oleh sang khalik yaitu hamil anak ke tiga yang Alhamdulillah sudah hadir kedunia ini belum genap sebulan. Dua tahun ini memang penuh haru dan penuh perjuangan, terlebih pandemi yang selalu membayangi kita semua. Semoga semuanya kembali baik seperti semula,dan semoga kebahagiaan selalu datang kepada kita semua.. Aamiin 🤲 dan ternyata bab ini tuh udah lama author save di draf tapi lupa buat di-update,sekali lagi mohon maaf ya para reader..🙏😅